- Mengapa pohon mangga subur tetapi tidak berbuah?
- Kapan waktu terbaik memberi pupuk organik pada mangga?
- Apakah teknik pelilitan aman untuk pohon mangga?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pohon mangga yang tumbuh subur dan berdaun rimbun sering dianggap sebagai tanda keberhasilan perawatan, padahal kondisi tersebut belum tentu menjamin hasil panen yang melimpah. Tidak sedikit pemilik tanaman mangga yang kecewa karena pohonnya hanya menghasilkan daun lebat tanpa diiringi bunga dan buah, meski telah dirawat selama bertahun-tahun. Fenomena ini kerap terjadi karena arah perawatan belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan fase pembungaan dan pembuahan.
Dalam banyak kasus, kesalahan perawatan pohon mangga justru terjadi secara tidak disadari, mulai dari pemangkasan yang jarang dilakukan hingga pemupukan yang terlalu fokus pada pertumbuhan vegetatif. Akibatnya, energi tanaman terus terserap untuk memperbanyak daun dan cabang baru, sementara proses pembentukan bunga terhambat. Kondisi ini diperparah jika pengelolaan air, tanah, dan lingkungan sekitar tidak dilakukan secara seimbang.
Padahal, pohon mangga memiliki kemampuan berbuah lebat secara alami jika diarahkan dengan teknik perawatan yang tepat dan konsisten. Pendekatan organik menjadi pilihan yang semakin diminati karena tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tanaman dalam jangka panjang. Dengan mengatur nutrisi, stres tanaman, serta pengendalian hama secara alami, pohon mangga dapat didorong untuk berbuah lebih optimal.
Berikut selengkapnya:
1. Pemangkasan Ranting Membantu Mengalihkan Energi ke Pembungaan
Pemangkasan ranting menjadi langkah awal yang sangat menentukan dalam proses pembungaan pohon mangga. Cabang yang tumbuh terlalu rapat dan memanjang akan menghambat masuknya cahaya matahari ke bagian dalam tajuk. Akibatnya, proses fotosintesis tidak berjalan merata dan nutrisi cenderung terserap untuk mempertahankan daun tua.
Pemotongan cabang sebaiknya difokuskan pada ranting yang tidak produktif, saling bersilangan, atau tumbuh ke arah dalam. Dengan membuka tajuk, sirkulasi udara menjadi lebih baik dan kelembapan berlebih yang memicu penyakit dapat dikurangi. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi munculnya tunas bunga.
Selain itu, pemangkasan tunas daun tua membantu mengarahkan aliran nutrisi ke ujung cabang yang berpotensi menghasilkan bunga. Ketika jumlah daun dikendalikan, pohon akan memprioritaskan pembentukan organ reproduktif. Proses ini secara bertahap menggeser fokus pertumbuhan dari vegetatif ke generatif.
2. Pemupukan Organik Berimbang Menentukan Keberhasilan Pembuahan
Pemupukan organik berperan penting dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan pohon mangga secara berkelanjutan. Pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi sangat dibutuhkan untuk merangsang pembentukan bunga dan memperkuat bakal buah. Tanpa keseimbangan nutrisi ini, pohon cenderung terus memproduksi daun baru.
Pemberian pupuk organik sebaiknya dilakukan saat pohon memasuki fase persiapan berbunga, bukan saat pertumbuhan daun masih aktif. Penggunaan kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan aktivitas mikroorganisme. Kondisi tanah yang sehat akan mempercepat penyerapan nutrisi oleh akar.
Selain meningkatkan hasil buah, pemupukan organik juga membantu menjaga kestabilan lingkungan tanah dalam jangka panjang. Unsur hara dilepaskan secara perlahan sehingga risiko kelebihan nutrisi dapat dihindari. Dengan perawatan yang konsisten, pohon mangga akan lebih siap memasuki fase pembuahan.
3. Teknik Stres Alami Memicu Pohon Mangga Menghasilkan Bunga
Pohon mangga memiliki mekanisme alami untuk bertahan hidup ketika menghadapi kondisi tertentu yang menantang. Teknik stres ringan dimanfaatkan untuk memicu respons tersebut agar tanaman segera memasuki fase reproduksi. Metode ini umum digunakan pada tanaman buah yang terlalu subur namun sulit berbuah.
Pelilitan batang atau pengikatan dengan bahan tertentu bertujuan menghambat aliran nutrisi sementara waktu. Kondisi ini membuat pohon menganggap lingkungannya kurang ideal sehingga memicu pembentukan bunga sebagai upaya mempertahankan keturunan. Teknik ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak jaringan penting tanaman.
Selain pelilitan, sayatan tipis pada kulit batang juga dapat diterapkan untuk menciptakan efek serupa. Sayatan dilakukan secukupnya tanpa melukai lapisan kambium agar pohon tetap sehat. Jika dilakukan dengan benar, teknik ini mampu meningkatkan peluang munculnya bunga secara signifikan.
4. Menjaga pH Tanah Agar Nutrisi Mudah Diserap Akar
Kondisi tanah menjadi faktor penting yang sering diabaikan dalam perawatan pohon mangga. Tanah yang terlalu asam dapat menghambat penyerapan unsur hara meskipun pupuk telah diberikan secara rutin. Akibatnya, pohon tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk berbunga dan berbuah.
Penyesuaian pH tanah dapat dilakukan dengan penambahan bahan penetral secara berkala. Langkah ini membantu menjaga kondisi tanah tetap ideal sehingga akar mampu menyerap nutrisi secara maksimal. Tanah dengan pH seimbang juga mendukung aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.
Perawatan pH tanah sebaiknya dilakukan secara rutin terutama pada lahan pekarangan yang sering terpapar hujan. Dengan kondisi tanah yang stabil, pohon mangga akan tumbuh lebih sehat dan responsif terhadap pemupukan. Hasilnya, pembungaan dapat berlangsung lebih optimal.
5. Penyiraman Teratur Menjaga Keseimbangan Pertumbuhan Pohon
Air merupakan elemen penting yang mendukung proses metabolisme pohon mangga. Penyiraman yang tidak teratur dapat menyebabkan stres berlebihan atau justru pertumbuhan vegetatif yang tidak terkendali. Oleh karena itu, pola penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman.
Penyiraman secara rutin membantu menjaga kelembapan tanah tanpa membuatnya tergenang. Air yang cukup memastikan nutrisi terlarut dapat terserap dengan baik oleh akar. Selain itu, kondisi tanah yang lembap mendukung pembentukan tunas bunga yang lebih stabil.
Pembuatan cekungan di sekitar pangkal pohon membantu mengarahkan air langsung ke zona perakaran. Cara ini mencegah air mengalir keluar area tanam dan memastikan distribusinya merata. Dengan manajemen air yang tepat, pohon mangga dapat tumbuh seimbang dan siap berbuah.
6. Mengalihkan Nutrisi dari Daun ke Fase Generatif
Peralihan fokus nutrisi menjadi kunci penting agar pohon mangga tidak terus memproduksi daun baru. Saat daun telah tumbuh sempurna dan berwarna hijau tua, kebutuhan nutrisi tanaman mulai berubah. Pada fase ini, unsur pembentuk bunga perlu diprioritaskan.
Pengurangan nutrisi pemacu daun membantu memperlambat pertumbuhan vegetatif. Sebaliknya, peningkatan unsur pendukung pembungaan mendorong tanaman untuk membentuk tunas bunga. Proses ini memerlukan ketepatan waktu agar hasilnya maksimal.
Jika nutrisi diarahkan dengan benar, pohon akan lebih fokus pada pembentukan bunga dan bakal buah. Perubahan ini biasanya terlihat secara bertahap dalam beberapa minggu. Dengan konsistensi perawatan, hasil panen dapat meningkat signifikan.
7. Pengendalian Hama Secara Alami Menjaga Bunga Tetap Bertahan
Hama menjadi salah satu penyebab utama gagalnya pembentukan buah pada pohon mangga. Serangga pengganggu sering menyerang bunga dan tunas muda sehingga mudah rontok sebelum berkembang. Tanpa pengendalian yang tepat, potensi panen dapat menurun drastis.
Pendekatan organik dalam pengendalian hama membantu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar tanaman. Penggunaan bahan alami mampu mengusir hama tanpa merusak lingkungan dan organisme bermanfaat. Cara ini juga lebih aman untuk tanaman dan tanah.
Selain penyemprotan alami, penanaman tanaman pengusir serangga di sekitar pohon dapat menjadi solusi jangka panjang. Kombinasi metode ini membantu melindungi bunga mangga selama masa kritis. Dengan hama yang terkendali, peluang buah bertahan hingga panen menjadi lebih besar.
5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon Mangga Berbuah Lebat
1. Mengapa pohon mangga subur tetapi tidak berbuah?
Karena nutrisi dan perawatan terlalu fokus pada pertumbuhan daun sehingga fase generatif tidak terangsang.
2. Kapan waktu terbaik memberi pupuk organik pada mangga?
Pupuk diberikan menjelang masa pembungaan saat pertumbuhan daun mulai melambat.
3. Apakah teknik pelilitan aman untuk pohon mangga?
Aman jika dilakukan dengan hati-hati tanpa merusak jaringan kambium batang.
4. Seberapa sering dolomit perlu diberikan?
Dolomit idealnya diaplikasikan setiap tiga bulan untuk menjaga pH tanah tetap netral.
5. Apakah mangga bisa berbuah lebat tanpa pupuk kimia?
Bisa, asalkan nutrisi organik seimbang dan perawatan dilakukan secara konsisten.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)