Apakah Bumbu Dapur Bisa Ditanam di Dalam Rumah? Ini 7 Cara Praktis agar Tetap Subur dan Tumbuh Baik

2 weeks ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Menanam bumbu dapur di dalam rumah kini semakin diminati, terutama oleh mereka yang tinggal di hunian perkotaan dengan lahan terbatas. Selain praktis, kebiasaan ini juga membantu memastikan bahan masakan selalu segar dan bebas pestisida. Tak heran jika tren urban farming indoor terus berkembang dari tahun ke tahun.

Banyak orang masih ragu apakah bumbu dapur bisa tumbuh optimal tanpa sinar matahari langsung dan tanah luas. Padahal, dengan teknik yang tepat, berbagai jenis bumbu dapur justru dapat tumbuh subur di dalam ruangan. Kuncinya terletak pada pencahayaan, media tanam, dan perawatan yang konsisten.

Keuntungan menanam bumbu dapur di dalam rumah bukan hanya soal efisiensi ruang. Aktivitas ini juga membantu menjaga kualitas udara, mempercantik interior, serta memberi kepuasan tersendiri saat memanen hasil sendiri. Bahkan, kegiatan ini cocok dilakukan oleh pemula sekalipun.

Berikut cara praktis menanam bumbu dapur di dalam rumah agar tetap subur dan tumbuh dengan baik, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (7/1/2026).

1. Pilih Jenis Bumbu Dapur yang Cocok untuk Indoor

Langkah pertama adalah memilih jenis bumbu dapur yang memang cocok ditanam di dalam ruangan. Beberapa tanaman seperti daun bawang, seledri, basil, mint, dan daun ketumbar dikenal lebih adaptif terhadap lingkungan indoor. Tanaman ini tidak membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari.

Selain itu, bumbu dapur berdaun cenderung lebih mudah dirawat dibanding tanaman berbuah. Pertumbuhannya relatif cepat dan tidak memerlukan ruang yang besar. Hal ini membuatnya ideal untuk ditanam di dapur atau dekat jendela rumah.

Dengan memilih jenis tanaman yang tepat sejak awal, risiko gagal panen dapat diminimalkan. Tanaman pun lebih mudah dirawat dan tetap tumbuh sehat meski berada di dalam rumah.

2. Gunakan Pot dengan Drainase yang Baik

Pemilihan pot menjadi faktor penting dalam menanam bumbu dapur di dalam rumah. Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang di bagian akar. Genangan air dapat menyebabkan akar cepat membusuk dan tanaman layu.

Pot tidak harus mahal, karena kamu bisa memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik atau kaleng. Namun, kebersihan dan lubang pembuangan air tetap harus diperhatikan. Dengan begitu, sirkulasi udara di media tanam tetap terjaga.

Ukuran pot juga sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman. Pot yang terlalu kecil bisa menghambat pertumbuhan, sementara pot yang terlalu besar membuat media tanam lembap terlalu lama.

3. Pilih Media Tanam yang Gembur dan Subur

Media tanam yang baik akan membantu akar berkembang dengan optimal. Campuran tanah, kompos, dan sekam bakar atau cocopeat bisa menjadi pilihan ideal. Media ini mampu menyimpan air sekaligus tetap porous.

Tanah yang terlalu padat akan menghambat penyerapan nutrisi dan air. Sebaliknya, media yang terlalu ringan membuat tanaman cepat kering. Oleh karena itu, keseimbangan komposisi media tanam sangat penting.

Dengan media tanam yang gembur dan subur, bumbu dapur dapat tumbuh lebih sehat. Daun yang dihasilkan pun lebih segar dan tidak mudah menguning.

4. Pastikan Tanaman Mendapat Cahaya yang Cukup

Meski ditanam di dalam rumah, bumbu dapur tetap membutuhkan cahaya. Letakkan tanaman di dekat jendela yang mendapatkan sinar matahari pagi. Cahaya alami membantu proses fotosintesis berjalan optimal.

Jika pencahayaan alami terbatas, lampu grow light bisa menjadi solusi tambahan. Lampu ini dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan tanaman indoor. Penggunaannya cukup beberapa jam setiap hari.

Cahaya yang cukup akan membuat tanaman tumbuh tegak dan tidak etiolasi. Daunnya pun tampak lebih hijau dan sehat.

5. Atur Pola Penyiraman Secara Teratur

Penyiraman menjadi salah satu kunci utama keberhasilan menanam bumbu dapur di dalam rumah. Tanaman indoor umumnya tidak membutuhkan air sebanyak tanaman luar ruangan. Penyiraman cukup dilakukan saat media tanam mulai kering.

Gunakan semprotan atau siram perlahan agar air tidak berlebihan. Penyiraman berlebihan justru membuat akar kekurangan oksigen. Hal ini dapat memicu jamur dan penyakit tanaman.

Dengan pola penyiraman yang tepat, kelembapan media tanam tetap terjaga. Tanaman pun tumbuh stabil tanpa risiko busuk akar.

6. Lakukan Pemangkasan Secara Rutin

Pemangkasan membantu merangsang pertumbuhan tunas baru pada bumbu dapur. Daun yang sudah tua atau menguning sebaiknya segera dipangkas. Cara ini juga menjaga tanaman tetap rapi dan sehat.

Selain itu, pemangkasan membuat energi tanaman terfokus pada bagian yang masih produktif. Daun baru biasanya tumbuh lebih segar dan aromanya lebih kuat. Hasil panen pun menjadi lebih optimal.

Pemangkasan rutin juga mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi atau kurus. Dengan begitu, tanaman tetap ideal untuk diletakkan di dalam rumah.

7. Berikan Pupuk Secara Berkala

Meskipun ditanam di pot, bumbu dapur tetap membutuhkan nutrisi tambahan. Pupuk organik cair bisa diberikan setiap dua hingga tiga minggu sekali. Dosisnya cukup ringan agar tidak merusak akar.

Pupuk membantu menjaga kesuburan media tanam yang nutrisinya bisa berkurang seiring waktu. Tanaman pun tetap tumbuh subur meski sering dipanen. Daun yang dihasilkan lebih lebat dan segar.

Dengan pemupukan yang tepat, bumbu dapur dapat dipanen berulang kali. Ini tentu sangat menguntungkan untuk kebutuhan masak harian.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah semua bumbu dapur bisa ditanam di dalam rumah?

Tidak semua, tetapi banyak bumbu daun seperti seledri, daun bawang, basil, dan mint sangat cocok ditanam indoor.

2. Apakah bumbu dapur indoor harus selalu terkena matahari langsung?

Tidak harus, namun tetap membutuhkan cahaya cukup, baik dari matahari tidak langsung maupun lampu tanaman.

3. Seberapa sering bumbu dapur indoor disiram?

Penyiraman dilakukan saat media tanam mulai kering, biasanya 2–3 kali seminggu tergantung kondisi ruangan.

4. Apakah bumbu dapur indoor bisa dipanen terus-menerus?

Bisa, asalkan perawatan, pemangkasan, dan pemupukan dilakukan secara rutin.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |