Liputan6.com, Jakarta - Pakan ayam kampung berkualitas kini dapat dihasilkan secara mandiri dengan memanfaatkan sisa bahan makanan atau limbah organik yang ada di rumah. Langkah ini menjadi solusi cerdas bagi para peternak untuk menekan biaya produksi namun tetap menjaga kesehatan serta bobot ayam secara optimal.
Penggunaan limbah organik memiliki berbagai keunggulan, mulai dari kandungan nutrisi yang beragam hingga kemudahan dalam proses pengolahannya. Artikel Liputan6.com ini akan mengulas secara mendalam mengenai keuntungan penggunaan bahan alternatif tersebut, beserta panduan praktis cara membuatnya, berikut penjelasannya dirangkum Kamis (21/1/2026).
Cara Buat Pakan Ayam Kampung dari Limbah Organik
Alat dan Bahan
- Limbah organik (Sisa makanan, seperti nasi, ampas tahun, sayuran dan buah)
- Dedak padi atau bekatul
- Cairan EM4 peternakan
- Gula pasir atau molase
- Air bersih
- Wadah atau drum kedap udara
- Pisau
Langkah-Langkah Membuat Pakan Ayam
1. Pemilahan dan Persiapan Bahan Baku
Proses pembuatan pakan ayam kampung dimulai dengan mengumpulkan limbah organik berkualitas seperti sisa sayuran, kulit buah, atau sisa nasi yang belum basi. Pastikan bahan yang digunakan bebas dari kontaminasi plastik, logam, atau bahan kimia berbahaya agar kesehatan ayam tetap terjaga.
Setelah limbah organik terkumpul, potong atau cacah seluruh bahan tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah dikonsumsi oleh ayam. Pencacahan ini juga bertujuan untuk memperluas permukaan bahan sehingga proses pencampuran dengan bahan tambahan lainnya menjadi lebih merata.
2. Campurkan Bahan Tambahan untuk Menambah Gizi
Limbah organik yang sudah dicacah kemudian dicampur dengan bahan pendukung seperti dedak halus atau bekatul untuk menambah tekstur dan energi. Penambahan jagung giling juga sangat disarankan guna melengkapi kebutuhan gizi lainnya, seperti karbohidrat dan protein bagi pertumbuhan ayam kampung.
Perbandingan ideal yang digunakan biasanya adalah satu bagian limbah organik berbanding satu bagian dedak. Aduk semua bahan tersebut dalam wadah besar hingga tercampur sempurna sebelum memasuki tahap pengolahan selanjutnya agar nutrisi tersebar merata.
3. Proses Fermentasi
Tahap fermentasi dilakukan dengan menyemprotkan larutan dekomposer seperti EM4 yang telah dicampur dengan sedikit air gula ke dalam campuran pakan. Pastikan campuran tersebut hanya terasa lembap atau tidak terlalu basah agar proses penguraian oleh bakteri baik dapat berjalan dengan optimal.
Lalu, masukkan campuran tersebut ke dalam wadah kedap udara atau ember tertutup rapat selama 3-5 hari. Proses ini akan memecah serat kasar pada limbah organik sehingga pakan menjadi lebih mudah dicerna dan memiliki kandungan vitamin yang lebih tinggi.
4. Pengeringan dan Penyimpanan Pakan
Pakan yang telah melalui masa fermentasi akan mengeluarkan aroma harum seperti tape, yang menandakan bahwa pakan sudah siap diberikan. Sebelum diberikan ke ternak ayam, sebaiknya pakan diangin-anginkan sejenak untuk mengurangi suhu panas dan sisa gas dari proses fermentasi tersebut.
Jika pakan dibuat dalam jumlah besar, simpanlah sisa pakan di dalam wadah tertutup yang diletakkan di tempat sejuk dan kering. Penyimpanan yang benar akan menjaga kualitas pakan agar tidak mudah berjamur dan tetap awet untuk digunakan selama beberapa minggu ke depan.
Keuntungan Pakan Ayam Kampung dari Limbah Organik
1. Hemat Biaya
Penggunaan limbah organik secara signifikan dapat menekan pengeluaran rutin untuk pembelian pakan pabrikan yang harganya sering mengalami kenaikan. Pemanfaatan sisa dapur, ampas tahu, atau sayuran pasar yang tidak terjual memberikan alternatif sumber pakan yang murah bahkan gratis.
Efisiensi biaya ini memungkinkan alokasi dana peternakan dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti kesehatan unggas atau perbaikan kandang. Hasilnya, keuntungan dari hasil ternak akan terasa lebih maksimal karena modal yang dikeluarkan untuk kebutuhan pakan menjadi jauh lebih kecil.
2. Membantu Menjaga kebersihan Lingkungan
Memanfaatkan limbah organik sebagai pakan ayam merupakan salah satu langkah nyata dalam mengurangi tumpukan sampah rumah tangga. Sampah organik yang biasanya terbuang dan menimbulkan bau tidak sedap kini diubah menjadi sesuatu yang lebih produktif dan bermanfaat bagi peternakan.
Langkah ini menciptakan ekosistem lingkungan yang lebih bersih dan sehat di sekitar area tempat tinggal. Dengan mengolah limbah secara mandiri, pencemaran lingkungan akibat pembusukan sampah organik yang tidak terkendali dapat diminimalisir secara efektif.
3. Meningkatkan Kualitas Nutrisi Ayam Kampung
Pakan yang berasal dari variasi limbah organik seperti sayuran hijau dan sisa protein alami seringkali memberikan nutrisi yang lebih beragam bagi ayam kampung. Ayam yang mendapatkan asupan pakan alami cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat serta daging yang terasa lebih padat dan gurih.
Kualitas telur yang dihasilkan juga biasanya lebih baik dengan warna kuning telur yang lebih cerah dan kaya nutrisi. Hal ini memberikan nilai tambah bagi produk ternak saat dijual ke pasar, karena konsumen saat ini semakin meminati produk unggas yang dipelihara dengan bahan-bahan alami.
4. Baik untuk Pencernaan Ayam
Limbah organik yang telah melalui proses fermentasi mengandung mikroorganisme baik yang sangat bermanfaat untuk sistem pencernaan ayam. Bakteri baik ini membantu penyerapan nutrisi dalam usus unggas menjadi lebih optimal sehingga tidak banyak gizi yang terbuang percuma melalui kotoran.
Sistem pencernaan yang sehat membuat ayam tidak mudah terserang penyakit saluran pencernaan yang sering menjadi kendala dalam beternak. Selain itu, kotoran ayam yang mengonsumsi pakan fermentasi biasanya memiliki bau yang tidak terlalu menyengat dibandingkan dengan pakan biasa.
Frequently Asked Questions
1. Apa yang terjadi jika proses fermentasi pakan ayam dilakukan terlalu lama?
Jika fermentasi dilakukan terlalu lama atau lebih dari waktu yang ditentukan, tingkat keasaman (pH) pakan akan menjadi terlalu tinggi. Hal ini dapat menyebabkan tekstur pakan menjadi terlalu lembek atau hancur dan aromanya berubah menjadi terlalu menyengat, sehingga ayam mungkin kurang menyukainya. Namun, selama tidak ada kontaminasi bakteri jahat yang ditandai dengan bau busuk, maka pakan tersebut biasanya masih tetap aman untuk diberikan.
2. Berapa lama pakan ayam kampung dari limbah organik bisa disimpan?
Pakan organik yang sudah difermentasi secara sempurna dan disimpan dalam wadah yang tetap kedap udara dapat bertahan selama 1-3 bulan. Namun, jika wadah sudah mulai sering dibuka untuk pengambilan pakan harian, sebaiknya pakan tersebut dihabiskan dalam waktu 1- 2 minggu saja. Pastikan untuk selalu menutup kembali wadah dengan rapat setiap kali selesai mengambil pakan agar kualitasnya tidak menurun.
3. Apakah pakan ayam dari limbah organik boleh langsung diberikan tanpa fermentasi?
Limbah organik seperti sisa sayuran atau nasi sebenarnya boleh saja diberikan secara langsung, namun nilai gizinya tidak akan seoptimal pakan yang difermentasi. Tanpa fermentasi, serat kasar dalam limbah organik lebih sulit dicerna oleh usus ayam dan pakan tidak akan bertahan lama karena cepat basi. Proses fermentasi sangat disarankan agar ayam bisa menyerap nutrisi lebih banyak dan daya tahan tubuhnya menjadi lebih kuat.
4. Bagaimana cara mengetahui pakan fermentasi tersebut masih layak?
Pakan yang berhasil dan layak diberikan memiliki aroma harum yang khas seperti tape atau ragi dan terlihat adanya serat putih halus (jamur baik) di permukaannya. Sebaliknya, pakan dianggap rusak dan harus dibuang jika mengeluarkan bau busuk yang menyengat, terdapat banyak ulat (maggot), atau muncul jamur berwarna hitam/hijau gelap.
5. Bisakan pakan limbah organik diberikan kepada anak ayam?
Anak ayam yang baru menetas atau berusia di bawah 2 minggu sebaiknya tetap diberikan pakan starter pabrikan karena membutuhkan protein yang sangat tinggi untuk pembentukan organ. Pakan dari limbah organik mulai bisa diperkenalkan secara perlahan saat ayam sudah memasuki usia satu bulan dengan cara dicampur dengan pakan pabrikan. Hal ini bertujuan agar sistem pencernaan anak ayam tidak kaget dan tetap mendapatkan nutrisi pertumbuhan yang cukup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)