Liputan6.com, Jakarta - Pohon pisang sering menghadapi risiko roboh saat musim hujan disertai angin kencang, baik di kebun petani maupun pekarangan rumah. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal panen karena batang yang berat oleh buah dan tanah yang melunak akibat hujan membuat akar kehilangan cengkeraman.
Robohnya pohon pisang terjadi karena kombinasi faktor lingkungan dan karakteristik tanaman itu sendiri. Tanah yang jenuh air menurunkan stabilitas perakaran, sementara beban tandan buah memberikan tekanan tambahan pada batang saat diterpa angin.
Pencegahan menjadi langkah penting dalam budidaya pisang agar tanaman tetap tegak dan produktif. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (22/1), cara mencegah pisang roboh saat hujan angin disertai perawatan dan penopangan yang tepat agar panen dapat sukses dan berkelanjutan.
Penyebab Utama Pisang Roboh saat Hujan Angin
Pohon pisang memiliki kerentanan khusus terhadap cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan disertai angin kencang. Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi tanah yang menjadi lembek dan jenuh air akibat curah hujan tinggi, dan secara drastis mengurangi daya cengkeram akar pisang. Kondisi ini membuat fondasi tanaman menjadi tidak stabil, sementara kelembapan tanah yang berlebihan juga menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangan virus, jamur, dan bakteri penyebab penyakit pada tanaman pisang.
Selain kondisi tanah, beban buah yang berat pada tandan pisang juga menjadi faktor signifikan. Tanaman pisang yang sudah mulai berbuah akan menanggung bobot yang semakin besar seiring dengan perkembangan buahnya. Beban ekstra ini memberikan tekanan tambahan pada batang, sehingga pohon pisang menjadi lebih rentan untuk tumbang ketika diterpa angin kencang.
Angin kencang sendiri merupakan ancaman langsung yang memberikan tekanan fisik besar pada batang dan daun pisang. Meskipun batang pisang memiliki fleksibilitas tertentu, namun tanpa penopang yang memadai, tekanan angin dapat dengan mudah menyebabkan batang patah atau pohon tumbang. Kombinasi dari tanah lembek, beban buah, dan terpaan angin kencang inilah yang seringkali menjadi pemicu utama robohnya pohon pisang.
Pemasangan Penyangga Efektif untuk Batang Pisang
Salah satu strategi paling efektif dalam cara mencegah pisang roboh saat hujan angin adalah dengan memasang tiang penyangga. Penyangga ini berfungsi vital untuk menjaga agar pohon pisang tetap berdiri tegak, kokoh, dan kuat, terutama saat menghadapi terpaan angin kencang. Pemasangan penyangga menjadi sangat penting ketika tanaman pisang sudah mulai berbuah, mengingat beban buah yang terus bertambah.
Bahan yang digunakan untuk tiang penyangga cukup bervariasi dan dapat disesuaikan dengan ketersediaan. Petani umumnya menggunakan kayu, bambu, atau bahkan pipa berbahan besi sebagai penyangga. Bambu seringkali menjadi pilihan favorit karena sifatnya yang kuat dan mudah didapatkan di banyak daerah, menjadikannya solusi praktis dan ekonomis.
Metode pemasangan penyangga juga beragam, namun tujuannya sama: menopang batang pisang secara efektif. Salah satu teknik yang umum adalah memasang penyangga bambu secara miring searah datangnya angin untuk mencegah batang patah. Penyangga ini diposisikan sedemikian rupa untuk memberikan dukungan maksimal pada batang. Pemasangan penyangga sebaiknya dilakukan segera setelah tandan buah mulai terbentuk dan beban buah semakin terasa.
Perawatan Tanaman Pisang untuk Kekuatan Optimal
Perawatan tanaman yang baik dan teratur juga memegang peranan penting dalam meningkatkan ketahanan pohon pisang terhadap cuaca ekstrem. Sanitasi kebun yang optimal, misalnya, sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit pada tanaman pisang, terutama di musim hujan. Ini mencakup pemangkasan pelepah yang sudah mengering dan pembersihan sisa batang pisang. Selain itu, menghindari genangan air pada area rumpun pisang serta memastikan drainase air mengalir dengan baik adalah kunci untuk menjaga kesehatan akar dan mencegah perkembangan penyakit.
Aspek lain dari perawatan adalah pemupukan yang tepat. Pemberian unsur hara kalsium (kapur dolomit) dapat membantu memperkuat struktur tanaman. Penting untuk menghindari pemupukan berlebihan dengan unsur nitrogen (N) selama musim hujan, dan sebaliknya, meningkatkan pemberian unsur hara mikro seperti pupuk kandang atau kompos yang diperkaya trikoderma. Nutrisi yang seimbang akan membuat tanaman lebih kuat dan tahan terhadap tekanan lingkungan.
Melakukan penjarangan anakan pisang juga merupakan praktik perawatan yang bermanfaat. Dengan mengurangi jumlah anakan, nutrisi dapat lebih terfokus pada tanaman induk dan perkembangan buah. Hal ini tidak hanya mengurangi beban keseluruhan rumpun, tetapi juga memastikan bahwa tanaman induk mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kuat dan menghasilkan buah berkualitas.
Memilih Lokasi dan Varietas yang Tepat
Pemilihan lokasi tanam yang strategis dan varietas pisang yang sesuai dapat secara signifikan mengurangi risiko roboh. Jika lahan budidaya sering terpapar angin kencang, menanam pohon penahan angin di pinggir lahan, seperti pucuk merah, bisa menjadi solusi efektif. Pohon-pohon ini akan bertindak sebagai penghalang alami yang mengurangi kecepatan angin yang menerpa tanaman pisang.
Waktu tanam juga perlu diperhatikan; menanam pisang sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan untuk memberikan kesempatan akar berkembang sebelum musim angin kencang tiba. Selain itu, memilih varietas pisang yang secara genetik lebih tahan terhadap kondisi lembap dan penyakit yang umum di musim hujan akan sangat membantu. Beberapa varietas dikenal memiliki batang yang lebih kokoh dan tidak mudah roboh, bahkan saat berbuah lebat.
Memilih bibit yang cocok untuk lahan lembap dan menerapkan pemupukan organik juga berkontribusi pada kesehatan akar yang optimal. Akar yang sehat dan kuat akan memiliki daya cengkeram yang lebih baik di tanah, bahkan saat tanah menjadi lembek. Dengan kombinasi pemilihan lokasi, waktu tanam, dan varietas tepat, petani dapat meningkatkan ketahanan tanaman pisang mereka secara keseluruhan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa pohon pisang mudah roboh saat hujan angin?
Pohon pisang mudah roboh karena kombinasi tanah lembek akibat hujan, beban buah yang berat, dan tekanan angin kencang yang mengurangi daya cengkeram akar.
2. Bagaimana cara paling efektif mencegah pisang roboh?
Cara paling efektif adalah dengan memasang tiang penyangga dari kayu, bambu, atau besi untuk menopang batang, terutama saat tanaman sudah berbuah.
3. Apa saja perawatan yang bisa memperkuat tanaman pisang?
Perawatan meliputi sanitasi kebun, pemupukan dengan unsur kalsium, menghindari nitrogen berlebih, serta penjarangan anakan untuk fokus nutrisi.
4. Kapan waktu yang tepat untuk memasang penyangga pada pohon pisang?
Penyangga sebaiknya dipasang ketika tanaman pisang sudah berbuah, karena beban buah akan semakin berat dan rentan roboh.
5. Apakah pemilihan lokasi dan varietas pisang berpengaruh pada ketahanan roboh?
Ya, menanam pohon penahan angin, memilih waktu tanam awal musim hujan, dan varietas tahan lembap dapat mengurangi risiko roboh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066712/original/084845900_1735265296-WhatsApp_Image_2024-12-27_at_09.06.10.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)