Kamar Mandi Bersih Tapi Tetap Bau? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan di Rumah

2 weeks ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kamar mandi sering dianggap bersih karena terlihat rapi, lantai mengilap, dan perlengkapan tersusun dengan baik. Namun, tidak sedikit penghuni rumah yang tetap mencium bau tidak sedap meski kamar mandi rutin dibersihkan. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Masalah bau kamar mandi juga sering berkaitan dengan sirkulasi udara dan sistem pembuangan yang kurang optimal. Jika dibiarkan terlalu lama, bau dapat menyebar ke area lain di dalam rumah. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab kamar mandi tetap bau meski terlihat bersih.  Berikut tujuh penyebab yang paling sering diabaikan di rumah.

1. Saluran Pembuangan Air yang Jarang Dibersihkan

Saluran pembuangan air menjadi salah satu sumber bau utama yang sering luput dari perhatian. Sisa sabun, rambut, dan kotoran kecil dapat menumpuk di dalam pipa tanpa terlihat dari permukaan. Penumpukan ini akan membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap secara perlahan.

Meski lantai kamar mandi terlihat bersih, bagian dalam pipa tetap bisa menyimpan residu kotoran. Air yang menggenang di dalam pipa juga mempercepat proses pembusukan. Kondisi ini membuat bau muncul secara konsisten meski kamar mandi rutin dipel.

Pembersihan saluran air secara berkala sangat penting untuk mencegah masalah ini. Penggunaan cairan pembersih khusus atau air panas dapat membantu meluruhkan sisa kotoran. Dengan saluran yang bersih, bau kamar mandi dapat berkurang secara signifikan.

2. Sifon Kering atau Tidak Berfungsi Optimal

Sifon berfungsi sebagai penghalang bau dari saluran pembuangan menuju ruangan. Ketika sifon kering atau rusak, bau dari dalam pipa dapat naik ke kamar mandi. Masalah ini sering terjadi pada kamar mandi yang jarang digunakan.

Air di dalam sifon bisa menguap jika tidak ada aliran air dalam waktu lama. Akibatnya, penghalang bau menjadi tidak efektif. Bau dari saluran pembuangan pun dengan mudah masuk ke dalam ruangan.

Untuk mengatasinya, cukup alirkan air secara rutin agar sifon tetap terisi. Pemeriksaan kondisi sifon juga perlu dilakukan secara berkala. Dengan sifon yang berfungsi baik, bau tidak sedap dapat dicegah sejak awal.

3. Ventilasi Udara yang Kurang Maksimal

Ventilasi berperan penting dalam menjaga sirkulasi udara di kamar mandi. Ventilasi yang kecil atau tertutup membuat udara lembap terperangkap di dalam ruangan. Kondisi ini memicu munculnya bau apek yang sulit hilang.

Udara lembap juga mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Mikroorganisme inilah yang sering menjadi penyebab bau tidak sedap. Tanpa sirkulasi udara yang baik, bau akan bertahan lebih lama.

Memastikan ventilasi terbuka atau menambahkan exhaust fan dapat menjadi solusi efektif. Aliran udara yang lancar membantu mengeluarkan bau dan menjaga kamar mandi tetap segar. Langkah ini sangat penting untuk kamar mandi tanpa jendela.

4. Nat Keramik yang Menyimpan Kotoran

Nat keramik sering terlihat bersih dari kejauhan, tetapi sebenarnya mudah menyerap kotoran dan kelembapan. Area ini menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Akibatnya, bau tidak sedap muncul meski lantai terlihat bersih.

Pembersihan lantai yang hanya fokus pada permukaan keramik sering mengabaikan bagian nat. Padahal, nat yang kotor dapat menjadi sumber bau tersembunyi. Semakin lama dibiarkan, bau akan semakin sulit dihilangkan.

Membersihkan nat secara khusus menggunakan sikat kecil dan cairan pembersih sangat disarankan. Perawatan rutin membantu mencegah penumpukan kotoran. Dengan nat yang bersih, aroma kamar mandi menjadi lebih segar.

5. Tempat Sampah yang Jarang Dikosongkan

Tempat sampah di kamar mandi sering diisi tisu bekas, pembalut, atau kapas pembersih. Jika jarang dikosongkan, sampah tersebut dapat membusuk dan menimbulkan bau. Bau ini sering menyebar ke seluruh ruangan.

Meski ukurannya kecil, tempat sampah memiliki dampak besar terhadap aroma kamar mandi. Kelembapan ruangan mempercepat proses pembusukan sampah. Hal ini membuat bau muncul lebih cepat dari yang diperkirakan.

Mengosongkan tempat sampah secara rutin menjadi langkah sederhana namun efektif. Menggunakan kantong plastik dan penutup sampah juga membantu mengurangi bau. Dengan kebiasaan ini, kamar mandi tetap terasa bersih dan nyaman.

6. Kloset yang Menyimpan Endapan Tak Terlihat

Kloset bisa menjadi sumber bau meski terlihat bersih dari luar. Endapan kotoran dan mineral sering menempel di bagian dalam saluran kloset. Endapan ini sulit terlihat tetapi dapat menghasilkan bau tidak sedap.

Pembersihan kloset yang tidak menyeluruh sering meninggalkan residu. Seiring waktu, residu tersebut menumpuk dan membusuk. Bau pun muncul meski kloset tampak bersih secara visual.

Membersihkan kloset hingga ke bagian dalam saluran sangat penting. Penggunaan pembersih khusus kloset dapat membantu mengangkat endapan tersembunyi. Dengan perawatan menyeluruh, bau dari kloset dapat diminimalkan.

7. Handuk dan Keset yang Lembap Terlalu Lama

Handuk dan keset yang lembap sering menjadi penyebab bau yang tidak disadari. Kain yang basah dan jarang dikeringkan menjadi sarang bakteri dan jamur. Bau apek pun muncul dan menyebar ke seluruh kamar mandi.

Meski kamar mandi terlihat bersih, handuk lembap tetap menghasilkan aroma tidak sedap. Hal ini sering terjadi pada kamar mandi dengan sirkulasi udara kurang baik. Keset yang jarang dicuci juga memperparah kondisi tersebut.

Mengeringkan handuk dan mencuci keset secara rutin sangat dianjurkan. Pastikan kain benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Dengan kebiasaan ini, sumber bau dapat dikendalikan secara efektif.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Mengapa kamar mandi tetap bau meski sering dibersihkan?

Karena ada sumber bau tersembunyi seperti saluran air, sifon, atau kain lembap yang sering terabaikan.

2. Apakah ventilasi benar-benar memengaruhi bau kamar mandi?

Ventilasi sangat berpengaruh karena membantu mengeluarkan udara lembap dan bau dari dalam ruangan.

3. Seberapa sering saluran pembuangan perlu dibersihkan?

Idealnya saluran pembuangan dibersihkan minimal satu kali dalam sebulan untuk mencegah bau.

4. Apakah pewangi ruangan cukup untuk mengatasi bau kamar mandi?

Pewangi hanya menutupi bau sementara dan tidak menghilangkan sumber masalahnya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |