Liputan6.com, Jakarta - Pergantian musim dari kemarau ke penghujan selalu menjadi momen genting bagi sektor peternakan di Indonesia. Curah hujan tinggi, kelembaban udara menusuk, serta munculnya genangan air merupakan pemicu utama menurunnya kesehatan hewan ternak. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan performa ternak anjlok dan berbagai penyakit mudah menyerang.
Mengingat sektor peternakan adalah penopang utama kebutuhan protein hewani dan menyerap banyak tenaga kerja, tantangan sekecil apapun harus segera diatasi. Menurut Qonita Rahma Adira (22), mahasiswa S2 Ilmu Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), tidak ada satu pun jenis hewan ternak yang sepenuhnya "kebal" terhadap dampak musim hujan. Namun, ada beberapa yang dinilai tetap ideal dan potensial dikembangkan saat ini.
Dengan mempertimbangkan kemudahan pemeliharaan, potensi keuntungan, hingga perputaran modal cepat, berikut adalah 7 jenis hewan ternak yang dinilai ideal untuk dipelihara dan dikelola saat musim hujan.
1. Itik
Idealitas pemeliharaan itik di musim hujan dinilai cukup ideal. Hal ini dikarenakan itik merupakan unggas air yang memiliki daya tahan tubuh relatif lebih baik terhadap kelembaban dan cuaca dingin dibandingkan ayam. Keunggulan ini didukung oleh adanya kelenjar minyak (uropygial gland) pada itik yang memproduksi minyak untuk melapisi bulu mereka, sehingga menjadikannya lebih tahan air.
"Itik sebenarnya punya karakter yang memang diumbar ke sawah (di lumpur), jadi menurut logika dia lebih kuat terhadap perubahan iklim. Selain itu, kalo itik yang dipelihara secara tradisional, makanannya juga dari sisa-sisa hasil pertanian seperti keong dan biasanya di musim hujan jumlahnya lebih banyak tersedia," kata Qonita ketika dihubungi tim Liputan6.com pada Kamis (15/1). Ia menambahkan, "Keong merupakan sumber protein buat itik. Tapi untuk mengantisipasi dan meyakinkan apakah aman dikonsumsi, pengolahan daging itiknya harus benar (dimasak matang)."
Meskipun demikian, dalam manajemen kandang, sangat penting untuk tetap menyediakan area kering sebagai tempat istirahat bagi itik. Selain itu, genangan air kotor perlu dihindari karena berpotensi menjadi sumber penyakit seperti kolera bebek, oleh karena itu, kontrol sanitasi air minum juga menjadi aspek yang sangat krusial.
2. Ayam Kampung
Idealitas pemeliharaan ayam kampung di musim hujan dinilai cukup ideal karena keunggulan genetiknya yang memiliki daya adaptasi dan imunitas alami yang lebih tinggi terhadap perubahan cuaca serta penyakit umum di lingkungan tropis. Secara spesifik, ayam kampung umumnya lebih tahan terhadap penyakit saluran pernapasan yang rentan menyebar saat musim hujan dibandingkan ayam ras.
"Secara genetik, ayam kampung memang punya daya tahan tubuh yang lebih baik karena memang sifat aslinya dipelihara secara diumbar ya," ujar perempuan dengan hobi membaca buku itu.
Meskipun demikian, karena sistem pemeliharaan yang seringkali umbaran (free-range), terdapat peningkatan risiko kontak dengan air kotor dan vektor penyakit seperti serangga atau tikus. Oleh karena itu, peternak diwajibkan untuk memastikan ketersediaan kandang peneduh yang kering dan memberikan multivitamin, seperti Vitamin C, guna membantu mengurangi tingkat stres pada ayam.
3. Ayam Petelur
Beternak ayam petelur di musim hujan memiliki tantangan signifikan, namun tetap dapat dipertahankan secara ideal dan menguntungkan melalui manajemen yang ketat. Tantangan utamanya meliputi kelembaban udara tinggi, yang memicu pertumbuhan jamur pada pakan dan bakteri di kandang.
Selain itu, risiko penyebaran penyakit seperti Flu Burung (AI), Newcastle Disease (ND), dan gangguan pernapasan juga meningkat karena daya tahan tubuh ayam cenderung menurun akibat stres suhu dingin, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas cangkang telur. Agar peternakan tetap ideal, langkah-langkah preventif harus diterapkan, seperti memastikan atap kandang tidak bocor, menggunakan tirai plastik tambahan untuk menghalau tampias hujan dan angin kencang, serta menjaga alas kandang (liter) tetap kering dan segera menggantinya jika basah untuk mencegah amonia tinggi.
"Untuk kondisi sekarang seperti cuaca yang sangat tidak menentu, kesibukan orang macam-macam, menurutku yang paling memungkinkan adalah ternak ayam petelur. Alasannya karena tidak perlu lahan luas, modalnya sedikit, pemeliharaannya cukup mudah, bisa diambil setiap hari telurnya, dan kalo populasi sedikit insyaallah buat resiko penyakitnya juga minim," jelas Qonita.
Untuk menjaga kesehatan dan stabilitas suhu, peternak perlu menambahkan vitamin atau suplemen pemacu imun, dan menggunakan lampu pemanas (brooder) saat suhu turun drastis. Terakhir, biosekuriti harus diperketat dengan membatasi akses orang ke area kandang dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
Qonita juga memberikan alasan, bahwa selain tidak memerlukan modal yang terlalu besar untuk usaha ayam petelur skala rumahan, sebenarnya ayam petelur juga tetap ideal untuk dikembangkan di musim hujan dengan syarat kandang tidak bocor sehingga ayam tidak terkena suhu ekstrem akibat angin maupun air hujan.
"Sebab saat musim panas, justru ayam bisa terkena heat stress (cekaman panas) yang bisa menurunkan konsumsi pakannya," tambah perempuan yang memiliki minat di industri peternakan, khususnya bidang reproduksi, manajemen peternakan, dan administrasi tersebut.
4. Ayam Broiler
Secara genetik, daya tahan tubuh ayam broiler memang tidak sekuat ayam kampung, terutama dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem di musim hujan. Ayam kampung memiliki imunitas alami dan daya adaptasi yang lebih tinggi terhadap lingkungan tropis yang dingin. Sebaliknya, ayam broiler adalah unggas hasil pemuliaan yang difokuskan pada pertumbuhan cepat, menjadikannya sangat sensitif terhadap fluktuasi suhu dan kelembaban. Kondisi hujan yang tidak terkontrol menyebabkan ayam broiler mudah stres, menghambat pertumbuhan, serta meningkatkan data kerugian seperti angka kematian (mortalitas) dan buruknya efisiensi pakan (FCR).
Tantangan utama dalam beternak ayam broiler di musim hujan adalah sulitnya mengontrol suhu ideal dan kelembaban kandang. Data menunjukkan bahwa udara yang lembap dan dingin memicu munculnya berbagai penyakit pernapasan, seperti CRD (ngorok), sekaligus meningkatkan kadar amonia dari kotoran yang merusak saluran pernapasan. Tanpa manajemen ketat, risiko kerugian menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan musim kemarau, karena energi pakan akan lebih banyak terpakai hanya untuk menjaga suhu tubuh ayam alih-alih diubah menjadi daging.
Namun, kelemahan genetik ini dapat diatasi secara sempurna melalui penerapan sistem kandang close house (tertutup), yang pada akhirnya menjadikan ayam broiler ideal untuk dipelihara di musim hujan. Kandang close house didesain dengan teknologi yang memungkinkan peternak mengontrol secara ketat semua faktor lingkungan, termasuk suhu, kelembaban, dan ventilasi. Dengan lingkungan yang stabil dan optimal ini, risiko penyakit pernapasan akibat amonia atau kelembaban tinggi dapat diminimalisir, pertumbuhan ayam broiler tetap maksimal, dan efisiensi pakan terjaga, sehingga potensi keuntungan tetap tinggi meski di tengah cuaca yang tidak menentu.
"Ayam broiler dalam skala besar (perusahaan) udah banyak yang menerapkan sistem kandang close house agar bisa mengatur suhu, kelembaban, dan lainnya yang sesuai buat ayam, jadi enggak terlalu terpengaruh sama musim atau cuaca di luar," kata Qonita.
5. Domba
Idealitas pemeliharaan domba di musim hujan dinilai cukup ideal, namun dengan catatan bahwa manajemen kandang dan kesehatan harus diperhatikan secara ketat. Kerentanan utama domba di musim ini adalah terhadap penyakit cacing hati (Fascioliasis), yang disebabkan oleh siklus hidup cacing yang membutuhkan keong yang berkembang biak di area lembab atau berair, serta penyakit busuk kuku (foot rot) akibat kondisi kandang yang becek.
Oleh karena itu, langkah manajemen yang sangat penting meliputi pemberian obat cacing (antihelmintik) secara rutin dan berkala. Selain itu, kandang harus dibangun dengan sistem panggung dan memiliki ventilasi yang baik untuk memastikan lantai tetap kering dan mengurangi kelembaban.
Saat menempuh S1 Ilmu Peternakan UNSOED, Qonita pernah mengikuti program magang di sebuah peternakan yang memiliki populasi 400–600 ekor domba. Dari pengalamannya tersebut, ia menjelaskan bahwa tingginya kandungan air pada hijauan saat musim hujan dapat meningkatkan risiko bloat atau kembung pada ternak ruminansia jika pemberian pakan tidak dilakukan dengan tepat.
"Ternak ruminansia yang pakan utamanya hijauan, kalau musim hujan pasti kandungan air di hijauan pakannya jadi tinggi, nah dari situ kalau pemberiannya tidak tepat bisa meningkatkan resiko ternak kena penyakit bloat atau kembung."
"Solusinya adalah dari segi pakan, hijauan bisa dikasih ke ternak setelah dilayukan 1-2 hari agar kadar airnya turun dulu dan tidak bikin kembung. Lalu, kebersihan kandang juga harus benar-benar diperhatikan, karena penyakit mudah sekali menular pada tempat yang lembab," ujarnya.
6. Kambing
Beternak kambing di musim hujan memiliki dua sisi yang signifikan: sangat ideal dari segi ketersediaan pakan namun berisiko tinggi dari sisi kesehatan jika manajemennya salah. Keuntungan utamanya pada tahun 2026 adalah melimpahnya hijauan, seperti rumput, odot, kaliandra, dan petai cina yang subur dan melimpah, bahkan dilaporkan dapat mendukung pertumbuhan ternak tertentu, seperti pedet kambing Boerka, menjadi lebih cepat.
"Pakan hijauan yang melimpah saat musim hujan justru bisa jadi stok pakan kambing untuk waktu musim kemarau. Cara membuat stok pakan kambing untuk musim kemarau yaitu jadi kelebihan hijauan di musim hujan diawetkan dengan cara dibuat silase," kata Qonita.
Namun, risiko kesehatan menjadi tantangan besar, termasuk kerentanan terhadap penyakit pencernaan seperti kembung dan diare akibat mengonsumsi rumput yang terlalu basah atau berembun, serta masalah pernapasan dan kulit (scabies, kutu) yang dipicu oleh suhu dingin dan kelembaban tinggi. Kebersihan kandang yang becek juga dapat menimbulkan polusi amonia dan meningkatkan risiko cacingan.
"Untuk yang ingin membuat farm dari awal, lebih baik dibuat model kandang panggung (untuk domba kambing), biar kotoran tidak numpuk di dalam kandang jadi bisa langsung turun ke saluran pembuangan," sarannya.
Selain itu, untuk menjaga produktivitas kambing tetap ideal, langkah manajemen yang harus dilakukan adalah pelayuan pakan (menjemur atau mengangin-anginkan hijauan sebelum diberikan untuk mengurangi kadar air), penggunaan kandang tipe panggung agar lantai kering, pemberian suplemen dan penguat imun untuk menghadapi suhu ekstrem, dan sanitasi rutin di area bawah kandang guna mencegah penumpukan gas amonia.
7. Sapi
Idealitas pemeliharaan sapi di musim hujan dinilai cukup ideal, meskipun tantangan utamanya terletak pada peningkatan risiko penyakit dan penurunan kualitas pakan hijauan. Sapi menjadi rentan terhadap penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang penularannya dapat meningkat di lingkungan yang lembab.
Oleh karena itu, manajemen kesehatan dan nutrisi sangat krusial; kualitas pakan hijauan (rumput) cenderung menurun karena kandungan air yang tinggi dan nutrisi yang rendah, sehingga peternak perlu menyediakan pakan tambahan seperti konsentrat untuk menjaga asupan nutrisi dan daya tahan tubuh sapi. Selain itu, kebersihan kandang juga harus diprioritaskan dengan memastikan lantai kandang selalu bersih, kering, dan tidak licin, serta melakukan sanitasi lingkungan kandang secara menyeluruh untuk mencegah perkembangan bibit penyakit.
"Kurang lebih penyakit hewan ruminansia itu sama. Untuk ternak besar (sapi) pastikan kandang dibersihkan 2x sehari (pagi sore), disemprot saja pakai air. Selain itu, vitamin dan obat juga perlu dikasih. Kalau sudah ada ternak yang terindikasi kena penyakit akibat dampak musim hujan, bisa dipisahkan kandangnya buat meminimalisir penyebaran penyakit," tutup Qonita.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Hewan ternak apa yang paling tahan terhadap musim hujan?
Hewan ternak yang relatif lebih tahan terhadap musim hujan adalah itik dan ayam kampung. Itik memiliki kelenjar minyak alami pada bulunya yang membuatnya lebih tahan terhadap air dan kelembaban, sementara ayam kampung unggul secara genetik dalam daya adaptasi dan imunitas alami terhadap perubahan cuaca serta penyakit lingkungan tropis.
2. Apakah beternak ayam petelur masih menguntungkan saat musim hujan?
Ya, beternak ayam petelur tetap menguntungkan di musim hujan asalkan didukung manajemen kandang yang baik. Kunci utamanya adalah menjaga kandang tetap kering, mencegah pakan berjamur, memperketat biosekuriti, serta memberikan vitamin dan pemanas saat suhu turun. Dengan skala kecil hingga menengah, ayam petelur dinilai memiliki risiko penyakit yang relatif minim dan perputaran modal cepat.
3. Apa risiko utama beternak ayam broiler di musim hujan?
Risiko utama beternak ayam broiler di musim hujan adalah stres suhu dan kelembaban tinggi, yang dapat memicu penyakit pernapasan seperti CRD, meningkatkan kadar amonia, serta menaikkan angka kematian dan menurunkan efisiensi pakan (FCR). Namun, risiko ini dapat ditekan secara signifikan dengan penerapan kandang close house yang mampu mengontrol suhu, ventilasi, dan kelembaban secara optimal.
4. Mengapa ternak kambing dan domba rentan sakit saat musim hujan?
Kambing dan domba rentan sakit saat musim hujan karena kondisi kandang lembab dan pakan hijauan yang terlalu basah. Hal ini dapat memicu penyakit pencernaan seperti kembung dan diare, penyakit kulit, serta cacingan dan busuk kuku. Solusi utamanya adalah menggunakan kandang panggung, melayukan hijauan sebelum diberikan, serta menjaga sanitasi kandang secara rutin.
5. Bagaimana cara menjaga kesehatan sapi selama musim hujan?
Untuk menjaga kesehatan sapi di musim hujan, peternak perlu fokus pada kebersihan kandang, penguatan nutrisi, dan pencegahan penyakit. Hijauan dengan kadar air tinggi perlu dilengkapi dengan konsentrat, kandang harus dibersihkan minimal dua kali sehari, serta pemberian vitamin dan pemisahan sapi yang sakit harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit seperti PMK dan LSD.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)