Cara Mengolah Cangkang Telur Menjadi Pupuk untuk Suburkan Tanaman

1 day ago 7
  • Apakah cangkang telur aman untuk semua tanaman?
  • Tanaman apa yang cocok diberi cangkang telur?
  • Apakah cangkang telur harus dihaluskan dulu?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Cangkang telur sering dianggap sebagai limbah dapur yang tidak memiliki nilai guna, padahal sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai pupuk alami yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman secara berkelanjutan. Di dalam cangkang telur terdapat kandungan kalsium karbonat, magnesium, fosfor, serta sejumlah mineral mikro yang berperan penting dalam pembentukan dinding sel tanaman, memperkuat batang, dan menjaga kestabilan pH tanah agar tidak terlalu asam.

Pemanfaatan cangkang telur sebagai pupuk juga menjadi solusi praktis bagi pekebun rumahan yang ingin menekan biaya perawatan tanpa bergantung pada pupuk kimia mahal, sekaligus mengurangi limbah rumah tangga. Seperti yang dilakukan oleh Yusnidar (62), pegiat kebun rumahan di Godean, Sleman, Yogyakarta yang memiliki hobi berkebun lebih dari 10 tahun, yang rutin memanfaatkan limbah dapur sebagai nutrisi tanaman. Ia mengatakan jika cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang bagus untuk pertumbuhan tanaman.

Dengan teknik pengolahan yang tepat, cangkang telur dapat diubah menjadi pupuk padat, cair, maupun campuran kompos yang efektif untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman, mulai dari sayuran, buah, hingga tanaman hias, sehingga siapa pun bisa mempraktikkannya di rumah tanpa biaya besar.

1. Membersihkan dan Mengeringkan Cangkang Telur

Langkah awal sebelum cangkang telur dijadikan pupuk adalah membersihkannya dari sisa putih dan kuning telur agar tidak menimbulkan bau, jamur, atau serangga saat disimpan maupun diaplikasikan ke tanah. Proses pencucian sebaiknya dilakukan menggunakan air mengalir sambil menggosok bagian dalam cangkang hingga tidak ada lagi lendir yang menempel.

Yusnidar juga menekankan pentingnya tahap ini sebelum cangkang telur dihaluskan. “Jadi ini biar nutrisinya cepat diserap,” jelasnya kepada Liputan6.com ketika ditemui di rumahnya di Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (18/1/2026).

Setelah dicuci, cangkang telur perlu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering, karena kondisi lembap akan membuat cangkang mudah berjamur dan sulit dihancurkan, sehingga kualitas pupuk alami bisa menurun.

2. Menghaluskan Cangkang Telur

Cangkang telur yang sudah kering sebaiknya dihaluskan agar unsur hara di dalamnya lebih cepat terurai dan dapat langsung diserap oleh akar tanaman. Penghalusan bisa dilakukan menggunakan blender, ditumbuk dengan ulekan, atau diremas hingga menjadi bubuk bertekstur lembut.

“Bisa dihancurin terus dicampur ke media tanamnya. Jadi nanti cangkang telur dicuci dulu sebelum dihaluskan,” jelas ibu tiga anak. Cara ini membuat nutrisi dari cangkang telur tidak terbuang sia-sia.

Semakin halus bentuk cangkang telur, semakin mudah ia menyatu dengan media tanam dan tidak mengganggu pertumbuhan akar, sehingga distribusi kalsium di dalam tanah menjadi lebih merata.

3. Menaburkan Langsung ke Media Tanam

Cara paling sederhana menggunakan cangkang telur sebagai pupuk adalah dengan menaburkan bubuknya langsung di permukaan tanah di sekitar pangkal tanaman, lalu diaduk ringan agar tercampur dengan lapisan atas media tanam. Setelah itu, tanah disiram supaya nutrisi mulai larut dan masuk ke area perakaran.

Metode ini membantu memperbaiki struktur tanah, menjaga kestabilan pH, serta menambah unsur kalsium yang berfungsi memperkuat batang dan mencegah kerontokan bunga maupun buah. Tanaman yang mendapat suplai kalsium cukup biasanya tumbuh lebih kokoh dan tidak mudah terserang penyakit.

Pemberian sebaiknya dilakukan secara berkala, misalnya dua atau tiga minggu sekali, agar tanah tetap subur tanpa mengalami kelebihan mineral yang justru bisa membuat media tanam menjadi terlalu padat.

4. Membuat Pupuk Cair dari Cangkang Telur

Selain bentuk padat, cangkang telur juga bisa diolah menjadi pupuk cair dengan cara merebus beberapa cangkang dalam air selama kurang lebih lima belas menit hingga mineralnya larut. Air rebusan kemudian didinginkan dan disaring sebelum digunakan.

Pupuk cair dari cangkang telur lebih cepat diserap tanaman karena nutrisi sudah berada dalam bentuk larutan yang langsung masuk ke jaringan akar. Cara ini sangat cocok untuk tanaman yang sedang berbunga atau berbuah agar tidak mudah rontok dan tetap kuat menopang hasilnya.

Penggunaan pupuk cair sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari supaya penyerapan lebih optimal dan tanaman tidak mengalami stres akibat suhu tinggi.

5. Mencampurkan ke Dalam Kompos

Cangkang telur juga sangat efektif jika dicampurkan ke dalam kompos organik bersama sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur lainnya. Sebelum dimasukkan, cangkang sebaiknya dihancurkan agar proses penguraian berjalan lebih cepat.

Campuran ini membantu menyeimbangkan pH kompos, menambah kandungan kalsium, serta memperbaiki kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Kompos dengan tambahan cangkang telur biasanya lebih kaya mineral dan tidak terlalu asam.

Saat kompos matang, hasilnya bisa digunakan untuk menyuburkan kebun atau tanaman pot, sehingga media tanam menjadi gembur, subur, dan mampu menyimpan air lebih baik.

6. Menggunakan sebagai Pengusir Hama Alami

Cangkang telur yang tidak terlalu halus bisa dimanfaatkan sebagai pelindung alami tanaman dengan cara ditaburkan mengelilingi pangkal tanaman. Teksturnya yang tajam membuat hama seperti siput, keong, dan ulat enggan mendekat.

Cara ini membantu mengurangi serangan hama tanpa perlu menggunakan pestisida kimia yang berisiko merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Selain melindungi, tanaman juga tetap mendapatkan tambahan mineral dari cangkang telur tersebut.

Penggunaan metode ini cocok untuk kebun sayur rumahan karena aman, murah, dan tetap menjaga kualitas tanaman agar lebih organik.

7. Mengatur Dosis dan Waktu Pemberian

Meski alami, cangkang telur tetap perlu diberikan dengan takaran yang tepat agar tidak menumpuk berlebihan di dalam tanah.

Dalam praktiknya, Yusnidar juga menyinggung waktu penggunaan pupuk alami ini. “Sore biasanya. Katanya biar penyerapan nutrisi tanaman lebih maksimal.”

Dengan pengaturan dosis dan waktu yang baik, manfaat cangkang telur akan lebih optimal tanpa merusak struktur tanah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah cangkang telur aman untuk semua tanaman?

Ya, aman karena alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

2. Tanaman apa yang cocok diberi cangkang telur?

Kelengkeng, anggrek, sayur, cabai, tomat, dan tanaman hias sangat cocok.

3. Apakah harus dihaluskan dulu?

Disarankan agar nutrisi lebih cepat diserap tanaman.

4. Kapan waktu terbaik pemberian?

Sore hari agar penyerapan nutrisi lebih maksimal.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |