Cara Mudah Menanam Labu Kuning dari Biji, Lengkap Hingga Panen

12 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Menanam labu kuning di rumah bisa menjadi aktivitas berkebun yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Cara menanam labu kuning dari biji relatif mudah dilakukan, bahkan jika Anda belum memiliki pengalaman bercocok tanam sebelumnya. Dengan teknik yang tepat, biji labu kuning dapat tumbuh menjadi tanaman produktif yang menghasilkan buah berukuran besar dan bernilai gizi tinggi.

Labu kuning dikenal sebagai tanaman merambat yang adaptif terhadap iklim tropis. Selama kebutuhan dasar seperti sinar matahari, air, dan nutrisi tanah terpenuhi, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di pekarangan rumah.

Melalui panduan yang telah diangkum Liputan6.com, Kamis (22/1/2026) ini, Anda akan memahami tahapan menanam labu kuning dari biji secara runtut, praktis, dan mudah dipahami.

Pilih Bibit Terbaik

Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan tanam. Berikut beberapa poin penting yang perlu Anda perhatikan:

  • Pilih biji yang berasal dari buah labu kuning matang sempurna, ditandai dengan kulit keras dan warna cerah merata
  • Gunakan biji berwarna krem pucat, tidak keriput, dan tidak berjamur
  • Usia biji ideal kurang dari satu tahun agar daya kecambah tetap tinggi
  • Lakukan uji rendam dengan air hangat selama 4 sampai 6 jam, biji yang tenggelam biasanya lebih baik
  • Siapkan cadangan biji lebih banyak dari kebutuhan lubang tanam untuk mengantisipasi kegagalan tumbuh
  • Sesuaikan jenis labu kuning dengan kondisi lahan, baik labu parang maupun varietas konsumsi lainnya

Siapkan Media Tanam

Media tanam yang baik akan membantu akar berkembang optimal sejak awal. Gunakan tanah gembur yang dicampur dengan pupuk kandang matang atau kompos dengan perbandingan sekitar 2:1. Tanah harus mampu menahan air secukupnya tanpa membuat akar tergenang.

pH tanah ideal untuk labu kuning berada di kisaran 5,5 hingga 6,8. Jika tanah terlalu asam, Anda bisa menambahkan dolomit secukupnya. Suhu lingkungan yang mendukung pertumbuhan berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Pastikan lokasi tanam memiliki drainase baik dan mendapatkan sinar matahari langsung minimal enam jam per hari.

Jika menanam di pot atau polybag, pilih wadah berdiameter minimal 40 cm agar ruang tumbuh akar dan sulur tidak terbatas.

Langkah-Langkah Menanam Labu Kuning dari Biji

Tahapan menanam labu kuning dari biji sebaiknya dilakukan secara berurutan agar hasilnya maksimal. Berikut langkah-langkah detail yang bisa Anda ikuti:

  1. Siapkan media tanam yang sudah dicampur dan masukkan ke dalam lubang tanam, bedengan, atau pot hingga hampir penuh.
  2. Buat lubang tanam sedalam 2 sampai 3 cm menggunakan jari atau alat kecil. Kedalaman ini cukup aman untuk melindungi biji tanpa menghambat pertumbuhan kecambah.
  3. Masukkan 2 hingga 3 biji labu kuning ke dalam setiap lubang tanam. Penanaman lebih dari satu biji bertujuan meningkatkan peluang tumbuh.
  4. Tutup lubang dengan tanah tipis, lalu padatkan secara perlahan agar biji tidak berpindah posisi saat disiram.
  5. Siram media tanam menggunakan air bersih secukupnya hingga tanah terasa lembap, namun tidak becek.
  6. Letakkan area tanam di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung.
  7. Tunggu proses perkecambahan selama 7 sampai 10 hari. Setelah bibit tumbuh, pilih satu tanaman paling sehat di setiap lubang dan singkirkan bibit yang lemah.
  8. Jika tanaman terlalu rapat, lakukan penjarangan agar pertumbuhan sulur tidak saling berebut nutrisi.

Langkah-langkah ini merupakan inti dari cara menanam labu kuning dari biji yang efektif dan aman untuk pemula.

Perawatan Tanaman Labu Kuning

Mengacu pada panduan berkebun dari The House and Homestead, tanaman labu kuning membutuhkan keseimbangan antara penyiraman, paparan sinar matahari, serta nutrisi tanah agar sulur dan buah dapat berkembang optimal. Dengan perawatan yang konsisten, tanaman tidak hanya tumbuh subur tetapi juga lebih tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.

  • Siram tanaman satu kali sehari pada pagi atau sore hari saat masih muda
  • Kurangi frekuensi penyiraman menjadi dua atau tiga kali seminggu saat tanaman sudah besar
  • Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari penuh minimal enam jam per hari
  • Berikan pupuk organik atau pupuk cair setiap dua minggu sekali
  • Arahkan sulur tanaman agar menjalar dengan rapi dan tidak saling bertumpuk
  • Pindahkan tanaman ke media tanam lebih besar jika ditanam di pot dan pertumbuhan mulai terbatas
  • Awasi hama seperti ulat dan kutu daun, gunakan pestisida nabati bila diperlukan

Cara Panen Labu Kuning

Labu kuning umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar 85 hingga 110 hari sejak tanam. Tanda buah siap panen antara lain kulit yang mengeras, warna buah merata, dan tangkai mulai mengering.

Dalam satu musim tanam, tanaman labu kuning bisa dipanen beberapa kali selama kondisi tanaman masih sehat. Gunakan pisau tajam untuk memotong tangkai buah dan sisakan sekitar 5 cm agar labu tidak cepat busuk. Simpan hasil panen di tempat kering dan sejuk untuk memperpanjang masa simpan.

Jika seluruh tahapan cara menanam labu kuning dari biji dilakukan dengan benar, Anda dapat menikmati hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Salah satu referensi luar negeri yang membahas teknik serupa dapat ditemukan di laman The House and Homestead.

People Also Asked (PAA)

Apa fungsi merendam biji labu sebelum ditanam?

Membantu melembapkan kulit biji yang keras sehingga akar lebih mudah keluar. Selain itu, cara ini juga membantu menyaring biji berkualitas, karena biji yang tenggelam umumnya memiliki daya tumbuh lebih baik.

Apa jenis labu yang paling cepat berbuah dan mudah dirawat?

Labu kuning jenis labu parang dan pumpkin lokal termasuk yang paling cepat berbuah dan mudah dirawat. Jenis ini adaptif terhadap iklim tropis dan tidak memerlukan perawatan rumit. 

Berapa lama waktu panen labu kuning?

Waktu panen labu kuning umumnya berkisar antara 85 hingga 110 hari setelah tanam. Lamanya panen dipengaruhi oleh varietas, kesuburan tanah, dan intensitas perawatan.

Pupuk apa yang cocok untuk labu kuning?

Pupuk organik, seperti pupuk kandang matang dan kompos. Pupuk cair organik juga baik digunakan sebagai pupuk susulan setiap dua minggu sekali.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |