Liputan6.com, Jakarta - Monstera identik dengan daunnya yang besar, mengkilap, dan berlubang unik, menjadikannya primadona di kalangan pecinta tanaman hias karena sentuhan estetika alami yang kuat. Tanaman eksotis ini berasal dari hutan hujan tropis Meksiko dan sering dijuluki "tanaman keju Swiss", sehingga untuk memastikan Monstera tumbuh subur, sehat, dan memiliki daun yang lebar serta tidak mudah busuk, perawatan yang tepat sangatlah penting, terutama dalam hal penyiraman.
Penyiraman yang benar adalah aspek krusial dalam perawatannya. Meskipun membutuhkan pasokan air secara teratur, Monstera sangat rentan terhadap busuk akar jika media tanam tergenang air. Kesalahan paling fatal dalam merawatnya adalah memberikan air secara berlebihan atau overwatering, yang dapat memicu pembusukan akar dan mengganggu kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Berdasarkan hal tersebut, memahami kebutuhan air dan menerapkan teknik penyiraman yang tepat adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhannya. Keseimbangan dalam penyiraman akan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat, mempertahankan keelokan daunnya, serta mencegah masalah umum seperti daun menguning atau busuk akar.
Memahami Kebutuhan Air Monstera
Monstera deliciosa adalah tanaman tropis yang tumbuh subur di lingkungan yang lembap, berasal dari hutan hujan tropis Meksiko dan Amerika Tengah. Daunnya yang besar dan berlobus bukan hanya ciri estetika, tetapi juga refleksi dari adaptasinya terhadap kondisi hutan di mana ia sering terkena hujan. Di habitat aslinya, Monstera tumbuh di bawah naungan kanopi pohon-pohon besar, menerima cahaya yang tersebar dan lembut.
Berbeda dengan sukulen yang menyimpan air, Monstera deliciosa bergantung pada kelembapan yang konsisten untuk mendukung daun-daun suburnya. Meskipun menyukai kelembaban, Monstera tidak berarti harus selalu disiram, karena kebutuhan airnya bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti ukuran tanaman, jenis tanah, ukuran pot, dan kondisi lingkungan. Penting untuk diketahui bahwa overwatering dapat menyebabkan akar membusuk dan berujung pada kematian tanaman.
Memahami habitat alami Monstera membantu dalam menciptakan kondisi serupa di rumah, di mana pendekatan yang seimbang dalam penyiraman memastikan tanaman tidak mengalami stres ekstrem akibat kekeringan atau kelebihan air. Keseimbangan ini mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan mempertahankan keelokan karakteristik daunnya.
Tanda-tanda Kapan Harus Menyiram
Salah satu keterampilan terpenting dalam perawatan tanaman adalah mengenali kapan Monstera deliciosa membutuhkan air dan kapan sudah berlebihan. Indikator terbaik untuk menyiram adalah ketika tanah bagian atas, sekitar 2-3 cm kedalaman, terasa kering saat disentuh. Jika tanah masih terasa lembab, tunda penyiraman; jika terasa kering, itu adalah saat yang tepat untuk menyiram tanaman.
Tanda-tanda kekurangan air pada Monstera dapat terlihat dari tepian daun yang kering dan renyah, serta tanaman mungkin tampak layu atau tidak bernyawa. Daun yang terkulai dan warna daun pucat juga merupakan indikasi bahwa Monstera kekurangan air. Beberapa pehobi juga menyiram ketika pot terasa lebih ringan saat diangkat, karena ini menunjukkan tanah sudah kering.
Untuk memastikan kelembaban tanah secara akurat, Anda bisa menggunakan jari untuk memeriksa sekitar 2,5 cm (1 inci) ke dalam tanah; jika terasa kering, tanaman Anda membutuhkan air. Alternatif lain adalah menggunakan tusuk sate atau alat pengukur kelembaban tanah untuk memeriksa bagian bawah pot, karena bagian atas mungkin kering tetapi bagian bawah masih lembab.
Teknik Penyiraman yang Tepat
Saat menyiram Monstera, pastikan air menyebar secara merata ke seluruh permukaan tanah. Siram hingga air mulai mengalir keluar dari lubang drainase di bagian bawah pot, yang memastikan bola akar cukup lembap. Setelah menyiram, tunggu beberapa menit dan kemudian kosongkan setiap air yang berlebih dari tatakan tanaman untuk mencegah akar terjebak dalam air tergenang.
Hindari membasahi dedaunan saat menyiram, karena daun basah di rumah yang berventilasi buruk terkadang dapat mendorong tanaman mengembangkan penyakit. Gunakan kaleng penyiram berleher panjang untuk menuangkan air ke permukaan tanah dengan perlahan. Menambahkan air sedikit demi sedikit memastikan tanah menyerap air dan menjadi lembab secara merata, terutama jika tanah sangat kering dan cenderung menolak air.
Menggunakan jenis air yang tepat juga penting; air keran sering mengandung klorin dan fluorin yang dapat berbahaya seiring waktu. Biarkan air keran mengendap selama 24 jam agar bahan kimia ini hilang, atau gunakan air yang disaring. Air suhu ruangan adalah yang terbaik untuk menghindari kejutan pada akar tanaman.
Pentingnya Drainase Pot
Salah satu cara terbaik untuk mencegah overwatering adalah dengan menggunakan pot yang memiliki lubang drainase yang baik. Lubang drainase memungkinkan kelebihan air mengalir keluar dari pot sehingga akar tidak tergenang air. Selalu pastikan untuk membuang air berlebih dari tatakan segera setelah menyiram, karena membiarkan air mengumpul di tatakan dapat menyebabkan tanah tergenang dan busuk akar.
Drainase yang tepat sangat penting—jangan biarkan tanaman Anda terjebak dalam tanah yang tergenang air karena dapat menyebabkan busuk akar. Pot tanpa lubang drainase sangat berisiko menyebabkan busuk akar karena air tidak dapat keluar, menciptakan lingkungan yang lembab dan kurang oksigen bagi akar.
Meskipun ada perdebatan tentang penggunaan lapisan drainase seperti kerikil atau pecahan pot di dasar pot, beberapa ahli menyarankan bahwa lapisan ini dapat membantu menjaga substrat tetap di tempatnya dan mencegah tanah keluar melalui lubang drainase. Namun, penting untuk memastikan bahwa lapisan ini tidak justru menghambat aliran air dan menyebabkan genangan di bagian bawah pot.
Media Tanam Ideal
Pemilihan media tanam yang tepat sangat esensial untuk pertumbuhan Monstera yang sehat dan optimal. Monstera memerlukan media tanam yang poros dan mampu mengalirkan air dengan cepat, namun tetap bisa menahan kelembapan yang cukup. Kualitas media tanam memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan Monstera.
Komposisi ideal untuk media tanam Monstera terdiri dari 50% tanah potting sebagai bahan dasar, 30% perlite atau pasir kasar yang berfungsi meningkatkan aerasi, dan 20% cocopeat atau sekam bakar yang membantu mempertahankan kelembapan. Media tanam yang baik adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam yang berpori sangat penting untuk mencegah air tergenang, yang dapat menyebabkan busuk akar.
Hindari menggunakan campuran media tanam pengendali kelembapan yang tidak ideal untuk Monstera, karena tanaman ini tidak membutuhkan tanah yang lembap dalam waktu lama di sekitar akar. Media tanam yang berkualitas juga dapat mencakup top soil pilihan, sekam bakar, cocopeat, nutrisi NPK organik, dan biostimulan untuk mempercepat penyerapan hara.
Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi
Kondisi lingkungan, seperti suhu dan kelembaban, sangat mempengaruhi kebutuhan air Monstera. Pada musim panas atau di ruangan dengan udara kering, Monstera mungkin memerlukan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, pada musim dingin atau di ruangan dengan kelembaban tinggi, frekuensi penyiraman bisa dikurangi.
Monstera adalah tanaman tropis yang sangat menyukai lingkungan dengan tingkat kelembapan relatif tinggi antara 60-80%. Untuk menciptakan kondisi tersebut di dalam ruangan, penggunaan humidifier merupakan solusi paling praktis dan efektif untuk menjaga kelembapan udara secara konsisten. Metode tradisional seperti peletakan nampan berisi kerikil dan air di bawah pot tanaman juga cukup membantu, asalkan dasar pot tidak terendam air.
