Cara Menanam Buah Naga di Polybag, Praktis dan Mudah Dilakukan

7 hours ago 1
  • Apakah buah naga bisa berbuah di polybag?
  • Kapan buah naga mulai berbuah setelah ditanam?
  • Seberapa sering buah naga di polybag disiram?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Menanam buah naga kini tidak lagi harus dilakukan di lahan luas atau kebun besar. Dengan teknik yang tepat, tanaman buah naga dapat tumbuh subur dan berbuah lebat meski hanya ditanam di polybag. Metode ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat perkotaan atau pemilik lahan terbatas yang ingin mencoba berkebun secara mandiri.

Buah naga dikenal sebagai tanaman tropis yang relatif mudah dirawat dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain itu, buah ini juga digemari karena kandungan nutrisinya yang baik untuk kesehatan. Dengan sistem tanam di polybag, perawatan tanaman menjadi lebih terkontrol, mulai dari media tanam, penyiraman, hingga pemupukan.

Keunggulan lain dari menanam buah naga di polybag adalah fleksibilitas penempatan. Tanaman dapat dipindahkan sesuai kebutuhan cahaya matahari atau kondisi cuaca. Hal ini sangat membantu pemula yang masih belajar memahami karakter pertumbuhan tanaman buah naga.

Berikut tujuh cara menanam buah naga di polybag secara lengkap dan mudah dipahami, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (22/1/2026). Setiap langkah disusun agar dapat langsung dipraktikkan, baik untuk skala hobi maupun sebagai langkah awal menuju budidaya yang lebih serius.

1. Memilih Bibit Buah Naga yang Sehat dan Berkualitas

Pemilihan bibit menjadi langkah paling krusial dalam menanam buah naga di polybag karena akan menentukan kecepatan tumbuh dan potensi berbuah tanaman. Bibit terbaik berasal dari stek batang tanaman induk yang sudah pernah berbuah, karena secara genetik lebih siap menghasilkan bunga dan buah. Bibit dari tanaman yang belum produktif biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk memasuki fase generatif.

Ciri bibit buah naga yang sehat dapat dilihat dari warna batang yang hijau segar, permukaan kulit mulus, serta tidak terdapat bercak hitam atau tanda busuk. Batang juga sebaiknya terasa padat dan tidak keriput, karena kondisi tersebut menandakan jaringan tanaman masih aktif dan kuat. Bibit yang sehat akan lebih cepat membentuk akar saat ditanam di media polybag.

Panjang stek ideal berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter agar memiliki cadangan nutrisi yang cukup selama masa adaptasi. Sebelum ditanam, bagian bawah stek sebaiknya diangin-anginkan selama dua hingga tiga hari untuk mengurangi risiko pembusukan. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk meningkatkan tingkat keberhasilan tanam.

2. Menentukan Ukuran Polybag yang Tepat untuk Pertumbuhan Optimal

Ukuran polybag sangat berpengaruh terhadap perkembangan akar dan kestabilan tanaman buah naga. Polybag yang terlalu kecil akan membatasi ruang akar, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan tidak maksimal. Untuk hasil terbaik, gunakan polybag berukuran minimal 40 x 40 cm agar akar dapat berkembang dengan leluasa.

Selain ukuran, ketebalan polybag juga perlu diperhatikan agar mampu menopang media tanam dan tanaman dalam jangka panjang. Polybag yang terlalu tipis mudah robek dan tidak stabil saat tanaman mulai besar dan berat. Polybag yang kuat akan memudahkan perawatan tanpa perlu sering mengganti wadah tanam.

Pastikan polybag memiliki lubang drainase yang cukup di bagian bawah dan samping agar air tidak menggenang. Drainase yang baik akan menjaga media tetap lembap tanpa membuat akar terendam air terlalu lama. Kondisi ini sangat penting untuk mencegah pembusukan akar pada tanaman buah naga.

3. Menyiapkan Media Tanam yang Subur, Gembur dan Tidak Mudah Padat

Media tanam yang baik menjadi fondasi utama keberhasilan menanam buah naga di polybag. Campuran tanah gembur, pupuk kandang matang, dan pasir sering digunakan karena mampu menyediakan nutrisi sekaligus menjaga sirkulasi udara. Media yang terlalu padat akan menghambat pernapasan akar dan memperlambat pertumbuhan tanaman.

Pupuk kandang berfungsi sebagai sumber nutrisi alami yang dilepaskan secara bertahap selama masa pertumbuhan. Pastikan pupuk yang digunakan sudah benar-benar matang agar tidak menghasilkan panas berlebih yang dapat merusak akar. Penggunaan pupuk kandang segar justru dapat menyebabkan tanaman stres dan mudah layu.

