Cara Membersihkan Kompor Gas agar Api Biru Kembali Normal, Bisa Dikerjakan Sendiri

2 weeks ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kompor gas dengan api berwarna biru merupakan indikator bahwa proses pembakaran berlangsung secara sempurna, sehingga panas yang dihasilkan lebih maksimal, konsumsi gas menjadi lebih efisien, dan risiko kerusakan pada peralatan masak dapat diminimalkan. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, kompor gas sangat rentan terkena cipratan minyak, kuah masakan, serta debu dapur yang lama-kelamaan menumpuk dan menghambat aliran gas serta suplai udara.

Jika kondisi ini dibiarkan, api kompor akan berubah menjadi merah atau kuning, nyalanya tidak stabil, dan bahkan bisa menimbulkan bau gas yang mengganggu. Oleh karena itu, memahami cara membersihkan kompor gas secara benar dan menyeluruh menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dapur, memperpanjang usia kompor, serta memastikan aktivitas memasak tetap nyaman dan aman setiap hari.

1. Matikan Gas dan Lepaskan Komponen Kompor

Langkah paling awal sebelum membersihkan kompor gas adalah memastikan aliran gas benar-benar tertutup dengan mematikan regulator dan melepas selang dari tabung gas, karena langkah ini bertujuan untuk mencegah kebocoran gas yang dapat membahayakan keselamatan selama proses pembersihan berlangsung.

Setelah gas dipastikan aman, seluruh komponen yang dapat dilepas seperti tatakan panci, penutup burner, dan kepala kompor sebaiknya dibongkar secara perlahan agar bagian-bagian yang sering tersembunyi dari jangkauan dapat dibersihkan dengan maksimal tanpa terhalang struktur kompor.

Proses melepas komponen ini juga memberi kesempatan untuk memeriksa kondisi fisik setiap bagian kompor, sehingga pengguna dapat mengetahui apakah terdapat kerak tebal, karat, atau sumbatan serius yang memerlukan pembersihan lebih intensif agar performa kompor dapat kembali optimal.

2. Bersihkan Burner dari Lemak dan Kerak

Burner merupakan pusat keluarnya api, sehingga kotoran berupa lemak, sisa makanan, dan jelaga yang menempel di bagian ini akan sangat memengaruhi kualitas nyala api yang dihasilkan oleh kompor gas.

Untuk membersihkan burner secara efektif, rendam terlebih dahulu dalam air hangat yang telah dicampur sabun cuci piring atau baking soda selama 20–30 menit agar lemak dan kerak yang mengeras menjadi lebih lunak dan mudah dilepaskan tanpa merusak permukaan burner.

Setelah direndam, gosok seluruh permukaan burner menggunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil dengan tekanan sedang hingga kotoran benar-benar terangkat, kemudian bilas dengan air bersih dan pastikan burner dikeringkan secara menyeluruh agar tidak ada sisa air yang dapat mengganggu nyala api.

3. Bersihkan Lubang Api dengan Jarum atau Tusuk Gigi

Lubang api pada burner berfungsi sebagai jalur distribusi gas, sehingga jika lubang-lubang kecil ini tersumbat oleh kotoran halus atau residu pembakaran, aliran gas menjadi tidak merata dan menyebabkan api berwarna merah atau menyebar tidak sempurna.

Pembersihan lubang api dapat dilakukan menggunakan jarum, peniti, atau tusuk gigi dengan cara menusuk perlahan setiap lubang untuk mengeluarkan kotoran yang menyumbat, sambil tetap berhati-hati agar ukuran lubang tidak melebar karena hal tersebut dapat memengaruhi tekanan dan arah api.

Setelah semua lubang dibersihkan, burner sebaiknya ditiup atau diketuk perlahan agar sisa kotoran di bagian dalam benar-benar keluar, sehingga saat digunakan kembali, api dapat menyala merata dan berwarna biru secara konsisten.

4. Bersihkan Spuyer atau Nozzle Gas

Spuyer atau nozzle gas merupakan komponen kecil yang memiliki peran besar dalam mengatur jumlah gas yang keluar sebelum bercampur dengan udara, sehingga kondisi spuyer yang kotor akan langsung berdampak pada kualitas pembakaran.

Debu dapur, sarang serangga, dan kotoran halus sering kali masuk ke dalam spuyer tanpa disadari, sehingga pembersihannya perlu dilakukan menggunakan kuas kecil, sikat gigi kering, atau semprotan angin agar kotoran dapat keluar tanpa merusak bentuk lubang spuyer.

Spuyer yang bersih memungkinkan percampuran gas dan udara berlangsung secara seimbang, sehingga api kompor dapat kembali menyala dengan stabil, tidak berisik, dan berwarna biru terang yang menandakan pembakaran sempurna.

