Cara Mencegah Buah Kelengkeng agar Tidak Rontok dan Berhasil Panen

1 day ago 5
  • Apa pupuk terbaik agar buah kelengkeng tumbuh lebat?
  • Apakah membungkus buah kelengkeng dengan plastik membuatnya lebih manis?
  • Apa kelengkeng bisa ditanam di depan rumah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Masalah buah rontok sering membuat petani dan pekebun rumahan merasa kecewa. Padahal, tanaman sudah dirawat cukup lama hingga berbunga dan mulai berbuah. Jika tidak ditangani dengan tepat, buah kelengkeng bisa gugur satu per satu sebelum sempat dipanen. Karena itu, memahami cara mencegah buah kelengkeng agar tidak rontok menjadi hal penting agar usaha budidaya tidak berakhir sia-sia.

Fenomena buah kelengkeng rontok umumnya dipengaruhi oleh kondisi tanaman, lingkungan, dan pola perawatan. Tanpa penanganan yang tepat, tanaman akan menggugurkan buah sebagai respons stres.

Dengan mengetahui penyebab sekaligus langkah pencegahannya yangtelah dirangkum oeh Liputan6.com, Rabu (21/1/2026) berikut, Anda dapat membantu kelengkeng berbuah lebih stabil hingga masa panen tiba.

1. Pastikan Kualitas Bibit Baik

Keberhasilan tanaman kelengkeng mempertahankan buah sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Bibit yang ideal memiliki tinggi sekitar 50–80 cm, batang lurus, diameter batang minimal 1 cm, serta daun berwarna hijau tua dan tidak menggulung. Bibit dengan ciri tersebut menandakan sistem perakaran dan jaringan tanaman sudah cukup kuat.

Bibit yang berasal dari biji cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dan lebih rentan mengalami kerontokan. Sebaliknya, bibit hasil okulasi atau cangkok dari indukan produktif biasanya mulai berbuah lebih cepat dan stabil. Tanaman dari bibit unggul mampu menopang pembentukan buah tanpa harus menggugurkan terlalu banyak bakal buah.

Untuk mencegah buah rontok sejak awal, pastikan bibit bebas dari penyakit, tidak layu, dan tidak memiliki bercak pada daun. Bibit berkualitas baik akan lebih adaptif terhadap perubahan cuaca dan pemupukan sehingga buah dapat bertahan lebih lama.

2. Tanam Kelengkeng di Musim yang Tepat

Waktu tanam dan pembungaan sangat memengaruhi keberhasilan buah bertahan. Kelengkeng tumbuh optimal pada suhu udara 27–32 derajat Celsius dengan intensitas sinar matahari minimal 6–8 jam per hari. Kondisi ini umumnya tercapai pada musim kemarau atau peralihan menuju kemarau.

Penanaman atau pembungaan pada musim hujan dengan curah hujan di atas 200 mm per bulan sering menyebabkan bunga mudah rontok. Kelembapan udara yang terlalu tinggi, di atas 80 persen, dapat menghambat penyerbukan dan memicu serangan jamur.

Sebagai langkah pencegahan, tanam atau rangsang pembungaan pada akhir musim hujan hingga awal musim kemarau. Jika tanaman sudah berbunga saat hujan, perbaiki drainase tanah dan lakukan pemangkasan ringan agar kelembapan di sekitar tajuk berkurang.

3. Lakukan Pencegahan Serangan Hama

Hama seperti kutu daun, ulat bunga, dan lalat buah sering menyerang saat tanaman berbunga hingga berbuah muda. Serangan ringan saja sudah cukup untuk mengganggu aliran nutrisi ke buah, sehingga tanaman menggugurkannya.

Selain merusak jaringan tanaman, hama juga membuat tanaman mengalami stres berkepanjangan. Dalam kondisi ini, kelengkeng akan memilih mempertahankan hidupnya dengan cara mengurangi beban, yaitu menjatuhkan buah.

Untuk pencegahan, lakukan penyemprotan pestisida nabati setiap 7–10 hari sekali, terutama saat muncul bunga. Anda juga bisa menggunakan insektisida dengan dosis ringan sesuai anjuran kemasan. Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun membantu meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi sarang hama.

4. Pastikan Nutrisi Kelengkeng Terpenuhi

Kebutuhan nutrisi meningkat tajam saat kelengkeng memasuki fase generatif. Kekurangan unsur kalium, fosfor, dan kalsium sering menjadi penyebab utama buah rontok. Kalium berfungsi memperkuat tangkai buah, sedangkan kalsium membantu menjaga struktur jaringan tanaman.

Pada fase berbunga, berikan pupuk NPK dengan perbandingan 10-30-20 atau 12-24-12 sebanyak 200–300 gram per pohon dewasa setiap 1–1,5 bulan. Saat buah mulai terbentuk, tingkatkan asupan kalium dengan dosis sekitar 250 gram per pohon.

Tambahan pupuk mikro seperti boron dan magnesium dapat diberikan melalui pupuk daun setiap 10–14 hari. Langkah ini sangat efektif sebagai bagian dari cara mencegah buah kelengkeng agar tidak rontok karena nutrisi terserap lebih cepat.

5. Siram Sesuai Kebutuhan

Air berperan penting dalam menjaga kestabilan fisiologis tanaman kelengkeng. Tanaman membutuhkan kondisi tanah yang lembap dengan kadar air sekitar 60–70 persen. Penyiraman berlebihan hingga tanah tergenang lebih dari 24 jam dapat merusak akar.

Sebaliknya, kekeringan selama lebih dari 3–5 hari pada fase pembungaan bisa menyebabkan bunga dan buah rontok. Stres air membuat tanaman menghentikan suplai nutrisi ke buah.

Lakukan penyiraman 2–3 kali seminggu pada musim kemarau dan sesuaikan dengan kondisi tanah saat musim hujan. Pastikan air meresap hingga kedalaman 30–40 cm agar akar mendapatkan pasokan air yang cukup tanpa tergenang.

6. Lakukan Penjarangan Buah Secara Bertahap

Menuru tlman University of Florida, buah kelengkeng yang tumbuh terlalu banyak dalam satu dompol sering kali justru meningkatkan risiko rontok massal. Tanaman memiliki kemampuan terbatas dalam menyuplai nutrisi, sehingga jika beban buah terlalu berat, kelengkeng akan menggugurkan sebagian buah secara alami.

Penjarangan dilakukan saat buah berdiameter sekitar 0,5–1 cm atau sekitar 2–3 minggu setelah bunga mekar. Idealnya, satu dompol hanya menyisakan 15–25 buah, tergantung umur dan ukuran pohon. Pada tanaman yang masih muda, jumlah tersebut bisa dikurangi menjadi 10–15 buah per dompol.

Dengan penjarangan, distribusi nutrisi menjadi lebih merata. Buah yang tersisa akan tumbuh lebih besar, tangkai buah lebih kuat, dan risiko rontok berkurang. Langkah ini termasuk strategi efektif dalam cara mencegah buah kelengkeng agar tidak rontok, terutama pada tanaman yang berbunga sangat lebat.

7. Kendalikan Stres Lingkungan dan Suhu Tanaman

Perubahan lingkungan yang ekstrem sering kali tidak disadari sebagai penyebab kerontokan buah. Kelengkeng sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu yang terlalu tajam. Suhu ideal berkisar antara 27–32 derajat Celsius, sementara suhu di bawah 20 derajat atau di atas 35 derajat dapat memicu stres fisiologis.

Angin kencang juga berkontribusi terhadap rontoknya buah, terutama pada fase buah muda. Getaran terus-menerus pada tangkai buah dapat melemahkan ikatan buah dengan cabang. Selain itu, paparan angin panas dapat mempercepat penguapan air dari daun dan buah.

Untuk mengurangi stres lingkungan, Anda bisa memasang penahan angin sederhana dari paranet atau tanaman pagar. Mulsa organik setebal 5–10 cm di sekitar pangkal batang juga membantu menjaga suhu dan kelembapan tanah tetap stabil, sehingga tanaman tidak mudah stres dan buah lebih tahan hingga panen.

Frequently asked questions (FAQ)

Apa pupuk terbaik agar buah kelengkeng tumbuh lebat?

Kombinasi NPK dengan rasio tinggi fosfor dan kalium, seperti NPK 10-30-20 atau 12-24-12. Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium memperkuat bakal buah agar tidak mudah rontok. 

Apakah membungkus buah kelengkeng dengan plastik membuatnya lebih manis?

Membungkus buah kelengkeng tidak secara langsung membuat buah lebih manis, tetapi membantu melindungi buah dari hama dan hujan berlebih. 

Apa kelengkeng bisa ditanam di depan rumah?

Bisa selama mendapat sinar matahari penuh minimal 6–8 jam per hari. Jarak tanam ideal sekitar 3–4 meter dari bangunan agar akar dan tajuk tidak mengganggu struktur rumah.

Apakah kelengkeng butuh banyak air?

Kelengkeng tidak membutuhkan air berlebihan, tetapi perlu penyiraman rutin dan terukur. Penyiraman ideal dilakukan 2–3 kali seminggu pada musim kemarau dengan volume sekitar 10–20 liter per pohon dewasa.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |