Cara Menanam Bawang Merah dari Biji: Panduan Lengkap dari Semai Hingga Panen

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bawang merah merupakan bumbu dapur esensial yang selalu dibutuhkan dalam berbagai masakan, sehingga peluang budidayanya sangat menjanjikan untuk dilakukan secara mandiri maupun skala bisnis. Menggunakan metode menanam biji (true shallot seed) kini menjadi alternatif yang kian diminati karena mampu menghasilkan tanaman bawang merah yang lebih sehat dan bebas dari patogen tular umbi. 

Selain menawarkan efisiensi biaya produksi, ada banyak keuntungan menanam bawang merah dari biji yang bisa didapatkan, seperti kemudahan distribusi benih hingga hasil panen yang lebih maksimal. 

Langkah-langkah yang diperlukan dalam proses ini sebenarnya cukup sederhana asalkan dilakukan dengan ketelatenan. Pada artikel ini akan menyajikan panduan cara menanamnya sampai panen guna memastikan pertumbuhan umbi yang berkualitas dan tahan lama saat disimpan. Bagi yang ingin mencoba teknik budidaya yang lebih ekonomis dan modern ini, silakan simak panduan lengkap Liputan6.com di bawah ini.

Apa Itu Metode True Shallot Seed?

Metode True Shallot Seed merupakan teknik budidaya bawang merah menggunakan biji botani sebagai sarana perbanyakan tanaman, bukan menggunakan umbi seperti cara tradisional. Metode ini bagus dilakukan karena penggunaan benih yang jauh lebih efisien. Selain itu,  volumenya yang kecil memudahkan proses distribusi dan penyimpanan dibandingkan dengan tumpukan umbi bibit yang berat.

Menanam bawang merah dari biji secara signifikan dapat memutus rantai penularan penyakit virus dan tular tanah, sehingga tanaman cenderung tumbuh lebih sehat dengan perakaran yang lebih kuat dan dalam. Hasil akhirnya, produktivitas umbi bawang merah per hektar seringkali lebih tinggi dan biaya investasi untuk pengadaan benih menjadi jauh lebih hemat bagi para petani maupun penghobi kebun sayur di rumah.

Cara Menanam Bawang Merah dari Biji sampai Panen

1. Tahap Persamaian Benih

Langkah awal dimulai dengan menyemai biji pada media semai yang gembur, seperti campuran tanah dan kompos. Biji disebar secara merata pada baki semai atau bedengan khusus, lalu ditutup tipis dengan tanah.

Proses ini bertujuan untuk menumbuhkan bibit hingga memiliki 2-3 helai daun atau berumur sekitar 40 hari sebelum akhirnya siap dipindahkan ke lahan tanam yang lebih luas.

2. Persiapan Lahan dan Penanaman

Lahan yang akan digunakan untuk menanam bawang merah perlu digemburkan dan dicampur dengan pupuk dasar organik agar nutrisi tanah tercukupi. Setelah bedengan siap, buatlah lubang tanam dengan jarak sekitar 10-15 cm agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang.

Pindahkan bibit dari persemaian secara hati-hati ke dalam lubang tanam tersebut, lalu tekan perlahan tanah di sekitar pangkal batang agar bibit bawang merah berdiri kokoh.

3. Perawatan dan Penyiraman Rutin

Selama masa pertumbuhan, penyiraman dilakukan secara rutin pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah, terutama pada fase awal tanam. Pembersihan gulma atau rumput liar di sekitar tanaman juga penting dilakukan agar tidak terjadi perebutan nutrisi.

Selain itu, pemberian pupuk susulan pada usia 2 minggu dan 4 minggu setelah tanam akan sangat membantu pembentukan umbi bawang merah yang besar dan berkualitas.

4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Langkah keempat yang wajib diperhatikan adalah memantau kesehatan tanaman bawang merah secara berkala untuk mendeteksi adanya serangan hama seperti ulat daun atau penyakit jamur. Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dan memastikan sirkulasi udara di sekitar bedengan tetap lancar.

Jika diperlukan, penggunaan pestisida organik dapat menjadi pilihan yang aman untuk menjaga bawang merah tetap subur tanpa merusak ekosistem tanah.

5. Masa Panen yang Tepat

Bawang merah yang ditanam dari biji biasanya siap dipanen saat memasuki usia 75 - 85 hari setelah pindah tanam. Tanda-tanda tanaman sudah siap panen adalah ketika sekitar 70% daun sudah mulai menguning dan leher batang tampak lemas atau rebah.

Proses panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman secara perlahan saat cuaca cerah, kemudian umbi dijemur di bawah sinar matahari untuk proses pengeringan agar daya simpannya lebih lama.

Keuntungan Menanam Bawang Merah dari Biji

Biaya Benih yang Lebih Ekonomis

Menggunakan biji sebagai bahan tanam jauh lebih hemat biaya dibandingkan dengan penggunaan umbi bibit konvensional. Kebutuhan benih bawang merah dalam bentuk biji hanya sekitar 2 hingga 5 kilogram untuk satu hektar lahan. Hal ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan umbi yang bisa mencapai 1 hingga 1,5 ton. 

Selain itu, penghematan biaya dari pengadaan bibit  bawang merah ini tentu dapat menekan modal awal secara signifikan sehingga margin keuntungan saat panen menjadi lebih besar.

Bebas dari Penyakit dan Virus

Biji bawang merah memiliki keunggulan kesehatan yang lebih terjamin karena risiko penularan penyakit dari induk tanaman jauh lebih rendah dibandingkan melalui umbi. Penyakit menular dari umbi seperti virus, jamur tular tanah, dan bakteri seringkali terbawa jika menggunakan bibit umbi yang kurang berkualitas.

Dengan menanam dari biji, bawang merah yang dihasilkan cenderung lebih sehat, memiliki pertumbuhan yang lebih seragam, serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit selama masa pertumbuhan.

Proses Distribusi dan Penyimpanan yang Praktis

Keuntungan yang ketiga adalah mudahnya proses distribusi dan penyimpanan karena volume biji  bawang merah yang sangat kecil dan ringan. Biji bawang merah tidak memerlukan ruang penyimpanan yang luas seperti umbi bibit yang memerlukan gudang khusus dengan sirkulasi udara tertentu agar tidak busuk atau bertunas prematur.

Masa simpan biji juga jauh lebih lama, yakni bisa mencapai 1-2 tahun dalam kemasan yang rapat tanpa mengurangi kualitas daya tumbuhnya secara drastis.

Potensi Hasil Panen yang Lebih Tinggi

Tanaman bawang merah yang berasal dari biji umumnya memiliki sistem perakaran yang lebih dalam dan kuat, sehingga mampu menyerap nutrisi dari dalam tanah dengan lebih optimal. Kondisi tanaman yang lebih sehat dan kokoh ini berdampak pada pembentukan umbi yang lebih besar dan padat.

Hasil panen menggunakan metode biji seringkali menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi per satuan luas lahan dibandingkan dengan metode tanam umbi tradisional. Namun perlu dicatat bahwa hasil baik ini bisa tercapai asalkan dibarengi dengan perawatan yang tepat.

Pertanyaan tentang  Budidaya Bawang Merah

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanam bawang merah dari biji hingga panen?

Menanam dari biji memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan dari umbi. Total durasi yang dibutuhkan adalah sekitar 110 hingga 125 hari. Rinciannya terdiri dari 35–40 hari di tahap persemaian, dan sekitar 75–85 hari di lahan utama setelah pindah tanam hingga umbi siap dipanen.

2. Kapan waktu yang paling tepat untuk mulai menanam bawang merah?

Waktu terbaik untuk memulai penanaman adalah saat memasuki musim kemarau, yaitu sekitar bulan April hingga Agustus. Kondisi cuaca yang cerah dengan curah hujan rendah sangat ideal bagi bawang merah untuk mencegah pembusukan umbi dan meminimalkan serangan penyakit jamur yang sering muncul saat kelembapan udara terlalu tinggi.

3. Apakah tanaman bawang merah harus disiram setiap hari?

Penyiraman secara rutin sangat penting dilakukan, terutama pada fase awal pertumbuhan dan pembentukan umbi. Idealnya, penyiraman dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari jika cuaca panas. Namun, frekuensi harus dikurangi saat umbi sudah mulai tua atau menjelang panen agar tanah tidak terlalu basah yang dapat menyebabkan umbi menjadi busuk.

4. Apakah bawang merah menyukai sinar matahari penuh atau tempat yang teduh?

Bawang merah sangat membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari, minimal 8 - 12 jam per hari. Paparan cahaya matahari yang maksimal sangat krusial untuk proses fotosintesis dan merangsang pembentukan umbi yang besar serta padat. Jika ditanam di tempat yang terlalu teduh, pertumbuhan tanaman akan menjadi kerdil dan umbi tidak akan terbentuk dengan optimal.

5. Berapa kedalaman yang ideal saat menyemai biji bawang merah?

Biji bawang merah memiliki ukuran yang kecil, sehingga tidak boleh ditanam terlalu dalam. Kedalaman yang disarankan adalah sekitar 0,5-1 cm saja. Jika terkubur terlalu dalam, tunas akan sulit mencapai permukaan tanah. Sedangkan jika terlalu dangkal, biji bawang merah berisiko hanyut terbawa air saat penyiraman atau dimakan oleh serangga.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |