Tips agar Pohon Kelengkeng Berbuah Lebat dengan Cara yang Sederhana dan Pupuk Alami

2 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menanam kelengkeng di pekarangan rumah sering dianggap sulit karena banyak orang menanamnya dan hanya mendapatkan daun rimbun tanpa buah. Padahal, dari pengalaman Yusnidar, pegiat kebun rumahan yang sudah menanam kelengkeng sejak sekitar tahun 2015, kunci utama agar pohon rajin berbuah justru terletak pada perawatan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari pemilihan bibit, media tanam, hingga kebiasaan penyiraman yang tepat.

Wanita asal Batusangkar, Sumatra Barat ini telah menanam kelengkeng hasil cangkok lebih dari sepuluh tahun. Ia menjelaskan bahwa kelengkeng yang ditanam bisa berbuah hingga dua kali setahun jika dirawat dengan cara yang benar. Bahkan, tanpa pupuk mahal pun hasilnya tetap maksimal asalkan tanaman mendapatkan air cukup, nutrisi alami dari sekitar rumah, serta siklus pertumbuhan yang dibiarkan berjalan alami. Lalu, apa saja tips agar pohon kelengkeng bisa berbuah lebat dengan cara yang sederhana?

1. Pilih Bibit dari Cangkok agar Cepat Berbuah

Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan kelengkeng berbuah lebat. Dibandingkan menanam dari biji, bibit hasil cangkok dinilai jauh lebih cepat memasuki fase produktif karena sifatnya sudah mengikuti indukan yang sebelumnya pernah berbuah, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama hanya untuk pertumbuhan batang dan daun saja.

Ketika ditemui Liputan6.com, Yusnidar menyampaikan alasannya memilih cangkok, “Biar cepat berbuah, kalau dari biji bisa lebih lama.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa metode perbanyakan sangat mempengaruhi hasil panen, terutama bagi penanam rumahan yang ingin melihat hasil tanpa menunggu bertahun-tahun.

Dengan bibit cangkok, energi tanaman tidak habis di fase vegetatif, tetapi lebih cepat diarahkan untuk membentuk bunga dan buah, sehingga perawatan selanjutnya bisa lebih difokuskan pada menjaga kesehatan tanaman, bukan sekadar menumbuhkan batang besar.

2. Gunakan Varietas Kelengkeng yang Responsif Berbuah

Selain metode perbanyakan, jenis kelengkeng juga berperan besar dalam menentukan seberapa rajin pohon menghasilkan buah. Tidak semua varietas memiliki karakter yang sama, karena ada yang cenderung lama berbunga dan ada pula yang lebih responsif meski dirawat secara sederhana.

Ibu dari tiga anak ini kini menanam kelengkeng jenis Hawa yang dikenal memiliki kulit putih, biji kecil, dan daging yang tebal. Ia menyebutkan, “Yang kelengkeng Hawa ini lebih cepat dia berbuah.”

Dengan varietas yang tepat, pemilik kebun tidak perlu terlalu sering memberi rangsangan tambahan, karena tanaman sudah memiliki kecenderungan alami untuk berbunga dan berbuah secara rutin selama kebutuhan dasarnya terpenuhi.

3. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Alami

Media tanam yang baik akan memudahkan akar menyerap air serta nutrisi secara maksimal. Tanah yang terlalu padat membuat akar sulit berkembang, sehingga tanaman mudah stres dan pertumbuhan bunga bisa terhambat meskipun sudah diberi pupuk.

Saat mencangkok, campuran sederhana berupa kompos pupuk kambing, tanah, dan sekam bakar bisa digunakan sebagai penyubur tanaman. Campuran ini membuat media menjadi ringan, porous, dan kaya unsur organik yang membantu pembentukan akar sehat sejak awal.

Dengan media yang gembur, tanaman kelengkeng bisa tumbuh stabil, tidak mudah kekurangan air, serta mampu menyimpan nutrisi alami lebih lama tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang mahal.

4. Atur Pola Penyiraman Secara Konsisten

Air adalah faktor penting yang sering dianggap sepele, padahal penyiraman yang tepat sangat berpengaruh pada pembentukan bunga dan buah kelengkeng. Tanaman yang kekurangan air akan fokus bertahan hidup, bukan menghasilkan buah.

Disarankan melakukan penyiraman sekitar sampai tiga kali seminggu, menyesuaikan kondisi cuaca. Saat musim hujan, penyiraman bisa dikurangi agar akar tidak terlalu lembap dan terhindar dari pembusukan.

Dengan pola air yang stabil, kelengkeng mampu menumbuhkan daun muda secara sehat, lalu memicu munculnya bunga, sehingga proses pembuahan dapat berjalan alami tanpa harus dirangsang pupuk khusus.

5. Manfaatkan Air Beras dan Limbah Dapur

Salah satu rahasia murah agar kelengkeng tetap subur adalah memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah. Air beras, ampas teh, kulit buah, hingga cangkang telur ternyata bisa menjadi sumber nutrisi alami yang sangat baik bagi tanaman.

“Nanti bisa pakai air beras yang dicampur dengan limbah makanan, ampas teh, kulit buah, cangkang telur,” tambahnya.

Air beras mengandung karbohidrat dan mikroorganisme yang membantu tanah lebih hidup. Cangkang telur kaya kalsium yang berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sehingga tanaman lebih kuat dan tidak mudah rontok saat mulai berproduksi, meskipun tanpa pupuk pabrikan.

6. Pangkas Cabang yang Tidak Produktif

Pemangkasan merupakan teknik penting yang sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembuahan kelengkeng. Cabang yang terlalu rimbun, tumbuh ke dalam, atau sudah tua biasanya hanya menyerap nutrisi tanpa memberi kontribusi pada pembentukan bunga sehingga perlu dipangkas agar energi tanaman lebih terfokus ke cabang produktif.

Dengan memangkas secara teratur, sirkulasi udara dan cahaya di dalam tajuk menjadi lebih baik sehingga daun tidak lembap berlebihan dan risiko penyakit bisa ditekan. Selain itu, cahaya yang masuk merata ke seluruh bagian pohon akan membantu merangsang munculnya tunas bunga pada cabang-cabang yang sehat.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah panen atau saat tanaman tidak sedang berbunga agar tidak mengganggu siklus produksi. Jika dilakukan dengan benar, kelengkeng akan membentuk cabang baru yang lebih kuat dan siap menjadi tempat tumbuhnya buah pada musim berikutnya.

7. Maksimalkan Sinar Matahari

Kelengkeng termasuk tanaman yang sangat membutuhkan cahaya matahari penuh agar proses fotosintesis berjalan maksimal. Idealnya, pohon mendapatkan paparan sinar matahari langsung selama enam hingga delapan jam setiap hari supaya energi yang dihasilkan cukup untuk mendukung pembentukan bunga dan buah.

Jika tanaman terlalu sering ternaungi bangunan, tembok, atau pohon lain, pertumbuhannya cenderung memanjang dan rimbun daunnya, tetapi malas berbunga. Oleh sebab itu, posisi tanam perlu diperhatikan sejak awal atau dilakukan pemangkasan pada tanaman lain yang menghalangi cahaya masuk ke tajuk kelengkeng.

Dengan pencahayaan yang optimal, hasil fotosintesis akan meningkat sehingga cadangan makanan dalam tanaman cukup besar untuk dialokasikan ke fase pembuahan. Cahaya yang merata juga membantu bunga berkembang lebih sehat dan mengurangi risiko gugur sebelum menjadi buah.

8. Bersihkan Gulma di Sekitar Akar

Gulma atau rumput liar di sekitar batang sering menjadi pesaing utama kelengkeng dalam menyerap air dan nutrisi dari tanah. Jika dibiarkan, nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pembentukan bunga justru habis diserap tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya.

Membersihkan area sekitar akar dengan radius lima puluh hingga seratus sentimeter akan membantu kelengkeng mendapatkan asupan nutrisi lebih optimal. Tanah yang bersih juga memudahkan air dan udara masuk ke perakaran sehingga akar dapat berkembang dengan sehat.

Selain itu, lingkungan yang bersih di sekitar batang mengurangi risiko hama dan penyakit yang sering bersembunyi di sela-sela rumput. Dengan akar yang sehat dan nutrisi tidak berebut, kelengkeng memiliki peluang lebih besar untuk berbunga dan berbuah secara maksimal.

9. Fokus pada Perawatan Rutin, Bukan Harga Pupuk

Banyak orang gagal karena terlalu terpaku pada pupuk mahal, padahal yang lebih penting adalah perawatan harian yang konsisten. Kelengkeng membutuhkan perhatian sederhana yang dilakukan terus-menerus.

Penyiraman cukup, media tanam yang baik, pemangkasan ringan, serta nutrisi alami dari dapur sudah cukup membantu tanaman berkembang optimal tanpa biaya besar.

Dengan pola seperti ini, kelengkeng tetap sehat, rajin berbunga, dan menghasilkan buah lebat meski ditanam di pekarangan rumah dengan modal yang sederhana.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Berapa lama kelengkeng cangkok mulai berbuah?

A: Umumnya lebih cepat dibanding biji, bisa produktif dalam waktu relatif singkat jika perawatan baik.

Q: Apakah kelengkeng harus pakai pupuk kimia?

A: Tidak, kelengkeng bisa subur dengan air beras, limbah dapur, dan media tanam organik.

Q: Berapa kali penyiraman yang ideal?

A: Sekitar 3 kali seminggu, disesuaikan dengan musim hujan atau kemarau.

Q: Kapan waktu pemupukan terbaik?

A: Setelah tanaman mencapai tinggi sekitar satu meter untuk merangsang pertumbuhan daun dan cabang.

Q: Apakah kelengkeng bisa berbuah dua kali setahun?

A: Bisa, jika siklus alami setelah panen dijaga dan perawatan dilakukan secara konsisten.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |