Liputan6.com, Jakarta - Memiliki kebun alpukat di rumah yang berbuah lebat tentu menjadi impian banyak orang. Namun, untuk mencapai hasil panen yang melimpah dan berkualitas, perawatan yang tepat, termasuk pemupukan, sangatlah krusial. Alih-alih mengandalkan pupuk kimia, penggunaan pupuk alami menjadi solusi yang semakin diminati karena efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Pupuk alami tidak hanya menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesuburan dan kesehatan tanah jangka panjang. Dengan tanah yang subur, tanaman alpukat akan tumbuh lebih kuat, tahan terhadap penyakit, dan mampu menghasilkan buah yang lebih banyak serta berkualitas.
Lantas bagaimana tips membuat pupuk alami ampuh untuk kebun alpukat di rumah agar panen lebat? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (22/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Pupuk Kandang
Pupuk kandang merupakan salah satu pupuk alami yang sangat dianjurkan untuk tanaman alpukat karena kandungan nutrisinya yang kaya dan kemampuannya meningkatkan kesuburan tanah. Bahan utama pupuk ini adalah kotoran hewan seperti sapi, kambing, atau ayam. Disarankan untuk menggunakan pupuk kandang yang sudah terfermentasi atau matang guna menghindari masalah hama dan penyakit, sekaligus memastikan nutrisi mudah diserap oleh tanaman.
Pembuatan pupuk kandang umumnya melibatkan proses pengomposan atau fermentasi alami dari kotoran hewan. Apabila menggunakan pupuk kandang yang belum terfermentasi, sebaiknya diolah ke dalam tanah sekitar tiga bulan sebelum penanaman agar dapat terurai sempurna dan tidak merusak akar tanaman. Pupuk kandang matang juga dapat dicampur dengan tanah gembur dan pasir atau sekam bakar sebagai media tanam.
Manfaat pupuk kandang bagi alpukat sangat beragam. Pupuk ini mengandung banyak nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman alpukat. Selain itu, pupuk kandang juga efektif meningkatkan kesuburan dan membantu menjaga kelembaban tanah. Kandungan nutrisi ini mempercepat pertumbuhan batang dan merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Lebih lanjut, pupuk kandang berperan sebagai pembenah tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Untuk aplikasi, pupuk kandang dapat ditaburkan secara merata di sekitar pangkal batang pohon alpukat. Aplikasi rutin disarankan setiap 3 atau 4 bulan sekali untuk menjaga pasokan nutrisi yang stabil.
2. Pupuk Kompos
Pupuk kompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari dekomposisi bahan-bahan organik, menjadikannya kunci penting untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. Bahan-bahan yang digunakan meliputi sisa tanaman, kotoran hewan, dan berbagai limbah organik lainnya. Kompos yang telah "matang" sangat ideal sebagai suplemen tanah saat penanaman karena meningkatkan drainase, aerasi, dan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Proses pembuatan kompos melibatkan dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme. Penggunaan pupuk organik seperti kompos sangat disarankan karena mampu meningkatkan kesuburan tanah dan bersifat ramah lingkungan. Kompos tidak hanya memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, tetapi juga membantu menggemburkan tanah, mencegah tanah menjadi lengket saat basah atau keras saat kering, serta meningkatkan kapasitas penyimpanan air tanah.
Manfaat utama pupuk kompos bagi tanaman alpukat adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesuburan tanah secara menyeluruh. Dengan struktur tanah yang lebih baik, akar alpukat dapat tumbuh optimal dan menyerap nutrisi lebih efisien. Kehadiran mikroorganisme bermanfaat juga mendukung ekosistem tanah yang sehat, yang krusial untuk pertumbuhan tanaman yang kuat.
Aplikasi pupuk kompos serupa dengan pupuk kandang, yaitu dengan menaburkannya secara merata di sekitar batang pohon alpukat. Pemupukan dapat dilakukan setiap 3 atau 4 bulan sekali. Untuk tanaman alpukat berusia 4 bulan, dosis yang direkomendasikan adalah sekitar 500 gram per pohon.
3. Pupuk Organik Cair (POC) dari Kulit Pisang
Kulit pisang, yang sering dianggap limbah dapur, ternyata memiliki potensi besar sebagai pupuk alami yang ampuh, terutama karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Kalium adalah nutrisi vital yang sangat penting untuk menyuburkan tanaman dan sangat cocok untuk tanaman yang sedang dalam fase berbuah.
Ada beberapa cara untuk membuat pupuk dari kulit pisang. Salah satunya adalah metode rendaman, di mana kulit pisang direndam dalam air selama beberapa minggu dalam toples atau ember, kemudian cairan hasil rendaman disiramkan ke tanaman. Metode lain adalah dengan mengeringkan kulit pisang lalu menumbuknya hingga menjadi bubuk. Kulit pisang juga dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan memperbaiki kesuburan tanah.
Manfaat POC kulit pisang untuk alpukat sangat signifikan. Kandungan kalium yang tinggi membantu pohon alpukat berbunga dan berbuah lebat. Selain itu, potasium juga mendukung perkembangan sel tanaman dan melindunginya dari penyakit. Kombinasi potasium, kalsium, fosfor, dan magnesium yang kaya dalam pisang dapat merangsang dan menguntungkan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Aplikasi pupuk kulit pisang cukup fleksibel. Cairan rendaman kulit pisang dapat langsung disiramkan ke tanaman. Bubuk kulit pisang bisa ditaburkan di sekitar tanaman, atau kulit pisang dapat ditimbun langsung di bawah pohon tanaman.
4. Pupuk dari Cangkang Telur
Cangkang telur, yang seringkali dibuang sebagai limbah rumah tangga, merupakan sumber pupuk alami yang luar biasa karena kandungan kalsiumnya yang tinggi dan mineral lainnya. Cangkang telur mengandung sekitar 95% kalsium karbonat, magnesium, fosfor, serta mineral mikro yang esensial untuk pembentukan dinding sel tanaman, penguatan batang, dan menjaga kestabilan pH tanah agar tidak terlalu asam.
Untuk membuat pupuk dari cangkang telur, langkah pertama adalah membersihkan cangkang dari sisa putih dan kuning telur untuk mencegah bau, jamur, atau serangga. Setelah bersih dan kering, cangkang dapat dihancurkan menjadi serpihan kecil atau digiling hingga menjadi bubuk halus. Alternatif lain adalah fermentasi; cangkang telur yang sudah dibersihkan dan dikeringkan dapat diblender atau ditumbuk menjadi bubuk, kemudian difermentasi selama satu bulan dengan eco enzyme, molase, yakult, dan air.
Manfaat cangkang telur bagi tanaman alpukat sangat beragam. Kalsium di dalamnya meningkatkan pertumbuhan dinding sel tanaman dan membantu menetralkan tanah asam, mirip dengan fungsi kapur. Selain sebagai nutrisi, potongan kecil cangkang telur yang ditaburkan di sekitar tanaman juga berfungsi sebagai penangkal hama alami seperti siput dan bekicot.
Aplikasi bubuk cangkang telur dapat dilakukan dengan mencampurkannya dengan tanah di sekitar tanaman atau menaburkannya langsung di permukaan tanah. Untuk tujuan penangkal hama, cangkang telur dapat dihancurkan menjadi bagian-bagian besar dan ditebarkan di sekitar halaman untuk mencegah siput dan cacing merusak tanaman.
5. Pupuk dari Biji Alpukat
Biji alpukat, yang seringkali berakhir di tempat sampah, ternyata dapat diubah menjadi pupuk alami yang efektif untuk menyuburkan kembali tanaman alpukat itu sendiri. Biji alpukat merupakan sumber nutrisi alami yang sangat baik, membantu menumbuhkan akar serta memperkuat dan melindungi tanaman dari hama.
Proses pembuatannya cukup sederhana. Pertama, biji alpukat perlu dicuci bersih dan dibiarkan hingga benar-benar kering. Setelah kering, biji dapat diparut atau digiling sampai menjadi bubuk halus. Bubuk inilah yang akan menjadi pupuk alami yang siap digunakan.
Manfaat biji alpukat sebagai pupuk sangat beragam. Selain membantu pertumbuhan akar dan melindungi tanaman dari hama, biji alpukat juga mengandung banyak zat bermanfaat seperti fosfor dan antioksidan. Keunggulan lainnya adalah pupuk alami ini memungkinkan pelepasan nutrisi secara perlahan, sehingga tanaman alpukat memperoleh pasokan nutrisi yang stabil dan berkelanjutan.
Bubuk biji alpukat dapat diaplikasikan dengan mencampurkannya ke dalam tanah di sekitar tanaman atau cukup ditaburkan di permukaan tanah. Untuk tanaman hias yang tidak membutuhkan banyak pupuk, aplikasi dapat dilakukan sebulan sekali.
6. Pupuk Organik Cair (POC) dari Air Cucian Beras dan Ubi Jalar
Memanfaatkan limbah dapur seperti air cucian beras dan ubi jalar merupakan cara praktis dan ekonomis untuk membuat pupuk organik cair (POC) yang efektif. Bahan-bahan sederhana ini, yaitu ubi jalar, micin (MSG), dan air cucian beras, dapat diolah menjadi pupuk cair yang kaya nutrisi.
Meskipun detail spesifik mengenai proses fermentasi atau pencampurannya tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber, umumnya POC dibuat melalui proses fermentasi yang mengubah bahan organik menjadi bentuk yang mudah diserap tanaman. Proses ini tidak hanya mengurangi limbah dapur, tetapi juga menghasilkan pupuk yang bermanfaat.
Manfaat utama POC dari air cucian beras dan ubi jalar adalah kemampuannya menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk berbagai tanaman, termasuk alpukat. Air cucian beras dikenal mengandung vitamin B dan mineral, sementara ubi jalar dan micin dapat memperkaya kandungan nutrisi lainnya yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Pupuk organik cair ini umumnya diaplikasikan dengan cara disiramkan langsung ke media tanam di sekitar pangkal pohon alpukat atau disemprotkan secara merata ke bagian daun tanaman. Metode ini memungkinkan penyerapan nutrisi yang cepat dan efisien oleh tanaman.
7. Pupuk Organik Cair (POC) Fermentasi dengan Bioaktivator (EM4)
Pupuk organik cair fermentasi yang diperkaya dengan bioaktivator seperti EM4 (Effective Microorganisms 4) adalah metode canggih untuk menyediakan nutrisi lengkap bagi tanaman alpukat, khususnya dalam merangsang pembungaan dan pembuahan. Bahan-bahan yang digunakan bervariasi, contohnya adalah kombinasi urin kelinci, bonggol pisang, kulit bawang merah, NPK, Yakult, EM4, dan bekatul. Versi lain dapat menggunakan ikan, urin sapi, air kelapa, rebung bambu, larutan gula aren, dan bioaktivator.
Proses pembuatannya, mengambil contoh versi urin kelinci, dimulai dengan memasukkan 20 liter urin kelinci ke dalam drum. Dua bonggol pisang dicacah halus, direndam air hangat selama sehari, disaring, lalu dimasukkan ke drum berisi urin kelinci. Kemudian, 2 kg kulit bawang merah ditambahkan. Terakhir, NPK, Yakult, EM4, dan bekatul dimasukkan, aduk rata, lalu drum ditutup rapat dan disimpan di tempat teduh selama sebulan. Setelah sekitar seminggu, drum dibuka dan aduk kembali.
Manfaat POC fermentasi ini sangat komprehensif. Pupuk ini meningkatkan pertumbuhan, kualitas, dan hasil panen tanaman alpukat. Selain itu, ia mempercepat pertumbuhan akar dan mikroorganisme positif, meningkatkan penyerapan nutrisi, memperkuat fotosintesis, serta mendorong pembungaan. Salah satu keunggulan penting lainnya adalah kemampuannya mencegah kerontokan bunga dan buah pada tanaman alpukat.
Aplikasi POC fermentasi ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk penyemprotan, campurkan 1 cc POC per liter air atau 1 tutup botol per 5 liter air, lalu semprotkan secara merata ke daun dan batang. Pemupukan dilakukan setiap 30 hari sekali, sebaiknya pada pagi hari untuk mengurangi penguapan. Untuk penyiraman atau kocor pada pertumbuhan awal tanam, gunakan larutan 1-2%. Bagi pohon yang tingginya lebih dari 5 meter, dapat dilakukan penyuntikan dengan mencampurkan 125 ml POC dengan 20-30 liter air, lalu tuangkan ke dalam 4 lubang di bawah tajuk pohon, biarkan meresap, dan tutup kembali dengan tanah. Aplikasi ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Membuat Pupuk Alami Ampuh untuk Kebun Alpukat
1. Apa saja jenis pupuk alami yang cocok untuk tanaman alpukat?
Jawaban: Jenis pupuk alami yang cocok untuk tanaman alpukat antara lain pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk organik cair dari kulit pisang, pupuk dari cangkang telur, pupuk dari biji alpukat, serta pupuk organik cair dari air cucian beras dan ubi jalar, dan POC fermentasi dengan bioaktivator (EM4).
2. Bagaimana cara membuat pupuk dari kulit pisang untuk alpukat?
Jawaban: Kulit pisang dapat dibuat pupuk dengan metode rendaman (direndam air beberapa minggu), metode bubuk (dikeringkan lalu ditumbuk), atau diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui fermentasi.
3. Mengapa cangkang telur baik untuk kesuburan tanaman alpukat?
Jawaban: Cangkang telur kaya akan kalsium karbonat, magnesium, dan fosfor yang penting untuk pembentukan dinding sel, penguatan batang, menetralkan tanah asam, serta dapat berfungsi sebagai penangkal hama seperti siput dan bekicot.
4. Seberapa sering pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos perlu diaplikasikan pada tanaman alpukat?
Jawaban: Pupuk kandang dan pupuk kompos disarankan untuk diaplikasikan secara rutin setiap 3 atau 4 bulan sekali untuk menjaga pasokan nutrisi yang stabil bagi tanaman alpukat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)