Liputan6.com, Jakarta - Usaha budidaya lele terus berkembang karena peluang pasarnya luas dan stabil. Banyak calon peternak mulai membandingkan ternak lele bioflok vs kolam biasa, mana yang lebih menguntungkan? sebelum memulai usaha.
Perbedaan sistem pemeliharaan, kebutuhan modal, dan hasil panen membuat pilihan metode budidaya perlu dipertimbangkan matang. Pembahasan ternak lele bioflok vs kolam biasa, mana yang lebih menguntungkan? membantu menentukan langkah yang tepat.
Dengan memahami kelebihan masing-masing metode, peternak bisa menyesuaikan pilihan sesuai kondisi dan tujuan usaha. Analisis ternak lele bioflok vs kolam biasa, mana yang lebih menguntungkan? menjadi dasar untuk meraih hasil maksimal.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ternak lele bioflok vs kolam biasa, mana yang lebih menguntungkan, Kamis (22/1/2026).
Budidaya Lele Sistem Bioflok
Sistem bioflok merupakan metode budidaya lele yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi pakan alami bagi ikan. Istilah bioflok berasal dari kata bios yang berarti kehidupan dan flock yang berarti gumpalan, yaitu kumpulan bakteri, alga, dan protozoa yang membentuk flok di dalam air.
Teknologi bioflok bekerja dengan mendorong pertumbuhan bakteri heterotrof yang mampu mengubah feses serta sisa pakan menjadi biomassa bernutrisi. Proses ini dipicu melalui penambahan probiotik dan sumber karbon seperti molase atau gula. Agar sistem berjalan optimal, kolam memerlukan aerasi terus-menerus untuk menjaga suplai oksigen sekaligus membantu pengadukan air.
Keunggulan utama sistem bioflok terletak pada kemampuan menampung kepadatan tebar yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 20 kali lipat dibandingkan metode konvensional. Efisiensi pakan juga meningkat karena bioflok berfungsi sebagai pakan tambahan alami, sehingga penggunaan pakan komersial dapat ditekan hingga 25–30 persen atau lebih. Selain itu, kualitas air lebih stabil karena limbah diolah langsung di dalam sistem, sehingga frekuensi penggantian air menjadi lebih sedikit.
Sistem bioflok juga memiliki tantangan tersendiri. Investasi awal relatif tinggi karena membutuhkan kolam khusus, aerator, serta alat pendukung lainnya. Peternak dituntut memiliki pemahaman teknis mengenai manajemen kualitas air dan sangat bergantung pada pasokan listrik untuk aerasi. Risiko kegagalan dapat terjadi apabila kualitas benih kurang baik, terjadi overfeeding, atau pengelolaan air tidak dilakukan secara konsisten.
Budidaya Lele Kolam Biasa: Metode Konvensional yang Fleksibel
Mengutip buku berjudul Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok (2024) oleh Prof. Dr. Ir. Jayadi, M.P | DKK, sistem budidaya ikan lele di Indonesia telah berkembang cukup pesat, dari penggunaan wadah budidaya hingga pengelolaan, jenis ikan lele yang dibudidayakan. Sistem pengelolaan budidaya ikan lele dari sistem budidaya ekstensif (tradisional), terus berkembang menjadi semi intensif, intensif hingga super intensif.
Budidaya lele kolam biasa adalah metode pemeliharaan lele tanpa teknologi bioflok. Kolam yang digunakan umumnya berupa kolam tanah, kolam terpal, dan kolam semen. Kolam tanah paling murah namun perlu persiapan matang dan rawan predator.
1. Karakteristik Kolam Terpal dan Semen
Kolam terpal populer karena biaya terjangkau, mudah dipasang, serta mencegah kontaminasi dari tanah. Kolam semen atau beton memberikan kontrol kualitas air lebih baik dan memudahkan panen, tetapi membutuhkan biaya pembangunan lebih tinggi.
2. Keunggulan Metode Kolam Biasa
Modal awal relatif rendah, terutama untuk kolam tanah dan terpal. Lele bersifat tahan banting, mudah beradaptasi, dan perawatannya sederhana. Siklus panen cepat, sekitar 2,5–4 bulan, dengan pasar yang luas dan stabil.
3. Keterbatasan dan Tantangan
Kepadatan tebar lebih rendah dibanding bioflok sehingga hasil per lahan lebih sedikit. Kualitas air mudah menurun akibat limbah, perlu penggantian air rutin, dan berisiko penyakit. Efisiensi pakan lebih rendah dengan FCR sekitar 1,1 : 1 serta potensi kanibalisme jika pakan kurang atau kepadatan tinggi.
Perbandingan Keuntungan: Bioflok Unggul dalam Produktivitas Jangka Panjang
Mengutip buku berjudul Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok: Teknik Pembesaran Ikan Lele Sistem Bioflok Kelola Mina Pembudidaya (2017) oleh Ita Apriyani, penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan menawarkan solusi untuk menghindari dampak lingkungan dari pembuangan nutrisi tinggi dan untuk mengurangi penggunaan pakan buatan. Kelebihan nutrisi dalam sistem budidaya dikonversi menjadi biomassa mikroba yang dapat dikonsumsi oleh organisme budidaya sebagai sumber makanan.
Teknologi bioflok mampu meningkatkan pertumbuhan dan pemanfaatan pakan pada udang. Selain itu, bioflok juga mampu menyediakan sumber protein sebagai makanan tambahan dan merangsang aktivitas enzim protease dalam pencernaan udang, meningkatkan pertumbuhan udang vaname pola intensif di tambak dan telah berhasil diterapkan pada pemeliharaan induk ikan nila serta mampu meningkatkan kualitas produksi larva lebih baik daripada kontrol.
1. Produktivitas dan Kepadatan Tebar
Budidaya lele sistem bioflok unggul dari sisi produktivitas karena mampu menampung kepadatan tebar sangat tinggi. Produksi ikan dapat mencapai 5 hingga 10 kali lipat dibanding kolam biasa, didukung pertumbuhan lele yang lebih cepat dan stabil.
2. Biaya Operasional Harian
Bioflok lebih efisien dalam penggunaan pakan karena mikroorganisme berfungsi sebagai pakan alami tambahan. Penggunaan air juga lebih hemat karena jarang dilakukan pergantian. Namun, biaya listrik untuk aerasi terus-menerus menjadi komponen pengeluaran utama. Sebaliknya, kolam biasa memiliki biaya pakan tinggi, sekitar 60–70% dari total biaya produksi, serta membutuhkan penggantian air lebih sering.
3. Investasi Awal
Sistem bioflok memerlukan modal awal relatif besar, berkisar Rp22,1 juta hingga Rp34,19 juta untuk kolam, aerator, probiotik, dan molase. Kolam biasa, terutama kolam tanah atau terpal, membutuhkan investasi awal jauh lebih rendah sehingga lebih mudah diakses pemula.
4. Keuntungan dan Profitabilitas
Bioflok menawarkan potensi keuntungan lebih besar dalam jangka panjang. Beberapa analisis mencatat laba hingga Rp110,5 juta dari pendapatan Rp176 juta dengan rasio pendapatan-biaya 2,69. Studi lain menunjukkan keuntungan tahunan rata-rata Rp21.831.808 dengan Payback Period 1,693 tahun, serta margin laba per kg ikan Rp2.000–4.000 lebih tinggi dibanding metode konvensional.
5. Karakter Keuntungan Kolam Biasa
Kolam biasa unggul dari sisi kemudahan pengelolaan dan risiko awal yang lebih rendah. Namun, keuntungan per unit ikan maupun per unit lahan cenderung lebih moderat karena keterbatasan produktivitas dan efisiensi pakan.
Inovasi Budidaya Lele di Lahan Sempit
1. Kolam Fiber untuk Usaha Rumahan
Kolam fiber menjadi pilihan modern bagi peternak dengan lahan terbatas karena kuat, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Tampilannya rapi sehingga cocok ditempatkan di area semi terbuka atau belakang rumah. Meski biaya awal relatif lebih tinggi, kolam ini minim risiko bocor dan lebih efisien untuk penggunaan jangka panjang.
2. Kolam Terpal Bertingkat
Sistem kolam terpal bertingkat memanfaatkan ruang vertikal sehingga sangat efektif untuk lahan sempit. Dengan pengaturan aliran dan sirkulasi air yang baik, produktivitas dapat meningkat tanpa perlu menambah luas area. Metode ini cocok untuk lingkungan perkotaan atau pemukiman padat.
3. Budidaya Lele Terintegrasi Aquaponik
Aquaponik menggabungkan kolam lele dengan penanaman sayuran secara vertikal. Air kolam yang kaya nutrisi dialirkan ke tanaman melalui pipa PVC, membuat tanaman tumbuh subur tanpa pupuk kimia. Sistem ini menciptakan ekosistem mandiri, hemat air, dan bernilai ekonomi ganda.
4. Kombinasi Lele dan Budidaya Maggot
Integrasi budidaya lele dengan maggot menjadi solusi menekan biaya pakan. Maggot yang dihasilkan dari limbah organik rumah tangga kaya protein dan cocok sebagai pakan lele. Selain mengurangi biaya operasional, sistem ini membantu pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kualitas daging ikan.
Q & A Seputar Topik
Apakah lele bisa hidup di lahan kering?
Ya, lele bisa hidup di lahan kering asalkan menggunakan wadah seperti terpal atau ember dengan sistem sirkulasi air yang baik.
Apa metode terbaik untuk ternak lele di lahan sempit?
Sistem Budikdamber atau bioflok adalah pilihan paling efisien untuk budidaya lele di lahan terbatas.
Bagaimana cara mengatasi air kolam lele yang cepat berbau?
Anda dapat menggunakan sistem filtrasi RAS atau probiotik untuk mengurai sisa pakan dan kotoran, sehingga air tidak cepat berbau.
Berapa modal awal untuk ternak lele di lahan sempit?
Modal awal bisa bervariasi, mulai dari Rp100.000 menggunakan media ember hingga jutaan rupiah untuk sistem bioflok.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)