Cara Membuat Teras Rumah Adem Tanpa Biaya Besar, Nyaman untuk Bersantai Meski Cuaca Panas

2 weeks ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah sering menjadi area pertama yang merasakan panas matahari secara langsung. Jika tidak ditata dengan baik, teras bisa terasa gerah dan kurang nyaman untuk digunakan bersantai. Padahal, teras memiliki peran penting sebagai ruang transisi sekaligus tempat berkumpul keluarga.

Banyak orang mengira membuat teras adem harus mengeluarkan biaya besar atau melakukan renovasi menyeluruh. Faktanya, ada banyak cara sederhana yang bisa diterapkan tanpa perlu menguras anggaran. Kuncinya terletak pada pemilihan elemen yang tepat dan penataan yang fungsional.

Dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapat serta mengatur sirkulasi udara secara alami, teras rumah bisa terasa lebih sejuk. Langkah-langkah kecil yang konsisten justru memberikan dampak besar terhadap kenyamanan. Hal ini tentu sangat cocok bagi hunian sederhana maupun rumah minimalis.

Berikut cara membuat teras rumah lebih adem tanpa biaya besar yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (7/1/2026).

1. Menambahkan Tanaman Hijau sebagai Penyejuk Alami di Area Teras

Tanaman hijau berperan penting dalam menurunkan suhu lingkungan karena mampu menyerap panas dan menghasilkan udara yang lebih segar. Kehadiran tanaman di teras membantu menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk dibandingkan area tanpa tanaman. Bahkan jumlah tanaman yang tidak terlalu banyak tetap memberikan dampak positif terhadap kenyamanan.

Selain membantu menurunkan suhu, tanaman juga meningkatkan kelembapan udara di sekitar teras. Udara yang terlalu kering cenderung terasa lebih panas dan pengap, sehingga keberadaan tanaman membantu menyeimbangkan kondisi tersebut. Pilihan tanaman seperti palem kecil, lidah mertua, atau sirih gading tergolong mudah dirawat dan tahan cuaca panas.

Penataan tanaman sebaiknya dilakukan secara rapi agar tidak mengganggu ruang gerak. Gunakan pot dengan ukuran proporsional dan letakkan di sudut atau sepanjang sisi teras. Dengan cara ini, teras terasa lebih adem sekaligus tampil lebih asri tanpa perlu biaya besar.

2. Menggunakan Tirai atau Kain Penutup untuk Mengurangi Paparan Matahari Langsung

Paparan sinar matahari langsung merupakan salah satu penyebab utama teras terasa panas. Tirai atau kain penutup dapat berfungsi sebagai penyaring cahaya sehingga panas yang masuk ke teras berkurang. Cara ini cukup efektif tanpa harus membuat bangunan permanen.

Pemilihan bahan tirai juga perlu diperhatikan agar tidak menghambat sirkulasi udara. Kain dengan tekstur ringan namun cukup rapat menjadi pilihan ideal karena mampu menahan panas sekaligus tetap memungkinkan angin masuk. Warna terang juga disarankan karena tidak menyerap panas berlebihan.

Pemasangan tirai dapat dilakukan secara sederhana menggunakan rel atau tali. Selain membantu menurunkan suhu, tirai juga menambah privasi dan memberikan sentuhan estetis pada teras. Solusi ini cocok untuk rumah dengan teras terbuka menghadap jalan.

3. Memanfaatkan Lantai Teras yang Tidak Menyimpan Panas Berlebihan

Lantai teras memiliki peran besar dalam menentukan suhu area tersebut. Permukaan lantai yang mudah menyimpan panas akan membuat teras tetap terasa hangat meski matahari sudah tidak terlalu terik. Oleh karena itu, memilih atau memodifikasi lantai menjadi langkah penting.

Jika belum memungkinkan mengganti keramik, penggunaan alas tambahan seperti tikar bambu atau anyaman alami bisa menjadi solusi praktis. Material ini tidak menyimpan panas dan memberikan sensasi lebih sejuk saat diinjak. Selain itu, alas semacam ini mudah dipindahkan dan dibersihkan.

Dengan lantai yang tidak menyerap panas, suhu teras bisa turun secara bertahap. Teras pun menjadi lebih nyaman digunakan untuk duduk santai atau menerima tamu. Cara ini relatif murah dan tidak memerlukan perubahan permanen.

4. Mengatur Sirkulasi Udara agar Panas Tidak Terjebak di Teras

Sirkulasi udara yang baik membantu panas keluar dan udara segar masuk ke area teras. Teras yang terlalu tertutup cenderung menyimpan panas lebih lama, terutama saat siang hari. Oleh karena itu, penting memastikan aliran udara tidak terhalang.

Penggunaan kisi-kisi, roster, atau celah udara bisa membantu memperlancar sirkulasi tanpa mengorbankan privasi. Elemen ini memungkinkan angin bergerak bebas sehingga suhu terasa lebih seimbang. Bahkan perubahan kecil dalam penataan sudah bisa memberikan dampak yang terasa.

Mengatur sirkulasi udara tidak selalu membutuhkan biaya tambahan. Cukup dengan menggeser furnitur atau membuka area tertentu agar aliran udara lebih lancar. Teras pun terasa lebih adem dan tidak pengap.

5. Mengurangi Barang Menumpuk agar Teras Lebih Lapang dan Sejuk

Barang-barang yang menumpuk di teras sering kali menjadi penyimpan panas sekaligus penghambat sirkulasi udara. Teras yang penuh dengan barang akan terasa lebih sempit dan sumpek. Kondisi ini membuat panas lebih sulit keluar.

Membersihkan teras dari barang yang jarang digunakan menjadi langkah awal yang efektif. Pilih furnitur dengan ukuran proporsional dan fungsi yang jelas. Hindari penggunaan benda berbahan logam berlebihan karena mudah panas.

Dengan teras yang lebih lapang, udara dapat bergerak lebih bebas. Suasana pun terasa lebih ringan dan nyaman. Cara ini tidak membutuhkan biaya, hanya perlu penataan ulang yang konsisten.

6. Menggunakan Warna Terang pada Dinding untuk Mengurangi Penyerapan Panas

Warna dinding memengaruhi seberapa banyak panas yang diserap oleh permukaan teras. Warna gelap cenderung menyerap panas lebih banyak, sedangkan warna terang memantulkannya. Oleh karena itu, penggunaan warna terang menjadi solusi yang cukup efektif.

Jika belum memungkinkan mengecat seluruh area, fokuskan pada dinding yang paling sering terkena sinar matahari. Pilih cat eksterior yang tahan cuaca agar hasilnya lebih awet. Warna seperti putih, krem, atau abu muda sering menjadi pilihan aman.

Selain membantu menurunkan suhu, warna terang juga membuat teras terlihat lebih bersih dan luas. Tampilan rumah menjadi lebih segar tanpa perlu renovasi besar. Biaya yang dikeluarkan pun relatif terjangkau.

7. Memasang Atap atau Kanopi Sederhana sebagai Pelindung Panas

Atap tambahan berfungsi melindungi teras dari paparan sinar matahari langsung. Tidak perlu memilih model mahal, karena kanopi sederhana sudah cukup membantu menurunkan suhu. Fungsi utamanya adalah menciptakan area teduh.

Bahan seperti paranet, spandek ringan, atau bahan serupa bisa menjadi pilihan ekonomis. Pemasangannya relatif cepat dan tidak memerlukan konstruksi rumit. Dengan penempatan yang tepat, panas bisa berkurang secara signifikan.

Teras yang terlindungi atap akan terasa lebih nyaman digunakan sepanjang hari. Aktivitas di teras pun tidak terganggu oleh panas berlebih. Solusi ini cocok untuk rumah dengan teras terbuka.

8. Menyiram Area Teras Secara Berkala untuk Efek Sejuk Alami

Menyiram lantai teras merupakan cara paling sederhana untuk menurunkan suhu. Air yang menguap menciptakan efek pendinginan alami di sekitarnya. Cara ini sangat efektif terutama saat cuaca sedang panas.

Waktu terbaik untuk menyiram teras adalah pagi atau sore hari. Gunakan air secukupnya agar lantai tidak licin dan tetap aman. Kebiasaan ini bisa dilakukan setiap hari tanpa biaya tambahan.

Dengan langkah sederhana ini, teras terasa lebih segar dan nyaman. Meski efeknya tidak permanen, cara ini sangat membantu sebagai solusi cepat. Teras pun tetap terasa adem tanpa usaha berlebihan.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah teras kecil tetap bisa terasa adem tanpa renovasi besar?

Bisa, dengan penataan tanaman, sirkulasi udara yang baik, dan pengurangan barang.

2. Apakah tanaman benar-benar berpengaruh terhadap suhu teras?

Ya, tanaman membantu menyerap panas dan meningkatkan kelembapan udara.

3. Apakah warna terang benar-benar membuat teras lebih sejuk?

Warna terang membantu memantulkan panas sehingga suhu tidak cepat naik.

4. Apakah semua tips ini bisa diterapkan di rumah kontrakan?

Bisa, karena sebagian besar tidak bersifat permanen dan minim biaya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |