Liputan6.com, Jakarta - Bika ambon terkenal dengan teksturnya yang lembut, wangi, dan punya serat “sarang” cantik di dalamnya. Tapi kenyataannya, banyak orang gagal saat mencoba membuatnya di rumah karena adonan tidak bersarang atau malah bantat. Padahal kalau sudah tahu triknya, prosesnya bisa lebih mudah dan hasilnya memuaskan. Karena itu, memahami cara membuat bika ambon yang tepat jadi kunci agar hasilnya anti zonk.
Menariknya, kamu tetap bisa praktik cara membuat bika ambon tanpa ribet timbangan digital karena takarannya bisa pakai sendok. Walau sederhana, detail seperti fermentasi, suhu adonan, dan teknik memanggang sangat menentukan. Bika ambon juga punya karakter adonan yang unik karena harus berbuih agar sarangnya jadi. Kalau kamu mengikuti langkahnya secara urut, peluang berhasil akan jauh lebih besar. Berikut 7 cara membuat bika ambon bersarang anti gagal dengan takaran sendok, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (22/1/2026).
1. Pakai Ragi Aktif yang Masih Bagus
Hal pertama yang menentukan berhasil atau tidaknya bika ambon adalah kondisi ragi. Dalam cara membuat bika ambon, ragi berfungsi membentuk fermentasi yang membantu munculnya sarang. Kalau ragi sudah mati atau kurang aktif, adonan tidak akan mengembang maksimal. Akibatnya, bika ambon bisa bantat dan teksturnya padat.
Untuk memastikan ragi masih aktif, kamu bisa “tes” ragi dulu dengan air hangat dan sedikit gula. Jika muncul busa dalam beberapa menit, artinya ragi siap dipakai. Jangan pakai air yang terlalu panas karena bisa langsung membunuh ragi. Gunakan ragi instan dengan takaran pas agar fermentasi tidak berlebihan dan aroma tetap enak.
2. Gunakan Santan Hangat Bukan Panas
Santan jadi kunci rasa gurih dan aroma khas bika ambon. Dalam cara membuat bika ambon, santan sebaiknya digunakan dalam keadaan hangat suam-suam kuku, bukan panas. Santan yang terlalu panas bisa merusak ragi dan membuat proses fermentasi gagal. Selain itu, santan panas bisa membuat adonan “kaget” sehingga teksturnya tidak stabil.
Kamu bisa memasak santan bersama daun pandan dan sedikit garam agar lebih wangi. Setelah itu, dinginkan sampai benar-benar hangat sebelum dicampur ke adonan. Santan yang hangat juga membantu adonan lebih mudah tercampur rata. Dengan teknik ini, bika ambon akan lebih harum dan hasil sarangnya lebih cantik.
3. Fermentasi Adonan Sampai Berbuih
Salah satu ciri sukses cara membuat bika ambon adalah adonannya berbuih setelah didiamkan. Buih ini jadi tanda fermentasi berjalan dan adonan siap dipanggang. Jika adonan langsung dipanggang tanpa fermentasi yang cukup, sarangnya biasanya tidak terbentuk. Banyak yang gagal karena terburu-buru di tahap ini.
Waktu fermentasi biasanya sekitar 45–60 menit tergantung suhu ruangan. Kamu harus menutup adonan dengan kain bersih agar tidak terkena angin langsung. Jika cuaca dingin, fermentasi bisa lebih lama dan perlu tempat yang hangat. Semakin pas fermentasinya, semakin bagus hasil bika ambon bersarang.
4. Pastikan Adonan Tidak Terlalu Encer
Tekstur adonan menentukan bentuk sarang bika ambon. Dalam cara membuat bika ambon, adonan yang terlalu encer biasanya membuat hasilnya lembek dan sarang sulit terbentuk. Sebaliknya, adonan yang terlalu kental bisa membuat kue jadi padat dan tidak berongga. Jadi, konsistensi adonan harus pas dan stabil.
Kalau kamu memakai takaran sendok, pastikan takarannya rata dan tidak menumpuk. Aduk adonan sampai benar-benar halus tanpa gumpalan tepung. Gunakan santan secukupnya agar teksturnya seperti adonan pancake yang lebih cair sedikit. Dengan adonan yang pas, hasil bika ambon akan lembut dan sarangnya lebih jelas.
5. Panaskan Loyang atau Teflon Terlebih Dulu
Bika ambon bersarang butuh kejutan panas di awal pemanggangan. Dalam cara membuat bika ambon, loyang atau teflon sebaiknya dipanaskan lebih dulu agar adonan langsung “mengunci” dan membentuk rongga. Jika loyang masih dingin, adonan bisa turun duluan dan sarangnya gagal. Ini adalah salah satu trik yang sering diabaikan pemula.
Kalau pakai teflon, panaskan dengan api kecil selama beberapa menit sebelum menuang adonan. Jika pakai oven, pastikan oven sudah dipanaskan minimal 10–15 menit. Teknik ini membantu adonan naik merata dan tidak cepat bantat. Hasilnya, bagian bawah matang bagus dan sarangnya lebih rapi.
6. Gunakan Api Kecil dan Sabar Panggangnya
Kesalahan umum saat mencoba cara membuat bika ambon adalah memakai api terlalu besar. Api besar membuat bagian bawah cepat gosong tapi dalamnya belum matang sempurna. Akibatnya, bika ambon terlihat matang luar tapi masih basah di tengah. Ini juga bisa membuat sarang rusak dan teksturnya jadi tidak cantik.
Kalau menggunakan teflon, pakai api paling kecil dan tutup rapat. Kamu juga bisa menaruh alas seng atau diffuser agar panas tidak terlalu tajam. Untuk oven, gunakan suhu sedang cenderung rendah agar matang perlahan. Memang butuh waktu lebih lama, tapi hasilnya jauh lebih stabil dan anti gagal.
7. Jangan Dibuka-Buka saat Baru Mengembang
Saat bika ambon mulai naik dan membentuk sarang, jangan terlalu sering dibuka. Dalam cara membuat bika ambon, perubahan suhu mendadak bisa membuat kue langsung turun. Akibatnya, bika ambon jadi kempes dan sarang tidak terbentuk sempurna. Ini sering terjadi saat orang penasaran dan membuka tutup teflon atau oven terlalu cepat.
Tunggu sampai permukaan mulai set dan lubang sarang terlihat stabil. Jika sudah hampir matang, baru cek sebentar untuk memastikan tidak gosong. Setelah matang, diamkan beberapa menit sebelum dikeluarkan dari loyang agar tidak sobek. Dengan cara ini, bika ambon bersarang akan lebih cantik dan teksturnya tetap lembut.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Bika Ambon Bersarang
1. Kenapa bika ambon saya tidak bersarang?
Biasanya karena fermentasi kurang atau suhu panggangan tidak pas. Bisa juga karena ragi tidak aktif atau adonan terlalu encer.
2. Berapa lama fermentasi adonan bika ambon?
Umumnya 45–60 menit sampai adonan terlihat berbuih. Waktu bisa lebih lama jika suhu ruangan dingin.
3. Apa yang membuat bika ambon jadi bantat?
Ragi mati, loyang tidak panas, atau api terlalu besar bisa membuat bika ambon bantat. Adonan yang terlalu kental juga bisa jadi penyebab.
4. Apakah bika ambon harus pakai santan?
Santan membantu rasa lebih gurih dan aroma lebih wangi. Kalau tanpa santan, tekstur dan rasa biasanya kurang “bika ambon”.
5. Bagaimana cara membuat bika ambon tetap lembut?
Pakai santan hangat, fermentasi cukup, dan panggang api kecil sampai matang sempurna. Jangan langsung dipotong saat masih panas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066712/original/084845900_1735265296-WhatsApp_Image_2024-12-27_at_09.06.10.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)