Liputan6.com, Jakarta - Setiap musim tanam menghadirkan tantangan berbeda bagi petani di lapangan. Pengendalian hama dan penyakit agar hasil panen tidak rusak berperan besar, dalam menjaga kestabilan produksi pangan. Langkah pencegahan sejak dini membantu petani mempertahankan kondisi tanaman tetap sehat hingga masa panen tiba.
“Serangan hama itu tidak pernah menunggu kita siap. Kadang tanaman terlihat baik-baik saja hari ini, besoknya sudah banyak daun rusak atau batang mulai menguning”. Ungkap Epy Omele petani berusia 68 tahun.
Perlu diketahui, bahwa kerusakan tanaman sering terjadi akibat kurangnya pengawasan rutin pada lahan pertanian. Pengendalian hama dan penyakit agar hasil panen tidak rusak menjadi solusi penting, untuk menekan risiko gagal panen. Tanaman terawat cenderung memiliki ketahanan lebih baik terhadap serangan penyakit serta hama perusak.
Kualitas hasil panen juga sangat dipengaruhi oleh perlindungan tanaman selama masa tanam. Pengendalian hama dan penyakit agar hasil panen tidak rusak mendukung terciptanya hasil pertanian bernilai tinggi serta layak konsumsi. “Hasil panen itu sangat menentukan. Kalau panen bagus, keluarga bisa terpenuhi kebutuhan pangannya dan ada sisa untuk dijual”. Tambahnya lagi.
Lantas seperti apa pengendaliannya? Berikut informasi lengkap yang dirangkum, Selasa(20/1/2026).
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Serangan hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu tantangan terbesar dalam kegiatan pertanian, terutama bagi petani yang menggantungkan kebutuhan hidupnya dari hasil kebun dan sawah. Gangguan ini kerap muncul secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal yang mudah dikenali, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh area tanam. Dalam kondisi tertentu, serangan dapat terjadi hanya dalam hitungan hari dan menyebabkan tanaman melemah, layu, bahkan mati sebelum sempat dipanen.
Apabila situasi tersebut tidak ditangani sejak tahap awal, dampaknya sangat serius, mulai dari penurunan jumlah hasil panen, rusaknya kualitas produksi pertanian, hingga terjadinya gagal panen secara menyeluruh. Kondisi ini tidak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan pangan bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
“Serangan hama itu tidak pernah menunggu kita siap. Kadang tanaman terlihat baik-baik saja hari ini, besoknya sudah banyak daun rusak atau batang mulai menguning. Kalau kita terlambat bertindak, satu petak kebun bisa habis dalam waktu singkat. Dari pengalaman saya bertahun-tahun bertani, pengamatan rutin itu sangat penting supaya hama dan penyakit bisa dikendalikan sebelum merusak semua tanaman,” ujarnya saat dihubungi tim Liputan6.com
Pengendalian hama dan penyakit tanaman tidak hanya bertujuan untuk melindungi tanaman dari kerusakan fisik semata, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian secara keseluruhan. Tanaman yang terbebas dari gangguan hama dan penyakit cenderung tumbuh lebih sehat, memiliki pertumbuhan yang lebih merata, serta mampu menghasilkan panen dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, pengendalian yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan juga membantu menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga lahan tetap produktif untuk musim tanam berikutnya.
“Kalau tanaman sudah kena hama, panen pasti berkurang banyak. Kita bisa kerja keras dari tanam sampai rawat, tapi kalau pengendalian terlambat, hasilnya tetap tidak maksimal. Makanya itu harus pencegahan sebelum kerusakan terjadi itu harus dilakukan, bukan menunggu tanaman rusak dulu. Dari situ kita bisa menjaga hasil panen tetap cukup dan lumbung tidak cepat kosong” Ujarnya lagi.
Melalui penerapan teknik pengendalian hama dan penyakit yang tepat, terencana, serta dilakukan secara konsisten, petani dapat meminimalkan risiko kerugian, menjaga stabilitas produksi pertanian, dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dalam jangka panjang. Pengendalian hama dan penyakit bukan sekadar tindakan teknis, melainkan bagian penting dari strategi bertani yang berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.
Jenis Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman
Setiap tanaman pertanian memiliki tingkat kerentanan yang berbeda terhadap gangguan organisme pengganggu, baik yang berasal dari hama maupun penyakit tanaman. Gangguan tersebut seringkali menjadi faktor utama penyebab menurunnya produktivitas pertanian apabila tidak dikenali dan ditangani sejak tahap awal.
Tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda, sehingga ancaman hama dan penyakit yang menyerang pun tidak selalu sama. Perbedaan kondisi lingkungan, pola tanam, serta cara budidaya turut memengaruhi jenis gangguan yang muncul di lahan pertanian.
Oleh sebab itu, pemahaman yang baik mengenai jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman menjadi langkah awal yang sangat penting bagi petani dalam menentukan strategi pencegahan dan pengendalian yang tepat.
1. Ulat
Ulat merupakan salah satu hama paling merugikan bagi tanaman pangan seperti padi dan jagung, karena serangannya menargetkan bagian daun, sehingga menyebabkan perforasi atau bolong-bolong pada lembar daun. Kerusakan semacam ini mengganggu proses fotosintesis, yang selanjutnya menghambat pertumbuhan vegetatif dan perkembangan organ reproduktif tanaman.
Epy juga menjelaskan secara gamblang, “Ulat juga sering muncul menyerang daun padi atau jagung, daun bisa bolong-bolong jadi pertumbuhan tanaman itu terganggu”. Fenomena ini menegaskan pentingnya pengawasan rutin serta penerapan strategi pengendalian hama sejak dini, supaya pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produktivitas panen tidak menurun drastis.
2. Burung pemakan biji
Selain serangan serangga, burung menjadi ancaman signifikan bagi tanaman pangan, terutama saat biji mulai mengeras dan matang. Aktivitas pemangsaan ini dapat menurunkan jumlah biji yang bisa dipanen, sehingga berdampak langsung terhadap kuantitas hasil panen yang tersedia untuk konsumsi maupun penjualan. Petani menuturkan, “Ada juga burung yang suka memakan biji baik itu padi dan jagung ketika mulai keras”. Oleh karena itu, metode pengusiran burung tradisional, seperti orang-orangan sawah, benda bergerak, atau lonceng kecil, menjadi strategi alami yang diterapkan untuk melindungi tanaman sekaligus menjaga kelangsungan produksi pangan.
3. Gangguan akar dan benih yang kotor
Kualitas benih merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan tanaman. Benih yang masih tercampur tanah, pasir, atau kotoran lainnya sering mengalami kesulitan dalam perkecambahan dan perkembangan akar, sehingga tanaman muda menjadi lemah dan rentan terhadap serangan hama atau penyakit. Petani menekankan, “Benih yang akan ditanam itu harus bersih, sangat penting. Kalau masih bercampur tanah, pasir, atau kotoran lain, pertumbuhannya bisa terhambat”. Langkah pemisahan dan pembersihan benih sebelum ditanam menjadi bagian integral dari pengendalian hama alami, karena tanaman yang sehat lebih mampu menghadapi tekanan eksternal.
4. Kerusakan akibat kondisi lembap atau basah
Kelembapan tinggi atau genangan air yang terlalu lama dapat memicu timbulnya penyakit, jamur, dan pembusukan pada bagian akar maupun batang tanaman. Kondisi ini mempercepat kerusakan hasil panen sekaligus menurunkan kualitas biji. Dalam wawancara, petani menekankan, “Kalau terlalu lama menunggu, tanaman bisa roboh atau terserang hama. Kadang harus hati-hati saat hujan deras, karena menanam musim hujan dan memanen saat hujan itu cukup berisiko, karena tanah terlalu basah bisa membuat padi atau jagung lembap dan lebih cepat rusak”. Pencegahan melalui drainase lahan yang baik dan pengelolaan waktu panen menjadi langkah penting untuk menjaga integritas tanaman dan mengurangi risiko serangan hama sekunder.
5. Hama kecil lainnya
Selain ulat dan burung, terdapat berbagai jenis serangga kecil yang menyerang batang, daun, atau bagian lain tanaman. Serangan ini meski terlihat kecil, dapat berdampak kumulatif terhadap produktivitas panen jika tidak dikendalikan. Petani menerapkan metode alami seperti taburan pasir halus untuk mengurangi pergerakan serangga, “Cukup sederhana, jadi pasir halus ditaburkan di dekat tanaman atau dilempar ke bagian yang sering dimakan hama. Ini membuat serangga tidak nyaman bergerak dan akhirnya pergi. Tapi harus dilakukan rutin dan jangan hanya sekali, karena hama cepat datang lagi kalau tanaman dibiarkan tanpa perlindungan”. Ungkapnya lagi. Pendekatan ini menegaskan pentingnya pengendalian hama yang berkesinambungan untuk memastikan hasil panen tetap optimal.
FAQ Seputar Topik
Apa arti pengendalian hama dan penyakit dalam pertanian?
Pengendalian hama dan penyakit merupakan upaya terencana untuk melindungi tanaman dari gangguan organisme pengganggu serta patogen agar pertumbuhan tetap optimal dan hasil panen terjaga kualitasnya.
Mengapa pengendalian hama dan penyakit penting bagi hasil panen?
Tanpa pengendalian, hama dan penyakit dapat merusak tanaman sejak fase awal pertumbuhan hingga menjelang panen, sehingga produksi menurun dan hasil panen tidak layak konsumsi.
Apakah semua tanaman membutuhkan pengendalian hama?
Setiap jenis tanaman berpotensi terserang hama atau penyakit, sehingga pengendalian tetap diperlukan meski intensitasnya berbeda sesuai kondisi lahan dan lingkungan.
Kapan waktu terbaik melakukan pengendalian hama dan penyakit?
Pengendalian ideal dilakukan sejak awal masa tanam melalui pengamatan rutin, sehingga serangan dapat dicegah sebelum menyebar luas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)