Liputan6.com, Jakarta - Alat dapur yang digunakan setiap hari memiliki risiko tinggi mengalami penumpukan kerak jika tidak dirawat dengan benar. Kerak biasanya muncul secara perlahan dan sering kali tidak langsung disadari oleh pemilik rumah. Saat kerak sudah menumpuk tebal, proses pembersihannya menjadi jauh lebih sulit dan memakan waktu.
Sebagian orang menganggap kerak hanya disebabkan oleh usia alat dapur yang sudah lama. Padahal, kebiasaan penggunaan dan cara perawatan harian justru menjadi faktor utama yang mempercepat kemunculan kerak. Kesalahan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat berdampak besar dalam jangka panjang.
Jika tidak ditangani, kerak tidak hanya mengganggu tampilan alat dapur, tetapi juga berisiko terhadap kebersihan makanan. Kerak bisa menjadi tempat menumpuknya kuman dan bakteri yang berbahaya. Oleh karena itu, memahami penyebab alat dapur mudah berkerak menjadi langkah penting untuk menjaga dapur tetap higienis.
Berikut penyebab utama alat dapur mudah berkerak yang sering terjadi di rumah, dirangkum Liputan6.com dari berbgai sumber pada Rabu (7/1/2026).
1. Sering Membiarkan Sisa Makanan Menempel Terlalu Lama
Sisa makanan yang dibiarkan menempel pada alat dapur akan mengalami proses pengeringan secara alami. Ketika makanan mengering, teksturnya menjadi keras dan sulit diangkat dari permukaan alat. Kondisi inilah yang menjadi awal terbentuknya kerak membandel.
Kebiasaan menunda mencuci panci, wajan, atau alat masak lainnya setelah digunakan sangat berpengaruh. Minyak, saus, dan sisa bumbu yang mengering akan semakin menempel kuat seiring waktu. Akibatnya, proses pembersihan membutuhkan tenaga ekstra dan bahan tambahan.
Membersihkan alat dapur segera setelah digunakan adalah langkah pencegahan yang paling efektif. Sisa makanan masih lunak dan mudah diangkat tanpa harus menggosok terlalu keras. Dengan kebiasaan ini, permukaan alat dapur tetap bersih dan bebas kerak.
2. Menggunakan Api Terlalu Besar Saat Memasak
Penggunaan api terlalu besar saat memasak sering kali menyebabkan makanan atau minyak cepat gosong. Sisa gosong ini menempel di dasar panci atau wajan dan sulit dibersihkan. Jika terjadi berulang kali, kerak akan semakin tebal dan keras.
Api besar juga dapat mempercepat kerusakan lapisan permukaan alat masak. Lapisan yang rusak membuat permukaan menjadi kasar dan tidak rata. Kondisi ini memudahkan sisa makanan menempel dan mempercepat pembentukan kerak.
Mengatur api sesuai kebutuhan masakan sangat disarankan untuk mencegah masalah ini. Api sedang sudah cukup untuk sebagian besar proses memasak harian. Selain mencegah kerak, cara ini juga membantu menjaga kualitas alat dapur lebih lama.
3. Tidak Mengeringkan Alat Dapur Setelah Dicuci
Alat dapur yang dibiarkan basah setelah dicuci sangat rentan meninggalkan noda air. Air yang mengering dengan sendirinya sering meninggalkan endapan mineral di permukaan alat. Endapan inilah yang lama-kelamaan berubah menjadi kerak.
Masalah ini sering terjadi pada alat dapur berbahan stainless steel dan kaca. Air dengan kandungan mineral tinggi akan meninggalkan bekas putih atau kusam. Jika dibiarkan terus-menerus, permukaan alat menjadi kasar dan sulit dibersihkan.
Mengelap alat dapur hingga benar-benar kering setelah dicuci adalah kebiasaan penting. Cara ini mencegah endapan air menempel di permukaan. Alat dapur pun tetap terlihat bersih, mengilap, dan bebas kerak.
4. Menggunakan Air dengan Kandungan Kapur Tinggi
Air dengan kandungan kapur tinggi menjadi salah satu penyebab utama kerak pada alat dapur. Endapan mineral dari air akan menempel pada permukaan alat, terutama yang sering terkena panas. Proses pemanasan membuat mineral lebih cepat mengendap dan mengeras.
Kerak akibat air kapur biasanya berwarna putih atau keabu-abuan. Kerak ini sering ditemukan pada teko, rice cooker, dan panci air. Jika tidak dibersihkan secara rutin, lapisan kerak akan semakin tebal dan sulit dihilangkan.
Menggunakan air yang telah disaring dapat membantu mengurangi risiko pembentukan kerak. Selain itu, membersihkan alat secara berkala juga sangat dianjurkan. Dengan perawatan yang tepat, alat dapur tetap bersih dan aman digunakan.
5. Menggunakan Alat Pembersih yang Terlalu Kasar
Pemilihan alat pembersih yang tidak tepat dapat merusak permukaan alat dapur. Spons atau sikat yang terlalu kasar dapat meninggalkan goresan halus. Goresan ini menjadi tempat ideal bagi kotoran dan sisa makanan menempel.
Permukaan alat dapur yang tergores akan semakin sulit dibersihkan. Sisa makanan lebih mudah masuk ke celah-celah kecil pada permukaan. Akibatnya, kerak terbentuk lebih cepat dan semakin sulit dihilangkan.
Gunakan alat pembersih yang lembut dan sesuai dengan bahan alat dapur. Cara ini membantu menjaga permukaan tetap halus dan utuh. Dengan begitu, risiko terbentuknya kerak dapat diminimalkan.
6. Jarang Membersihkan Bagian Tersembunyi Alat Dapur
Bagian tersembunyi alat dapur sering kali luput dari perhatian saat dibersihkan. Padahal, area seperti sudut, celah, tutup, dan katup uap sangat mudah menumpuk kotoran. Kotoran yang menumpuk lama akan mengeras dan membentuk kerak.
Contohnya pada rice cooker, bagian tutup dan katup uap sering menjadi tempat penumpukan kerak. Jika tidak dibersihkan, bagian ini bisa menjadi sarang bakteri. Kondisi ini tentu berisiko bagi kebersihan makanan.
Membersihkan seluruh bagian alat dapur secara menyeluruh sangat penting. Pastikan tidak ada bagian yang terlewat saat mencuci. Dengan perawatan menyeluruh, alat dapur tetap higienis dan tahan lama.
7. Tidak Melakukan Pembersihan Mendalam Secara Berkala
Membersihkan alat dapur hanya secara cepat sering kali tidak cukup. Sisa kotoran yang tidak terangkat akan menumpuk sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan, tumpukan ini berubah menjadi kerak tebal.
Pembersihan mendalam sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama untuk alat yang sering digunakan. Cara ini membantu mengangkat kotoran yang tidak terlihat oleh mata. Selain itu, pembersihan mendalam menjaga performa alat tetap optimal.
Menggunakan bahan pembersih yang aman dan sesuai sangat dianjurkan. Kerak bisa dicegah sebelum menjadi masalah besar. Alat dapur pun lebih awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah kerak pada alat dapur berbahaya?
Kerak dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan secara rutin dan menyeluruh.
2. Alat dapur apa yang paling mudah berkerak?
Rice cooker, panci, wajan, teko air, dan alat berbahan stainless steel termasuk yang paling rentan.
3. Apakah kerak bisa dicegah tanpa bahan kimia?
Bisa, dengan perawatan rutin, kebiasaan bersih, dan penggunaan bahan alami yang aman.
4. Seberapa sering pembersihan mendalam perlu dilakukan?
Idealnya satu minggu sekali atau disesuaikan dengan intensitas pemakaian alat dapur.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396911/original/005107000_1761795438-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_hidroponik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482215/original/002800200_1769166104-Budidaya_Ikan_Nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482021/original/076088800_1769155411-duku__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482049/original/048374800_1769157048-menanam_cabai_tanpa_tanah_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482223/original/099475100_1769166479-Model_Plafon_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Tinggi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482027/original/002012200_1769156010-ChatGPT_Image_Jan_23__2026__02_45_39_PM.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444200/original/086252100_1765773160-gkg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481808/original/032997500_1769147564-Gaya_Minimalis_dengan_Sentuhan_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481807/original/063984500_1769147414-kandang_long_yam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481774/original/056532300_1769146481-jualan_mie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482042/original/091210600_1769156587-ChatGPT_Image_23_Jan_2026__15.22.31.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481765/original/083371300_1769146220-Bedakan_Nutrisi_untuk_Fase_Vegetatif_dan_Generatif.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)