Tak Banyak yang Tahu, Media Tanam Kangkung Ini Bikin Panen Lebih Cepat

2 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya kangkung menjadi pilihan banyak orang karena siklus tanamnya yang singkat. Para pembudidaya, baik di rumah maupun secara komersial, sering mencari cara untuk mempercepat masa panen. Memilih media tanam yang tepat dapat membantu mencapai tujuan tersebut.

Media tanam yang sesuai mendukung pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi. Dengan kondisi yang baik, tanaman kangkung dapat tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen yang lebih melimpah. 

Saat ini terdapat beberapa jenis media tanam yang bisa dipakai untuk budidaya kangkung yang efektif seperti Hidroponik DFT (Deep Flow Technique), Rockwool, Cocopeat sampai sekam bakar. Anda bisa memilih media tanam yang paling sesuai dengan kebun kangkung agar hasil panennya maksimal, dihadirkan Liputan6.com, Kamis (8/1).

1. Hidroponik Sistem DFT (Deep Flow Technique)

Sistem hidroponik DFT adalah metode yang menempatkan akar tanaman dalam larutan nutrisi yang mengalir. Larutan ini bersirkulasi terus-menerus, memastikan ketersediaan air dan unsur hara. Dengan cara ini, tanaman kangkung dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Kangkung yang ditanam dengan sistem DFT menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Akar yang terendam dalam larutan nutrisi mengurangi stres akibat kekurangan air. Penyerapan nutrisi yang efisien mendukung pembentukan daun dan batang dalam waktu singkat.

Sistem ini juga memungkinkan kontrol lingkungan yang lebih baik. Pengaturan suhu larutan dan konsentrasi nutrisi dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini berkontribusi pada percepatan metabolisme tanaman kangkung.

2. Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT mengalirkan lapisan tipis larutan nutrisi di atas dasar talang atau pipa. Akar tanaman kangkung bersentuhan langsung dengan lapisan nutrisi yang bergerak. Paparan udara pada akar juga penting untuk memastikan ketersediaan oksigen.

Ketersediaan oksigen yang cukup mendukung pertumbuhan akar. Oksigen berperan dalam respirasi seluler yang penting untuk penyerapan nutrisi. Kombinasi nutrisi yang terus-menerus dan oksigen menciptakan kondisi ideal untuk perkembangan tanaman.

Aliran nutrisi yang konstan memastikan tanaman kangkung tidak kekurangan unsur hara. Hal ini menghilangkan waktu yang terbuang untuk mencari nutrisi di dalam media. Efisiensi penyerapan nutrisi ini mempercepat siklus pertumbuhan hingga siap panen.

3. Rockwool

Rockwool adalah media tanam anorganik yang terbuat dari batuan basal. Media ini memiliki struktur berpori yang baik untuk menahan air dan menyediakan aerasi. Keseimbangan antara retensi air dan oksigen menjadi keunggulan rockwool.

Penggunaan rockwool mendukung perkembangan akar yang kuat. Akar dapat tumbuh bebas di antara serat-serat rockwool. Struktur yang steril juga mengurangi risiko penyakit dari media tanam.

Kangkung yang ditanam di rockwool sering menunjukkan pertumbuhan yang seragam. Semua kebutuhan nutrisi dipasok melalui larutan. Kontrol penuh terhadap nutrisi memungkinkan pembudidaya menyesuaikan formula untuk mempercepat panen.

4. Cocopeat

Cocopeat adalah media tanam organik dari sabut kelapa. Media ini memiliki kapasitas menahan air yang tinggi dan menyediakan aerasi. Sifat ini menjadikan cocopeat pilihan yang baik untuk budidaya kangkung.

Kangkung yang ditanam dalam cocopeat mendapatkan kelembaban yang stabil. Kelembaban ini mengurangi frekuensi penyiraman. Lingkungan akar yang lembab mendukung pertumbuhan yang optimal.

Cocopeat juga memiliki pH yang netral. Media ini bebas dari patogen tanah yang dapat menghambat pertumbuhan. Kondisi media yang bersih berkontribusi pada pertumbuhan kangkung yang cepat.

5. Sekam Bakar

Sekam bakar adalah media tanam yang dihasilkan dari pembakaran kulit padi. Media ini ringan, poros, dan steril. Porositas sekam bakar memungkinkan drainase dan aerasi yang baik di zona akar.

Ketersediaan oksigen di sekitar akar kangkung sangat mendukung respirasi akar. Respirasi yang efisien memungkinkan akar menyerap nutrisi dengan baik. Kondisi akar yang sehat menjadi prasyarat untuk pertumbuhan tanaman yang cepat.

Sekam bakar juga menstabilkan pH media tanam. Media ini tidak mudah padat, sehingga akar dapat tumbuh tanpa hambatan. Lingkungan akar yang optimal berkontribusi pada percepatan pertumbuhan kangkung.

6. Arang Sekam

Arang sekam dihasilkan dari pembakaran kulit padi dengan proses terkontrol. Media ini memiliki daya serap air yang baik dan menjaga aerasi. Arang sekam juga mengandung unsur hara mikro yang bermanfaat.

Kangkung yang tumbuh di arang sekam mendapatkan keuntungan dari struktur yang stabil. Struktur ini mencegah media menjadi padat, memungkinkan akar bernapas. Unsur hara mikro mendukung kesehatan tanaman.

Arang sekam juga meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam media. Mikroorganisme membantu dekomposisi bahan organik. Lingkungan yang kaya mikroorganisme mempercepat pertumbuhan kangkung.

7. Media Campuran (Tanah, Kompos, Pasir)

Media campuran terdiri dari tanah, kompos, dan pasir. Campuran ini menciptakan media yang kaya nutrisi dan memiliki drainase baik. Tanah memberikan struktur, kompos memberikan nutrisi, dan pasir meningkatkan drainase.

Kangkung yang ditanam dalam media campuran mendapatkan pasokan nutrisi organik dari kompos. Nutrisi ini dilepaskan secara bertahap. Ketersediaan nutrisi yang konsisten mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat.

Penambahan pasir membantu mencegah pemadatan tanah. Drainase yang baik mencegah akar tergenang air. Kombinasi sifat-sifat ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kangkung secara optimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Berapa lama kangkung bisa dipanen setelah tanam?

Kangkung dapat dipanen dalam waktu sekitar 20 hingga 30 hari setelah tanam, tergantung pada varietas dan kondisi budidaya.

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kecepatan panen kangkung?

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan panen kangkung meliputi pemilihan varietas, jenis media tanam, ketersediaan nutrisi, intensitas cahaya matahari, dan suhu lingkungan.

3. Apakah hidroponik benar-benar membuat kangkung lebih cepat panen?

Ya, budidaya kangkung secara hidroponik umumnya dapat mempercepat masa panen karena nutrisi diberikan langsung ke akar tanaman.

4. Bagaimana cara memilih media tanam yang tepat untuk kangkung agar cepat panen?

Pemilihan media tanam yang tepat melibatkan pertimbangan kemampuan media dalam menahan air, menyediakan aerasi, dan ketersediaan nutrisi.

5. Apakah penggunaan pupuk organik dapat mempercepat panen kangkung?

Penggunaan pupuk organik dapat mempercepat panen kangkung karena menyediakan nutrisi esensial secara bertahap.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |