Liputan6.com, Jakarta - Kolong meja dapur sering menjadi area yang luput dari perhatian, padahal bagian ini memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan dapur secara keseluruhan. Banyak orang fokus membersihkan permukaan meja, kompor, dan lantai, tetapi lupa bahwa kolong meja justru menjadi tempat favorit debu, sisa makanan, hingga kelembapan tersembunyi. Jika dibiarkan, area ini dapat memicu bau tidak sedap, jamur, bahkan menjadi sarang serangga.
Kondisi dapur yang lembap dan kurang terawat pada bagian kolong meja juga berpotensi mempercepat kerusakan material, terutama pada dapur dengan meja berbahan kayu atau multipleks. Air yang menetes, uap masakan, serta sirkulasi udara yang kurang baik dapat membuat bagian bawah meja cepat lapuk atau berjamur. Masalah ini sering baru disadari ketika kerusakan sudah cukup parah.
Selain berdampak pada kebersihan, kolong meja dapur yang kotor juga berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah. Debu, jamur, dan kotoran yang menumpuk bisa mencemari udara di dapur, terutama saat aktivitas memasak berlangsung. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu alergi dan gangguan pernapasan.
Oleh karena itu, perawatan kolong meja dapur perlu dilakukan secara rutin dengan cara yang sederhana namun konsisten. Berikut beberapa tips mudah merawat kolong meja dapur agar tetap bersih, kering, dan bebas lembap, sehingga dapur terasa lebih sehat dan nyaman digunakan setiap hari yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (23/1).
1. Periksa dan Perbaiki Kebocoran Pipa Secara Rutin
Langkah pertama dan yang paling fundamental dalam menjaga kekeringan kolong dapur adalah memastikan tidak ada setetes air pun yang rembes dari sambungan pipa pembuangan atau selang fleksibel keran air. Anda wajib melakukan pemeriksaan fisik secara berkala dengan cara meraba setiap sambungan pipa menggunakan tisu kering untuk mendeteksi adanya kelembapan atau tetesan air yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang. Kebocoran sekecil apa pun harus segera diperbaiki dengan mengganti karet seal atau mengencangkan drat pipa, karena tetesan air yang konsisten adalah penyebab utama pelapukan lemari dan tumbuhnya jamur.
Jika Anda menemukan pipa yang sudah tua atau retak rambut, jangan menunda untuk menggantinya dengan unit yang baru agar masalah tidak menyebar dan merusak struktur lemari dapur Anda lebih parah lagi. Sering kali pemilik rumah meremehkan rembesan kecil, padahal akumulasi air tersebut akan meresap ke dalam pori-pori dinding lemari dan menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi perkembangbiakan bakteri serta serangga pengganggu. Pastikan Anda juga menggunakan jasa tukang ledeng profesional jika kerusakan yang terjadi cukup kompleks atau melibatkan instalasi pipa utama yang tertanam di dalam dinding.
Setelah perbaikan dilakukan, Anda harus memantau area tersebut selama beberapa hari ke depan untuk memastikan bahwa solusi yang diterapkan benar-benar efektif dan area kolong sudah benar-benar kering total. Jangan lupa untuk melapisi bagian bawah pipa dengan wadah penampung sementara saat masa pemantauan agar jika masih ada sisa tetesan, air tidak langsung mengenai dasar lemari dapur Anda. Ketelitian dalam memeriksa infrastruktur air ini adalah investasi jangka panjang yang akan menyelamatkan dapur Anda dari kerusakan fatal dan biaya perbaikan yang membengkak.
2. Gunakan Pelapis Anti Air dan Mudah Dibersihkan
Melapisi dasar lemari atau lantai kolong dapur dengan material yang tahan air adalah strategi cerdas untuk mencegah air meresap langsung ke material dasar lemari yang biasanya terbuat dari kayu olahan. Anda bisa menggunakan alas berbahan aluminium foil, karpet plastik, atau lembaran karet vinil yang banyak dijual di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau namun memiliki daya tahan yang sangat baik. Pelapis ini berfungsi sebagai tameng pelindung yang akan menahan tumpahan cairan sabun, minyak, atau air agar tidak menyentuh permukaan asli lemari sehingga keawetan perabot lebih terjaga.
Selain melindungi dari kelembapan, penggunaan pelapis tambahan ini juga akan sangat memudahkan Anda dalam proses pembersihan rutin karena kotoran tidak akan menempel kuat pada pori-pori kayu yang kasar. Ketika terjadi tumpahan bumbu atau cairan pembersih, Anda cukup mengelap lapisan pelindung tersebut dengan kain basah tanpa perlu khawatir cairan akan meninggalkan noda permanen atau memicu bau tak sedap. Pilihlah motif pelapis yang terang agar Anda bisa dengan mudah melihat jika ada kotoran atau serangga yang bersembunyi di sudut-sudut gelap kolong meja dapur tersebut.
Pastikan Anda mengukur luas area kolong meja dengan akurat sebelum membeli pelapis agar seluruh permukaan dapat tertutup dengan sempurna tanpa ada celah yang terbuka di bagian pinggirnya. Pasang pelapis tersebut dengan rapi dan jika perlu gunakan perekat dua sisi di bagian ujung-ujungnya agar alas tidak mudah bergeser saat Anda memasukkan atau mengeluarkan barang-barang. Dengan adanya lapisan pelindung ini, kolong meja dapur Anda tidak hanya menjadi lebih bersih dan kering, tetapi juga terlihat lebih estetik dan terawat setiap kali dibuka.
3. Maksimalkan Sirkulasi Udara dengan Ventilasi
Salah satu musuh terbesar dari area tertutup seperti kolong meja dapur adalah udara yang terperangkap dan tidak berputar, yang akhirnya menyebabkan suhu menjadi lembap dan memicu pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal ini, Anda disarankan untuk membiasakan diri membuka pintu lemari bawah dapur setidaknya selama sepuluh hingga lima belas menit setiap hari setelah selesai beraktivitas di dapur. Kebiasaan sederhana ini memungkinkan udara segar masuk menggantikan udara pengap yang terkurung di dalam, sehingga membantu menguapkan sisa-sisa kelembapan yang mungkin ada.
Jika desain dapur Anda memungkinkan, pertimbangkan untuk memasang lubang ventilasi atau grill udara pada pintu lemari dapur agar pertukaran udara tetap bisa terjadi meskipun pintu dalam keadaan tertutup rapat. Pemasangan ventilasi ini sangat efektif untuk menjaga suhu di dalam kolong meja tetap stabil dan setara dengan suhu ruangan, sehingga risiko kondensasi yang menyebabkan dinding lemari basah dapat diminimalisir secara signifikan. Anda bisa memilih desain ventilasi yang minimalis dan modern agar tetap serasi dengan tampilan kitchen set Anda tanpa mengurangi fungsi utamanya.
Bagi Anda yang memiliki masalah kelembapan yang cukup parah, penggunaan kipas angin kecil atau dehumidifier elektrik mini di dalam kolong meja bisa menjadi solusi teknologi yang sangat membantu mengeringkan area tersebut. Nyalakan alat tersebut secara berkala, terutama setelah Anda melakukan pekerjaan basah seperti mencuci piring dalam jumlah banyak atau saat cuaca sedang hujan terus-menerus. Sirkulasi udara yang lancar adalah kunci utama untuk mencegah bau apek yang sering kali menjadi tanda awal dari masalah kebersihan di area tersembunyi ini.
4. Manfaatkan Bahan Penyerap Kelembapan Alami
Selain mengandalkan sirkulasi udara, Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan penyerap kelembapan atau desikan untuk menjaga area kolong meja dapur tetap kering dan bebas dari bau yang tidak sedap. Bahan-bahan seperti serbuk arang aktif, silica gel, atau produk penyerap lembap komersial yang berbentuk kotak sangat ampuh untuk menarik molekul air yang melayang di udara tertutup. Letakkan bahan penyerap ini di sudut-sudut bagian belakang lemari yang biasanya paling sulit terjangkau oleh aliran udara dan paling rentan menjadi sarang jamur.
Arang aktif tidak hanya berfungsi menyerap kelembapan berlebih, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa dalam menetralisir bau tidak sedap yang sering muncul akibat campuran aroma bahan pembersih dan sampah. Anda bisa meletakkan beberapa potong arang di dalam wadah terbuka atau membungkusnya dengan kain kasa agar rapi, lalu gantilah secara berkala setiap satu atau dua bulan sekali. Penggunaan bahan alami ini jauh lebih aman dibandingkan pewangi kimia sintetis yang hanya menutupi bau tanpa menghilangkan sumber masalah kelembapannya.
Jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisi penyerap kelembapan yang Anda gunakan, karena jika sudah jenuh dengan air, bahan tersebut tidak akan bekerja efektif lagi dan justru bisa menjadi sumber masalah baru. Jika Anda menggunakan produk komersial yang menampung air serapan dalam wadah plastik, pastikan untuk segera membuang airnya dan mengganti butiran penyerapnya saat sudah habis atau mencair. Konsistensi dalam mengganti bahan penyerap ini akan menjamin kolong meja dapur Anda senantiasa dalam kondisi kering, segar, dan bebas dari risiko pertumbuhan jamur.
5. Atur Barang dengan Wadah Penyimpanan Tertutup
Kekacauan barang-barang di bawah kolong meja dapur sering kali menjadi penghalang utama saat kita ingin membersihkan area tersebut, sekaligus menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi kecoa. Solusi terbaik untuk masalah ini adalah dengan mengelompokkan barang-barang seperti cairan pembersih, spons cadangan, dan sikat ke dalam wadah plastik atau keranjang penyimpanan yang tertutup rapat. Penggunaan wadah organizer akan membuat tumpukan barang menjadi lebih rapi, mudah diakses, dan mencegah botol-botol cairan terguling yang bisa menyebabkan tumpahan.
Hindari menyimpan barang-barang yang terbuat dari bahan kertas, kardus bekas, atau kantong kresek di area ini karena bahan-bahan tersebut sangat mudah menyerap air dan menjadi makanan favorit hama rayap. Pilihlah wadah penyimpanan yang terbuat dari plastik transparan agar Anda bisa melihat isinya dengan mudah tanpa perlu membongkar semuanya, serta pastikan wadah tersebut mudah dicuci jika terkena kotoran. Dengan sistem penyimpanan yang terorganisir, Anda bisa dengan mudah mengangkat seluruh wadah sekaligus saat ingin membersihkan lantai dasar lemari, sehingga proses pembersihan menjadi jauh lebih cepat.
Selain itu, batasi jumlah barang yang disimpan di kolong meja dapur hanya untuk barang-barang yang benar-benar sering digunakan atau yang relevan dengan aktivitas mencuci dan kebersihan dapur saja. Jangan jadikan area ini sebagai gudang penyimpanan barang bekas yang tidak terpakai, karena semakin penuh isi lemari, semakin buruk sirkulasi udaranya dan semakin sulit untuk mendeteksi kebocoran. Kedisiplinan dalam memilah dan menata barang adalah kunci agar kolong meja dapur tetap higienis dan tidak menjadi sarang penyakit bagi keluarga Anda.
6. Bersihkan Secara Menyeluruh Seminggu Sekali
Membuat jadwal rutin untuk membersihkan kolong meja dapur adalah langkah preventif yang tidak boleh dilewatkan jika Anda ingin area tersebut tetap dalam kondisi prima sepanjang tahun. Luangkan waktu setidaknya satu kali dalam seminggu untuk mengeluarkan semua barang, mengelap seluruh permukaan dinding dan lantai lemari, serta memastikan tidak ada jejak hama yang tertinggal. Gunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan untuk membunuh kuman dan bakteri yang mungkin menempel pada permukaan lemari akibat kelembapan yang tinggi.
Saat membersihkan, berikan perhatian khusus pada sudut-sudut yang sulit dijangkau dan area di sekitar pipa pembuangan karena di sanalah biasanya kotoran dan debu paling banyak menumpuk tanpa kita sadari. Pastikan Anda mengeringkan permukaan yang telah dibersihkan dengan lap mikrofiber kering secara sempurna sebelum memasukkan kembali barang-barang dan wadah penyimpanan ke dalamnya. Meninggalkan permukaan dalam keadaan basah atau lembap setelah dibersihkan justru akan memicu pertumbuhan jamur lebih cepat, jadi pastikan semuanya benar-benar kering.
Jadikan kegiatan membersihkan kolong dapur ini sebagai bagian dari rutinitas deep cleaning dapur mingguan Anda agar tidak terasa berat dan menjadi kebiasaan baik yang otomatis dilakukan. Ajak anggota keluarga lain untuk turut serta menjaga kebersihan area ini dengan tidak membuang sampah sembarangan atau menumpuk barang bekas di bawah wastafel. Dengan konsistensi dan kerja sama yang baik, menjaga kebersihan kolong meja dapur tidak akan lagi menjadi beban yang memberatkan, melainkan menjadi standar kebersihan baru di rumah Anda.
7. Gunakan Bahan Alami Pengusir Hama
Mencegah datangnya hama seperti kecoa dan semut di area lembap seperti kolong dapur jauh lebih baik daripada harus membasminya setelah mereka membuat sarang dan berkembang biak. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di dapur seperti daun salam, cengkeh, atau bubuk kopi yang aromanya sangat tidak disukai oleh serangga-serangga tersebut. Letakkan beberapa lembar daun salam kering atau wadah kecil berisi bubuk kopi di sudut-sudut lemari untuk menciptakan barier alami yang aman bagi makanan namun efektif mengusir hama.
Selain itu, campuran air cuka dan minyak esensial seperti peppermint atau tea tree oil juga bisa digunakan sebagai semprotan pembersih sekaligus pengusir serangga yang ampuh dan ramah lingkungan. Semprotkan larutan ini ke area-area yang dicurigai menjadi jalur masuk serangga, lalu lap hingga bersih untuk meninggalkan aroma segar yang dibenci oleh kecoa dan semut. Penggunaan bahan alami ini sangat disarankan karena area kolong dapur sering kali berdekatan dengan tempat penyimpanan alat makan dan bahan makanan, sehingga residu kimia harus dihindari.
Pastikan Anda juga menutup semua celah atau lubang kecil yang ada di dinding belakang lemari dengan sealant atau semen putih agar tidak ada jalan masuk bagi hama dari luar rumah. Kombinasi antara kebersihan fisik, penggunaan bahan penolak alami, dan penutupan akses masuk adalah strategi pertahanan terbaik untuk menjaga kolong meja dapur tetap steril. Dengan menerapkan tips terakhir ini, Anda menyempurnakan perlindungan dapur Anda menjadi tempat yang benar-benar bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh keluarga.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Mengapa kolong meja dapur sering berbau apek?
Bau apek disebabkan oleh udara lembap yang terperangkap atau kebocoran pipa kecil.
2. Seberapa sering kolong dapur harus dibersihkan?
Lakukan pembersihan total minimal seminggu sekali untuk mencegah penumpukan kotoran.
3. Apa bahan alami paling efektif menyerap lembap?
Silica gel dan arang aktif adalah pilihan terbaik untuk menarik uap air di ruang tertutup.
4. Bolehkah menyimpan peralatan makan di bawah wastafel?
Tidak disarankan karena area tersebut sangat rentan lembap dan menjadi jalur pipa pembuangan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481808/original/032997500_1769147564-Gaya_Minimalis_dengan_Sentuhan_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481807/original/063984500_1769147414-kandang_long_yam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481774/original/056532300_1769146481-jualan_mie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482042/original/091210600_1769156587-ChatGPT_Image_23_Jan_2026__15.22.31.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481765/original/083371300_1769146220-Bedakan_Nutrisi_untuk_Fase_Vegetatif_dan_Generatif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480538/original/006295400_1769059160-peternakan_bebek_dan_ikan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481973/original/029331600_1769152964-3edb42d0-792c-4792-ad4c-42d466c2608e.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481719/original/080256900_1769143328-wafer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481755/original/093970000_1769145324-asian-young-woman-holding-tube-moisturizer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481707/original/043440700_1769143020-wajan_anti_lengket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366414/original/008267000_1759226872-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)