Liputan6.com, Jakarta - Industri peternakan menawarkan banyak kesempatan bagi generasi muda, untuk mengembangkan diri dan meraih penghasilan. Memulai usaha di bidang ini memberikan pengalaman praktis dalam manajemen ternak, pengelolaan pakan, serta pemantauan kesehatan hewan. Peluang usaha peternakan bagi anak muda juga membuka jalan bagi inovasi baru di sektor pertanian dan agribisnis modern.
Minimnya keterlibatan generasi muda justru menghadirkan ruang kosong pasar cukup besar. Kondisi ini mendorong munculnya kesempatan baru bagi pelaku muda, untuk mengisi peran strategis pada sektor peternakan. Pandangan ini juga disampaikan oleh Faizal, peternak berusia 39 tahun asal Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Sebenarnya cukup besar peluang, apalagi skrang kalau dilihat peternak muda ini masih jarang. Kebanyak yang udah si mbah yah yang lanjut usia. Tapi dengan cara yang tepat dan benar juga kemauan belajar, usaha ternak ini bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup stabil," ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, peternakan juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, serta kesabaran dalam menghadapi dinamika usaha. Proses merawat ternak setiap hari melatih konsistensi kerja serta ketahanan mental pelaku usaha muda. Hal inilah menjadikan peluang usaha peternakan bagi anak muda tidak hanya bernilai finansial, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter wirausaha tangguh
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2026).
Mengapa Anak Muda Perlu Mempertimbangkan Peternakan?
Industri peternakan saat ini dapat dikategorikan sebagai salah satu sektor usaha yang memiliki potensi pertumbuhan dan keuntungan yang cukup menjanjikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun demikian, realitanya, sektor ini masih tergolong kurang diminati oleh kalangan anak muda. Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa peternakan identik dengan pekerjaan yang melelahkan, penuh risiko, dan jarang terlihat inovatif bagi generasi muda yang lebih terbiasa dengan dunia digital dan teknologi.
Padahal, jika dilihat lebih dalam, peluang usaha peternakan bagi anak muda sebenarnya sangat besar, terutama pada bidang-bidang yang telah terbukti stabil dalam hal permintaan pasar, seperti usaha ayam petelur, ayam pedaging, maupun ternak dalam skala kecil hingga menengah. Dengan strategi manajemen yang tepat, pemanfaatan teknologi modern, serta pendekatan yang kreatif, usaha peternakan tidak hanya dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan, tetapi juga bisa menjadi ladang untuk menerapkan inovasi baru, baik dalam cara beternak, pengelolaan kandang, hingga pemasaran produk ternak.
"Awalnya sih saya ikut-ikutan orang tua, jadi sudah terbiasa. Lama-lama saya ngerti juga bagaimana setiap ayam itu harus diperhatikan biar sehat. Ya, dari situ saya pelan-pelan belajar soal peternakan, sampai akhirnya serius menekuninya," tutur pria berusia 39 tahun ini.
Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar peternak yang ada saat ini berasal dari generasi yang lebih tua. Kondisi ini secara otomatis menciptakan celah pasar yang sangat potensial bagi anak muda yang ingin mulai terjun ke dunia peternakan. Generasi muda memiliki kesempatan untuk membawa ide-ide segar, inovasi teknologi, dan metode pengelolaan modern yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak. Penggunaan teknologi, mulai dari pemberian pakan otomatis, pemantauan kesehatan ternak menggunakan aplikasi atau sensor digital, hingga strategi distribusi dan pemasaran berbasis digital, semakin mempermudah pengelolaan usaha peternakan. Dengan demikian, anak muda tidak hanya bisa meneruskan usaha keluarga, tetapi juga mengubahnya menjadi bisnis modern yang menguntungkan.
"Kalau ditanya kenapa saya nerusin usaha orang tua, mungkin karena saya lihat peluangnya masih besar. Banyak peternak tua, jarang yang muda masuk. Saya pikir, kalau saya mau masuk sekarang, bisa belajar dan berkembang sambil bawa inovasi baru. Jadi ya, sambil menghargai usaha orang tua, saya bisa berkontribusi dan usaha ini tetap jalan," turu peternak ini.
Dari pengalaman ini, jelas terlihat bahwa anak muda yang terjun ke dunia peternakan memiliki keunggulan kompetitif, di mana mereka bisa belajar langsung dari pengalaman keluarga, menerapkan metode modern, dan sekaligus memberikan kontribusi nyata untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan yang sudah ada.
Peluang Usaha Peternakan yang Menjanjikan bagi Anak Muda
Dunia peternakan menyimpan beragam peluang usaha yang sangat menjanjikan, khususnya bagi generasi muda yang ingin mencoba sektor ini. Dengan pemilihan jenis ternak yang tepat, kombinasi strategi manajemen yang efisien, dan penerapan inovasi modern, anak muda bisa memulai usaha peternakan bahkan dengan modal awal yang relatif kecil, kemudian secara bertahap meningkatkan skala usaha seiring pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh.
Beberapa peluang usaha peternakan yang patut dipertimbangkan antara lain:
1. Ayam Petelur
Usaha ayam petelur merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang paling stabil dan banyak diminati pasar. Permintaan telur dari rumah tangga, restoran, hingga industri pengolahan makanan selalu konsisten sepanjang tahun. Anak muda bisa memulai dari skala kecil, misalnya dengan beberapa puluh ekor ayam, untuk memahami pola makan, kesehatan ayam, dan manajemen produksi telur. Seiring waktu, jumlah ayam dapat ditingkatkan agar usaha menjadi lebih menguntungkan.
"Mulailah saja yang kecil-kecil, jangan langsung ambil risiko besar. Kalo takut rugi atau gagal, coba beberapa ekor ayam diternak, perhatikan mereka, pahami pola makannya, kesehatan, sama kalo yang petelur ya produksi telur diperhatikan," ungkapnya lagi.
2. Ayam Pedaging
Peternakan ayam pedaging menawarkan potensi keuntungan yang relatif tinggi, terutama jika sistem pemeliharaan modern diterapkan. Dengan metode yang tepat, seperti penggunaan pakan berkualitas, manajemen kandang yang higienis, dan monitoring pertumbuhan ternak, ayam pedaging dapat tumbuh lebih cepat dan mencapai berat panen lebih optimal. Anak muda yang tertarik pada usaha ini juga dapat mengintegrasikan teknologi digital untuk memantau kesehatan dan produktivitas ternak.
3. Sapi atau Kambing
Bagi anak muda yang memiliki lahan lebih luas, usaha sapi atau kambing bisa menjadi alternatif yang menjanjikan. Selain daging, ternak besar seperti sapi atau kambing juga dapat menghasilkan produk sampingan seperti susu, kulit, atau pupuk organik dari kotorannya. Pengelolaan ternak jenis ini memang membutuhkan perhatian lebih, namun jika dijalankan dengan disiplin dan strategi yang baik, usaha ini bisa menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.
4. Budidaya Pakan Ternak dan Produk Sampingan
Selain ternak utama, anak muda juga bisa memanfaatkan peluang usaha di bidang produk pendukung peternakan. Contohnya adalah budidaya pakan ternak atau pemanfaatan kotoran ternak untuk dijadikan pupuk organik. Strategi ini tidak hanya menambah sumber penghasilan, tetapi juga membuat usaha peternakan lebih ramah lingkungan dan efisien secara ekonomi.
"Motivasi cukup sederhana, melihat hasil kerja keras tumbuh dan berkembang. Saya juga ingin melanjutkan usaha keluarga, bukan hanya sekadar untuk uang, tapi kita kan harus bertanggung jawab sama warisan orang tua. Ada gagal atau berhasil itu kan sudah biasa, nggak mungkin seumpama orang bikin sesuatu, tapi berhasil terus," tutupnya.
Dengan memperhatikan pemilihan jenis ternak yang sesuai dengan modal, lahan, dan minat pribadi, anak muda dapat memulai usaha peternakan secara bertahap. Proses belajar manajemen ternak, memahami perilaku hewan, dan mengoptimalkan produksi akan membe
Tips Memulai Usaha Peternakan untuk Anak Muda
Memulai usaha peternakan sebagai generasi muda bisa terasa menantang, namun dengan strategi yang tepat, usaha ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil sekaligus ladang pengalaman berharga. Beberapa tips penting yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Mulai dari Skala Kecil
Langkah awal yang paling bijaksana adalah memulai usaha dengan skala kecil. Misalnya, memelihara beberapa ekor ayam terlebih dahulu untuk mempelajari pola makan, kesehatan, serta produksi telur atau pertumbuhan ternak. Pendekatan ini memungkinkan anak muda untuk memahami karakteristik ternak dan proses manajemen tanpa mengambil risiko finansial yang besar. Seperti yang disarankan oleh seorang peternak muda:
“Mulailah saja yang kecil-kecil, jangan langsung ambil risiko besar. Kalo takut rugi atau gagal, coba beberapa ekor ayam diternak, perhatikan mereka, pahami pola makannya, kesehatan, sama kalo yang petelur ya produksi telur diperhatikan. Pelan-pelan, jika sudah lancar, baru ditingkatkan jumlahnya.”
2. Perhatikan Kesehatan Ternak
Kesehatan ternak adalah faktor kunci dalam kesuksesan peternakan. Ayam atau ternak lain harus selalu dalam kondisi sehat agar hasil produksi tetap optimal. Anak muda perlu mempelajari tanda-tanda penyakit, memilih pakan berkualitas, serta menjaga kebersihan kandang secara rutin. Dengan perawatan yang baik, produktivitas ternak akan meningkat dan risiko kerugian dapat diminimalkan.
3. Manajemen Waktu dan Siap Menghadapi Tantangan
Salah satu kunci keberhasilan usaha peternakan adalah disiplin dalam manajemen waktu. Jadwal rutin, seperti memberi pakan, memantau produksi, dan menangani ternak sakit, harus dilakukan secara konsisten setiap hari. Peternakan adalah usaha yang memerlukan ketekunan dan kesabaran. Anak muda harus siap menghadapi tantangan, seperti bau kandang, kotoran, atau kegagalan produksi. Mengelola ternak bukan sekadar pekerjaan ringan, namun dengan kesabaran dan pengalaman, tantangan ini dapat dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan manajemen ternak.
5. Gunakan Inovasi
Generasi muda memiliki keunggulan dalam memanfaatkan teknologi. Penggunaan sistem kandang modern, aplikasi pemantauan kesehatan ternak, hingga pemasaran digital dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan usaha. Inovasi ini juga membantu usaha peternakan tetap relevan dan kompetitif di pasar modern.
FAQ Seputar Topik
Pertanyaan: Mengapa anak muda harus mempertimbangkan usaha peternakan?
Jawaban: Anak muda memiliki kesempatan untuk memasuki sektor peternakan yang relatif jarang digeluti generasi muda. Usaha ini menawarkan penghasilan stabil, pengalaman praktis dalam manajemen ternak, dan ruang untuk inovasi modern, sehingga dapat menjadi alternatif bisnis yang menjanjikan.
Pertanyaan: Apa saja jenis usaha peternakan yang cocok untuk pemula?
Jawaban: Beberapa jenis ternak yang cocok untuk pemula termasuk ayam petelur, ayam pedaging, kambing, dan sapi. Selain ternak utama, usaha pendukung seperti budidaya pakan ternak atau pemanfaatan kotoran untuk pupuk organik juga sangat potensial.
Pertanyaan: Berapa modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha peternakan?
Jawaban: Modal awal bisa sangat bervariasi, tergantung jenis ternak dan skala usaha. Untuk ayam petelur, pemula bisa memulai dari puluhan ekor dengan modal minimal untuk kandang, pakan, dan vaksinasi. Penting untuk memulai dari skala kecil agar risiko finansial lebih rendah.
Pertanyaan: Bagaimana cara anak muda mengelola ternak agar produktif?
Jawaban: Produktivitas ternak dapat dijaga melalui manajemen pakan yang tepat, pemantauan kesehatan rutin, kebersihan kandang, dan penerapan jadwal pemberian pakan serta pemeriksaan ternak secara disiplin. Pemanfaatan teknologi monitoring digital juga dapat meningkatkan hasil.
Pertanyaan: Apa tantangan utama yang dihadapi anak muda dalam usaha peternakan?
Jawaban: Tantangan termasuk risiko penyakit ternak, kondisi lingkungan kandang, bau, serta ketekunan yang dibutuhkan untuk rutinitas harian. Anak muda harus siap menghadapi hal-hal tersebut sambil belajar dari pengalaman praktis.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481774/original/056532300_1769146481-jualan_mie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482042/original/091210600_1769156587-ChatGPT_Image_23_Jan_2026__15.22.31.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481765/original/083371300_1769146220-Bedakan_Nutrisi_untuk_Fase_Vegetatif_dan_Generatif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480538/original/006295400_1769059160-peternakan_bebek_dan_ikan_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481973/original/029331600_1769152964-3edb42d0-792c-4792-ad4c-42d466c2608e.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481719/original/080256900_1769143328-wafer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481906/original/036442800_1769150947-kolong_meja_dapur4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481755/original/093970000_1769145324-asian-young-woman-holding-tube-moisturizer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481707/original/043440700_1769143020-wajan_anti_lengket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366414/original/008267000_1759226872-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473756/original/022250600_1768455216-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481704/original/059567400_1769142993-Ramainya_penjual_takjil_tanpa_digoreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475641/original/083929200_1768634934-Pupuk_Kompos___Eco-Enzyme__Nutrisi_Alami_untuk_Tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481668/original/062260200_1769141811-Menanam_bayam_brazil__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2764999/original/097153600_1553882280-POHON_DURIAN-Ridlo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431112/original/072316100_1764727964-bamer__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481675/original/053374000_1769141966-Dress_China_Kekinian.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)