Cara Mengolah Kulit Bawang Merah Jadi Pupuk Cair Alami, Mudah Dibuat

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi solusi berkelanjutan untuk lingkungan. Salah satu limbah yang sering terbuang adalah kulit bawang merah, yang ternyata bisa dijadikan sebagai pupuk organik cair. Mengolah kulit bawang merah menjadi penyubur tanaman alami menjadi salah satu alternatif ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan mengurangi penggunaan bahan kimia.

Proses pembuatan pupuk cair dari kulit bawang merah tidaklah sulit. Bahan-bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan, bahkan seringkali merupakan sisa dari kegiatan dapur sehari-hari. Alat pendukung juga biasanya tersedia di rumah, seperti botol, alat pengaduk serta penyaring. Setelah semuanya tersedia, Anda sudah bisa membuat pupuk tanpa harus membeli dengan harga yang cukup mahal.

Jika Anda berencana membuatnya, berikut Liputan6 jabarkan langkah-langkah pembuatan pupuk cair alami dari kulit bawang merah, dihadirkan selengkapnya, Jumat (23/1).

Siapkan Alat dan Bahan untuk Pembuatan Pupuk Cair dari Kulit Bawang Merah

Sebelum memulai proses pengolahan kulit bawang merah menjadi pupuk cair alami, persiapan alat dan bahan merupakan tahap penting. Beberapa yang perlu dipersiapkan adalah kulit bawang merah, air bersih, wadah fermentasi, gula merah atau molase, alat pengaduk, saringan, dan botol penyimpanan. Berikut lengkapnya:

1. Kulit Bawang Merah

Kulit bawang merah merupakan bahan utama dalam pembuatan pupuk cair ini. Jumlah kulit bawang merah yang dibutuhkan dapat bervariasi, namun sebagai patokan, sekitar 100 gram kulit bawang merah dapat dicampur dengan 500 ml air untuk rendaman awal. Kulit bawang merah mengandung berbagai unsur hara penting bagi tanaman, seperti kalium, magnesium, fosfor, dan besi.

2. Air Bersih

Air bersih berfungsi sebagai media pelarut dan pencampur bahan. Penggunaan air bersih memastikan tidak ada kontaminan yang masuk ke dalam larutan pupuk. Jumlah air yang digunakan akan disesuaikan dengan jumlah kulit bawang merah yang diolah, misalnya 500 ml air untuk 100 gram kulit bawang merah.

3. Wadah Fermentasi

Wadah fermentasi berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses penguraian bahan organik. Wadah yang digunakan sebaiknya memiliki penutup rapat untuk menjaga kondisi anaerobik selama fermentasi. Botol plastik atau wadah lain dengan kapasitas yang sesuai dapat digunakan untuk proses ini.

4. Gula Merah/Molase

Gula merah atau molase berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme yang melakukan fermentasi. Penambahan gula merah atau molase akan mempercepat proses penguraian bahan organik dalam kulit bawang merah. Sekitar 25 gram gula merah dapat ditambahkan untuk 500 gram kulit bawang merah dan 500 ml air.

5. Alat Pengaduk

Alat pengaduk digunakan untuk mencampur semua bahan secara merata pada awal proses dan selama pengadukan rutin. Pengadukan membantu memastikan semua bahan tercampur sempurna dan proses fermentasi berjalan optimal.

6. Saringan

Saringan digunakan pada akhir proses fermentasi untuk memisahkan cairan pupuk dari ampas kulit bawang merah. Proses penyaringan menghasilkan pupuk cair yang siap digunakan dan ampas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk padat.

7. Botol Penyimpanan

Botol penyimpanan berfungsi untuk menampung pupuk cair yang sudah jadi. Botol yang digunakan sebaiknya bersih dan memiliki penutup rapat untuk menjaga kualitas pupuk. Penyimpanan dalam botol yang tepat akan memperpanjang masa simpan pupuk cair alami ini.

Pilih Kulit Bawang yang Bersih

Persiapan kulit bawang merah merupakan tahap awal yang menentukan kualitas pupuk cair yang dihasilkan. Proses ini melibatkan pengumpulan dan penanganan kulit bawang sebelum masuk ke tahap fermentasi. Kulit bawang merah yang bersih dan bebas kontaminasi akan menghasilkan pupuk dengan kualitas optimal.

Langkah pertama adalah mengumpulkan kulit bawang merah. Pastikan kulit yang terkumpul bersih dan tidak tercampur dengan kotoran atau bahan lain yang tidak diinginkan. Pengumpul dapat mengumpulkan kulit bawang merah setiap kali selesai memasak dan menyimpannya dalam wadah bersih.

Setelah terkumpul, kulit bawang merah dapat dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur kulit bawang merah di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering. Kulit bawang yang sudah kering kemudian dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil untuk mempercepat pelepasan nutrisi saat diolah menjadi pupuk.

Campur Seluruh Bahan untuk Proses Fermentasi

Proses fermentasi merupakan inti dari pembuatan pupuk cair alami dari kulit bawang merah. Tahap ini melibatkan aktivitas mikroorganisme yang menguraikan bahan organik dalam kulit bawang, melepaskan nutrisi penting ke dalam larutan. Fermentasi yang berjalan baik akan menghasilkan pupuk dengan kandungan hara yang siap diserap tanaman.

1. Pencampuran Bahan

Langkah awal dalam fermentasi adalah mencampur semua bahan dalam wadah yang telah disiapkan. Masukkan kulit bawang merah yang sudah dihancurkan ke dalam wadah, lalu tambahkan air bersih dan gula merah atau molase sebagai aktivator fermentasi. Perbandingan umum adalah 100 gram kulit bawang merah dengan 500 ml air.

2. Penutupan Wadah

Setelah semua bahan tercampur, wadah harus ditutup rapat. Penutupan rapat bertujuan untuk menciptakan kondisi anaerobik, yaitu kondisi tanpa oksigen, yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme fermentasi tertentu. Pastikan tidak ada celah udara yang memungkinkan oksigen masuk.

3. Pengadukan Rutin

Selama proses fermentasi, pengadukan rutin diperlukan. Kocok botol perlahan agar semua bahan tercampur. Pengadukan membantu mendistribusikan mikroorganisme secara merata dan memastikan semua bahan organik terurai secara optimal.

4. Pemantauan Proses

Proses fermentasi memerlukan pemantauan. Perubahan warna dan aroma larutan dapat menjadi indikator kemajuan fermentasi. Pada hari-hari awal, larutan mungkin berwarna coklat keruh pekat dengan aroma bawang yang menyengat. Seiring waktu, warna akan memudar dan aroma bawang akan berkurang.

Penyaringan dan Pengenceran

Setelah proses fermentasi selesai, pupuk cair perlu melalui tahap penyaringan dan pengenceran sebelum diaplikasikan ke tanaman. Tahap ini penting untuk memastikan pupuk bebas dari ampas padat dan memiliki konsentrasi yang sesuai untuk tanaman. Berikut langkah lengkapnya:

1. Proses Penyaringan

Pupuk cair yang telah matang perlu disaring untuk memisahkan cairan dari ampas kulit bawang merah. Gunakan saringan kain atau saringan teh untuk mendapatkan cairan pupuk yang bersih. Ampas kulit bawang merah yang tersisa setelah penyaringan tidak perlu dibuang; ampas tersebut dapat digunakan sebagai pupuk padat.

2. Pengenceran Pupuk

Pupuk cair hasil fermentasi memiliki konsentrasi nutrisi yang tinggi, sehingga perlu diencerkan sebelum digunakan pada tanaman. Pengenceran bertujuan untuk mencegah kerusakan pada tanaman akibat konsentrasi pupuk yang terlalu pekat. Dosis pengenceran yang umum adalah 10 ml pupuk cair per liter air.

Cara Pengaplikasian Pupuk

Pengaplikasian pupuk cair alami dari kulit bawang merah memerlukan metode yang tepat agar nutrisi dapat terserap optimal oleh tanaman. Pemahaman tentang cara aplikasi yang benar akan mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil panen.

1. Tanaman Hias

Untuk tanaman hias, pupuk cair kulit bawang merah dapat diaplikasikan dengan menyiramkan larutan encer ke media tanam. Pastikan larutan tidak mengenai daun secara berlebihan, terutama pada tanaman yang sensitif. Frekuensi aplikasi dapat dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

2. Tanaman Buah

Pada tanaman buah, pupuk cair kulit bawang merah dapat membantu mendorong pembungaan dan pembuahan. Aplikasi dapat dilakukan dengan menyiramkan larutan encer di sekitar pangkal batang tanaman. Perhatikan fase pertumbuhan tanaman; aplikasi dapat ditingkatkan saat tanaman memasuki fase generatif.

3. Tanaman Sayur

Tanaman sayur juga mendapat manfaat dari pupuk cair kulit bawang merah. Aplikasi dapat dilakukan dengan menyiramkan larutan encer ke media tanam atau langsung ke tanah di sekitar tanaman. Pupuk ini mendukung pertumbuhan vegetatif, seperti daun dan tunas.

Gunakan Sarung Tangan dan Kacamata karena Akan Berpengaruh

Ketika mengolah bahan organik, termasuk kulit bawang merah, tindakan pencegahan merupakan hal penting. Proses fermentasi dapat menghasilkan larutan dengan karakteristik tertentu. Penggunaan alat pelindung diri membantu menjaga kenyamanan dan keamanan selama seluruh tahapan pengolahan.

Larutan fermentasi mungkin memiliki pH yang berbeda atau mengandung senyawa yang dapat menyebabkan iritasi ringan pada kulit sensitif. Menggunakan sarung tangan saat mencampur bahan, mengaduk, dan menyaring pupuk akan memberikan lapisan pelindung. Sarung tangan membantu mencegah kontak langsung antara kulit tangan dengan larutan.

Selain kontak kulit, percikan larutan juga dapat terjadi selama proses pengadukan atau penyaringan. Menggunakan kacamata pelindung akan melindungi mata dari kemungkinan percikan larutan pupuk. Kacamata pelindung memastikan area mata tetap aman dari kontak langsung dengan cairan.

Manfaat Pupuk Cair Alami dari Kulit Bawang Merah

Pupuk cair alami dari kulit bawang merah menawarkan berbagai manfaat bagi pertumbuhan tanaman dan kesehatan lingkungan. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif dalam kulit bawang merah memberikan dukungan komprehensif untuk ekosistem tanaman.

1. Nutrisi Tanaman

Kulit bawang merah mengandung berbagai unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan optimal. Unsur-unsur seperti kalium, fosfor, magnesium, dan besi ditemukan dalam konsentrasi yang signifikan. Kalium berperan dalam pembentukan bunga dan buah, fosfor mendukung perkembangan akar, sementara magnesium dan besi penting untuk proses fotosintesis.

2. Peningkatan Kesuburan Tanah

Penambahan pupuk cair kulit bawang merah ke tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah. Bahan organik ini berperan dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tanah menahan air, dan mendukung aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

3. Pengendalian Hama Alami

Kulit bawang merah memiliki senyawa aktif yang berfungsi sebagai anti hama. Senyawa ini dapat mengganggu organ pencernaan hama serangga yang menyerang tanaman. Pemanfaatan pupuk ini dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

4. Ramah Lingkungan

Penggunaan pupuk cair dari kulit bawang merah merupakan praktik yang ramah lingkungan. Pupuk ini memanfaatkan limbah organik yang seringkali terbuang, mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Proses pembuatannya tidak melibatkan bahan kimia berbahaya, sehingga tidak mencemari tanah dan air.

5. Hemat Biaya

Pembuatan pupuk cair dari kulit bawang merah menawarkan solusi hemat biaya bagi para petani dan penghobi tanaman. Bahan baku utama, yaitu kulit bawang merah, merupakan limbah dapur yang tidak memerlukan biaya pembelian.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa saja kandungan nutrisi dalam kulit bawang merah?

A: Kulit bawang merah mengandung kalium, magnesium, fosfor, dan besi.

Q: Berapa lama proses fermentasi pupuk kulit bawang merah?

A: Proses fermentasi pupuk cair dari kulit bawang merah umumnya membutuhkan waktu sekitar 8 hari.

Q: Bagaimana cara mengaplikasikan pupuk cair kulit bawang merah?

A: Pupuk cair perlu diencerkan sebelum aplikasi, dengan perbandingan 10 ml pupuk cair per liter air.

Q: Apakah pupuk kulit bawang merah bisa menjadi pestisida?

A: Ya, kulit bawang merah memiliki senyawa aktif yang berfungsi sebagai anti hama.

Q: Mengapa perlu mengencerkan pupuk cair kulit bawang merah sebelum digunakan?

A: Pengenceran diperlukan untuk mencegah kerusakan pada tanaman akibat konsentrasi pupuk yang terlalu pekat.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |