Liputan6.com, Jakarta - Memahami perbedaan ayam kampung dengan ayam pejantan biasa seringkali menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama saat memilih daging ayam di pasaran. Meskipun sekilas terlihat serupa, kedua jenis ayam ini memiliki karakteristik yang cukup berbeda.
Ayam kampung dikenal sebagai ayam lokal yang dipelihara secara tradisional, sementara ayam pejantan adalah ayam jantan dari jenis petelur yang dibesarkan untuk diambil dagingnya. Perbedaan mendasar ini memengaruhi banyak aspek, termasuk cara pemeliharaan, pertumbuhan, hingga tekstur dan rasa daging.
Perbedaan-perbedaan ini tidak hanya berdampak pada pengalaman makan, tetapi juga pada nilai gizi dan harga jual di pasaran. Dengan informasi yang akurat, Anda dapat lebih bijak dalam memilih dan mengolah daging ayam. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/12/2025).
1. Asal-usul dan Genetik Ayam Kampung vs Ayam Pejantan
Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial. Ayam ini merupakan ayam lokal atau ayam bukan ras (buras) yang telah lama beradaptasi dengan lingkungan setempat. Ayam kampung memiliki keanekaragaman genetik yang tinggi dan umumnya dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan.
Sebaliknya, ayam pejantan adalah ayam jantan yang berasal dari jenis ayam petelur komersial. Mereka merupakan hasil sortiran dari proses penetasan ayam petelur, di mana anak ayam jantan tidak digunakan untuk produksi telur sehingga dibesarkan sebagai ayam pedaging. Dahulu, ayam pejantan sering dianggap sebagai limbah dan dimusnahkan, namun kini dibudidayakan untuk diperjualbelikan.
Perbedaan asal-usul ini menjadi fondasi utama dalam memahami karakteristik perbedaan ayam kampung dengan ayam pejantan. Ayam kampung mewakili kekayaan genetik lokal, sementara ayam pejantan merupakan produk sampingan industri petelur yang kini memiliki nilai ekonomis tersendiri.
2. Cara Pemeliharaan Ayam Kampung dan Ayam Pejantan Berbeda
Ayam kampung umumnya dipelihara secara tradisional dengan sistem umbaran atau dilepasliarkan. Mereka dibiarkan mencari makan sendiri di lingkungan sekitar seperti biji-bijian dan serangga. Pemeliharaan ini seringkali tidak melibatkan pakan atau vitamin khusus, sehingga pertumbuhannya lebih lambat.
Meskipun demikian, sistem pemeliharaan alami ini membuat ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Mereka juga sangat adaptif terhadap perubahan lingkungan. Cara pemeliharaan ini berkontribusi pada karakteristik daging ayam kampung yang khas.
Sementara itu, ayam pejantan dipelihara secara lebih intensif dengan pemberian pakan dan vitamin khusus untuk menunjang pertumbuhannya. Mereka ditempatkan di kandang khusus dan mendapatkan perawatan terprogram, termasuk vaksinasi untuk mencegah penyakit. Perawatan intensif ini bertujuan untuk mencapai bobot panen yang optimal dalam waktu singkat. Ini menjadi salah satu perbedaan ayam kampung dengan ayam pejantan biasa.
3. Pertumbuhan dan Usia Panen
Ayam kampung memiliki pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan ayam ras komersial lainnya. Oleh karena itu, ayam ini memerlukan waktu pemeliharaan yang lebih lama untuk mencapai bobot panen ideal.
Produktivitas telur ayam kampung juga relatif rendah, hanya sekitar 115 butir per tahun. Aspek pertumbuhan lambat ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual ayam kampung di pasaran.
Sebaliknya, ayam pejantan memiliki masa pemeliharaan relatif singkat. Ayam ini biasanya sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar 7 hingga 8 minggu dengan bobot berkisar antara 0,6 hingga 0,7 kilogram.
Beberapa program budidaya bahkan dapat mencapai bobot 1,5–1,7 kg per ekor pada umur 75 hari. Pertumbuhan yang lebih cepat ini menjadikan ayam pejantan pilihan ekonomis bagi peternak dan konsumen.
4. Ciri Fisik yang Membedakan
Ciri-ciri fisik menjadi indikator jelas dalam perbedaan ayam kampung dengan ayam pejantan biasa. Ayam kampung jantan umumnya memiliki postur tubuh yang ramping dan panjang. Bagian dadanya seringkali menonjol dan terlihat kokoh.
Kakinya cenderung berwarna kehitaman atau agak gelap, dan kulitnya kekuningan serta tidak mudah sobek. Jengger ayam kampung yang sehat biasanya berwarna merah cerah dan tegak, menunjukkan vitalitasnya.
Ayam pejantan memiliki postur yang lebih tegap dibandingkan betina, dengan badan kokoh dan dada bidang. Bulu-bulunya juga terlihat lebih mengkilap, menandakan kesehatan yang baik. Kakinya umumnya berwarna putih terang, mirip dengan ayam broiler.
Kulit ayam pejantan terlihat lebih putih bersih dan cenderung lebih tipis serta mudah sobek dibandingkan ayam kampung. Perbedaan pada kulit dan kaki ini seringkali menjadi petunjuk awal bagi pembeli di pasar.
5. Kualitas Daging dan Cita Rasa
Daging ayam kampung dikenal memiliki tekstur yang lebih liat, padat, dan berserat, terutama jika ayamnya berusia tua. Warnanya cenderung lebih gelap atau kehitaman.
Kandungan lemaknya sangat sedikit, menjadikannya pilihan bagi yang mencari daging rendah lemak. Rasa daging ayam kampung sering digambarkan lebih gurih dan manis, menjadikannya primadona dalam masakan tradisional.
Daging ayam pejantan memiliki tekstur yang padat dan berisi, namun cenderung lebih lembut dan empuk dibandingkan ayam kampung. Hal ini karena ayam pejantan dipotong saat usia muda.
Warnanya lebih mengkilap dan kandungan lemaknya rendah, meskipun beberapa sumber menyebutkan kadar lemaknya lebih tinggi dari ayam kampung tetapi lebih rendah dari ayam broiler. Ayam pejantan memiliki rasa yang gurih dan legit, sering dijadikan alternatif pengganti ayam kampung.
Perbandingan Harga di Pasaran
Perbedaan ayam kampung dengan ayam pejantan biasa yang paling terasa adalah pada segi harga. Harga ayam kampung di pasaran cenderung lebih mahal dibandingkan dengan ayam pejantan atau ayam broiler. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk masa pemeliharaan lebih lama dan biaya produksi yang mungkin lebih tinggi.
Sementara ayam pejantan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan ayam kampung. Ayam ini sering dijadikan alternatif pengganti karena kemiripan tekstur dagingnya. Meskipun lebih murah dari ayam kampung, harganya cenderung sedikit lebih tinggi daripada ayam broiler.
Tujuan utama budidaya ayam kampung secara tradisional adalah untuk diambil dagingnya, meskipun produksi telurnya juga dimanfaatkan. Seiring meningkatnya permintaan, kini banyak ayam kampung diusahakan secara semi-intensif dan intensif.
Ayam pejantan dibudidayakan secara khusus sebagai penghasil daging. Budidaya ini memanfaatkan anak ayam jantan dari industri petelur yang tidak produktif untuk menghasilkan telur. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat dengan menawarkan alternatif daging ayam yang memiliki tekstur padat dan rendah lemak.
FAQ
- Apa perbedaan utama ayam kampung dan ayam pejantan? Ayam kampung adalah ayam lokal yang dipelihara tradisional, sedangkan ayam pejantan adalah ayam jantan dari jenis petelur yang dibesarkan untuk daging.
- Bagaimana tekstur daging ayam kampung dibandingkan ayam pejantan? Daging ayam kampung lebih liat dan berserat, sementara daging ayam pejantan lebih empuk meskipun padat.
- Apakah ayam pejantan lebih murah dari ayam kampung? Ya, ayam pejantan umumnya memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan ayam kampung.
- Berapa lama waktu panen ayam pejantan? Ayam pejantan biasanya dapat dipanen dalam waktu sekitar 7 hingga 8 minggu.
- Bagaimana cara pemeliharaan ayam kampung? Ayam kampung umumnya dipelihara secara umbaran dan mencari makan sendiri.
- Apa ciri fisik kulit ayam pejantan? Kulit ayam pejantan cenderung lebih putih bersih dan tipis, mirip ayam broiler.
- Mengapa ayam kampung memiliki rasa yang lebih gurih? Rasa gurih ayam kampung sering dikaitkan dengan pola makan alami dan aktivitas fisiknya yang lebih tinggi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481684/original/062305500_1769142128-HGN_2026__2_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473461/original/080716200_1768445652-hgn_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481443/original/045890400_1769132822-noFilter.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479491/original/006875800_1768980077-pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482073/original/043743000_1769157829-botol_dengan_sedotan__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396911/original/005107000_1761795438-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_hidroponik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482215/original/002800200_1769166104-Budidaya_Ikan_Nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482021/original/076088800_1769155411-duku__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482049/original/048374800_1769157048-menanam_cabai_tanpa_tanah_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482223/original/099475100_1769166479-Model_Plafon_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Tinggi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482027/original/002012200_1769156010-ChatGPT_Image_Jan_23__2026__02_45_39_PM.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444200/original/086252100_1765773160-gkg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)