- Apakah berkebun di rumah kecil tanpa tanah bisa berhasil?
- Berapa modal awal untuk berkebun di rumah kecil?
- Tanaman apa yang paling cocok untuk pemula di rumah kecil?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Berkebun di rumah kecil sering dianggap sulit karena lahan terbatas, minim sinar matahari, dan anggapan perlu halaman luas. Padahal, dengan teknik modern dan kreativitas, kegiatan berkebun tetap bisa dilakukan di pot atau wadah sederhana. Di tengah padatnya kehidupan perkotaan, berkebun menghadirkan suasana hijau yang menenangkan sekaligus memenuhi kebutuhan dapur, dengan tanaman seperti cabai, kangkung, tomat, dan sayuran daun. Kegagalan kebanyakan orang bukan karena rumah kecil, melainkan kurangnya pemahaman tentang media tanam, sistem penyiraman, dan pemilihan tanaman yang sesuai dengan ruang terbatas.
"Lho, jangan salah. Berkebun di kota itu justru lebih asyik kalau mau kreatif," ujar Ahmad, seorang petani padi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang juga memiliki kebun produktif di rumahnya. Pengalaman Ahmad menunjukkan bahwa keterbatasan ruang sama sekali bukan penghalang untuk memiliki kebun produktif, bahkan bisa menumbuhkan kreativitas.
Tips berkebun di rumah kecil yang praktis dan hemat biaya kini bisa diikuti siapa saja. Berikut Liputan6 merangkum pada Rabu (21/1/2026) dari berbagai sumber dan pengalaman langsung dari Ahmad untuk memberikan panduan lengkap, mulai dari pemilihan media tanam, sistem penyiraman, hingga jenis tanaman yang cocok untuk ruang terbatas, sehingga berkebun di rumah kecil bisa jadi kegiatan yang menyenangkan dan produktif.
1. Manfaatkan Ruang Vertikal agar Lahan Terasa Lebih Luas
Salah satu kunci utama berkebun di rumah kecil adalah memanfaatkan ruang vertikal secara maksimal. Ketika ruang horizontal terbatas, dinding, pagar, atau sudut kosong rumah bisa diubah menjadi area tanam yang produktif. Konsep ini dikenal dengan istilah vertikultur, yaitu teknik menanam tanaman secara bertingkat ke atas.
Menurut Ahmad, vertikultur sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan karena tidak membutuhkan lahan tanah sama sekali. Cukup dengan dinding yang terkena sinar matahari pagi, tanaman tetap bisa tumbuh subur dan produktif. Sistem ini juga memungkinkan menanam lebih banyak jenis tanaman dalam satu area sempit.
"Saran saya, mainkan Vertikultur atau kebun vertikal." jelasnya.
Selain fungsional, kebun vertikal juga memberikan nilai estetika yang tinggi. Dinding yang sebelumnya polos dapat berubah menjadi taman hijau yang mempercantik tampilan rumah sekaligus menciptakan suasana sejuk dan asri.
2. Gunakan Wadah Tanam Fleksibel dan Mudah Dipindahkan
Pemilihan wadah tanam yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan berkebun di rumah kecil. Wadah yang fleksibel dan ringan memudahkan pemilik rumah untuk memindahkan tanaman sesuai kebutuhan cahaya matahari atau saat melakukan penataan ulang ruangan.
Pot plastik, polybag, ember bekas, hingga botol air mineral dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanam selama memiliki lubang drainase yang baik. Lubang ini berfungsi mencegah genangan air yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan memicu penyakit. Hal itu juga disarankan oleh Ahmad. Ia menyarankan untuk menggunakan wadah yang sederhana seperti paralon atau botol plastik bekas dan didisusun di tembok,
"Pakai pipa paralon atau botol plastik bekas yang disusun berdiri di tembok. Nggak butuh lahan tanah, cuma butuh paku sama dinding saja. " sebutnya.
Wadah yang mudah dipindahkan juga memberikan fleksibilitas tinggi, terutama bagi penghuni rumah kontrakan atau apartemen. Tanaman bisa dengan mudah disusun ulang tanpa merusak struktur bangunan atau membutuhkan perubahan permanen.
3. Pilih Media Tanam yang Ringan dan Kaya Nutrisi
Media tanam merupakan faktor penting dalam berkebun di rumah kecil karena tanaman umumnya ditanam di pot atau wadah terbatas. Media yang terlalu berat dan padat dapat menghambat pertumbuhan akar serta menyulitkan drainase air.
Dalam hal ini, Ahmad juga merekomendasikan campuran media tanam sederhana berupa tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan satu banding satu. Campuran ini menghasilkan media yang ringan, subur, dan memiliki sirkulasi udara yang baik bagi akar tanaman.
Media tanam yang tepat tidak hanya membuat tanaman tumbuh lebih cepat, tetapi juga mengurangi risiko penyakit akar dan memudahkan perawatan harian, terutama bagi pemula yang masih belajar mengenali kebutuhan tanaman.
"Pakai media tanam praktis saja. Campuran tanah, sekam bakar, sama pupuk kandang. Perbandingannya satu banding satu semua. Media ini ringan dan nggak cepat padat, jadi akar tanaman bisa bernapas lega. Tanaman jadi nggak gampang busuk akarnya." terangnya.
4. Terapkan Sistem Penyiraman yang Praktis dan Efisien
Salah satu tantangan berkebun di rumah kecil adalah keterbatasan waktu untuk merawat tanaman setiap hari. Oleh karena itu, sistem penyiraman yang praktis dan efisien sangat dianjurkan agar tanaman tetap terjaga kebutuhannya tanpa menyita banyak waktu.
Ahmad menyebut sistem wick atau sistem sumbu menjadi pilihan populer karena mampu mengalirkan air secara perlahan dan stabil ke media tanam. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kain atau sumbu yang menghubungkan wadah air dengan media tanam, sehingga tanaman bisa menyerap air sesuai kebutuhan.
"Terus pakai Sistem Wick atau sistem sumbu buat yang sibuk kerja. Jadi tanamannya ditaruh di botol, bawahnya kasih air nutrisi, nanti airnya naik sendiri lewat kain flanel. Nggak perlu siram tiap hari," Kata Ahmad.
Dengan sistem penyiraman seperti ini, tanaman tidak mudah kekeringan meskipun pemilik rumah sedang sibuk bekerja atau bepergian, sekaligus mengurangi risiko kelebihan air yang dapat merusak akar.
5. Pilih Tanaman yang Mudah Tumbuh dan Cepat Panen
Untuk berkebun di rumah kecil, pemilihan jenis tanaman menjadi faktor penentu keberhasilan. Tanaman yang mudah tumbuh, tidak membutuhkan perawatan rumit, dan cepat panen sangat cocok bagi pemula agar tidak mudah merasa gagal.
Ahmad menyarankan agar sayuran seperti kangkung, bayam, cabai rawit, tomat ceri, dan daun bawang merupakan pilihan ideal karena bisa tumbuh baik di pot dan memiliki siklus panen yang relatif singkat. Beberapa jenis tanaman bahkan bisa dipanen dalam waktu kurang dari satu bulan.
Tanaman cepat panen memberikan kepuasan tersendiri bagi pemilik rumah kecil karena hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur, sekaligus meningkatkan motivasi untuk terus berkebun.
"Saran saya, tanam yang buat kebutuhan dapur dulu, Mas. Kayak cabai rawit, tomat ceri, atau kangkung. Kangkung itu paling bandel, 21 hari saja sudah bisa dipanen." ujarnya.
6. Pastikan Tanaman Mendapat Cahaya Matahari yang Cukup
Cahaya matahari merupakan kebutuhan utama tanaman yang tidak boleh diabaikan, terutama saat berkebun di rumah kecil. Tanaman yang kekurangan cahaya akan tumbuh kurus, pucat, dan tidak produktif meskipun mendapatkan air dan nutrisi yang cukup.
Ahmad menekankan jika tanaman hendaknya mendapatkan sinar matahari pagi selama tiga hingga empat jam setiap hari. Area dekat jendela, balkon, teras kecil, atau sudut rumah yang terkena cahaya langsung bisa dimanfaatkan sebagai lokasi tanam.
Jika cahaya alami sangat terbatas, penataan tanaman secara berkala perlu dilakukan agar setiap tanaman mendapatkan paparan sinar matahari secara bergantian dan tetap tumbuh optimal.
"Pastikan tanamannya kena sinar matahari pagi minimal 3 sampai 4 jam. Jangan ditaruh di tempat gelap terus, nanti tanamannya pucat. Intinya, tanaman itu kalau kita sayangin, dia bakal balik nyayangin kita lewat hasilnya. Sing penting telaten (tekun)." tandasnya.
7. Rawat Tanaman Secara Rutin dan Manfaatkan Pupuk Alami
Perawatan rutin menjadi kunci utama keberhasilan berkebun di rumah kecil. Tanaman perlu diperhatikan secara berkala, mulai dari kondisi daun, kelembapan media tanam, hingga tanda-tanda serangan hama atau penyakit.
Ahmad mengatakan penggunaan pupuk alami seperti air bekas cucian beras, kompos dapur, atau pupuk kandang cair dapat menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan. Pupuk alami membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman tanpa risiko penumpukan bahan kimia di media tanam.
"Pupuknya juga nggak usah ribet beli ke toko, pakai saja air bekas cucian beras yang pertama. Itu vitaminnya luar biasa bagus buat tanaman di pot." katanya.
Dengan perawatan yang telaten dan konsisten, tanaman akan tumbuh lebih sehat, tahan terhadap penyakit, dan memberikan hasil yang memuaskan meskipun ditanam di ruang terbatas.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Apakah berkebun di rumah kecil tanpa tanah bisa berhasil?
Bisa, selama menggunakan media tanam yang tepat dan wadah dengan drainase baik.
2. Berapa modal awal untuk berkebun di rumah kecil?
Modal sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu sudah cukup untuk kebun mini.
3. Tanaman apa yang paling cocok untuk pemula di rumah kecil?
Kangkung, bayam, cabai rawit, dan tomat ceri.
4. Apakah tanaman pot harus disiram setiap hari?
Tidak selalu, tergantung media tanam dan sistem penyiraman yang digunakan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)