Liputan6.com, Jakarta - Alas kaki atau sepatu bersih berperan besar dalam menunjang mobilitas sepanjang hari. Penggunaan bahan sintetis sering dianggap kurang ideal bagi sebagian orang. Oleh sebab itu, pembahasan cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia semakin relevan bagi berbagai kalangan.
Perawatan sepatu tidak selalu bergantung pada produk komersial beraroma tajam. Banyak metode tradisional mampu memberikan hasil memuaskan melalui langkah sederhana. Pendekatan alami menawarkan rasa aman serta kenyamanan jangka panjang. Konsep cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia layak diterapkan sebagai kebiasaan rutin.
Lingkungan rumah menyimpan beragam bahan serbaguna untuk perawatan alas kaki. Pemanfaatan sumber alami membantu menjaga kualitas sepatu tetap optimal, di mana kebiasaan tersebut juga mendukung gaya hidup lebih ramah lingkungan. Melalui pemahaman cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia, sepatu bisa terawat tanpa ketergantungan produk berbahan keras.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (19/1/2026).
Ragam Cara Menghilangkan Bau Sepatu tanpa Semprot Kimia
Terdapat berbagai cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia yang bersifat alami, relatif aman, serta dapat dilakukan secara praktis di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus atau biaya besar. Metode-metode ini memanfaatkan bahan sederhana yang mudah ditemukan dan dapat diterapkan secara rutin. Simak panduan lengkapnya berikut ini untuk mendapatkan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
1. Baking Soda
Baking soda dikenal sebagai bahan serbaguna yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap kelembapan dan menetralisir bau tidak sedap. Ketika diletakkan di dalam sepatu, partikel baking soda akan bekerja menarik sisa keringat serta aroma menyengat yang terperangkap di bagian dalam alas kaki. Cara membuatnya sangat sederhana, cukup siapkan baking soda secukupnya, lalu taburkan secara merata ke seluruh bagian dalam sepatu. Setelah itu, diamkan sepatu selama satu malam penuh agar proses penyerapan berlangsung optimal. Pada keesokan harinya, buang sisa baking soda dan bersihkan bagian dalam sepatu sebelum digunakan kembali.
2. Arang Kayu atau Arang Aktif
Arang kayu maupun arang aktif memiliki pori-pori alami yang mampu menyerap bau serta kelembapan secara efektif. Bahan ini sering dimanfaatkan sebagai penyerap aroma pada berbagai kebutuhan rumah tangga. Untuk penggunaannya pada sepatu, siapkan beberapa potong arang, lalu masukkan ke dalam kantong kain kecil atau kain tipis yang diikat rapi. Kantong arang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sepatu saat tidak digunakan, terutama pada malam hari. Proses ini membantu mengurangi bau tidak sedap tanpa meninggalkan aroma tambahan.
3. Teh Celup Kering
Teh celup kering mengandung senyawa tanin yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Selain itu, aroma alami teh memberikan efek segar ringan pada sepatu. Cara penggunaannya cukup mudah, siapkan satu hingga dua kantong teh celup kering tanpa dibasahi. Masukkan kantong teh ke dalam sepatu, lalu biarkan selama beberapa jam atau semalaman. Setelah digunakan, teh celup dapat dibuang dan diganti secara berkala agar hasil tetap maksimal.
4. Koran Bekas
Koran bekas memiliki daya serap tinggi terhadap kelembapan, sehingga efektif digunakan untuk mengurangi bau sepatu. Kelembapan berlebih di dalam sepatu sering menjadi pemicu utama munculnya aroma tidak sedap. Cara membuatnya cukup praktis, ambil beberapa lembar koran bekas, remas hingga membentuk gumpalan, lalu masukkan ke dalam sepatu. Biarkan koran berada di dalam sepatu selama beberapa jam atau semalaman. Setelah itu, keluarkan koran dan sepatu akan terasa lebih kering.
5. Menjemur Sepatu di Bawah Sinar Matahari
Sinar matahari pagi memiliki manfaat besar dalam membantu mengurangi bakteri serta menjaga kondisi sepatu tetap kering. Paparan cahaya alami membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap di dalam sepatu. Untuk melakukannya, keluarkan alas dalam sepatu jika memungkinkan, lalu jemur sepatu di tempat terbuka pada pagi hari. Pastikan tidak menjemur terlalu lama agar bahan sepatu tetap terjaga kualitasnya.
6. Cuka Apel atau Cuka Putih
Cuka memiliki sifat asam alami yang mampu menetralkan bau membandel pada sepatu. Metode ini digunakan tanpa penyemprotan agar tidak merusak material sepatu. Cara meraciknya cukup dengan mencampurkan air bersih dan cuka apel atau cuka putih dalam perbandingan seimbang. Celupkan kain bersih ke dalam larutan tersebut, peras hingga lembap, lalu lap perlahan bagian dalam sepatu. Setelah itu, keringkan sepatu di tempat terbuka hingga benar-benar kering sebelum digunakan.
7. Garam Dapur
Garam dapur tidak hanya berguna sebagai bumbu masakan, tetapi juga memiliki kemampuan menyerap kelembapan dan bau. Untuk menggunakannya, siapkan garam secukupnya lalu taburkan secara tipis ke bagian dalam sepatu. Biarkan garam bekerja semalaman agar menyerap aroma tidak sedap. Keesokan harinya, bersihkan sisa garam sebelum sepatu dipakai kembali.
8. Kulit Jeruk Kering
Kulit jeruk kering mengandung aroma alami yang segar dan mampu membantu mengurangi bau sepatu. Selain memberikan wangi alami, kulit jeruk juga membantu menyerap kelembapan ringan. Cara membuatnya cukup mudah, keringkan kulit jeruk di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering, lalu masukkan beberapa potong ke dalam sepatu. Biarkan selama beberapa jam atau semalaman untuk hasil optimal.
9. Daun Pandan Kering
Daun pandan terkenal akan aromanya yang khas dan menenangkan. Aroma alami ini dapat membantu menjaga kesegaran sepatu selama disimpan. Untuk penggunaannya, keringkan daun pandan hingga kadar airnya berkurang, lalu potong sesuai ukuran sepatu. Letakkan daun pandan kering tersebut di dalam sepatu saat tidak digunakan, terutama ketika sepatu disimpan dalam lemari.
Penyebab Bau Sepatu yang Perlu Diketahui
Bau sepatu merupakan permasalahan umum yang kerap dialami oleh banyak orang dari berbagai latar belakang, terutama bagi individu yang memiliki tingkat aktivitas tinggi atau terbiasa menggunakan sepatu tertutup dalam durasi waktu cukup lama setiap harinya. Aroma tidak sedap ini umumnya muncul akibat produksi keringat berlebih pada kaki yang kemudian bercampur dan berinteraksi dengan bakteri di bagian dalam sepatu.
Sayangnya, tidak semua orang merasa nyaman atau aman saat menggunakan semprot kimia sebagai solusi, mengingat aromanya sering kali terlalu menyengat serta berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit sensitif atau saluran pernapasan.
Sebelum mengatasi bau sepatu, penting untuk memahami penyebabnya, antara lain faktor-faktor yang berkaitan erat dengan kebiasaan penggunaan sepatu serta kondisi lingkungan di sekitarnya, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Keringat berlebih pada kaki
Produksi keringat yang berlebihan pada kaki menciptakan kondisi lembap di dalam sepatu, sehingga memicu munculnya aroma tidak sedap dalam waktu relatif singkat.
Bakteri dan jamur yang berkembang di lingkungan lembap
Lingkungan lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, lalu menghasilkan senyawa penyebab bau yang sulit dihilangkan jika tidak ditangani dengan benar.
Sepatu jarang dikeringkan
Sepatu yang tidak dikeringkan setelah digunakan cenderung menyimpan sisa kelembapan, sehingga aroma tidak sedap semakin mudah muncul dan bertahan lebih lama.
Penggunaan sepatu tanpa kaus kaki
Tidak menggunakan kaus kaki membuat keringat langsung terserap ke bahan sepatu, sehingga mempercepat proses timbulnya bau tidak sedap.
Bahan sepatu yang kurang memiliki sirkulasi udara
Material sepatu yang minim ventilasi menyebabkan udara sulit keluar, sehingga kelembapan dan panas terperangkap di dalam sepatu.
Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa memilih metode yang paling tepat untuk mengatasi bau sepatu secara efektif, alami, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan alas kaki dalam jangka panjang.
FAQ Seputar Topik
1. Apa penyebab utama bau tidak sedap pada sepatu?
Bau sepatu biasanya muncul akibat keringat kaki, kelembapan berlebih, serta aktivitas bakteri di ruang tertutup.
2. Apakah bau sepatu bisa dihilangkan tanpa produk kimia?
Tentu bisa. Berbagai bahan alami di rumah efektif digunakan sebagai cara menghilangkan bau sepatu tanpa semprot kimia.
3. Bahan alami apa paling mudah digunakan?
Baking soda, arang kayu, koran bekas, dan teh celup termasuk bahan sederhana serta mudah ditemukan.
4. Bagaimana cara kerja baking soda mengatasi bau sepatu?
Baking soda menyerap kelembapan dan menetralisir aroma tidak sedap di dalam sepatu.
5. Apakah sinar matahari membantu mengurangi bau sepatu?
Paparan sinar matahari membantu mengurangi bakteri serta kelembapan penyebab bau.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)