5. Lap Area Sekitar Dudukan Kompor

Area dudukan kompor sering kali luput dari perhatian, padahal bagian ini menjadi tempat menumpuknya minyak, debu, dan sisa masakan yang jatuh selama proses memasak, sehingga dapat mengganggu sirkulasi udara di sekitar burner.

Membersihkan area ini dapat dilakukan dengan kain lap basah yang diberi cairan pembersih dapur, lalu dilanjutkan dengan mengelap menggunakan kain kering agar tidak ada sisa cairan yang dapat menyebabkan permukaan menjadi lembap atau licin.

Dudukan kompor yang bersih membantu aliran udara tetap lancar dan mendukung proses pembakaran gas yang lebih optimal, sehingga nyala api menjadi lebih stabil dan efisiensi kompor dapat terjaga dalam jangka panjang.

6. Keringkan Semua Komponen Sebelum Dipasang Kembali

Setelah seluruh komponen kompor selesai dibersihkan, proses pengeringan menjadi tahap yang sangat penting karena sisa air yang menempel dapat menghambat aliran gas dan menyebabkan api sulit menyala dengan normal.

Pengeringan dapat dilakukan dengan cara mengelap setiap komponen menggunakan kain bersih yang kering, lalu mengangin-anginkannya hingga benar-benar tidak ada bagian yang lembap, terutama pada burner dan spuyer yang sangat sensitif terhadap air.

Komponen yang telah kering sempurna akan lebih aman saat digunakan kembali dan membantu mencegah munculnya suara letupan kecil, api tersendat, atau nyala yang tidak stabil ketika kompor dinyalakan.

7. Pasang Kembali dan Uji Nyala Api

Setelah semua bagian dipastikan kering, pasang kembali seluruh komponen kompor sesuai dengan posisi semula, lalu sambungkan regulator ke tabung gas dengan benar dan pastikan sambungan terpasang rapat tanpa kebocoran.

Nyalakan kompor dan perhatikan warna serta bentuk api yang dihasilkan, karena api biru yang merata, stabil, dan tidak mengeluarkan suara berisik menandakan bahwa proses pembersihan telah berhasil dilakukan dengan baik.

Jika api masih tampak merah, kuning, atau tidak merata, kemungkinan masih terdapat kotoran pada bagian tertentu, sehingga pembersihan dapat diulang secara lebih teliti hingga performa kompor benar-benar kembali optimal.

Apakah Bisa Dikerjakan Sendiri?

Cara-cara membersihkan kompor gas yang dijelaskan pada umumnya bisa dikerjakan sendiri di rumah dan tidak harus selalu melibatkan ahli, selama kondisinya masih dalam batas wajar dan pengguna melakukannya dengan hati-hati. Sebagian besar langkah seperti mematikan gas, melepas komponen kompor, membersihkan burner, melubangi sumbatan kecil dengan jarum, membersihkan spuyer secara ringan, mengelap dudukan kompor, hingga mengeringkan dan memasang kembali komponen aman dilakukan sendiri.

Pekerjaan ini tergolong perawatan rutin, tidak membutuhkan alat khusus, dan risikonya relatif rendah selama gas dalam kondisi mati dan kompor dibersihkan secara teliti. Bahkan, melakukan perawatan sendiri secara berkala justru dianjurkan agar kompor tetap awet dan api biru bisa dipertahankan tanpa menunggu kerusakan menjadi parah.

Meskipun demikian, ada beberapa kondisi di mana bantuan teknisi atau ahli kompor gas sangat disarankan, misalnya jika setelah dibersihkan api tetap merah atau tidak stabil, kompor mengeluarkan bau gas menyengat, terdapat kebocoran pada selang atau regulator, spuyer rusak atau aus, atau kompor sulit menyala meskipun semua bagian terlihat bersih. Pada situasi seperti ini, penanganan mandiri justru berisiko karena menyangkut sistem aliran gas yang lebih dalam dan memerlukan alat serta pengalaman khusus.

Pertanyaan dan Jawaban Cara Membersihkan Kompor Gas agar Api Biru Kembali Normal

Q: Kenapa api kompor gas berubah menjadi merah?

A: Biasanya disebabkan oleh burner atau spuyer yang kotor sehingga pembakaran gas tidak sempurna.

Q: Seberapa sering kompor gas perlu dibersihkan?

A: Idealnya dibersihkan ringan setiap minggu dan pembersihan menyeluruh dilakukan 1–2 bulan sekali.

Q: Apakah api biru selalu menandakan kompor aman?

A: Api biru menandakan pembakaran optimal, tetapi tetap perlu memastikan tidak ada kebocoran gas.

Q: Bolehkah membersihkan kompor saat masih terhubung gas?

A: Tidak disarankan, karena berisiko menyebabkan kebocoran dan membahayakan keselamatan.

Q: Apakah spuyer wajib dibersihkan saat api tidak normal?

A: Ya, karena spuyer yang tersumbat sering menjadi penyebab utama api tidak biru dan tidak stabil.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |