- Mengapa cabai cepat busuk?
- Bagaimana cara menyimpan cabai agar tetap segar?
- Apakah cabai harus dicuci sebelum disimpan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan cabai di kulkas sering dianggap sebagai solusi paling aman agar bumbu dapur ini tidak cepat rusak, namun kenyataannya banyak orang justru mengeluh karena cabai malah cepat lembek, berair, hingga berjamur hanya dalam hitungan hari. Padahal, cabai termasuk bahan segar yang sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga jika salah cara menyimpannya, kulkas bukan lagi tempat pengawet, melainkan justru mempercepat proses pembusukan akibat air yang terperangkap di permukaan dan di dalam jaringan cabai itu sendiri.
Menariknya, ada trik sederhana yang bisa diterapkan hanya dengan modal tusuk gigi di dapur, tetapi hasilnya cukup efektif untuk membuat cabai lebih awet, segar, dan tidak mudah berlendir selama disimpan di kulkas. Trik ini bekerja dengan mengatur sirkulasi udara dan pelepasan uap air dari dalam cabai, sehingga kelembapan tidak menumpuk, tekstur tetap terjaga, dan risiko jamur bisa ditekan meskipun cabai disimpan cukup lama.
1. Lubangi Pangkal Cabai Pakai Tusuk Gigi
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melubangi pangkal cabai menggunakan tusuk gigi yang bersih dan kering, tepat di bagian dekat tangkai, karena di area inilah biasanya terjadi penumpukan uap air alami dari dalam cabai. Lubang kecil ini tidak bertujuan merusak cabai, melainkan memberi jalan keluar bagi gas dan kelembapan yang selama ini terjebak saat cabai disimpan dalam kondisi tertutup di kulkas.
Secara alami, cabai tetap melakukan proses respirasi meskipun sudah dipetik, sehingga ia akan mengeluarkan gas dan sedikit air dari jaringan selnya, dan jika tidak punya jalur keluar, maka uap tersebut akan menempel di kulit cabai serta memicu tekstur menjadi lembek. Dengan adanya lubang kecil dari tusuk gigi, proses penguapan menjadi lebih seimbang sehingga bagian dalam cabai tidak cepat basah, kulit tetap kering, dan risiko pembusukan bisa diminimalkan secara alami.
Saat menusukkan tusuk gigi, lakukan perlahan dan cukup satu kali tusuk saja, karena jika terlalu banyak atau terlalu dalam justru bisa merusak struktur cabai. Trik sederhana ini memang terlihat sepele, tetapi banyak orang yang sudah mempraktikkannya merasakan cabai bisa bertahan jauh lebih lama di kulkas tanpa berubah warna, tidak cepat keriput, dan tetap enak saat diolah.
2. Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Kesalahan paling sering dilakukan saat menyimpan cabai adalah mencucinya terlebih dahulu, padahal air yang menempel di kulit cabai justru menjadi sumber utama kelembapan yang mempercepat pertumbuhan jamur. Cabai yang terlihat bersih setelah dicuci memang tampak menarik, tetapi air yang tersisa di sela-sela kulit akan mengendap dan membuat cabai cepat berlendir meskipun disimpan di suhu dingin.
Setelah cabai dilubangi menggunakan tusuk gigi, sebaiknya cabai langsung disimpan dalam kondisi kering alami tanpa terkena air sama sekali. Jika ada tanah atau debu yang menempel, cukup lap perlahan menggunakan tisu dapur kering atau kain bersih agar kotoran hilang tanpa menambah kadar air di permukaan cabai.
Mencuci cabai sebaiknya dilakukan hanya ketika cabai akan digunakan, bukan saat akan disimpan, karena dengan cara ini kelembapan tetap terkontrol dan cabai tidak mengalami pembusukan dini. Kombinasi antara lubang kecil dari tusuk gigi dan kondisi permukaan yang kering akan membantu cabai bertahan lebih lama, tetap segar, dan tidak cepat mengeluarkan lendir di dalam kulkas.
3. Gunakan Tisu Dapur Sebagai Penyerap Air
Selain melubangi dan tidak mencuci cabai, penggunaan tisu dapur sebagai alas penyimpanan juga sangat penting karena berfungsi sebagai penyerap kelembapan yang muncul selama cabai berada di kulkas. Tisu dapur mampu menahan air yang keluar dari cabai sehingga tidak menempel kembali ke permukaannya dan tidak menciptakan lingkungan lembap di dalam wadah penyimpanan.
Caranya cukup mudah, yaitu siapkan wadah plastik atau plastik ziplock, lalu lapisi bagian bawahnya dengan satu hingga dua lembar tisu dapur sebelum memasukkan cabai. Setelah cabai disusun, tutup lagi bagian atasnya dengan tisu sebelum wadah ditutup, sehingga cabai terlindungi dari kondensasi udara dingin kulkas yang biasanya menyebabkan air menetes ke permukaan bahan makanan.
Dengan adanya tisu ini, sirkulasi udara menjadi lebih stabil dan kelembapan bisa dikontrol, sehingga cabai tidak cepat basah, tidak mudah berjamur, dan tetap memiliki tekstur segar meskipun disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Cara ini juga membantu menjaga aroma cabai agar tidak bercampur dengan bau makanan lain di dalam kulkas.
4. Simpan di Rak Sayur, Bukan Freezer
Penempatan cabai di dalam kulkas juga menentukan daya tahannya, karena suhu yang terlalu rendah seperti di freezer justru bisa merusak struktur sel cabai. Ketika cabai dibekukan lalu dicairkan, jaringan di dalamnya pecah sehingga cabai menjadi lembek, berair, dan rasanya tidak lagi segar seperti semula.
Rak sayur atau chiller merupakan lokasi terbaik karena suhunya stabil dan tidak ekstrem, sehingga cabai tetap dingin tanpa mengalami pembekuan. Di suhu ini, proses respirasi cabai melambat secara alami sehingga kesegarannya bisa bertahan lebih lama tanpa membuat kulitnya rusak atau mengkerut berlebihan.
Dengan menyimpan cabai di rak sayur, ditambah trik tusuk gigi dan tisu penyerap, cabai bisa bertahan antara dua hingga empat minggu tergantung kualitas awal cabai. Hasilnya, stok cabai di rumah menjadi lebih awet, hemat belanja, dan tidak perlu sering membuang cabai yang rusak sebelum sempat digunakan.
5. Cek Seminggu Sekali
Meski sudah menerapkan berbagai trik penyimpanan, pengecekan rutin tetap diperlukan agar satu cabai yang rusak tidak merusak yang lainnya. Cabai yang mulai lembek atau muncul bercak putih sebaiknya segera dipisahkan karena jamur bisa menyebar dengan cepat di ruang tertutup seperti wadah kulkas.
Pengecekan seminggu sekali membantu memastikan kondisi cabai tetap kering, tidak ada tisu yang terlalu basah, dan tidak ada kondensasi air berlebihan di dalam wadah. Jika tisu terlihat lembap, sebaiknya diganti dengan yang baru agar fungsi penyerap tetap optimal selama penyimpanan.
Kebiasaan sederhana ini membuat stok cabai di rumah lebih terkontrol, tidak cepat busuk, dan kualitasnya tetap baik saat digunakan untuk memasak. Dengan sedikit perhatian rutin, trik modal tusuk gigi di dapur benar-benar bisa menjadi solusi praktis agar cabai di kulkas enggak cepat rusak.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Berapa lama cabai bisa tahan di kulkas dengan trik ini?
A: Umumnya bisa bertahan 2–4 minggu tergantung kualitas awal cabai dan cara penyimpanannya.
Q: Apakah semua jenis cabai bisa pakai metode tusuk gigi?
A: Bisa, baik cabai rawit, cabai merah besar, maupun cabai keriting.
Q: Bolehkah cabai disimpan dalam plastik biasa?
A: Boleh, asal diberi tisu penyerap dan tidak terlalu rapat agar tidak lembap.
Q: Kenapa cabai cepat berlendir di kulkas?
A: Karena kelembapan tinggi dan air terperangkap di kulit cabai sehingga memicu jamur.
Q: Haruskah cabai selalu ditusuk?
A: Tidak wajib, tapi lubang kecil membantu mengurangi uap air dari dalam cabai.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)