Panduan Budidaya Azolla untuk Alternatif Pakan Ikan, Tingkatkan Untung Peternak

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pakan sebagai wujud pemenuhan nutrisi, memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya ikan, termasuk jenis nila yang cukup jadi primadona di kalangan peternak. Pemberian pakan akan berpengaruh langsung pada laju pertimbangan ikan dan kondisinya selama masa pemeliharaan. Namun, tak bisa dipungkiri jika biaya pakan komersial (pellet) yang tinggi sering kali menjadi tantangan utama para pembudidaya ikan.

Salah satu solusi yang paling banyak dilirik pembudidaya ikan untuk menekan tingginya ketergantungan terhadap pakan pabrikan adalah budidaya azolla. Sekadar informasi, Azolla adalah tanaman paku air yang memiliki pertumbuhan cepat dan kandungan nutrisi cukup baik, sehingga olahannya baik digunakan salah satunya untuk alternatif pakan ikan.

Wiwid (32), misalnya. Sebagai pemilik BosKetjil Farm, bisnis peternakan ikan nila rumahan di Jeblogan, Ponggok, Kabupaten Klaten, ia dan sang suami ikut membudidayakan azolla sebagai pakan alternatif peliharaannya. Dari pengalamannya, azolla mampu menekan biaya pakan hingga kurang lebih 30 persen dari total kebutuhan asupan untuk sekitar 5000 ekor nila di peternakannya.

“Sekarang kan kondisinya peternak ikan dan lainnya bergantung dengan pabrik pakan olahan. Selain harganya mahal, untung penjualan pun ikut terpengaruh. Akhirnya solusinya dengan pakan menggunakan alternatif produksi azolla sendiri.  Azolla itu untungnya bisa cepat, “ujar Wiwid saat dihubungi tim Liputan6.com melalui daring, Minggu (18/1).

1. Mengenal Azolla dan Kandungan Nutrisinya

Dilansir dari laman resmi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, azolla dikenal sebagai tanaman paku air yang daunnya mengapung di permukaan, sedangkan akarnya menggantung di bawah air. Azolla sering ditemukan di genangan air, selokan, kolam, persawahan, danau, atau sungai. Tumbuhan ini banyak ditemui di daerah beriklim tropis, seperti Amerika, Australia, dan Asia termasuk Indonesia.

Azolla mengandung nutrisi cukup lengkap, terutama dari sisi proteinnya sebesar 20-35 persen, 10-15 mineral, 7-10 persen asam amino, vitamin (A, B12, Beta Carotene), dan senyawa bioaktif serta biopolymer. Keunggulan lain dari Azolla adalah tingkat kecernaannya yang cukup baik karena memiliki kandungan lignin yang rendah.

2. Azolla untuk Alternatif Pakan Ikan hingga Ternak

Dengan kandungan nutrisinya, Azolla dimanfaatkan untuk beberapa sektor pertanian dan perikanan, di antaranya:

·       Menghemat Penggunaan Pupuk Urea

Azolla memiliki peran penting sebagai alternatif pupuk urea karena kemampuannya dalam menyediakan nitrogen yang mudah diserap oleh tanaman. Kandungan nitrogen yang dihasilkan azolla dapat membantu menekan penggunaan pupuk urea kimia hingga sekitar setengah dari kebutuhan biasanya.

·       Pemanfaatan sebagai Pakan Ternak

Karena kandungan proteinnya yang tinggi, Azolla sangat cocok dijadikan campuran bahan pakan ternak. Hewan yang dapat diberi pakan Azolla antara lain bebek, ayam, kambing dan sapi.  Penambahan Azolla pada pakan ayam dibatasi sekitar 15 persen saja agar tidak mengganggu produktivitas telur. Pada saat yang sama, Azolla dapat meningkatkan produksi susu pada sapi hingga 15%. Azolla bisa dimakan segar, kering atau setelah fermentasi.

·       Tanaman Azolla untuk Alternatif Pakan Ikan

Kandungan protein Azolla yang lebih tinggi daripada dedaunan biasa, serat asam amino esensial yang lengkap, membuat nutrisinya sangat baik untuk pertumbuhan ikan nila. Pemberian Azolla diklaim dapat menggantikan 20-30 persen pakan pelet komersial.

3. Cara Budidaya Azolla Secara Lengkap

Persiapan Media Budidaya:

·       Siapkan media air dangkal menggunakan bak semen, terpal, kolam tanah, atau ember besar dengan kedalaman air sekitar 10–20 cm agar Azolla dapat mengapung bebas.

·       Pastikan media bersih dan tidak tercampur limbah berbahaya, karena Azolla sensitif terhadap kualitas air yang buruk.

·       Tambahkan pupuk organik ringan seperti pupuk kandang atau kompos untuk memperkaya nutrisi media sehingga Azolla dapat tumbuh cepat.

·       Pilih lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung secara penuh, karena cahaya yang terlalu kuat bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Pengaturan Lingkungan:

·       Jaga suhu air ideal berkisar antara 20–30°C supaya Azolla tumbuh maksimal.

·       Pastikan pH air berada di angka 6–7,5, ini merupakan kondisi yang ideal bagi Azolla untuk menyerap nutrisi.

·       Hindari aliran air yang kuat atau arus deras karena dapat membuat Azolla karam atau berkumpul di satu titik saja.

Penebaran Bibit Azolla:

·       Gunakan bibit Azolla yang sehat dan bersih, bebas dari hama atau kandungan air berlebih.

·       Tebarkan bibit secara merata di permukaan media untuk mengoptimalkan penyebaran dan pertumbuhan awal.

·       Jumlah bibit bisa disesuaikan dengan luas media; umumnya sekitar 200–300 gram per meter persegi.

·       Pastikan tidak ada gangguan langsung dari ikan atau hewan lain sehingga Azolla dapat tumbuh tanpa hambatan.

Perawatan Rutin Selama Budidaya:

·       Kontrol ketinggian air secara berkala dan tambahkan air jika volume menurun akibat penguapan.

·       Berikan pupuk organik tambahan setiap seminggu sekali untuk menjaga nutrisi media tetap stabil.

·       Lakukan pembersihan hama ringan, misalnya keong atau serangga yang bisa merusak jaringan Azolla.

·       Pertumbuhan yang baik akan terlihat saat Azolla mulai menutupi permukaan media secara merata dalam waktu 7–14 hari.

Pemanenan Azolla:

·       Azolla siap dipanen ketika permukaan kolam sudah tertutup penuh oleh tanaman.

·       Gunakan jaring halus atau saringan untuk mengambil azolla dari permukaan air.

·       Tinggalkan sekitar 10–20% tanaman Azolla di media untuk memastikan pertumbuhan selanjutnya tetap berlanjut tanpa memulai dari awal lagi.

·       Setelah dipanen, Azolla bisa langsung digunakan sebagai pakan segar atau diolah lebih lanjut menjadi pakan kering atau tepung pakan.

4. Budidaya Azolla Jadi Peluang Usaha

Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan ternak sendiri, budidaya Azolla juga memiliki potensi sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Permintaan terhadap pakan alternatif yang murah dan bernutrisi terus meningkat seiring naiknya harga pakan komersial.

Dengan modal yang relatif kecil dan siklus panen yang cepat, Azolla dapat diproduksi secara berkelanjutan untuk dijual dalam bentuk segar, kering, maupun olahan. Target pasarnya pun cukup luas, mulai dari pembudidaya ikan, peternak unggas, hingga komunitas pertanian terpadu.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Wiwid, yang meskipun produksi azolla sendiri awalnya untuk kebutuhan pakan ternak nilanya di BosKetjil Farm, namun lama-lama itu jadi peluang bisnis. Ia dan suami menjual azolla buatannya ke pelanggan.

“Azola di pasaran harganya sekitar Rp45.000/kg. Kami produksi (azolla) sendiri, dijual atau digunakan sendiri. Kalau dijual satu karung besar itu bisa dihargai sampai Rp150.000-Rp200.000. Dulu sampai ada yang pesan (azolla) dari Gunung Kidul,” ujar Wiwid.

“Bisnis azolla ini menjanjikan untuk pakan ternak alternatif. Tapi ya harus telaten, karena budidaya azolla ini harus rajin ganti air karena rawan mati,” Wiwid memungkasi pernyataannya.

Sebagai informasi tambahan, selain azolla, beberapa pakan alternatif untuk ikan yang cukup popular di antaranya dedak padi, tepung jagung, kangkong, daun talas, lumut, cacing sutra, dan lainnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Budidaya Azolla dan Ikan Nila

1. Apa itu Azolla dan kenapa cocok untuk pakan ternak ikan?

Azolla adalah tanaman paku air mengambang yang tinggi protein dan nutrisi, sehingga cocok sebagai pakan ikan herbivora serta ternak lain untuk mendukung pertumbuhan yang sehat.

2. Berapa lama Azolla bisa dipanen setelah ditanam?

Azolla biasanya siap dipanen dalam waktu sekitar 7–15 hari setelah bibit ditaburkan dan permukaan kolam tertutup rapat oleh tanaman.

3. Bisakah Azolla menggantikan pakan pelet sepenuhnya?

Azolla bisa digunakan sebagai pakan alternatif atau suplemen pakan, namun sering dikombinasikan dengan pakan pelet agar nutrisi lebih seimbang.

4. Apa keuntungan ekonomi dari budidaya Azolla?

Budidaya Azolla menekan biaya pakan komersial, meningkatkan efisiensi produksi ternak, serta membuka peluang usaha baru dengan panen berkala yang cepat.

5. Apa yang diperlukan agar Azolla tumbuh optimal?

Kondisi media dengan air stabil, pH 4,5–7, suhu 20–30°C, serta nutrisi tambahan melalui pupuk organik sangat penting untuk pertumbuhan Azolla yang optimal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |