Liputan6.com, Jakarta - Inovasi dalam berkebun kini semakin diminati, terutama dengan metode ramah lingkungan seperti cara menanam microgreens di baskom bekas. Solusi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga menyediakan sumber nutrisi segar langsung dari rumah. Dengan memanfaatkan wadah yang tidak terpakai, Anda bisa menciptakan kebun mini yang produktif dan berkelanjutan.
Inisiatif cara menanam microgreens di baskom bekas menjadi pilihan cerdas bagi mereka yang ingin menerapkan gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Microgreens, yang dikenal sebagai "superfood" dengan konsentrasi nutrisi lebih tinggi, kini dapat diakses dengan mudah.
Ini adalah langkah praktis untuk mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai, sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan yang signifikan bagi keluarga.
Berikut ini telah LIputan6 susun tentang cara menanam microgreens di baskom bekas, yang akan memandu Anda dari persiapan awal hingga masa panen, pada Selasa (20/1).
Persiapan Awal: Wadah dan Media Tanam Ideal untuk Microgreens
Langkah fundamental dalam budidaya microgreens adalah menyiapkan wadah serta media tanam yang tepat. Pemanfaatan baskom plastik bekas merupakan strategi cerdas untuk mendaur ulang dan berkontribusi pada pengurangan sampah rumah tangga.
Sebelum digunakan, pastikan baskom plastik bekas dicuci bersih dari kotoran atau sisa bahan kimia. Selanjutnya, buatlah beberapa lubang drainase kecil di bagian dasar baskom. Lubang ini krusial untuk mencegah genangan air yang bisa menyebabkan pembusukan akar dan pertumbuhan jamur. Anda bisa menggunakan paku panas atau bor untuk membuat lubang-lubang tersebut dengan aman.
Untuk media tanam microgreens, Anda dapat menggunakan campuran tanah subur dengan sekam bakar, atau cocopeat murni. Media tanam organik semacam ini sangat baik dalam mengikat air, menyediakan nutrisi esensial, serta memperbaiki aerasi dan drainase tanah. Pastikan media yang dipilih mendukung pertumbuhan optimal benih.
Isi baskom dengan media tanam hingga ketebalan sekitar 3–5 cm. Pastikan media tanam terisi secara merata di seluruh permukaan baskom untuk memastikan setiap benih mendapatkan ruang tumbuh yang seragam. Perataan media ini penting untuk hasil panen yang maksimal.
Teknik Penebaran Benih Microgreens yang Efektif
Penebaran benih microgreens memiliki perbedaan signifikan dibandingkan penanaman sayuran dewasa, karena memerlukan kepadatan yang lebih tinggi demi hasil panen yang optimal. Teknik yang tepat akan memastikan pertumbuhan yang seragam dan sehat.
Sebelum benih ditebar, basahi media tanam secara perlahan menggunakan botol semprot hingga lembap, namun hindari kondisi becek. Kelembapan yang memadai sangat membantu dalam proses perkecambahan benih. Media yang terlalu kering atau terlalu basah dapat menghambat pertumbuhan awal.
Taburkan benih secara merata dan rapat di atas permukaan media tanam. Penting untuk menghindari penumpukan benih yang terlalu tebal di satu area, karena ini bisa menghambat pertumbuhan. Beberapa jenis benih populer dan mudah ditanam untuk microgreens meliputi bayam, kangkung, sawi, lobak, dan bunga matahari, yang semuanya cocok untuk pemula.
Setelah benih ditebar, tekan perlahan agar benih menempel sempurna pada media tanam. Untuk benih berukuran besar seperti bunga matahari, perendaman selama 6-12 jam sebelum semai dapat sangat membantu melunakkan cangkang dan mempercepat proses perkecambahan. Langkah ini memastikan benih mendapatkan kontak maksimal dengan media.
Pentingnya Masa Gelap untuk Pertumbuhan Batang Optimal
Masa gelap, atau blackout period, merupakan tahapan krusial dalam budidaya microgreens yang bertujuan merangsang pertumbuhan batang yang cepat dan kuat pada awal masa tanam. Fase ini adalah kunci untuk mendapatkan batang yang panjang dan tegak.
Setelah benih ditebar, tutup baskom dengan kain gelap atau baskom lain yang diletakkan secara terbalik. Kemudian, simpan baskom di tempat yang sejuk dan gelap selama 2 hingga 3 hari. Penutupan ini menciptakan kondisi lingkungan yang ideal untuk proses selanjutnya.
Kondisi gelap ini secara alami akan "memaksa" tunas benih untuk mencari sumber cahaya, sehingga batangnya tumbuh lebih panjang dan tegak. Proses ini dikenal sebagai etiolasi, yang menghasilkan batang microgreens yang lebih tinggi dan seragam. Dengan demikian, kualitas panen akan lebih baik.
Perawatan Harian: Pencahayaan dan Penyiraman Microgreens
Setelah tunas microgreens mulai muncul dan mencapai ketinggian sekitar 2 cm, mereka membutuhkan paparan sinar matahari untuk proses fotosintesis dan pengembangan daun sejati. Fase ini sangat penting untuk pembentukan nutrisi.
Buka penutup baskom dan letakkan di lokasi yang menerima cahaya matahari tidak langsung, seperti di dekat jendela. Hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik, karena dapat menyebabkan tanaman layu atau mati. Cahaya yang cukup namun tidak berlebihan adalah kunci.
Jaga kelembapan media tanam dengan menyiram menggunakan botol semprot. Lakukan penyiraman secara rutin, umumnya pada pagi dan sore hari, namun pastikan media tanam tidak terlalu basah untuk menghindari pembusukan akar dan pertumbuhan jamur. Kelembapan media tanam harus selalu terjaga, tidak kering dan tidak terlalu jenuh.
Waktu dan Cara Panen Microgreens yang Tepat
Microgreens umumnya siap dipanen dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 7 hingga 14 hari setelah tanam. Waktu panen ini bisa bervariasi tergantung pada jenis benih yang digunakan dan kondisi lingkungan.
Tanaman dianggap siap panen ketika sudah memiliki sepasang daun sejati, yaitu daun pertama yang muncul setelah daun kotiledon. Beberapa jenis microgreens seperti buckwheat dan alfalfa dapat dipanen dalam 7 hari, sementara jenis lain seperti bunga matahari mungkin membutuhkan sekitar 10 hari untuk mencapai kematangan panen.
Gunakan gunting bersih dan tajam untuk memotong batang microgreens tepat di atas permukaan media tanam. Memotong di bagian ini memungkinkan sisa akar tetap berada di media, yang dapat terurai menjadi kompos alami. Setelah dipanen, cuci bersih microgreens dengan air dingin, dan siap untuk dikonsumsi sebagai salad, hiasan makanan, atau campuran smoothie.
QnA (Pertanyaan dan Jawaban)
Q: Jenis benih apa yang paling mudah untuk pemula dalam menanam microgreens?
A: Untuk pemula, disarankan memulai dengan benih kangkung, bayam, atau sawi karena mudah tumbuh dan toleran terhadap kesalahan perawatan. Benih ini juga memiliki daya kecambah tinggi dan waktu panen yang relatif cepat (7-10 hari).
Q: Berapa lama microgreens bisa bertahan setelah dipanen?
A: Microgreens segar dapat bertahan 5-7 hari jika disimpan dengan benar dalam refrigerator. Simpan dalam wadah kedap udara dengan tissue lembap di bagian bawah untuk menjaga kelembapan optimal.
Q: Apakah perlu menambahkan pupuk untuk microgreens?
A: Tidak selalu perlu karena benih mengandung nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan hingga fase panen. Namun, jika menggunakan media cocopeat, penambahan pupuk cair organik dengan konsentrasi 25% dapat meningkatkan kualitas hasil.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)