7 Tips Bikin Pakan Fermentasi untuk Ternak, Solusi Hemat Biaya dan Berkelanjutan

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pakan fermentasi telah menjadi inovasi penting dalam dunia peternakan, menawarkan solusi cerdas untuk meningkatkan kualitas nutrisi dan daya cerna pakan bagi ternak. Metode pengolahan pakan ini memanfaatkan peran mikroorganisme baik untuk mengurai bahan organik, mengubahnya menjadi bentuk yang lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan hewan. Proses ini tidak hanya memperkaya kandungan gizi, tetapi juga memperpanjang masa simpan pakan, menjadikannya pilihan ekonomis dan berkelanjutan.

Bagi para peternak, terutama saat menghadapi tantangan seperti musim kemarau atau fluktuasi harga pakan pabrikan, pakan fermentasi hadir sebagai alternatif yang sangat menjanjikan. Teknik ini memungkinkan peternak untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian dan bahan baku lokal yang melimpah, mengubahnya menjadi sumber nutrisi berharga. Dengan demikian, ketergantungan pada pakan komersial dapat dikurangi secara signifikan, berujung pada penghematan biaya operasional yang substansial.

Penerapan pakan fermentasi tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak. Hewan yang mengonsumsi pakan fermentasi cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik, sistem pencernaan yang lebih sehat, dan kekebalan tubuh yang meningkat terhadap penyakit. Berikut 7 tips penting dalam membuat pakan fermentasi untuk ternak, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (23/1/2026). 

Pilih Bahan Baku Berkualitas

Pemilihan bahan baku merupakan langkah fundamental yang tidak bisa ditawar dalam proses pembuatan pakan fermentasi. Kualitas bahan awal akan sangat menentukan keberhasilan fermentasi dan nilai nutrisi akhir pakan yang dihasilkan. Bahan-bahan umum yang sering digunakan meliputi jerami, rumput, gedebog pisang, serta berbagai limbah pertanian seperti limbah jagung dan kulit kacang tanah, dedak padi, jagung, dan singkong.

Penting untuk memastikan bahwa bahan baku yang dipilih dalam tips bikin pakan fermentasi untuk ternak ini adalah bahan yang sehat, bebas dari serangan hama, dan bersih dari segala bentuk kotoran atau kerusakan. Hindari penggunaan bahan yang sudah berjamur atau berbau tidak sedap, karena hal ini dapat mengganggu proses fermentasi dan bahkan berbahaya bagi ternak. Kualitas bahan baku yang prima akan mendukung pertumbuhan mikroorganisme baik secara optimal.

Setiap jenis bahan baku memiliki profil nutrisi yang berbeda. Misalnya, dedak padi kaya akan kalori dan vitamin B, jagung mengandung vitamin A dan E, sementara singkong sering dimanfaatkan sebagai pakan alternatif atau campuran. Memperhatikan komposisi nutrisi ini akan membantu dalam merumuskan pakan fermentasi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan gizi ternak.

Cacah Bahan Baku hingga Ukuran Kecil

Setelah memilih bahan baku berkualitas, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecilan ukuran. Mencacah bahan baku seperti jerami atau rumput menjadi potongan-potongan kecil merupakan tahapan krusial dalam tips bikin pakan fermentasi untuk ternak ini. Proses ini dapat dilakukan menggunakan golok atau alat cacah khusus untuk efisiensi.

Pengecilan ukuran bahan baku memiliki dampak signifikan terhadap efektivitas proses fermentasi. Potongan yang lebih kecil akan mempercepat dan meratakan penyebaran mikroorganisme ke seluruh bagian pakan. Hal ini juga memastikan bahwa mikroorganisme dapat bekerja lebih efektif dalam mengurai serat kasar dan komponen lain dalam bahan pakan, sehingga proses fermentasi berjalan lebih cepat.

Selain mempercepat fermentasi, bahan baku yang dicacah kecil juga akan meningkatkan konsumsi dan daya cerna pakan oleh ternak, terutama pada ternak unggas dan ruminansia muda. Ukuran partikel yang seragam akan memudahkan ternak dalam mengonsumsi pakan dan memaksimalkan penyerapan nutrisi dari pakan fermentasi.

Siapkan Starter Fermentasi (Probiotik)

Ketersediaan starter fermentasi atau probiotik adalah elemen kunci dalam tips bikin pakan fermentasi untuk ternak yang sukses. Starter ini mengandung koloni mikroorganisme baik yang akan menginisiasi dan mendukung jalannya seluruh proses fermentasi. Tanpa starter yang tepat, proses fermentasi mungkin tidak berjalan optimal atau bahkan gagal.

Berbagai jenis probiotik tersedia di pasaran, seperti EM4 peternakan, Starbio, atau Solagri. Probiotik ini berperan penting dalam mengubah komposisi pakan menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna oleh ternak, meningkatkan ketersediaan nutrisi, dan mengurangi zat anti-nutrisi yang mungkin ada pada bahan baku.

Penggunaan probiotik yang berkualitas memastikan bahwa mikroorganisme yang bekerja adalah jenis yang diinginkan, sehingga menghasilkan pakan fermentasi dengan aroma yang khas, tekstur yang baik, dan nilai gizi yang optimal. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan starter probiotik untuk hasil terbaik.

Larutkan Starter dengan Gula dan Air

Untuk mengaktifkan dan memberi energi pada mikroorganisme dalam starter fermentasi, langkah penting berikutnya adalah melarutkannya dengan gula dan air. Gula pasir atau molase berfungsi sebagai sumber energi esensial bagi mikroorganisme, memungkinkan mereka untuk berkembang biak dan memulai proses penguraian bahan pakan secara efektif.

Perbandingan pelarutan starter, gula, dan air harus sesuai dengan rekomendasi produsen probiotik yang digunakan. Sebagai contoh, beberapa sumber menyarankan perbandingan 1:1:1 untuk EM4, molase, dan air. Konsentrasi yang tepat akan memastikan mikroorganisme mendapatkan nutrisi yang cukup untuk bekerja optimal tanpa menyebabkan kelembapan berlebih pada bahan pakan.

Larutan ini kemudian akan disemprotkan atau dicampurkan ke bahan baku. Pastikan gula larut sempurna dalam air sebelum dicampur dengan probiotik untuk memastikan distribusi energi yang merata bagi seluruh koloni mikroorganisme. 

Campurkan Bahan Secara Merata

Setelah bahan baku dicacah dan larutan starter probiotik siap, semua komponen harus dicampur hingga homogen. Ini meliputi bahan baku utama, dedak, bekatul (jika digunakan), dan larutan starter yang telah dibuat.

Tujuan utama pencampuran merata adalah untuk memastikan setiap partikel bahan baku terpapar oleh larutan starter fermentasi. Jika pencampuran tidak merata, beberapa bagian pakan mungkin tidak terfermentasi dengan baik, yang dapat mengurangi kualitas dan efektivitas pakan secara keseluruhan.

Proses pencampuran dapat dilakukan dengan menyiramkan larutan starter ke atas tumpukan bahan baku dan kemudian mengaduknya secara menyeluruh, atau dengan menyemprotkan cairan starter sambil terus mengaduk. Pastikan semua bagian bahan baku terkena larutan agar proses fermentasi dapat berjalan optimal di seluruh massa pakan.

Pastikan Kondisi Kedap Udara

Salah satu prinsip terpenting dalam proses fermentasi pakan adalah menciptakan kondisi anaerobik, yaitu tanpa udara. Setelah semua bahan tercampur rata, masukkan campuran pakan ke dalam wadah fermentasi yang sesuai, seperti terpal, plastik besar, tong, atau silo. Wadah harus ditutup rapat dan dipastikan kedap udara.

Kondisi kedap udara sangat vital karena mikroorganisme probiotik yang berperan dalam fermentasi adalah bakteri anaerob, yang bekerja paling efektif tanpa kehadiran oksigen. Lingkungan tanpa udara juga mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen atau jamur yang tidak diinginkan, yang dapat merusak pakan dan membahayakan ternak.

Untuk memastikan wadah benar-benar kedap udara, Anda bisa menggunakan solatip secara menyeluruh pada bagian penutup atau memastikan tidak ada celah sedikit pun. Kondisi anaerob yang terjaga akan memungkinkan probiotik bekerja dengan maksimal, menghasilkan pakan fermentasi yang berkualitas dan aman untuk dikonsumsi ternak.

Diamkan Selama Waktu Fermentasi yang Tepat

Tahap terakhir adalah proses pendiaman atau inkubasi. Umumnya, proses fermentasi membutuhkan waktu antara 7 hingga 14 hari, meskipun durasi ini dapat bervariasi tergantung pada jenis bahan baku dan starter yang digunakan. Selama periode ini, pakan fermentasi harus disimpan di tempat yang bersih, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Pakan fermentasi yang berhasil akan menunjukkan beberapa ciri khas. Aroma pakan akan berubah menjadi menyengat seperti tape, teksturnya akan menjadi lebih remah atau konsisten, dan warnanya tidak akan berubah drastis. Penting juga untuk memastikan pakan tidak berlendir, tidak berjamur, dan tidak menggumpal, yang menandakan kegagalan proses fermentasi.

Sebelum pakan fermentasi diberikan kepada ternak, disarankan untuk mendiamkannya terlebih dahulu di luar wadah fermentasi selama sekitar 15 hingga 20 menit. Hal ini bertujuan untuk menguapkan sisa-sisa gas yang mungkin terbentuk selama proses fermentasi, sehingga pakan lebih aman dan disukai oleh ternak.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa manfaat utama pakan fermentasi untuk ternak?

Pakan fermentasi bermanfaat untuk meningkatkan daya cerna, memperkaya kandungan nutrisi, dan memperbaiki kesehatan pencernaan ternak. Proses fermentasi membantu mengurai serat kasar dan zat anti-nutrisi sehingga nutrisi lebih mudah diserap tubuh hewan. Selain itu, pakan fermentasi juga dapat meningkatkan nafsu makan dan daya tahan tubuh ternak.

2. Berapa lama proses fermentasi pakan ternak yang ideal?

Proses fermentasi pakan ternak umumnya memerlukan waktu antara 7 hingga 14 hari, tergantung jenis bahan baku dan starter yang digunakan. Selama periode tersebut, pakan harus disimpan dalam kondisi kedap udara agar mikroorganisme bekerja optimal. Fermentasi yang terlalu singkat atau terlalu lama dapat menurunkan kualitas pakan.

3. Apakah pakan fermentasi aman diberikan setiap hari?

Pakan fermentasi aman diberikan setiap hari selama proses pembuatannya benar dan tidak terkontaminasi jamur atau bakteri patogen. Pakan yang beraroma segar seperti tape, tidak berlendir, dan tidak berjamur menandakan fermentasi berhasil. Pemberian secara rutin justru membantu menjaga kesehatan pencernaan ternak.

4. Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk pakan fermentasi?

Bahan pakan fermentasi dapat berasal dari limbah pertanian dan bahan lokal seperti jerami, rumput, dedak padi, jagung, singkong, gedebog pisang, dan kulit kacang tanah. Bahan tersebut harus dalam kondisi segar, bersih, dan tidak berjamur. Kombinasi bahan yang tepat akan menghasilkan pakan dengan nutrisi seimbang.

5. Bagaimana ciri-ciri pakan fermentasi yang gagal?

Pakan fermentasi yang gagal biasanya berbau busuk menyengat, berlendir, berjamur, atau menggumpal. Warna pakan juga bisa berubah tidak wajar dan teksturnya terlalu basah. Jika ditemukan ciri-ciri tersebut, pakan sebaiknya tidak diberikan kepada ternak karena berisiko mengganggu kesehatan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |