Liputan6.com, Jakarta - Menanam cabai sering menghadapi masalah bunga mudah rontok meski daun tetap hijau. Hal ini sering disebabkan oleh penyebab bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau, seperti kondisi lingkungan atau perawatan yang kurang tepat.
Faktor nutrisi dan kelembapan tanah juga memengaruhi daya tahan bunga. Kekurangan unsur hara atau air yang tidak seimbang bisa membuat bunga gugur lebih cepat dari seharusnya, sehingga penting memahami penyebab bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau.
Selain itu, suhu dan paparan matahari ikut berperan. Panas berlebihan atau kelembapan tinggi bisa memicu bunga gugur sebelum sempat membentuk buah. Mengetahui penyebab bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau membantu pekebun menyesuaikan perawatan agar tanaman lebih sehat dan produktif.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penyebab bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau, Selasa (6/1/2026).
Penyebab Bunga Cabai Rontok Semua Padahal Daunnya Hijau
Mengutip buku berjudul Panen Cabai Setiap Hari di Lahan Sempit oleh Setiadi, ketika sedang berbunga, tanaman cabai memerlukan intensitas cahaya atau penyinaran cahaya yang cukup banyak. Apabila tanaman ternaungi tanaman lain, pertumbuhan akan terhambat.
Hal ini ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang meninggi, daun dan batang lemas, batang berair, bunga sedikit, umur panen lebih lama, serta kualitas dan kuantitas produksi menurun.
Berikut ini penyebab bunga cabai rontok semua:
1. Faktor Lingkungan
Suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dapat membuat bunga cabai rontok. Tanaman cabai idealnya tumbuh pada suhu 24°C–29°C, sehingga panas berlebihan atau hujan terus-menerus bisa memicu kerontokan bunga.
Kelembaban udara yang tinggi atau tidak stabil juga memengaruhi, karena bunga bisa mudah busuk. Selain itu, kurangnya cahaya matahari, misalnya karena tanaman terlalu rapat, mengganggu fotosintesis dan menyebabkan bunga tidak mendapat cukup nutrisi sehingga rontok.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi
Pemberian pupuk yang tidak sesuai dapat memicu bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau tetap terlihat sehat. Kelebihan nitrogen pada masa pembungaan membuat bunga rapuh dan mudah gugur.
Sebaliknya, kekurangan unsur mikro seperti kalsium, kalium, dan boron juga menyebabkan bunga rontok dan buah tidak berkembang. Nutrisi yang seimbang sangat penting untuk mendukung metabolisme dan kesehatan bunga cabai.
3. Serangan Hama
Hama seperti trips kerap menyerang daun muda dan bunga cabai, menghisap cairan dari jaringan tanaman sehingga bunga menjadi rontok.
Kehadiran hama ini bisa mengurangi daya tahan bunga dan membuatnya mudah gugur meski daun tetap hijau. Pencegahan dan pengendalian hama secara rutin diperlukan agar bunga tetap bertahan.
4. Penyakit Tanaman
Beberapa penyakit juga memicu kerontokan bunga cabai, misalnya virus Cucumber Mosaic Virus (CMV), Virus Gemini, atau penyakit antraknosa.
Virus dapat menghambat pertumbuhan dan membuat bunga mudah gugur, sedangkan antraknosa menyerang bunga dan buah sekaligus, sehingga sulit ditanggulangi jika sudah parah. Penanganan dini dan penggunaan varietas tahan penyakit sangat dianjurkan.
Praktik Budidaya yang Memicu Kerontokan Bunga Cabai
Praktik budidaya yang tidak tepat dapat menjadi salah satu penyebab bunga cabai rontok semua padahal daunnya hijau. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kekurangan atau Kelebihan Air
Kekeringan atau kurangnya air saat pembentukan bunga menyebabkan bunga mudah rontok. Sebaliknya, penyiraman berlebihan dapat merusak akar dan menimbulkan tekanan pada tanaman, sehingga bunga juga berguguran. Menjaga pola penyiraman yang tepat sangat penting untuk kesehatan bunga.
2. Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dan Pestisida Berlebihan
ZPT dapat merangsang pembungaan, tetapi dosis yang tidak sesuai justru menyebabkan bunga rontok. Overdosis pestisida juga berisiko, ditandai dengan ujung daun terbakar dan bunga gugur. Penggunaan sesuai anjuran sangat penting untuk menghindari efek negatif pada tanaman.
3. Penyerbukan yang Tidak Tepat
Penyerbukan yang kurang optimal, terutama jika suhu dan kelembaban sudah ideal, dapat membuat bunga gagal menempel dan rontok. Proses ini penting untuk pembentukan buah, sehingga teknik penyerbukan yang tepat akan membantu bunga bertahan lebih lama.
4. Fotosintesis yang Kurang Maksimal
Bunga cabai membutuhkan nutrisi yang cukup untuk bertahan. Kekurangan cahaya matahari atau nutrisi mengurangi kemampuan fotosintesis, sehingga bunga tidak mendapatkan makanan yang cukup dan akhirnya mudah rontok. Menjaga kondisi cahaya dan nutrisi tanaman sangat penting agar bunga tetap sehat.
Cara Mengatasi Bunga Cabai Rontok Semua
Berikut cara mengatasi bunga cabai rontok semua:
1. Atur Penyiraman Secara Tepat
Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, tidak terlalu sedikit maupun berlebihan. Siram cabai secara rutin, terutama saat pembentukan bunga, namun hindari genangan air di media tanam agar akar tidak mengalami tekanan atau busuk.
2. Seimbangkan Pemberian Nutrisi
Gunakan pupuk sesuai tahap pertumbuhan tanaman. Kurangi pemberian nitrogen berlebihan saat fase berbunga, dan pastikan tanaman memperoleh cukup unsur mikro seperti kalsium, kalium, dan boron agar bunga tetap kuat dan tidak mudah rontok.
3. Lindungi dari Suhu Ekstrem dan Jaga Kelembaban
Tanaman cabai idealnya tumbuh pada suhu 24°C–29°C. Hindari menanam di lokasi terlalu panas atau terlalu lembap. Jika perlu, beri naungan sementara saat terik matahari ekstrem atau pastikan drainase baik untuk mengurangi kelembaban berlebih.
4. Perhatikan Penyerbukan Bunga
Lakukan penyerbukan manual jika bunga rontok karena proses alami kurang optimal. Gunakan kuas kecil atau getarkan tanaman secara lembut untuk membantu serbuk sari mencapai putik, terutama di pagi hari saat suhu dan kelembaban ideal.
5. Cegah Serangan Hama dan Penyakit
Periksa tanaman secara rutin dan lakukan pengendalian hama seperti trips dengan insektisida alami atau mekanik. Gunakan varietas cabai tahan penyakit dan hindari penyemprotan pestisida berlebihan yang dapat merusak bunga.
6. Pastikan Cahaya Matahari dan Sirkulasi Udara Cukup
Tanaman cabai membutuhkan cahaya minimal 6 jam per hari. Atur jarak tanam agar sinar matahari merata dan udara dapat bersirkulasi dengan baik, sehingga proses fotosintesis optimal dan bunga mendapatkan cukup nutrisi.
Cara Penanaman Cabai yang Tepat
Mengutip buku berjudul Hilirisasi Produk Pertanian Budidaya Cabai Teknologi Tepat Guna Pengering Tenaga Surya (2021) oleh Zainal Abidin, Muhammad Iqbal Jafar, Syamsir, I Made Sudiarta, masalah kerontokan bunga cabai adalah permasalahan yang paling kompleks dihadapi petani ketika dalam proses pertumbuhan bibit cabai. Kerontokan bunga pada tanaman cabai akan sangat merugikan bagi petani karena kesegaran pangan pun akan terjadi.
Oleh sebab itu petani perlu mengetahui teknik menanam cabai agar hal tersebut tidak terjadi. Untuk itu petani perlu diberikan pemahaman cara menanam cabai yang baik menurut Rosalina dkk. (2016); (Adelfin & Endang, 2018). Adapun beberapa langkah budidaya cabai, di antaranya sebagai berikut:
1. Usahakan kondisi tanah yang digunakan lembab dengan kadar air cukup. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan penyiraman secara rutin agar kebutuhan air cukup untuk tanaman cabai. Akan lebih baik jika menanam cabai di area yang dekat dengan sumber air seperti sumur ataupun sungai. Hal tersebut akan memudahkan penyiraman ketika musim kemarau.