Pasir berperan penting dalam meningkatkan porositas media tanam sehingga air tidak mengendap terlalu lama. Dengan media yang gembur dan ringan, akar buah naga dapat tumbuh bebas dan menyerap nutrisi secara optimal. Kombinasi media tanam yang tepat akan membuat tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.

4. Teknik Menanam Bibit dan Pemasangan Tiang Penyangga

Proses penanaman bibit buah naga di polybag harus dilakukan dengan hati-hati agar batang tidak rusak. Bibit ditanam dalam posisi tegak di tengah polybag dengan kedalaman sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Media tanam ditekan perlahan agar bibit berdiri kokoh tanpa merusak struktur tanah.

Buah naga termasuk tanaman kaktus memanjat yang membutuhkan tiang penyangga sejak awal pertumbuhan. Tiang penyangga dapat dibuat dari kayu, besi, atau pipa dengan tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter. Keberadaan tiang akan membantu batang tumbuh lurus dan mencegah tanaman roboh.

Batang buah naga sebaiknya diikat longgar ke tiang penyangga agar tidak terluka saat terjadi pergerakan. Ikatan yang terlalu kencang dapat merusak jaringan batang dan menghambat pertumbuhan. Dengan penyangga yang tepat, pertumbuhan cabang produktif akan lebih terarah dan optimal.

5. Menempatkan Polybag di Lokasi dengan Cahaya Matahari Cukup

Cahaya matahari merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan tanaman buah naga berbunga dan berbuah. Polybag sebaiknya diletakkan di area terbuka yang mendapatkan sinar matahari langsung selama 6 hingga 8 jam per hari. Kekurangan cahaya akan membuat tanaman tumbuh kurus dan sulit berbunga.

Selain cahaya, sirkulasi udara juga harus diperhatikan agar kelembapan tidak berlebihan. Lokasi yang terlalu tertutup dan lembap dapat memicu pertumbuhan jamur dan penyakit pada batang. Menjaga jarak antar polybag juga membantu udara mengalir lebih lancar di sekitar tanaman.

Penempatan yang tepat akan membantu tanaman beradaptasi lebih cepat dan tumbuh lebih seimbang. Buah naga yang mendapatkan cahaya dan udara cukup cenderung lebih sehat dan produktif. Faktor lingkungan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar.

6. Penyiraman dan Pemupukan yang Seimbang dan Teratur

Penyiraman tanaman buah naga di polybag perlu dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Siram tanaman satu hingga dua kali sehari, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Media sebaiknya lembap, namun tidak sampai tergenang air.

Pemupukan tambahan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan batang, cabang, dan pembentukan bunga. Pupuk organik cair atau pupuk NPK dapat diberikan secara berkala dengan dosis ringan. Pemupukan yang berlebihan justru dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan.

Keseimbangan antara air dan nutrisi menjadi kunci utama dalam perawatan buah naga di polybag. Tanaman yang mendapatkan asupan cukup akan tumbuh lebih kuat dan tidak mudah stres. Perawatan yang konsisten akan mempercepat fase berbunga dan berbuah.

7. Perawatan Rutin, Pemangkasan dan Pengendalian Penyakit

Perawatan rutin meliputi pengecekan kondisi batang, duri, dan media tanam secara berkala. Jika ditemukan bagian batang yang busuk atau terserang penyakit, segera lakukan pemangkasan agar tidak menyebar. Tindakan cepat akan menjaga kesehatan seluruh tanaman.

Pemangkasan cabang dilakukan untuk mengatur pertumbuhan dan mengarahkan energi tanaman ke cabang produktif. Cabang yang terlalu rimbun dan tidak teratur dapat menghambat sirkulasi udara. Dengan pemangkasan yang tepat, tanaman akan lebih fokus membentuk bunga dan buah.

Pengendalian penyakit dapat dilakukan secara alami dengan menjaga kebersihan area tanam dan kondisi media. Tanaman yang dirawat dengan baik akan lebih tahan terhadap serangan hama dan jamur. Ketelatenan dalam perawatan menjadi kunci keberhasilan menanam buah naga di polybag.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah buah naga bisa berbuah di polybag?

Bisa, asalkan polybag besar, media tanam subur, dan mendapat sinar matahari cukup.

2. Kapan buah naga mulai berbuah setelah ditanam?

Umumnya mulai berbuah pada usia 8–12 bulan setelah tanam.

3. Seberapa sering buah naga di polybag disiram?

Disiram 1 kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan media.

4. Pupuk apa yang cocok untuk buah naga di polybag?

Pupuk kandang matang dan pupuk NPK dosis ringan sudah cukup.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |