- Apa saja nutrisi utama dalam kangkung untuk ayam?
- Mengapa kangkung perlu diolah sebelum diberikan kepada ayam?
- Bagaimana cara fermentasi kangkung untuk pakan ayam?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk pakan ternak ayam. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran konsumsi manusia, kangkung juga sering digunakan oleh peternak sebagai pakan tambahan untuk ayam kampung, ayam petelur, maupun ayam pedaging. Kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam kangkung membantu menjaga kesehatan pencernaan ayam serta meningkatkan nafsu makan.
Namun, pemberian kangkung untuk pakan ayam tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Salah satu tahap penting yang sering diabaikan adalah proses pencacahan kangkung sebelum diberikan kepada ternak. Kangkung yang tidak dicacah dengan benar berisiko sulit dicerna, terbuang percuma, bahkan dapat mengurangi efisiensi pakan karena ayam tidak mampu memakannya secara optimal.
Proses mencacah kangkung bertujuan untuk memperkecil ukuran serat sehingga lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan ayam. Selain itu, kangkung yang dicacah dengan baik juga lebih mudah dicampur dengan pakan lain seperti dedak, bekatul, atau konsentrat, sehingga nutrisi yang dikonsumsi ayam menjadi lebih seimbang dan merata.
Berikut beberapa cara mencacah kangkung untuk pakan ternak ayam yang praktis, hemat biaya, dan bisa diterapkan oleh peternak rumahan maupun skala kecil. Setiap metode dijelaskan secara rinci agar mudah dipahami dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta peralatan yang tersedia.
1. Mencacah Kangkung Menggunakan Pisau Tajam
Mencacah kangkung menggunakan pisau tajam merupakan metode paling dasar namun tetap relevan hingga saat ini, terutama bagi peternak ayam rumahan yang mengutamakan ketepatan ukuran potongan pakan. Dengan pisau, peternak dapat menyesuaikan ukuran cacahan sesuai umur ayam, mulai dari potongan sangat kecil untuk ayam muda hingga potongan sedang untuk ayam dewasa. Kontrol ukuran ini penting karena struktur paruh dan kemampuan cerna ayam sangat bergantung pada usia dan jenisnya.
Proses mencacah sebaiknya dilakukan setelah kangkung dicuci bersih dari lumpur, pasir, dan sisa pestisida agar tidak mencemari pakan. Kangkung kemudian ditumpuk rapi di atas talenan atau alas kayu sebelum dipotong melintang. Pemotongan melintang ini bertujuan memutus serat panjang pada batang kangkung sehingga tidak menyulitkan ayam saat menelan dan mencerna pakan hijauan tersebut.
Keunggulan metode pisau terletak pada fleksibilitas dan kualitas hasil cacahan, meskipun membutuhkan waktu lebih lama. Cara ini sangat cocok diterapkan bagi peternak yang ingin menjaga kualitas pakan secara maksimal tanpa bergantung pada alat tambahan atau listrik, sehingga tetap ekonomis dan mudah diterapkan di berbagai kondisi.
2. Menggunakan Gunting sebagai Cara Praktis dan Minim Risiko
Penggunaan gunting sebagai alat pencacah kangkung menjadi alternatif yang semakin populer, terutama bagi peternak pemula atau ibu rumah tangga yang memelihara ayam dalam jumlah terbatas. Gunting memungkinkan proses pencacahan dilakukan langsung di atas wadah pakan, sehingga lebih praktis dan tidak memerlukan meja atau alas khusus.
Dengan teknik menggunting bertahap, kangkung dapat dipotong dengan ukuran relatif seragam tanpa membutuhkan tenaga besar. Cara ini sangat membantu bagi peternak yang ingin bekerja cepat, bersih, dan rapi, terutama saat menyiapkan pakan pagi atau sore hari. Selain itu, risiko cedera tangan juga lebih kecil dibandingkan penggunaan pisau atau parang.
Metode gunting cocok untuk skala kecil hingga menengah, khususnya jika pakan kangkung hanya diberikan sebagai pakan tambahan. Hasil potongan yang cukup kecil membuat ayam lebih cepat menghabiskan pakan tanpa banyak sisa, sehingga efisiensi pakan dapat meningkat secara nyata.
3. Mencacah Kangkung Menggunakan Mesin Chopper Mini
Mesin chopper mini menjadi solusi modern bagi peternak yang mengelola ayam dalam jumlah cukup banyak dan membutuhkan efisiensi waktu dalam menyiapkan pakan hijauan. Dengan alat ini, proses mencacah kangkung yang biasanya memakan waktu lama dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit.
Kangkung yang telah dicuci dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin tanpa perlu dipotong terlebih dahulu. Hasil cacahan mesin chopper umumnya lebih halus dan seragam, sehingga sangat cocok dicampur dengan dedak, jagung giling, atau konsentrat. Campuran pakan menjadi lebih homogen dan memudahkan ayam mengonsumsi nutrisi secara merata.
Meskipun membutuhkan modal awal, mesin chopper mini sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Selain kangkung, alat ini juga dapat digunakan untuk mencacah daun pepaya, azolla, atau limbah sayuran lain, sehingga mendukung konsep pakan murah dan berkelanjutan bagi peternak ayam.
4. Cara Tradisional dengan Parang dan Alas Kayu
Metode tradisional menggunakan parang dan alas kayu masih banyak digunakan oleh peternak di pedesaan karena mampu mencacah kangkung dalam volume besar tanpa memerlukan mesin atau listrik. Kangkung biasanya ditumpuk di atas balok kayu atau batang pohon besar, lalu dicacah dengan gerakan memotong berulang.
Keunggulan metode ini terletak pada kemampuannya menangani jumlah hijauan yang banyak dalam waktu relatif singkat, terutama jika dilakukan oleh peternak yang sudah terbiasa. Hasil cacahan cukup kasar namun masih aman untuk ayam dewasa, khususnya ayam kampung yang memiliki daya cerna lebih kuat.
Namun, metode ini membutuhkan kehati-hatian tinggi demi keselamatan kerja. Posisi tangan, kestabilan alas, serta ketajaman parang harus benar-benar diperhatikan agar proses mencacah berjalan aman dan efektif tanpa risiko cedera.
5. Mencacah Kangkung Setelah Direbus
Merebus kangkung sebelum dicacah merupakan teknik yang bertujuan untuk melunakkan tekstur batang dan daun sehingga lebih ramah bagi sistem pencernaan ayam. Cara ini sangat dianjurkan untuk ayam usia muda, ayam petelur yang sedang produksi tinggi, atau ayam yang sedang dalam masa pemulihan.
Proses perebusan cukup dilakukan selama 2–5 menit hingga kangkung layu, lalu ditiriskan dan didinginkan sebelum dicacah. Setelah direbus, kangkung akan jauh lebih mudah dipotong, baik menggunakan pisau maupun gunting, dengan hasil cacahan yang lebih lembut dan tidak berserat keras.
Metode ini memang membutuhkan waktu tambahan, tetapi manfaatnya cukup besar dalam mengurangi risiko gangguan pencernaan. Kangkung rebus juga lebih mudah tercampur dengan dedak basah atau bekatul, sehingga meningkatkan daya serap nutrisi oleh ayam.
6. Menggunakan Blender untuk Tekstur Sangat Halus
Blender dapat dimanfaatkan sebagai alat pencacah kangkung jika target pakan adalah ayam anakan atau ayam dengan kondisi khusus. Kangkung diblender bersama sedikit air hingga menjadi potongan sangat kecil atau bubur kasar, sehingga hampir tidak menyisakan serat panjang.
Hasil blender sangat cocok dicampurkan dengan pakan halus atau voer ayam starter. Tekstur lembut ini memudahkan ayam dalam menelan dan mencerna pakan tanpa membebani tembolok maupun saluran pencernaan.
Meski praktis, metode ini sebaiknya digunakan secara terbatas karena membutuhkan listrik dan kapasitas blender umumnya kecil. Oleh karena itu, blender lebih ideal digunakan untuk kebutuhan khusus atau skala sangat kecil.
7. Mencacah dan Mengeringkan Kangkung sebagai Stok Pakan Alternatif
Mencacah kangkung lalu mengeringkannya merupakan strategi cerdas untuk mengelola kelebihan hijauan agar tidak terbuang. Kangkung dicacah terlebih dahulu, kemudian dijemur hingga benar-benar kering sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
Kangkung kering memiliki daya simpan lebih lama dan bisa digunakan saat musim hujan atau ketika pasokan hijauan segar terbatas. Sebelum diberikan ke ayam, kangkung kering sebaiknya direndam air agar kembali lunak dan mudah dicerna.
Metode ini sangat membantu peternak dalam menjaga ketersediaan pakan hijauan sepanjang waktu, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan dan menekan biaya operasional ternak.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah kangkung aman untuk pakan ayam setiap hari?
Aman sebagai pakan tambahan, tetapi sebaiknya tidak dijadikan pakan utama agar nutrisi tetap seimbang.
2. Ukuran cacahan kangkung yang ideal untuk ayam berapa?
Sekitar 1–2 cm untuk ayam dewasa, dan lebih halus untuk ayam muda.
3. Lebih baik kangkung mentah atau direbus?
Keduanya bisa digunakan, tetapi direbus lebih cocok untuk ayam muda atau sensitif.
4. Apakah kangkung bisa meningkatkan produksi telur ayam?
Kangkung membantu kesehatan ayam, tetapi peningkatan produksi telur tetap membutuhkan pakan utama bernutrisi lengkap.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)