7 Desain Kebun Cabai Pakai Hydro Pot Sederhana Low Budget, Solusi Bertanam di Lahan Sempit

5 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Cabai adalah bahan dapur yang hampir selalu hadir di setiap masakan masyarakat Indonesia. Rasa pedasnya menjadi ciri khas kuliner Nusantara dan membuat konsumsi cabai terus meningkat dari waktu ke waktu. Tidak heran jika cabai termasuk komoditas hortikultura dengan tingkat permintaan tinggi dan harga yang kerap berfluktuasi, bahkan melonjak tajam di musim tertentu.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk menanam cabai sendiri, baik sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sumber tambahan penghasilan. Sayangnya, keterbatasan lahan sering menjadi kendala utama, terutama bagi warga perkotaan yang hanya memiliki halaman sempit atau bahkan tinggal di rumah tanpa tanah terbuka.

Sebagai solusi, sistem hidroponik hadir menjawab tantangan tersebut. Salah satu metode yang kini banyak diminati adalah kebun cabai menggunakan hydro pot sederhana low budget. Dengan desain yang tepat, siapa pun bisa menerapkan desain kebun cabai pakai hydro pot sederhana low budget tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau memiliki lahan luas. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (17/1/2026).

1. Hydro Pot dari Botol Plastik Bekas

Desain ini paling sederhana dan ramah lingkungan. Botol plastik ukuran 1,5 liter dipotong dua, bagian atas dibalik sebagai pot tanaman, sedangkan bagian bawah berfungsi sebagai penampung larutan nutrisi. Sistem ini menggunakan sumbu (wick) dari kain flanel. Biaya pembuatannya sangat murah dan cocok untuk pemula yang ingin mencoba desain kebun cabai pakai hydro pot sederhana low budget.

2. Rak Vertikal Hydro Pot

Rak vertikal memanfaatkan ruang ke atas sehingga sangat ideal untuk lahan sempit. Hydro pot bisa disusun bertingkat menggunakan rak besi ringan atau kayu bekas. Setiap pot diisi media tanam hidroton atau arang sekam. Selain fungsional, desain ini juga mempercantik tampilan rumah.

3. Hydro Pot Gantung di Teras Rumah

Bagi yang tidak memiliki halaman, hydro pot gantung bisa menjadi solusi. Pot digantung di pagar, balkon, atau kanopi teras. Sistem wick tetap digunakan agar nutrisi terserap dengan baik. Pastikan lokasi mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam per hari.

4. Sistem Wick Menggunakan Ember Cat Bekas

Ember cat bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah nutrisi sekaligus pot besar. Tutup ember dilubangi untuk menempatkan netpot. Desain ini cocok untuk pertumbuhan cabai jangka panjang karena menyediakan ruang akar yang luas, terutama saat tanaman berumur di atas 3 bulan.

5. Dutch Bucket Sederhana Low Budget

Dutch bucket dikenal efektif untuk tanaman berbuah seperti cabai. Versi low budget dapat dibuat dari ember plastik bekas yang disusun sejajar. Nutrisi dialirkan secara sederhana dan dikontrol manual. Sistem ini mendukung pertumbuhan akar yang optimal dan hasil panen lebih maksimal.

6. Hydro Pot di Greenhouse Mini

Greenhouse mini dari rangka bambu dan plastik UV dapat melindungi tanaman cabai dari hujan langsung dan serangan hama. Di dalamnya, hydro pot disusun rapi di atas meja atau rak. Desain ini sangat cocok untuk menjaga kestabilan lingkungan tumbuh cabai hidroponik.

7. Kombinasi Hydro Pot dan Drip Irigasi Manual

Untuk skala rumah tangga yang sedikit lebih besar, hydro pot bisa dikombinasikan dengan sistem drip irigasi manual menggunakan selang kecil dan botol nutrisi. Meskipun sederhana, desain ini cukup efisien dalam distribusi nutrisi dan tetap hemat biaya.

Tahapan Singkat Menanam Cabai dengan Hydro Pot

Proses menanam cabai hidroponik dimulai dari pemilihan benih berkualitas. Benih direndam air hangat selama kurang lebih 3 jam, lalu dipilih yang tenggelam. Penyemaian dilakukan menggunakan rockwool agar praktis dan higienis.

Setelah bibit berumur sekitar 25–30 hari setelah semai (HSS), bibit siap dipindahkan ke hydro pot. Media tanam seperti hidroton atau arang sekam digunakan sebagai penyangga tanaman. Nutrisi AB Mix diberikan secara bertahap dengan konsentrasi awal sekitar 800 ppm dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan.

Pemeliharaan meliputi pengaturan nutrisi, pengajiran menggunakan bambu, serta pengendalian hama secara organik. Dengan perawatan rutin, cabai hidroponik dapat dipanen pada umur 80–90 hari setelah tanam.

Mengapa Memilih Sistem Hydro Pot untuk Menanam Cabai?

Sistem hidroponik, khususnya hydro pot, memiliki banyak keunggulan dibandingkan penanaman konvensional. Tanaman dapat dibudidayakan dalam lingkungan yang lebih terkontrol, mulai dari kebutuhan air, nutrisi, hingga paparan cahaya. Selain itu, risiko serangan hama dan penyakit juga relatif lebih rendah.

Cabai yang ditanam secara hidroponik umumnya menghasilkan buah yang lebih bersih, higienis, dan bebas residu pestisida karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Dengan perawatan yang tepat, kualitas dan produktivitas cabai hidroponik bahkan bisa lebih baik dibandingkan cabai yang ditanam di tanah biasa.

FAQ Seputar Menanam Cabai

1. Apakah cabai bisa tumbuh optimal tanpa tanah?

Ya, cabai dapat tumbuh dengan baik menggunakan sistem hidroponik asalkan nutrisi, air, dan cahaya terpenuhi.

2. Media tanam apa yang paling cocok untuk cabai hidroponik?

Media yang umum digunakan adalah hidroton dan arang sekam karena mampu menopang tanaman dan menjaga aerasi akar.

3. Berapa lama cabai hidroponik bisa dipanen?

Cabai umumnya siap panen pada usia 80–90 hari setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan.

4. Apakah hidroponik cocok untuk pemula?

Sangat cocok, terutama dengan desain hydro pot sederhana low budget yang mudah dibuat dan dirawat.

5. Apakah biaya menanam cabai hidroponik mahal?

Tidak. Dengan memanfaatkan barang bekas dan sistem sederhana, biaya bisa ditekan seminimal mungkin.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |