Liputan6.com, Jakarta - Masalah sampah rumah tangga di Indonesia kian mengkhawatirkan. Setiap hari, jutaan ton sampah organik menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mencemari lingkungan dan menghasilkan gas metana yang berbahaya. Padahal, sampah organik yang mendominasi limbah rumah tangga sebenarnya dapat dikelola secara mandiri dengan metode yang sederhana dan ramah lingkungan.
Salah satu solusi alternatif yang terbukti efektif adalah pengelolaan sampah rumah tangga menggunakan maggot BSF (Black Soldier Fly). Larva lalat tentara hitam ini mampu mengurai sampah organik dengan cepat sekaligus menghasilkan manfaat ekonomis berupa pakan ternak berprotein tinggi dan pupuk organik berkualitas.
Taufik Azhari dari Piramida Project telah membuktikan keampuhan metode ini. Melalui sistem zero waste yang terintegrasi, ia berhasil menekan pengeluaran rumah tangganya hingga 70% sekaligus mengelola sampah secara berkelanjutan.
"Di saat orang lain memikirkan ke mana lagi membuang sampah, Piramida justru memikirkan di mana lagi mendapatkan sampah," katanya kepada reporter Liputan6.com pada Selasa (13/1/2026).
Pengalaman inspiratif ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dengan maggot bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga strategi ketahanan pangan keluarga. Bagi Anda yang berminat mengadopsi cara ini untuk mengelola sampah rumah tangga, simak langkah-langkah berikut ini.
1. Persiapkan Biopot atau Wadah Budidaya
Langkah pertama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan maggot adalah menyiapkan wadah budidaya yang tepat. Anda tidak memerlukan peralatan mahal atau canggih. Wadah sederhana seperti ember plastik, baskom besar, atau kotak kayu berukuran sedang sudah cukup untuk memulai budidaya maggot BSF di rumah.
Yang terpenting adalah memastikan wadah memiliki sirkulasi udara yang baik namun tidak terlalu terbuka. Buatlah beberapa lubang kecil di bagian samping wadah untuk ventilasi, tetapi jangan terlalu besar agar maggot tidak keluar. Pastikan juga wadah tidak sepenuhnya kedap air, dengan membuat lubang drainase kecil di bagian bawah untuk mengeluarkan cairan berlebih yang dihasilkan selama proses penguraian.
Pilih lokasi penempatan yang teduh, tidak terkena hujan langsung, dan mudah diakses untuk pemberian pakan harian. Wadah yang disiapkan dengan baik akan menjadi rumah nyaman bagi maggot untuk bekerja optimal mengurai sampah organik Anda.
2. Dapatkan Telur Maggot BSF
Untuk memulai budidaya, Anda memerlukan bibit berupa telur maggot BSF. Kabar baiknya, telur maggot sangat mudah didapat dan harganya terjangkau. Anda dapat membelinya secara online dengan harga sekitar Rp2.000 per gram. Menurut Taufik Azhari, membeli secara online justru menguntungkan karena di masa perjalanan telur ke rumah, dia sudah menetas.
"Jadi kita tidak perlu menetas lagi dan langsung bisa dikasih makan," jelasnya.
Alternatif lain yang lebih alami adalah membuat perangkap telur untuk menarik lalat BSF liar bertelur di tempat Anda. Caranya cukup sederhana, yakni dengan menyiapkan tumpukan kayu tipis atau kardus bekas, lalu beri umpan berbau menyengat seperti sampah buah yang sudah membusuk atau sisa ikan. Lalat BSF akan tertarik datang dan bertelur di media tersebut tanpa perlu dikurung.
Dengan 10 gram telur saja, Anda sudah dapat mengurai hingga 100 kg sampah organik dalam satu siklus. Ini artinya investasi awal yang sangat kecil dapat memberikan dampak pengelolaan sampah yang signifikan untuk rumah tangga Anda.
3. Berikan Pakan Awal yang Tepat
Maggot yang baru menetas memiliki ukuran sangat kecil dan belum mampu mengonsumsi sampah organik kasar. Pada minggu pertama kehidupannya, maggot memerlukan pakan halus yang mudah dicerna. Pakan ideal untuk fase ini adalah bekatul (dedak halus) yang telah dibasahi hingga lembek, namun tidak terlalu encer.
Taufik Azhar menjelaskan, "Untuk di awal masa proses penetasan tidak bisa diberikan sampah. Kita harus memberikan dia yang halus. Kalau kami biasanya pakai dedak atau bekatul yang murah banget, sekilo Rp2.000-Rp3.000 paling." Bekatul yang sudah dibasahkan memberikan tekstur yang pas untuk maggot kecil sekaligus menjaga kelembapan media budidaya.
Berikan bekatul basah secukupnya setiap hari selama seminggu pertama. Jangan memberikan terlalu banyak hingga media menjadi terlalu basah dan berbau. Setelah maggot berusia sekitar 7 hari dan ukurannya mulai membesar, barulah Anda dapat mulai mengenalkan sampah organik rumah tangga secara bertahap. Fase awal ini sangat krusial untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup maggot yang tinggi.
4. Masukkan Sampah Organik Rumah Tangga
Setelah maggot berusia lebih dari seminggu dan terlihat aktif bergerak, saatnya memberikan sampah organik rumah tangga sebagai pakan utama. Hampir semua jenis sampah organik dapat diurai oleh maggot BSF, termasuk sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, daun-daunan, dan sisa makanan yang tidak mengandung minyak berlebih.
Pengalaman Piramida Project menunjukkan betapa rakusnya maggot dalam mengonsumsi sampah. Taufik menceritakan, bahkan 20 ekor lele mati yang ditaruh sore hari, paginya sudah habis dimakan maggot. Kemampuan luar biasa ini membuat pengelolaan sampah rumah tangga menjadi sangat efektif dan cepat.
Namun, ada beberapa jenis sampah yang sebaiknya dihindari atau dibatasi. Hindari memberikan sampah non-organik seperti plastik, logam, atau kaca. Batasi juga pemberian daging berlemak dan tulang keras karena proses penguraiannya lebih lama. Fokuskan pada sampah organik yang mudah terurai untuk hasil optimal. Dengan pemberian pakan yang tepat, maggot akan bekerja maksimal mengurai sampah Anda setiap hari.
5. Kendalikan Kondisi Media
Meskipun budidaya maggot tidak memerlukan perawatan khusus, pengendalian kondisi media tetap penting untuk menjaga produktivitas dan mencegah masalah.
"Maggot itu enggak ada perawatan khusus. Kita cuman pengendalian," jelas Taufik.
Pengendalian utama yang perlu dilakukan adalah mengatasi kelembapan dan kepadatan. Media yang terlalu basah akan menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat rumah yang justru menjadi hama. Solusinya adalah menggunakan sabut kelapa halus (cocopeat) sebagai media penyerap.
"Sabut kelapa yang halus itu sudah menetralkan lagi biopotnya, jadi tidak basah, tidak lembab, tidak lengket," jelas Taufik.
Pengendalian kedua adalah kepadatan populasi. Jika maggot sudah terlalu banyak dan padat, segera pindahkan sebagian ke wadah lain untuk mencegah kematian akibat kompetisi makanan dan ruang. Periksa kondisi media setiap 2-3 hari, aduk sedikit untuk memastikan aerasi baik, dan tambahkan sabut kelapa jika media mulai berbau atau terlalu lembab. Dengan pengendalian sederhana ini, budidaya maggot akan berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.
6. Panen Maggot secara Berkala
Waktu panen maggot perlu diatur dengan tepat agar siklus penguraian sampah terus berjalan optimal. Maggot BSF memiliki siklus hidup sekitar 24 hari hingga 1 bulan sebelum berubah menjadi lalat, tergantung kecukupan nutrisi. Namun, Anda tidak perlu menunggu sampai akhir siklus untuk memanen. Taufik Azhar menerapkan strategi panen harian sejak maggot berusia sekitar 2 minggu.
"Di umur dewasa itu sudah mulai kami ambilin setiap hari untuk memberikan pakan entah ayam, entah lele," jelasnya.
Strategi ini mencegah maggot berubah menjadi lalat terlalu cepat sebelum Anda sempat memanfaatkannya sebagai pakan ternak. Cara memanen juga cukup mudah, yakni ambil maggot yang sudah besar (berwarna krem kecokelatan dan berukuran 1-2 cm) menggunakan saringan atau tangan. Sisakan sebagian maggot muda untuk melanjutkan penguraian sampah yang baru ditambahkan. Dengan pola panen berkala ini, Anda akan memiliki pasokan pakan ternak segar setiap hari sekaligus memastikan proses pengelolaan sampah rumah tangga tidak pernah terhenti.
7. Manfaatkan Hasil Sampingan Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah dengan maggot tidak hanya menghasilkan larva, tetapi juga produk sampingan bernilai tinggi. Ampas media budidaya yang sudah tidak digunakan maggot sebenarnya adalah pupuk kompos berkualitas. Media ini kaya akan nutrisi karena telah melalui proses penguraian biologis oleh maggot dan mikroorganisme pendukungnya.
Anda dapat mengambil ampas media setiap 1-2 bulan, mengeringkannya di bawah sinar matahari, lalu menggunakannya sebagai pupuk untuk tanaman kebun atau pot. Pupuk dari budidaya maggot ini memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Dalam sistem integrated farming Piramida Project, pupuk ini menjadi bagian dari siklus zero waste yang sempurna.
Sementara itu, maggot segar yang dipanen dapat langsung diberikan sebagai pakan ternak. Kandungan proteinnya mencapai 40-45%, sangat cocok untuk ayam petelur, ikan lele, atau unggas lainnya. Dengan memanfaatkan seluruh hasil budidaya maggot, Anda menciptakan sistem pengelolaan sampah yang benar-benar berkelanjutan dan menguntungkan.
Keuntungan Menggunakan Maggot untuk Pengelolaan Sampah
Budidaya maggot untuk pengelolaan sampah rumah tangga menawarkan berbagai keuntungan yang tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis dan lingkungan jangka panjang. Berikut adalah lima keuntungan utama yang dapat Anda rasakan:
1. Mengurangi Volume Sampah hingga 100 kg/bulan
Kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik sungguh luar biasa. Hanya dengan 10 gram telur maggot BSF, Anda dapat mengurai hingga 100 kg sampah organik dalam waktu 24 hari hingga 1 bulan. Bayangkan dampaknya bagi rumah tangga yang rata-rata menghasilkan 10-15 kg sampah organik per minggu. Dengan budidaya maggot, hampir seluruh sampah organik Anda akan terurai sempurna, mengurangi beban TPA dan kontribusi emisi gas rumah kaca dari pembusukan sampah.
2. Mendapatkan Pakan Ternak Gratis Berprotein Tinggi
Maggot BSF mengandung protein 40-45% dan lemak sehat, menjadikannya pakan ternak premium yang setara atau bahkan lebih baik dari pelet komersial. Pengalaman Piramida Project menunjukkan bahwa ayam yang diberi pakan maggot tetap produktif bertelur 3-4 butir per hari, sementara ikan lele tumbuh optimal dengan maggot sebagai sumber protein utama. Anda tidak perlu lagi mengeluarkan ratusan ribu rupiah untuk membeli pakan pabrikan setiap bulan.
3. Menghasilkan Pupuk Organik Berkualitas
Ampas media budidaya maggot adalah pupuk kompos siap pakai yang kaya nutrisi. Berbeda dengan sampah yang membusuk biasa, pupuk dari media maggot telah melalui proses penguraian sempurna dan bebas dari bau menyengat. Pupuk ini dapat langsung diaplikasikan ke tanaman kebun, pot, atau lahan pertanian, meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman tanpa biaya tambahan.
4. Ramah Lingkungan dan Menerapkan Konsep Zero Waste
Sistem pengelolaan sampah dengan maggot merupakan solusi ramah lingkungan yang tidak menghasilkan residu berbahaya. Tidak ada proses pembakaran yang mengeluarkan polutan udara, tidak ada lindi yang mencemari tanah dan air, serta tidak ada emisi metana seperti di TPA. Setiap komponen dalam siklus budidaya maggot dapat dimanfaatkan kembali, mewujudkan konsep zero waste yang sesungguhnya di tingkat rumah tangga.
Keempat keuntungan ini saling terkait dan menciptakan siklus positif yang berkelanjutan. Pengelolaan sampah rumah tangga dengan maggot bukan sekadar tren, tetapi solusi nyata untuk hidup lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan.
FAQ Seputar Pengelolaan Sampah dengan Maggot
Q: Apa saja sampah rumah tangga yang bisa diurai maggot?
A: Maggot BSF dapat mengurai hampir semua jenis sampah organik, termasuk sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi dan teh, daun-daunan, sisa nasi dan makanan tanpa minyak berlebih, bahkan bangkai hewan kecil. Namun, hindari memberikan sampah non-organik seperti plastik, kaca, atau logam. Batasi juga pemberian daging berlemak tinggi dan tulang keras karena proses penguraiannya lebih lambat.
Q: Apakah budidaya maggot menimbulkan bau?
A: Tidak, jika dikelola dengan benar. Bau tidak sedap umumnya muncul karena media terlalu basah atau lembab. Solusinya adalah menggunakan sabut kelapa halus sebagai media penyerap kelembapan. Dengan pengendalian kelembapan yang baik, budidaya maggot bahkan tidak menimbulkan bau sama sekali.
Q: Berapa lama maggot mengurai sampah?
A: Siklus penguraian sampah oleh maggot berlangsung sekitar 24 hari hingga 1 bulan, tergantung kecukupan nutrisi. Dalam periode ini, 10 gram telur maggot dapat mengurai hingga 100 kg sampah organik. Jika nutrisi kurang, siklus bisa memanjang hingga lebih dari 1 bulan. Namun dengan pemberian sampah yang cukup dan kondisi media yang optimal, maggot akan bekerja sangat efisien.
Q: Bisakah maggot digunakan untuk usaha?
A: Ya, sangat bisa. Maggot BSF memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan ternak alternatif yang banyak dicari peternak ayam, lele, burung, dan reptil. Anda dapat menjual maggot segar, maggot kering, atau bahkan telur maggot kepada komunitas peternak. Selain itu, pupuk dari media budidaya maggot juga dapat dikemas dan dijual.
Q: Bagaimana cara memulai budidaya maggot untuk pemula?
Untuk pemula, mulailah dengan skala kecil. Siapkan satu wadah ember berukuran sedang, beli 10 gram telur maggot online, dan siapkan bekatul untuk pakan awal. Ikuti 7 langkah yang telah dijelaskan di atas secara bertahap. Jangan terburu-buru menambah skala sebelum memahami karakteristik maggot dan menguasai teknik pengendalian media. Setelah berhasil di siklus pertama, Anda dapat menambah wadah dan meningkatkan kapasitas budidaya sesuai kebutuhan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)