10 Cara Mengurangi Debu Masuk Rumah Tanpa Renovasi, Bersih-bersih Jadi Mudah

2 weeks ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Debu adalah masalah klasik di hampir setiap rumah. Meski sudah rutin dibersihkan, lapisan debu kerap muncul kembali di lantai, meja, hingga sudut-sudut tersembunyi. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara di dalam ruangan.

Banyak orang mengira solusi debu berlebih hanya bisa dilakukan lewat renovasi besar, seperti mengganti lantai atau menutup seluruh ventilasi. Padahal, ada banyak langkah praktis yang bisa diterapkan tanpa mengubah struktur bangunan sama sekali.

Liputan6.com akan membahas cara mengurangi debu masuk rumah tanpa renovasi dengan pendekatan perawatan rumah dan desain cerdas, sehingga hunian terasa lebih bersih, sehat, dan nyaman setiap hari, Senin (5/1/2026).

Memahami dari Mana Asal Debu di Dalam Rumah

Sebelum membahas solusinya, penting untuk memahami apa itu debu dan dari mana asalnya. Debu rumah tangga merupakan campuran kompleks dari sel kulit mati, serat kain, rambut, bulu hewan, serbuk tanah, serbuk sari, hingga partikel mikro seperti spora jamur dan bakteri. Sebagian besar debu berasal dari luar rumah dan masuk melalui pintu, jendela, sepatu, pakaian, serta hewan peliharaan.

Kondisi rumah, sistem ventilasi, dan kebiasaan penghuni juga sangat memengaruhi tingkat debu. Oleh karena itu, pendekatan terbaik bukan hanya membersihkan, tetapi mencegah debu masuk dan beredar di dalam rumah. Berikut langkah cara mengurangi debu masuk rumah tanpa renovasi yang bisa dipilih.

1. Gunakan Air Purifier dengan Filter HEPA

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi debu adalah menggunakan alat pemurni udara (air purifier). Perangkat ini bekerja menyaring partikel debu, bulu hewan, dan alergen sebelum mengendap di permukaan rumah. Filter HEPA mampu menangkap partikel mikroskopis hingga 99,97%, termasuk debu halus yang sering terhirup.

Anda bisa memilih air purifier portabel untuk kamar tidur atau ruang keluarga. Untuk rumah dengan masalah debu berat, air purifier whole-house juga dapat menjadi solusi jangka panjang tanpa renovasi.

2. Rutin Merawat Sistem HVAC atau AC

Sistem pendingin udara dan ventilasi berperan besar dalam sirkulasi debu. Filter AC atau HVAC yang kotor justru dapat menyebarkan debu ke seluruh ruangan. Gantilah filter secara berkala sesuai rekomendasi pabrikan, dan gunakan filter dengan nilai MERV lebih tinggi jika memungkinkan.

Selain itu, lakukan servis AC secara rutin dan pertimbangkan pembersihan saluran udara setidaknya setahun sekali, terutama jika Anda memiliki hewan peliharaan.

3. Kurangi Barang dan Dekorasi yang Menumpuk

Permukaan yang penuh barang memberi lebih banyak ruang bagi debu untuk menempel. Meja penuh pajangan, rak terbuka yang padat, dan tumpukan barang kecil akan sulit dibersihkan secara maksimal.

Gunakan kotak penyimpanan tertutup untuk barang yang jarang dipakai, dan biasakan menyimpan benda di lemari. Dengan mengurangi clutter, Anda otomatis mengurangi area penumpukan debu dan mempercepat proses pembersihan.

4. Batasi Dekorasi Berbahan Kain Tebal

Karpet tebal, gorden berat, sofa kain, dan tirai berbahan tekstil adalah “magnet debu”. Jika memungkinkan, pilih tirai berbahan sintetis, kayu, atau plastik yang lebih mudah dibersihkan. Untuk karpet, gunakan jenis low-pile atau karpet kecil yang bisa dicuci rutin.

Bantal dekorasi, selimut, dan bed cover yang jarang digunakan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar tidak menjadi sarang debu.

5. Rawat Hewan Peliharaan Secara Teratur

Bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan merupakan komponen utama debu rumah. Menyikat hewan secara rutin, idealnya di luar rumah, dapat mengurangi jumlah bulu yang rontok di dalam ruangan.

Memandikan hewan sesuai kebutuhan dan menggunakan alas tidur hewan yang mudah dicuci juga membantu menekan akumulasi debu, terutama bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

6. Pasang Keset dan Biasakan Lepas Sepatu

Debu dari luar paling sering masuk lewat alas kaki. Letakkan keset di setiap pintu masuk rumah, baik di luar maupun di dalam. Keset berbahan serat kasar seperti sabut kelapa efektif menangkap tanah dan debu sebelum terbawa masuk.

Biasakan seluruh penghuni dan tamu melepas sepatu di depan rumah. Kebiasaan sederhana ini terbukti sangat efektif sebagai cara mengurangi debu masuk rumah tanpa renovasi.

7. Bersihkan Rumah Secara Konsisten dan Tepat

Membersihkan rumah secara rutin adalah kunci utama pengendalian debu. Gunakan kain microfiber atau lap lembap agar debu terangkat, bukan beterbangan. Mulailah dari area atas seperti kipas angin dan rak, lalu turun ke lantai.

Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk lantai dan sofa, terutama jika Anda sensitif terhadap debu. Jangan lupa mencuci sprei dan sarung bantal minimal seminggu sekali karena debu dan tungau banyak menumpuk di area tidur.

8. Tutup Celah di Pintu dan Jendela

Tanpa renovasi besar, Anda tetap bisa menutup celah di sekitar pintu dan jendela menggunakan weather stripping, karet pintu, atau sealant sederhana. Celah kecil inilah yang sering menjadi jalur masuk debu dan polusi.

Selain mengurangi debu, langkah ini juga membantu menjaga suhu ruangan dan menghemat energi listrik.

9. Atur Kelembapan Udara

Debu mudah beterbangan di udara kering, sementara tungau debu berkembang di udara terlalu lembap. Idealnya, kelembapan rumah dijaga di kisaran 30–50%. Gunakan exhaust fan di dapur dan kamar mandi, serta dehumidifier di area lembap seperti kamar mandi atau gudang.

Pengaturan kelembapan yang tepat akan membuat debu lebih mudah dikendalikan dan kualitas udara meningkat.

10. Manfaatkan Tanaman Indoor

Beberapa tanaman hias seperti lidah mertua, spider plant, dan peace lily dikenal membantu menyaring udara. Meski tidak menggantikan air purifier, tanaman dapat membantu meningkatkan kualitas udara dan menangkap partikel debu ringan.

Pastikan tanaman dirawat dengan baik agar tidak justru menjadi sumber jamur atau debu baru.

FAQ Seputar Merawat Rumah Agar Selalu Bersih

1. Apakah debu bisa benar-benar dihilangkan dari rumah?

Tidak sepenuhnya. Debu adalah partikel alami, tetapi jumlahnya bisa ditekan secara signifikan dengan pencegahan dan perawatan rutin.

2. Seberapa sering sebaiknya membersihkan rumah agar bebas debu?

Idealnya, debu dibersihkan setiap 2–3 hari, sementara vacuum dan cuci sprei dilakukan minimal seminggu sekali.

3. Apakah air purifier wajib untuk rumah berdebu?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan terutama bagi penderita alergi, asma, atau rumah dengan hewan peliharaan.

4. Apakah membuka jendela membuat rumah lebih berdebu?

Ya, terutama saat angin kencang atau musim serbuk sari. Buka jendela di waktu tertentu dan pastikan kasa jendela bersih.

5. Apa kesalahan paling umum dalam membersihkan debu?

Menggunakan kemoceng kering yang justru menyebarkan debu ke udara, bukan mengangkatnya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |