Liputan6.com, Jakarta - Lagu campursari terus menjadi bagian penting dalam perkembangan musik tradisional Jawa. Salah satu karya terbaru yang menarik perhatian publik berasal dari Niken Salindry, lewat lagu berjudul Kitir Sumilir. Keindahan bahasa serta nuansa emosional menjadikan lirik kitir sumilir terasa kuat dan mudah membekas di hati pendengar lintas generasi.
Karya ciptaan Ki Gedhug Siswantoro ini menghadirkan susunan kata bernuansa sastra klasik Jawa. Setiap bait memuat simbol alam dan perasaan batin manusia secara halus. Melalui ungkapan puitis tersebut, lirik kitir sumilir mampu menghadirkan suasana tenang, sendu, serta penuh perenungan.
Popularitas lagu ini juga didukung oleh visual musik video yang dirilis melalui kanal resmi Aneka Safari Records. Nuansa alam dan ekspresi vokal penyanyinya memperkuat pesan lagu secara emosional. Kehadiran lirik kitir sumilir juga menjadi elemen utama bagi penikmat campursari, dalam memahami makna lagu secara lebih mendalam.
Bagi pencinta budaya Jawa, lagu ini bukan sekadar hiburan semata. Setiap baris kata mencerminkan filosofi kehidupan, rasa rindu, serta kegelisahan batin manusia. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/1/2026).
Makna Mendalam di Balik Lirik Kitir Sumilir
Berikut ini lirik lagu Kitir Sumilir yang dinyanyikan Niken Salindry:
Angenku ngamboro anembus mego
Ngitung lintang sesuluh padang rembulan
Tak goleki ono ngendi si panjerino
Tak titipi kidung tegeteg ing jantung
Lelungitan lung lungan kang rerambatan
Amusoro soro angrangget jiwanggo
Tak kirimi layang kitir tak sampirke angin sumilir
Po ra kroso sliramu tansah tak pikir
Rino wengi wewayangmu mbedo atiku
Singotirto sak upomo kapan boyo aku biso
Nggegem lintang ngrengguh endahe rembulan
Aku samar kuatir lan muntab cabang
Sekar mekar ing oro oro kang cengkar
Ngelak kang tanpo upomo tunggu tumetesing tirto
Kanggo nelesi lungko lungko ketigo
Arti Bahasa Indonesia Lirik Kitir Sumilir
Anganku melayang menembus awan
Menghitung bintang dengan penerangan cahaya bulan
Kucari di mana penantian itu berada
Kutitipkan lagu di relung hati yang terdalam
Perjalanan yang berliku dalam kesunyian
Mengalun bersama suara jiwa yang tenang
Kukirimkan surat, kubiarkan angin yang lembut membawanya
Tidakkah kau merasakan bahwa dirimu selalu kupikirkan?
Siang dan malam, bayanganmu selalu mengguncang hatiku
Dengan segala daya upaya, kapankah aku bisa
Menggenggam bintang dan meraih indahnya bulan?
Aku bingung, khawatir, dan marah
Bunga yang mekar di padang yang gersang
Haus yang tak terpuaskan, menunggu tetes air
Untuk menghapuskan segala kesedihan dan kekeringan hati
Makna Lagu Kitir Sumilir
Lagu Kitir Sumilir menggambarkan pergulatan batin seseorang yang tenggelam dalam perasaan rindu, harapan, dan kegelisahan hati. Melalui rangkaian kata puitis berbahasa Jawa, lagu ini menuturkan cerita tentang pikiran yang terus melayang, seolah mengikuti arah angin dan menembus ruang tanpa batas. Perasaan tersebut tidak diungkapkan secara langsung, melainkan disampaikan lewat simbol alam yang halus dan penuh makna.
Angin, bulan, dan bintang hadir sebagai metafora utama dalam lagu ini. Hembusan angin melambangkan pesan perasaan yang ingin disampaikan tanpa suara, bulan menggambarkan keindahan harapan yang selalu dipandang dari kejauhan, sedangkan bintang mencerminkan impian dan doa yang terus digenggam meski terasa sulit diraih.
Meskipun berawal dari kisah pribadi seorang pendosa, lagu "Kitir Sumilir" memiliki sifat yang universal. Liriknya berkaitan erat dengan hakikat hubungan manusia dengan Tuhan, di mana setiap individu pada dasarnya memiliki dosa dan keinginan untuk kembali memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa.
Syair "Kitir Sumilir" sebenarnya berlaku untuk kita semua, yang mungkin sering terbelenggu oleh gemerlap dunia yang penuh kepalsuan. Lagu ini mempertanyakan apakah kita harus menunggu menjadi seorang pendosa terlebih dahulu untuk mengakui dalamnya makna lirik ini dalam hati, atau justru lagu ini memang ditujukan bagi kita yang sejatinya adalah pendosa.
FAQ Seputar Topik
Siapa pencipta lagu "Kitir Sumilir"?
Lagu "Kitir Sumilir" adalah karya ciptaan dari Ki Gedhug Siswantoro.
Apa makna utama di balik lirik "Kitir Sumilir"?
Makna utama lirik "Kitir Sumilir" adalah rintihan hati seorang pendosa yang bermunajat, berdoa kepada Allah, mengingat dosa-dosa, dan memohon ampunan.
Siapa saja penyanyi yang mempopulerkan lagu "Kitir Sumilir"?
Lagu "Kitir Sumilir" dipopulerkan oleh Niken Salindry, dan juga dinyanyikan oleh Maqdalena, Rara Kencana, Sasya Arkhisna, Yeni Inka, serta Difarina Indra.
Kapan lagu "Kitir Sumilir" versi Niken Salindry dirilis di YouTube?
Lagu "Kitir Sumilir" versi Niken Salindry dirilis di YouTube Aneka Safari Records pada tanggal 3 September 2024.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479176/original/096164400_1768970075-Gemini_Generated_Image_qksconqksconqksc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)