2. Tanamlah cabai pada lahan yang dapat mendapatkan sinar matahari secara langsung, oleh sebab itu sangat tidak dianjurkan menanam cabai di lahan yang teduh atau banyak pohon besar yang menaungi tanaman.
3. Jika menanam cabai pada musim hujan, sebaiknya gunakan mulsa plastik yang berwarna hitam perak. Penggunaan mulsa plastik dapat menjaga kondisi tanah agar tidak terlalu basah pada waktu musim hujan.
4. Kurangi resiko serangan virus/hama tanaman dengan tidak menanam cabai secara monokultur (satu jenis tanaman cabai di satu lahan tanam) karena akan menyebabkan terserang virus/hama dari bekas tanaman tersebut, karena jika tidak akan mudah terkena serangan hama seperti aphids dan juga kutu.
5. Gunakan pestisida yang sesuai dengan dosis atau takaran untuk menanggulangi serangan hama seperti aphids, tungau dan juga hama kutu.
6. Berilah pupuk nitrogen secukupnya, karena apabila kebanyakan dapat menyebabkan kerontokan bunga cabai dan juga dapat menyebabkan tanaman cabai rentan terkena penyakit yang lain.
7. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, gunakan pupuk kalsium sebagai pupuk dasar dalam tanah cabai. Pemberian pupuk kalsium bisa dilakukan dengan cara penyemprotan.
8. Selain pemberian pupuk dasar, tanaman cabai juga perlu diberikan unsur mikro. Pemberian unsur mikro bisa dilakukan dengan penyemprotan pada bagian daun. Unsur mikro ini sedikit dibutuhkan oleh tanaman cabai.
Q & A Seputar Topik
Mengapa bunga cabai bisa rontok padahal daunnya hijau?
Bunga cabai rontok meskipun daunnya hijau seringkali merupakan respons tanaman terhadap stres akibat faktor lingkungan ekstrem, ketidakseimbangan nutrisi, serangan hama atau penyakit, dan praktik budidaya yang kurang tepat.
Apa saja faktor lingkungan yang menyebabkan bunga cabai rontok?
Faktor lingkungan meliputi suhu ekstrem (terlalu panas atau dingin), kelembaban udara yang terlalu tinggi atau tidak stabil, curah hujan tinggi yang memengaruhi tanah, serta cahaya matahari yang tidak cukup untuk fotosintesis.
Bagaimana ketidakseimbangan nutrisi memengaruhi kerontokan bunga cabai?
Kelebihan nitrogen pada fase pembungaan dan kekurangan unsur hara mikro seperti kalsium, kalium, dan boron dapat menyebabkan bunga cabai menjadi rapuh dan rontok, serta menghambat perkembangan buah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481443/original/045890400_1769132822-noFilter.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479491/original/006875800_1768980077-pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482073/original/043743000_1769157829-botol_dengan_sedotan__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396911/original/005107000_1761795438-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_hidroponik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482215/original/002800200_1769166104-Budidaya_Ikan_Nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482021/original/076088800_1769155411-duku__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482049/original/048374800_1769157048-menanam_cabai_tanpa_tanah_6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482223/original/099475100_1769166479-Model_Plafon_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Tinggi_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482027/original/002012200_1769156010-ChatGPT_Image_Jan_23__2026__02_45_39_PM.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444200/original/086252100_1765773160-gkg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480264/original/037795400_1769051262-Kombinasikan_dengan_Pakan_Hijauan_Segar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481955/original/097546900_1769152614-desain_teras_rumah_lahan_terbatas__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481878/original/087568900_1769150171-AA_Budidaya_Ikan_Nila_dengan_Azolla.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481888/original/095671600_1769150212-ikan_gabus__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482156/original/015904800_1769162872-Warna_Lantai_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Luas_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481808/original/032997500_1769147564-Gaya_Minimalis_dengan_Sentuhan_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481807/original/063984500_1769147414-kandang_long_yam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482095/original/031157300_1769159220-Meja_Bar_Dapur_Minimalis_yang_Bagus_untuk_Rumah_KPR.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)