- Varietas alpukat apa yang cepat berbuah dan produktif?
- Bagaimana cara mencegah penyakit busuk akar pada pohon alpukat?
- Pupuk apa yang efektif untuk merangsang pembungaan dan pembuahan alpukat?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menanam alpukat di rumah memang menjanjikan, tetapi tidak sedikit yang gagal panen karena buah jarang muncul atau mudah membusuk. Memahami tips agar pohon alpukat berbuah lebat dan tidak busuk menjadi kunci awal agar tanaman dapat tumbuh produktif dan menghasilkan buah berkualitas.
Produktivitas alpukat sangat dipengaruhi oleh perawatan yang tepat, mulai dari pemilihan bibit hingga pengaturan nutrisi dan lingkungan. Dengan menerapkan tips agar pohon alpukat berbuah lebat dan tidak busuk, risiko bunga rontok dan buah rusak bisa diminimalkan.
Selain itu, pencegahan hama dan jamur juga berperan besar dalam menjaga kualitas panen. Jika perawatan dilakukan secara konsisten sesuai tips agar pohon alpukat berbuah lebat dan tidak busuk, hasil buah akan lebih sehat, tahan lama, dan bernilai jual tinggi.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tips agar pohon alpukat berbuah lebat dan tidak busuk, Kamis (22/1/2026).
1. Pilih Varietas Unggul dan Lokasi Tanam yang Tepat
Keberhasilan panen alpukat sangat ditentukan sejak awal melalui pemilihan varietas dan lokasi tanam. Gunakan bibit unggul bersertifikat seperti Alpukat Aligator, Hass, Kendil, Mentega Jumbo, atau Miki karena dikenal produktif, cepat berbuah, dan relatif tahan penyakit.
Bibit hasil sambung atau okulasi sangat dianjurkan karena mampu berbuah lebih cepat dibanding bibit dari biji. Selain itu, lokasi tanam harus mendapat sinar matahari penuh minimal 6–8 jam per hari agar proses fotosintesis optimal.
Tanah yang digunakan sebaiknya gembur, subur, kaya bahan organik, memiliki drainase baik, dan tidak mudah tergenang air karena akar alpukat sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih yang bisa memicu busuk akar.
2. Atur Penyiraman Secara Seimbang dan Konsisten
Penyiraman yang tepat berperan besar dalam menjaga kesehatan pohon alpukat sekaligus mencegah buah busuk. Pohon muda memerlukan penyiraman lebih sering karena perakarannya belum kuat, terutama saat musim kemarau.
Sementara itu, pohon dewasa cukup disiram 2–3 kali seminggu dengan volume air secukupnya. Tanah idealnya lembap, bukan becek. Penyiraman berlebihan justru menyebabkan akar kekurangan oksigen dan memicu serangan jamur.
Waktu penyiraman terbaik adalah pagi atau sore hari agar air tidak cepat menguap dan penyerapan nutrisi lebih maksimal, terutama saat fase berbunga dan pembesaran buah.
3. Lakukan Pemupukan Tepat dan Terjadwal
Pemupukan yang tepat membantu pohon alpukat berbuah lebat dan menghasilkan buah berkualitas. Pupuk kandang matang atau kompos berfungsi memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan jangka panjang.
Untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, gunakan pupuk NPK dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi. Unsur mikro seperti kalsium dan boron juga sangat penting karena membantu memperkuat dinding sel buah sehingga tidak mudah busuk atau pecah.
Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkala, 3–4 kali setahun, dengan penyesuaian dosis sesuai umur dan kondisi tanaman agar nutrisi terserap optimal.
4. Rutin Melakukan Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan bertujuan mengarahkan pertumbuhan tanaman agar lebih produktif. Cabang yang terlalu rimbun, tumbuh ke dalam, terlalu rendah, atau sudah tua sebaiknya dipangkas agar nutrisi tidak terbuang sia-sia. Pemangkasan juga membantu cahaya matahari masuk ke seluruh bagian tajuk dan memperlancar sirkulasi udara.
Kondisi ini sangat penting untuk menekan kelembapan berlebih yang sering menjadi penyebab penyakit jamur. Dengan struktur tajuk yang seimbang, pembungaan lebih merata dan risiko buah busuk akibat lingkungan lembap dapat dikurangi.
5. Kendalikan Penyakit dan Hama Sejak Dini
Penyakit seperti busuk buah, busuk akar, dan antraknosa sering menjadi penyebab utama gagalnya panen alpukat. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun, membuang daun dan buah yang gugur, serta memastikan drainase berfungsi baik.
Jika ditemukan gejala penyakit, segera pangkas bagian tanaman yang terserang agar tidak menyebar. Penggunaan fungisida dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan dosis anjuran. Selain itu, pemupukan seimbang juga membantu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.
6. Perhatikan Penanganan Pasca Panen dengan Benar
Buah alpukat tergolong sensitif dan mudah rusak jika salah penanganan setelah dipanen. Panen sebaiknya dilakukan saat buah sudah cukup tua namun belum terlalu matang untuk menghindari pembusukan dini.
Hindari benturan saat panen dan pengangkutan karena luka kecil pada kulit dapat memicu jamur. Alpukat utuh dapat disimpan di tempat sejuk atau lemari es untuk memperlambat pematangan.
Sementara alpukat yang sudah dipotong sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara agar tidak cepat menghitam dan busuk.
Mengutip buku berjudul Meraup Untung Bertanam Alpukat (2022) oleh Eva Riyanti Lubis, produksi alpukat biasanya cukup baik, mencapai 70–80 kg per pohon dalam satu tahun. Meskipun demikian, produksi baiknya buah ditentukan oleh varietas, iklim, kerapatan tanam, luas lahan tanam, dan sebagainya. Biasanya bila syarat ini terpenuhi, maka bisa diperoleh hasil 4–11 ton per hektar.
Alpukat biasanya dapat diperbanyak dengan mudah, cukup menggunakan biji alpukat. Biaya perawatan alpukat juga tidak terlalu mahal. Alpukat yang didapatkan dalam satu pohon bisa mencapai 100–500 buah. Untuk alpukat yang ditanam dalam skala besar di kebun bisa menghasilkan 7–10 ton per hektar.
Q & A Seputar Topik
Varietas alpukat apa yang cepat berbuah dan produktif?
Beberapa varietas alpukat yang dikenal cepat berbuah dan produktif antara lain Alpukat Aligator, Hass, Wina, Kendil, Miki, Mentega Jumbo, Red Vietnam, dan Yamagata. Bibit sambung umumnya berbuah lebih cepat dibandingkan bibit dari biji.
Bagaimana cara mencegah penyakit busuk akar pada pohon alpukat?
Pencegahan busuk akar dilakukan dengan menjaga drainase tanah agar tidak tergenang, memilih bibit tahan penyakit, dan melakukan pemupukan berimbang. Sanitasi kebun juga penting untuk mengurangi penyebaran jamur penyebab busuk akar.
Pupuk apa yang efektif untuk merangsang pembungaan dan pembuahan alpukat?
Pupuk NPK dengan kadar fosfor dan kalium tinggi sangat efektif untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Tambahan pupuk Kalsium (Ca) dan Boron (B) juga penting untuk memperkuat struktur sel dan pembentukan bunga yang sehat. Pupuk organik spesifik dan KNO3 CRYSTAL juga direkomendasikan.
Bagaimana tips menyimpan alpukat yang sudah dipotong agar tidak cepat busuk?
Alpukat yang sudah dipotong dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk mengurangi paparan oksigen. Anda juga bisa menyimpan potongan alpukat dengan irisan bawang bombay, merendamnya dalam air kelapa, atau melapisi dengan madu untuk memperlambat pencoklatan dan pembusukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066712/original/084845900_1735265296-WhatsApp_Image_2024-12-27_at_09.06.10.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)