Liputan6.com, Jakarta - Bunga Wijaya Kusuma (Epiphyllum oxypetalum) dikenal dengan keindahan bunganya yang mekar di malam hari dan sering dikaitkan dengan mitos keberuntungan. Tanaman eksotis ini menjadi incaran para pencinta tanaman hias karena keunikan dan pesonanya yang khas. Merawat bunga Wijaya Kusuma sebenarnya tidak terlalu sulit jika memahami kebutuhan dasarnya, terutama dalam hal media tanam dan pencahayaan.
Dengan teknik penanaman yang tepat, bunga Wijaya Kusuma dapat tumbuh subur dan rajin berbunga, menghadirkan keindahan yang memukau di pekarangan atau dalam ruangan. Proses penanaman dimulai dari pemilihan bibit berkualitas hingga perawatan rutin yang konsisten untuk hasil maksimal.
Meskipun berasal dari Meksiko, bunga ini telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia dan sering dikaitkan dengan simbol kemenangan serta keberhasilan. Keindahan mekarnya yang singkat di malam hari menjadikannya julukan "Queen of the Night" dan daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanaman.
Lalu bagaimana cara menanam bunga yang terkenal akan keindahannya ini? berikut selengkapnya:
Pemilihan dan Perbanyakan Bibit Wijaya Kusuma
Untuk memulai menanam bunga Wijaya Kusuma, langkah pertama adalah pemilihan bibit yang tepat. Bibit dapat diperoleh dengan membeli langsung di toko bunga atau melakukan stek dari tanaman yang sudah ada.
Perbanyakan menggunakan stek batang merupakan metode yang sangat mudah dan efektif untuk Wijaya Kusuma. Anda bisa memotong batang tanaman sepanjang sekitar 12-18 cm untuk dijadikan bibit.
Selain stek batang, Anda juga bisa memperbanyak Wijaya Kusuma dengan memotong daun yang sudah tua. Potongan daun tersebut kemudian dapat ditancapkan langsung di atas tanah untuk memulai pertumbuhan baru.
Persiapan Media Tanam yang Sesuai untuk Wijaya Kusuma
Media tanam yang ideal untuk bunga Wijaya Kusuma harus memiliki drainase yang baik. Campuran tanah humus, pasir, dan serbuk kayu sangat direkomendasikan untuk menciptakan kondisi ini.
Pastikan media tanam yang digunakan bersifat poros, ringan, gembur, dan kaya akan zat hara. Karakteristik ini penting untuk mendukung pertumbuhan akar yang sehat dan optimal.
Pot yang digunakan juga harus memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah genangan air. Hal ini krusial untuk menghindari pembusukan akar dan memastikan keseimbangan kelembapan yang dibutuhkan Wijaya Kusuma.
Proses Penanaman Bibit Wijaya Kusuma
Setelah media tanam siap, buatlah lubang tanam sedalam 5-7 cm pada permukaan media. Kedalaman ini cukup untuk menopang bibit dengan baik.
Masukkan bibit Wijaya Kusuma ke dalam lubang yang telah dibuat, lalu tutup kembali dengan tanah hingga rata. Pastikan bibit tertanam dengan kokoh.
Penting untuk tidak langsung menyiram bibit setelah penanaman. Penundaan penyiraman ini bertujuan agar bibit tidak membusuk dan memiliki waktu untuk beradaptasi.
Penempatan Tanaman dan Pencahayaan Optimal
Bunga Wijaya Kusuma menyukai cahaya terang, namun harus dihindari dari paparan sinar matahari langsung yang terik. Sinar matahari langsung, terutama pada siang hari, dapat menyebabkan daun terbakar dan tanaman stres.
Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapatkan cahaya matahari pagi atau sore hari, seperti di dekat jendela. Jika ditanam di dalam rumah, jendela yang menghadap utara atau selatan adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan cahaya tidak langsung.
Untuk penanaman di luar ruangan, berikan perlindungan dari terik matahari, misalnya dengan kanopi atau di bawah naungan pohon. Cahaya terang dan tidak langsung akan meniru kondisi alami habitat aslinya, mendukung pertumbuhan optimal.
Penyiraman yang Teratur untuk Wijaya Kusuma
Siram tanaman Wijaya Kusuma secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah, tetapi hindari genangan air. Genangan air dapat menyebabkan akar membusuk dan merusak tanaman.
Sebelum menyiram, selalu cek kelembapan tanah; siram kembali saat permukaan tanah mulai terasa kering. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan musim, mungkin lebih sering di musim kemarau.
Hindari penyiraman berlebihan (overwatering) karena ini adalah penyebab umum pembusukan akar pada Wijaya Kusuma. Beberapa sumber menyarankan penyiraman setiap dua minggu, namun sesuaikan dengan kondisi tanah.
Pemupukan Berkala untuk Pertumbuhan Subur
Berikan pupuk cair khusus tanaman hias secara berkala untuk mendukung pertumbuhan Wijaya Kusuma. Ikuti petunjuk dosis yang tertera pada kemasan pupuk untuk hasil terbaik.
Pemupukan dapat dilakukan setiap 2-4 minggu sekali selama masa pertumbuhan aktif tanaman. Ini akan memastikan Wijaya Kusuma mendapatkan nutrisi yang cukup untuk berkembang.
Untuk pertumbuhan optimal, pupuk setiap dua minggu selama musim tumbuh (musim semi hingga awal musim gugur) menggunakan pupuk sukulen/kaktus yang telah diencerkan. Pupuk cair yang diencerkan dengan air sebanyak 50 persen sangat direkomendasikan, dan kurangi pemupukan saat cuaca dingin.
Perawatan Lingkungan: Kelembapan dan Suhu Ideal
Bunga Wijaya Kusuma menyukai lingkungan yang lembap, mirip dengan habitat aslinya di hutan hujan. Anda dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman dengan menyemprotkan air secara berkala.
Alternatif lain untuk menjaga kelembapan adalah dengan meletakkan pot di atas nampan berisi kerikil basah. Suhu ruangan yang hangat dan stabil juga sangat baik untuk pertumbuhan optimal Wijaya Kusuma.
Hindari suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, karena dapat menghambat pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Wijaya Kusuma tumbuh paling optimal pada rentang suhu 18°C hingga 30°C.
5 Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah bunga Wijaya Kusuma bisa ditanam di dalam rumah?
Ya, bunga Wijaya Kusuma bisa ditanam di dalam rumah asalkan mendapatkan cahaya terang tidak langsung dan sirkulasi udara yang baik. Penempatan ideal adalah di dekat jendela yang terkena sinar matahari pagi atau sore. Hindari paparan sinar matahari langsung karena dapat menyebabkan daun terbakar.
2. Berapa lama bunga Wijaya Kusuma mulai berbunga setelah ditanam?
Bunga Wijaya Kusuma umumnya mulai berbunga setelah 1–2 tahun masa tanam, tergantung perawatan dan kondisi lingkungan. Faktor penting yang memengaruhi pembungaan antara lain pencahayaan yang cukup, media tanam yang poros, serta penyiraman dan pemupukan yang seimbang.
3. Seberapa sering bunga Wijaya Kusuma harus disiram?
Penyiraman bunga Wijaya Kusuma sebaiknya dilakukan saat permukaan media tanam mulai kering. Umumnya cukup disiram 1–2 kali seminggu, tergantung cuaca dan kelembapan lingkungan. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk.
4. Media tanam apa yang paling cocok untuk Wijaya Kusuma?
Media tanam terbaik untuk Wijaya Kusuma adalah campuran tanah humus, pasir, dan bahan organik seperti serbuk kayu atau sekam. Media harus gembur dan memiliki drainase baik agar air tidak menggenang dan akar dapat tumbuh sehat.
5. Mengapa bunga Wijaya Kusuma hanya mekar di malam hari?
Bunga Wijaya Kusuma mekar di malam hari karena merupakan tanaman nokturnal yang secara alami berevolusi untuk menarik penyerbuk malam. Mekarnya yang singkat dan hanya terjadi pada malam hari inilah yang membuat bunga ini dijuluki “Queen of the Night” dan memiliki daya tarik tersendiri.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481808/original/032997500_1769147564-Gaya_Minimalis_dengan_Sentuhan_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481807/original/063984500_1769147414-kandang_long_yam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481774/original/056532300_1769146481-jualan_mie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482042/original/091210600_1769156587-ChatGPT_Image_23_Jan_2026__15.22.31.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481765/original/083371300_1769146220-Bedakan_Nutrisi_untuk_Fase_Vegetatif_dan_Generatif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480538/original/006295400_1769059160-peternakan_bebek_dan_ikan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481973/original/029331600_1769152964-3edb42d0-792c-4792-ad4c-42d466c2608e.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481719/original/080256900_1769143328-wafer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481906/original/036442800_1769150947-kolong_meja_dapur4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481755/original/093970000_1769145324-asian-young-woman-holding-tube-moisturizer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481707/original/043440700_1769143020-wajan_anti_lengket.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)