Intensitas cahaya juga berperan; Monstera tumbuh subur dalam cahaya tidak langsung yang sedang hingga terang. Siram Monstera lebih sering jika ditempatkan di tempat yang terang dan lebih jarang disiram jika berada di tempat yang redup. Paparan sinar matahari langsung harus dihindari karena dapat menyebabkan daun menguning, gosong, atau bahkan terbakar.
Mencegah Busuk Akar dan Daun Menguning
Penyiraman yang berlebihan adalah salah satu penyebab utama daun Monstera menguning. Ketika air menggenang di pot, akar dapat membusuk dan menyebabkan daun menguning. Tanda-tanda lain dari kelebihan air termasuk pangkal batang yang lembek dan penampilan yang terkulai secara umum. Kombinasi warna kuning dan coklat pada daun Monstera yang sama biasanya disebabkan oleh terlalu banyak air.
Busuk akar terjadi ketika akar tanaman terus-menerus terendam dalam tanah yang tergenang air, yang dapat dengan cepat menyebar dan membunuh tanaman jika tidak segera ditangani. Akar yang busuk dan rusak biasanya berwarna cokelat atau hitam, lembek, dan berbau tidak sedap. Jika dicurigai terjadi busuk akar, segera keluarkan tanaman dari pot, periksa akarnya, dan pangkas bagian akar yang rusak menggunakan gunting steril.
Setelah memangkas akar yang busuk, tanam kembali Monstera dalam media tanam yang segar dan memiliki drainase yang baik, serta pot yang bersih dengan lubang drainase. Sesuaikan jadwal penyiraman dengan menunggu hingga beberapa sentimeter bagian atas tanah kering sebelum menyiram lagi. Selain itu, daun Monstera juga bisa menguning karena kekurangan cahaya, hama, penyakit jamur, atau penuaan alami.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa kesalahan paling fatal dalam merawat Monstera terkait penyiraman, dan apa dampaknya?
Kesalahan paling fatal adalah memberikan air secara berlebihan (overwatering). Dampaknya adalah memicu pembusukan akar (root rot) dan mengganggu kesehatan tanaman secara keseluruhan, yang dapat berujung pada kematian tanaman jika tidak ditangani.
2. Apa indikator terbaik dan paling akurat untuk mengetahui kapan Monstera sudah harus disiram?
Indikator terbaik adalah ketika tanah bagian atas, sedalam 2-3 cm (atau sekitar 1 inci), terasa kering saat disentuh (menggunakan jari atau alat pengukur kelembaban tanah). Jika tanah masih terasa lembab, penyiraman harus ditunda.
3. Bagaimana cara mencegah dan menangani busuk akar pada Monstera?
Selalu gunakan pot yang memiliki lubang drainase yang baik dan segera buang kelebihan air dari tatakan setelah penyiraman agar akar tidak tergenang. Gunakan media tanam yang poros. Jika dicurigai terjadi busuk akar (akar berwarna cokelat/hitam, lembek, dan berbau tidak sedap), segera keluarkan tanaman dari pot, pangkas semua bagian akar yang busuk menggunakan gunting steril, dan tanam kembali pada media tanam serta pot yang baru dan bersih.
4. Apa komposisi ideal yang direkomendasikan untuk media tanam Monstera?
Monstera memerlukan media tanam yang poros namun tetap bisa menahan kelembapan. Komposisi ideal yang direkomendasikan adalah campuran:m50% tanah potting (sebagai bahan dasar), 30% perlite atau pasir kasar (untuk meningkatkan aerasi/porositas), dan 20% cocopeat atau sekam bakar (untuk mempertahankan kelembapan yang cukup).
5. Selain overwatering, faktor lingkungan apa saja yang sangat memengaruhi kebutuhan air Monstera?
Pada musim panas atau di ruangan berudara kering, frekuensi penyiraman perlu ditingkatkan. Sebaliknya, pada musim dingin atau di ruangan dengan kelembaban tinggi, frekuensi penyiraman harus dikurangi. Monstera yang diletakkan di tempat dengan cahaya tidak langsung yang terang perlu disiram lebih sering dibandingkan yang diletakkan di tempat redup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)