Jenis Ayam dan Ikan yang Cocok untuk Sistem Terpadu Satu Lahan

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sistem terpadu satu lahan semakin diminati karena dinilai efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Dengan menggabungkan ternak ayam dan budidaya ikan dalam satu area, limbah dari satu komoditas bisa dimanfaatkan untuk mendukung komoditas lainnya. Konsep ini sangat cocok diterapkan di lahan terbatas, pekarangan rumah, maupun skala usaha kecil. Namun, kunci keberhasilan sistem ini terletak pada pemilihan jenis ayam dan ikan yang tepat agar tidak saling mengganggu.

Tidak semua ayam dan ikan cocok digabungkan dalam satu sistem terpadu. Beberapa jenis ayam terlalu agresif atau menghasilkan limbah berlebihan, sementara jenis ikan tertentu sensitif terhadap kualitas air. Oleh karena itu, memahami jenis ayam dan ikan yang cocok untuk sistem terpadu satu lahan menjadi langkah awal yang sangat penting. Jika kombinasinya tepat, sistem ini bisa meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya pakan. Berikut jenis ayam dan ikan yang paling direkomendasikan untuk sistem terpadu, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (23/1/2026). 

1. Ayam Kampung + Ikan Lele

Ayam kampung cocok dipadukan dengan lele karena sama-sama tahan kondisi lingkungan dan mudah dipelihara. Lele juga kuat menghadapi perubahan kualitas air yang biasanya terjadi di sistem terpadu. Kotoran ayam kampung bisa membantu menyuburkan kolam jika jumlahnya terkontrol. Kombinasi ini paling aman untuk pemula dan cocok di lahan sempit.

Ayam kampung bisa dibuat kandang panggung dekat kolam supaya pengelolaan limbahnya gampang. Lele bisa dipelihara di kolam terpal, beton, atau bioflok sesuai budget. Sistem ini cenderung stabil dan tidak banyak drama kalau manajemen airnya rutin. Selain itu, pasar ayam kampung dan lele juga sama-sama kuat.

2. Ayam Petelur Afkir + Ikan Patin

Ayam petelur afkir menghasilkan limbah yang cukup banyak, jadi lebih cocok dipasangkan dengan ikan yang kuat dan tidak gampang stres. Patin termasuk ikan yang toleran terhadap air dengan nutrisi tinggi, asalkan tidak sampai terlalu tercemar. Kombinasi ini cocok untuk yang ingin memaksimalkan “sisa produktif” ayam petelur jadi tetap menghasilkan cuan. Hasil panen patin juga punya nilai jual bagus untuk pasar rumahan dan warung makan.

Agar aman, kotoran ayam sebaiknya tidak langsung jatuh ke kolam, tapi dikumpulkan lalu difermentasi dulu. Sistem ini lebih cocok untuk yang sudah terbiasa mengatur kebersihan kandang dan jadwal kontrol air. Patin senang kolam agak dalam dengan aerasi cukup. Kalau dikelola rapi, sistem ini bisa jadi usaha terpadu yang lebih serius.

3. Ayam Joper (Jowo Super) + Ikan Lele

Ayam Joper tumbuh cepat, tapi produksi kotorannya juga lebih banyak dibanding ayam kampung. Karena itu, ikan lele jadi pasangan terbaik karena lele paling tahan fluktuasi air dan paling “adaptif” dengan kondisi kolam terpadu. Kombinasi ini cocok buat kamu yang mengejar panen cepat dari dua sisi: ayam dan ikan. Sistemnya juga relatif mudah diputar untuk usaha.

Agar hasil maksimal, atur populasi ayam jangan terlalu padat supaya kolam tidak cepat bau dan amonia tidak naik. Lele bisa dibesarkan di kolam terpal dengan penggantian air berkala. Kalau mau lebih modern, bisa pakai sistem bioflok agar air tetap stabil. Kombinasi Joper + lele termasuk yang paling “cepat balik modal” di sistem terpadu.

4. Ayam Kampung + Ikan Nila

Kalau kamu ingin ikan yang rasanya lebih “premium” dan disukai banyak orang, nila bisa jadi pilihan. Namun nila lebih sensitif dibanding lele, jadi paling cocok dipasangkan dengan ayam kampung yang limbahnya tidak terlalu ekstrem. Kombinasi ini cocok untuk sistem terpadu yang ditargetkan panennya berkualitas, bukan sekadar cepat. Dengan manajemen air rapi, hasilnya bisa lebih stabil.

Kuncinya, jangan biarkan kotoran ayam langsung masuk kolam nila terlalu banyak. Lebih aman kalau kandang ayam dibuat agak menyamping, lalu limbahnya dikomposkan dulu sebelum dimanfaatkan. Nila cocok dipelihara di kolam dengan aerasi dan sirkulasi yang baik. Sistem ini cocok buat yang ingin budidaya lebih “rapi” dan tahan jangka panjang.

5. Ayam Joper + Ikan Patin

Kalau kamu ingin skala yang sedikit lebih besar dan hasil panen ikan yang bernilai tinggi, patin bisa dipasangkan dengan ayam Joper. Ayam Joper cepat panen, patin juga dikenal cepat besar jika pakan dan air stabil. Kombinasi ini cocok untuk usaha yang menargetkan distribusi ke pengepul atau pasar. Namun, sistem ini butuh kontrol air yang lebih disiplin dibanding lele.

Karena limbah Joper cukup banyak, sebaiknya kandang tidak terlalu dekat dengan kolam patin atau limbahnya dialirkan melalui filter sederhana. Patin lebih cocok dipelihara pada kolam agak dalam dan tidak terlalu dangkal. Jika dikelola bagus, patin bisa menjadi “nilai tambah” sistem terpadu. Ini cocok buat yang sudah pernah ternak ayam atau budidaya ikan sebelumnya.

Kombinasi Terbaik untuk Sistem Terpadu Satu Lahan

Kalau kamu ingin hasil cepat, minim risiko, dan cocok untuk pemula, berikut kombinasi paling direkomendasikan:

Ayam Kampung + Lele (paling stabil & mudah)

Ayam Joper + Lele (paling cepat panen)

Ayam Kampung + Nila (lebih rapi, cocok pasar premium)

Ayam Petelur Afkir + Patin (butuh manajemen lebih serius)

Intinya, pilih pasangan sesuai kemampuan kontrol air dan kebersihan kandang. Untuk pemula, jangan langsung ambil ikan sensitif jika limbah ayam belum bisa kamu atur. Sistem terpadu yang sukses itu yang seimbang, bukan yang terlalu padat dan memaksa produksi.

Pertanyaan seputar Jenis Ayam dan Ikan yang Cocok untuk Sistem Terpadu Satu Lahan

1. Ayam apa yang paling cocok untuk sistem terpadu dengan ikan?

Ayam kampung dan ayam Joper paling cocok karena tahan penyakit dan mudah menyesuaikan lingkungan. Limbahnya juga relatif lebih mudah dikontrol untuk kolam ikan.

2. Ikan apa yang paling aman dipelihara di bawah kandang ayam?

Ikan lele adalah pilihan paling aman karena tahan air keruh dan kadar amonia tinggi. Lele juga cepat tumbuh meski kondisi air fluktuatif.

3. Apakah kotoran ayam boleh langsung masuk ke kolam ikan?

Boleh, tetapi sebaiknya dibatasi agar tidak mencemari air. Pengelolaan berlebihan bisa menyebabkan ikan stres atau mati.

4. Sistem terpadu ayam dan ikan cocok untuk lahan sempit?

Sangat cocok jika menggunakan kandang panggung dan kolam terpal. Kombinasi ayam kampung dan lele paling ideal untuk lahan terbatas.

5. Apa risiko utama sistem terpadu ayam dan ikan?

Risiko utamanya adalah kualitas air kolam cepat menurun. Jika tidak dikontrol, ikan bisa stres dan pertumbuhannya terhambat.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |