Cara Ternak Ikan Nila dalam Drum Plastik yang Benar, Solusi Hemat Tempat dan Biaya untuk Pemula

1 hour ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan nila kini semakin mudah diakses oleh siapa saja, bahkan dengan lahan terbatas. Salah satu inovasi yang populer adalah cara ternak ikan nila dalam drum plastik, memungkinkan Anda memiliki sumber protein segar di pekarangan rumah.

Metode ini tidak hanya hemat tempat, tetapi juga terbukti efektif dan ekonomis, menjadikannya pilihan menarik bagi pemula. Dengan peralatan sederhana, Anda bisa memulai usaha budidaya yang menjanjikan dari rumah.

Ikan nila dipilih karena pertumbuhannya yang cepat dan ketahanannya terhadap berbagai kondisi lingkungan, sangat ideal untuk budidaya skala rumahan. Ikuti panduan lengkap cara ternak ikan nila dalam drum ini untuk hasil optimal. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2026).

Persiapan Drum dan Lokasi Ideal

Langkah pertama dalam budidaya ikan nila dalam drum adalah menyiapkan wadah yang sesuai dan menentukan lokasi penempatannya. Drum plastik berukuran 200 liter merupakan pilihan umum yang direkomendasikan untuk metode ini. Pastikan drum bersih dan bebas dari residu bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan ikan.

Setelah drum siap, penting untuk memastikan sirkulasi air yang baik di dalamnya. Hal ini dapat dicapai dengan bantuan pompa dan filter sederhana guna menjaga kebersihan air. Penambahan satu output aerator dan satu Venturi juga krusial untuk menyediakan suplai oksigen yang memadai bagi ikan nila.

Kelebihan kolam dari drum adalah mudah dipindah-pindahkan dan pembuatannya terbilang murah, terutama jika memanfaatkan drum bekas yang masih layak pakai. Namun, perlu diperhatikan bahwa suhu air dalam drum bisa fluktuatif, dan perubahan suhu ekstrem berbahaya bagi ikan.

Pemilihan Bibit Ikan Nila Unggul untuk Budidaya Drum

Pemilihan bibit ikan nila berkualitas merupakan faktor penting yang akan sangat memengaruhi keberhasilan hasil panen. Bibit yang baik akan tumbuh lebih cepat dan lebih tahan terhadap penyakit. Ciri-ciri bibit ikan nila yang unggul meliputi warna yang seragam, berat sekitar 30 gram per ekor, dan panjang sekitar 12 cm.

Selain itu, bibit yang sehat harus lincah dan bebas dari cacat fisik. Anda bisa memperoleh bibit dari tempat penjualan bibit ikan terpercaya atau koperasi perikanan. Memilih bibit dari pemasok yang terpercaya akan membantu memastikan kualitas dan kesehatan ikan dalam proses cara ternak ikan nila dalam drum.

Kepadatan tebar bibit juga perlu disesuaikan dengan kapasitas drum. Ikan nila dikenal dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi, terutama jika sistem aerasi dan filtrasi air dikelola dengan baik. Ini menjadi pertimbangan penting agar ikan memiliki ruang tumbuh yang optimal.

Manajemen Kualitas Air dan Aerasi Optimal

Kualitas air adalah faktor krusial dalam budidaya ikan nila, terutama dalam wadah terbatas seperti drum. Menjaga kebersihan dan stabilitas kualitas air sangat penting agar ikan tetap sehat dan lingkungan budidaya tidak tercemar. Parameter kualitas air yang perlu diperhatikan meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO).

pH optimal untuk budidaya ikan nila berkisar antara 6,5 hingga 8,5. Perubahan pH yang ekstrem dapat menyebabkan gangguan metabolisme, menghambat pertumbuhan, dan membuat ikan rentan terhadap penyakit serta stres.

Suhu air juga harus dijaga dalam kisaran optimal, biasanya antara 27,08–27,5°C, dan kadar oksigen terlarut (DO) idealnya 4,8–5,1 mg/L. Untuk menjaga kualitas air, sistem sirkulasi dengan pompa dan filter sederhana sangat dianjurkan. Filter dapat dibuat dari drum plastik berkapasitas 200 liter dengan bahan penyaring seperti batu apung.

Penggunaan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan filter drum plastik dapat menghemat penggunaan air hingga 70% dan menjaga kualitas air tetap baik. Selain itu, aerator atau Venturi diperlukan untuk memastikan suplai oksigen yang cukup bagi ikan. Penggantian air secara berkala juga penting untuk menghindari penumpukan amonia atau nitrit yang berbahaya.

Pemberian Pakan dan Perawatan Rutin dalam Budidaya Drum

Pemberian pakan yang tepat dan perawatan rutin adalah kunci keberhasilan budidaya ikan nila dalam drum. Ikan nila termasuk omnivora, sehingga dapat diberi pakan dari berbagai sumber seperti pelet, daun, atau sisa-sisa dapur. Namun, untuk pertumbuhan optimal, disarankan memberikan pakan pelet dengan kadar protein tinggi.

Penting untuk tidak memberikan pakan berlebihan (overfeeding) karena sisa pakan yang tidak termakan dapat mengotori air dan menyebabkan bau. Berikan pakan secukupnya dan secara teratur, disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensi pemberian pakan biasanya 2-3 kali sehari.

Perawatan rutin lainnya meliputi pemantauan kualitas air secara berkala menggunakan tes kit untuk mengontrol kadar amonia atau nitrit. Penggantian sebagian air (10-20%) secara rutin juga membantu menjaga kebersihan. Penggunaan probiotik khusus tambak/kolam dapat membantu mengurai limbah organik dan menjaga kualitas air, mendukung keberhasilan cara ternak ikan nila dalam drum.

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Ikan Nila Drum

Meskipun ikan nila dikenal memiliki imunitas yang kuat dan tahan penyakit, pengendalian hama dan penyakit tetap menjadi aspek penting dalam budidaya. Serangan penyakit jarang ditemukan mewabah secara besar-besaran pada ikan nila, namun pembudidaya tetap harus berhati-hati. Kegagalan panen bisa disebabkan oleh serangan hama maupun penyakit.

Pencegahan adalah kunci utama dalam mengendalikan hama dan penyakit. Menjaga kebersihan kolam dan sistem pemfilteran air adalah langkah krusial. Selain itu, perhatikan kualitas pakan yang diberikan, karena pakan yang buruk dapat melemahkan daya tahan ikan.

Jika ada ikan baru yang akan dimasukkan ke dalam drum, lakukan karantina terlebih dahulu untuk mencegah penyebaran penyakit. Pisahkan ikan yang sakit segera setelah terdeteksi untuk menghindari penularan ke ikan lain. Hama seperti bebeasan dan ucrit dapat menyerang benih ikan, sementara kodok dapat memangsa telur ikan. 

Panen dan Keberlanjutan Budidaya Ikan Nila Drum

Panen ikan nila dari drum dapat dilakukan setelah ikan mencapai ukuran yang diinginkan. Umumnya, ikan nila siap panen pada usia 3-6 bulan. Pada usia tiga bulan, ikan nila biasanya memiliki berat sekitar 730 gram. Jika ingin mendapatkan ukuran yang lebih besar, panen dapat ditunda hingga ikan berusia enam bulan, dengan berat mencapai sekitar 1,31 kilogram.

Saat panen, tidak perlu mengambil semua ikan sekaligus. Anda bisa melakukan panen parsial, yaitu mengambil sebagian ikan yang sudah mencapai ukuran konsumsi dan menyisakan sisanya untuk terus tumbuh. Beberapa ikan jantan dan betina juga dapat disisakan sebagai indukan untuk siklus budidaya berikutnya.

Aspek keberlanjutan juga dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan budidaya ikan nila dalam drum dengan sistem akuaponik. Air limbah dari drum yang kaya nutrisi dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, menghasilkan ikan dan sayuran sekaligus. Ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan sumber daya tetapi juga menciptakan ekosistem yang lebih seimbang, sejalan dengan konsep cara ternak ikan nila dalam drum yang efisien.

FAQ

  1. Apakah budidaya ikan nila dalam drum cocok untuk pemula? Ya, budidaya ikan nila dalam drum sangat cocok untuk pemula karena praktis, murah, dan bisa diletakkan di halaman sempit.
  2. Berapa ukuran drum yang ideal untuk ternak ikan nila? Drum plastik berukuran 200 liter adalah ukuran yang umum dan direkomendasikan untuk budidaya ikan nila.
  3. Apa saja peralatan dasar yang dibutuhkan untuk budidaya ini? Peralatan dasar meliputi drum plastik, pompa air, filter sederhana, dan aerator atau Venturi.
  4. Bagaimana cara menjaga kualitas air dalam drum? Kualitas air dijaga dengan sirkulasi air menggunakan pompa dan filter, aerasi, serta penggantian air secara berkala.
  5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga ikan nila siap panen? Ikan nila umumnya siap panen dalam waktu 3 hingga 6 bulan, tergantung ukuran yang diinginkan.
  6. Bisakah air bekas budidaya ikan nila dimanfaatkan? Ya, air bekas budidaya ikan nila yang kaya nutrisi dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dalam sistem akuaponik.
  7. Apa keuntungan utama ternak ikan nila dalam drum? Keuntungan utamanya adalah hemat tempat, biaya operasional yang relatif rendah, dan dapat menjadi sumber protein keluarga atau peluang bisnis rumahan.
Read Entire Article
Photos | Hot Viral |