Liputan6.com, Jakarta - Pengelolaan kolam ikan yang berada satu area dengan ternak bebek sering kali menimbulkan persoalan bau yang sulit dihindari. Kotoran bebek, sisa pakan, serta aktivitas mandi bebek dapat mempercepat penurunan kualitas air kolam jika tidak diatur dengan sistem yang tepat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan ikan.
Bau pada kolam ikan umumnya muncul akibat penumpukan bahan organik yang terurai secara tidak sempurna di dalam air. Proses pembusukan tersebut menghasilkan amonia dan gas lain yang menimbulkan aroma menyengat, terutama ketika sirkulasi air dan oksigen tidak memadai. Jika dibiarkan, kualitas air akan terus memburuk dan meningkatkan risiko penyakit pada ikan.
Meski demikian, kolam ikan di area ternak bebek tetap dapat dikelola agar bersih dan tidak berbau. Dengan penerapan manajemen air, pakan, serta pengolahan limbah yang terencana dan berkelanjutan, kolam dapat tetap sehat meskipun berada dekat dengan kandang bebek. Langkah-langkah berikut menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan secara bertahap, dirangkum dari berbagai sumber pada Jumat (23/1/2026).
1. Penerapan Probiotik untuk Menekan Bau Kolam
Penggunaan probiotik secara rutin menjadi langkah awal yang penting dalam mengelola kolam ikan di area ternak bebek. Probiotik membantu mempercepat penguraian sisa pakan dan kotoran bebek yang masuk ke dalam kolam. Dengan proses penguraian yang lebih cepat, zat penyebab bau tidak sempat menumpuk di dalam air.
Keberadaan mikroorganisme baik dari probiotik akan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk yang menghasilkan gas berbau. Kondisi ini membuat air kolam lebih stabil dan tidak mudah berubah menjadi keruh atau beraroma menyengat. Selain itu, keseimbangan biologis kolam dapat terjaga dalam jangka panjang.
Penerapan probiotik juga mengurangi ketergantungan pada penggantian air secara berlebihan. Air kolam dapat digunakan lebih lama tanpa menurunkan kualitas lingkungan bagi ikan. Dengan manajemen yang konsisten, kolam tetap bersih dan produktivitas budidaya dapat dipertahankan.
2. Aerasi Kolam untuk Meningkatkan Oksigen Terlarut
Aerasi kolam berperan besar dalam mencegah bau pada kolam ikan yang berada di area ternak bebek. Alat aerator atau kincir air membantu memasukkan oksigen ke dalam air secara merata. Oksigen yang cukup sangat dibutuhkan untuk mendukung proses penguraian limbah secara alami.
Kadar oksigen yang tinggi memungkinkan bakteri pengurai bekerja lebih efektif dalam memecah bahan organik. Tanpa oksigen yang memadai, pembusukan berlangsung secara anaerob dan menghasilkan gas berbau tajam. Oleh karena itu, aerasi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas air.
Selain menekan bau, aerasi juga membuat air kolam terus bergerak sehingga endapan kotoran tidak mengumpul di satu titik. Sirkulasi air yang baik membantu ikan lebih aktif dan sehat. Dampaknya, kolam tetap segar meskipun berada di lingkungan kandang bebek.
3. Penggantian Air Kolam Secara Berkala dan Terukur
Penggantian air secara rutin menjadi bagian penting dalam manajemen kolam ikan di area ternak bebek. Air yang telah tercemar oleh kotoran dan sisa pakan perlu diganti sebelum bau semakin kuat. Langkah ini membantu mengurangi konsentrasi amonia dan zat berbahaya lainnya.
Penggantian air sebaiknya dilakukan secara bertahap agar ikan tidak mengalami stres. Dengan mengganti sebagian air dalam interval tertentu, keseimbangan ekosistem kolam tetap terjaga. Cara ini juga lebih efisien dibandingkan mengganti air secara total.
Manajemen air yang terjadwal membuat kondisi kolam lebih mudah dikontrol. Air tetap jernih, bau dapat ditekan, dan lingkungan kolam menjadi lebih stabil. Hal ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya ikan di area ternak bebek.
4. Pemisahan Area Mandi Bebek dari Kolam Ikan
Pemisahan area mandi bebek dari kolam ikan menjadi solusi efektif untuk mengurangi pencemaran air. Bebek yang mandi langsung di kolam ikan akan membawa kotoran dan sisa pakan ke dalam air. Kondisi ini mempercepat penurunan kualitas kolam dan memicu bau.
Dengan menyediakan kolam mandi khusus atau sistem sekat, aliran limbah dapat dikendalikan. Kotoran bebek tidak langsung masuk ke kolam utama ikan. Hal ini membantu mengurangi beban organik yang harus diurai di dalam kolam.
Pemisahan area juga memudahkan pengelolaan kebersihan kandang dan kolam. Limbah bebek dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan secara terpisah. Kolam ikan pun tetap bersih dan tidak mudah berbau meskipun berada di satu kawasan.
5. Penggunaan Kapur Dolomit untuk Menstabilkan pH Air
Penaburan kapur dolomit secara berkala berfungsi menstabilkan pH air kolam. Air yang terlalu asam akibat pembusukan bahan organik sering menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap. Dengan pH yang seimbang, proses penguraian berjalan lebih terkendali.
Kapur dolomit juga membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen yang memicu bau. Dasar kolam menjadi lebih bersih karena endapan limbah dapat terurai dengan lebih baik. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi ikan.
Penggunaan dolomit perlu dilakukan secara terukur agar tidak mengganggu keseimbangan air. Dengan penerapan yang tepat, kualitas air kolam dapat dipertahankan lebih lama. Bau kolam pun dapat diminimalkan secara alami.
6. Manajemen Pakan Bebek yang Efisien dan Tepat
Manajemen pakan bebek memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kolam ikan di sekitarnya. Pakan yang sulit dicerna akan menghasilkan kotoran dengan kandungan amonia tinggi. Limbah ini mudah mencemari air dan memicu bau.
Dengan menggunakan pakan yang mudah diserap tubuh bebek, jumlah limbah yang dihasilkan dapat ditekan. Kotoran yang lebih sedikit dan lebih stabil akan mengurangi beban pencemaran kolam. Hal ini membantu menjaga air tetap bersih.
Selain itu, pengaturan jumlah dan waktu pemberian pakan juga penting. Pakan yang diberikan secara berlebihan berpotensi tercecer dan masuk ke kolam. Manajemen pakan yang baik membuat lingkungan ternak lebih sehat dan kolam tidak berbau.
7. Pengendalian Sisa Pakan Ikan di Dasar Kolam
Sisa pakan ikan yang mengendap di dasar kolam menjadi salah satu sumber bau utama. Pakan yang tidak termakan akan membusuk dan menghasilkan gas berbahaya. Jika tidak dikendalikan, bau akan semakin kuat seiring waktu.
Pemberian pakan ikan secara terukur membantu mencegah penumpukan sisa pakan. Ikan akan mengonsumsi pakan secara optimal tanpa menyisakan banyak endapan. Kondisi ini menjaga dasar kolam tetap bersih.
Dengan dasar kolam yang bebas sisa pakan, kualitas air menjadi lebih stabil. Proses budidaya berjalan lebih efisien dan risiko bau dapat ditekan. Kolam ikan pun tetap sehat meskipun berada di area ternak bebek.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pengelolaan Kolam Ikan di Area Bebek
1. Mengapa kolam ikan di area ternak bebek sering bau?
Karena adanya penumpukan kotoran bebek, sisa pakan, dan rendahnya sirkulasi oksigen dalam air kolam.
2. Apakah kolam ikan bisa digabung dengan ternak bebek?
Bisa, asalkan pengelolaan air, pakan, dan limbah dilakukan secara terpisah dan terkontrol.
3. Seberapa penting aerasi pada kolam ikan?
Aerasi sangat penting untuk meningkatkan oksigen terlarut dan membantu mengurai limbah penyebab bau.
4. Apakah kapur dolomit aman untuk ikan?
Aman jika digunakan sesuai dosis karena membantu menstabilkan pH air kolam.
5. Bagaimana tanda kolam ikan mulai bermasalah?
Air berbau, berubah warna, dan ikan terlihat kurang aktif menjadi tanda kualitas air menurun.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481808/original/032997500_1769147564-Gaya_Minimalis_dengan_Sentuhan_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481807/original/063984500_1769147414-kandang_long_yam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481774/original/056532300_1769146481-jualan_mie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482042/original/091210600_1769156587-ChatGPT_Image_23_Jan_2026__15.22.31.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481765/original/083371300_1769146220-Bedakan_Nutrisi_untuk_Fase_Vegetatif_dan_Generatif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481973/original/029331600_1769152964-3edb42d0-792c-4792-ad4c-42d466c2608e.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481719/original/080256900_1769143328-wafer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481906/original/036442800_1769150947-kolong_meja_dapur4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481755/original/093970000_1769145324-asian-young-woman-holding-tube-moisturizer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481707/original/043440700_1769143020-wajan_anti_lengket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366414/original/008267000_1759226872-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__2_.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)