- Mengapa kotoran ayam bisa sangat bau?
- Apakah pakan fermentasi aman untuk ayam?
- Apakah bau kotoran ayam bisa hilang sepenuhnya?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bau kotoran ayam sering menjadi masalah utama bagi peternak rumahan. Selain mengganggu kenyamanan, aroma menyengat juga bisa menarik lalat dan memicu penyakit. Banyak orang belum menyadari bahwa penyebab utama bau berasal dari pola pakan yang kurang tepat. Oleh karena itu, memahami cara mengatur pakan ayam sangat penting agar kandang tetap bersih dan sehat. Dengan pakan yang tepat, kotoran ayam bisa lebih kering dan tidak terlalu menyengat.
Cara mengatur pakan ayam tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan kandang. Pakan yang seimbang akan membantu proses pencernaan ayam menjadi lebih optimal. Sisa metabolisme yang keluar pun tidak berbau tajam. Selain itu, ayam menjadi lebih sehat dan produktif. Berikut tujuh cara efektif yang bisa Anda terapkan di rumah.
1. Gunakan Pakan Berkualitas
Cara mengatur pakan ayam yang pertama adalah memilih pakan dengan kualitas baik. Pakan berkualitas memiliki kandungan nutrisi seimbang dan mudah dicerna. Ayam akan menyerap nutrisi secara maksimal tanpa menyisakan banyak zat sisa. Hal ini membantu mengurangi bau pada kotoran.
Pakan murah dengan kualitas rendah sering mengandung bahan sulit dicerna. Akibatnya, proses pencernaan tidak sempurna dan menghasilkan bau menyengat. Dengan pakan yang tepat, kotoran menjadi lebih padat dan tidak terlalu basah. Lingkungan kandang pun terasa lebih nyaman.
2. Seimbangkan Protein dan Serat
Protein yang terlalu tinggi dapat membuat kotoran ayam lebih bau. Oleh karena itu, cara mengatur pakan ayam harus memperhatikan keseimbangan protein dan serat. Serat membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik. Ayam pun tidak mengalami gangguan metabolisme.
Kombinasi dedak, jagung, dan sayuran hijau sangat dianjurkan. Pakan yang seimbang membuat kotoran tidak terlalu lembek. Bau menyengat juga bisa diminimalkan. Selain itu, ayam tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
3. Tambahkan Pakan Fermentasi
Pakan fermentasi sangat membantu mengurangi bau kotoran ayam. Cara mengatur pakan ayam dengan metode ini dapat meningkatkan kualitas pencernaan. Mikroorganisme baik dalam fermentasi membantu memecah nutrisi. Proses ini membuat zat sisa lebih sedikit.
Selain itu, pakan fermentasi juga meningkatkan nafsu makan ayam. Ayam menjadi lebih sehat dan aktif. Kotoran yang dihasilkan lebih kering dan tidak menyengat. Metode ini sangat cocok untuk peternakan rumahan.
4. Hindari Pakan Basi atau Berjamur
Pakan basi atau berjamur sangat berbahaya bagi ayam. Dalam cara mengatur pakan ayam, kebersihan pakan harus menjadi prioritas. Pakan rusak dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Kotoran pun menjadi lebih bau dan cair.
Selain berdampak pada bau, pakan basi juga menurunkan daya tahan tubuh ayam. Ayam menjadi lebih mudah sakit dan tidak produktif. Dengan pakan segar, sistem pencernaan tetap stabil. Kandang pun tidak beraroma menyengat.
5. Atur Jadwal Pemberian Pakan
Jadwal pakan yang teratur membantu pencernaan ayam bekerja optimal. Cara mengatur pakan ayam tidak hanya soal jenis, tetapi juga waktu pemberian. Pakan sebaiknya diberikan pagi dan sore hari. Pola ini membuat metabolisme ayam lebih stabil.
Jika ayam makan tidak teratur, proses pencernaan menjadi kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kotoran lebih bau dan lembek. Dengan jadwal teratur, kotoran lebih padat dan tidak beraroma tajam. Ayam pun terlihat lebih sehat.
6. Tambahkan Bahan Alami Pengurang Bau
Beberapa bahan alami dapat membantu mengurangi bau kotoran ayam. Dalam cara mengatur pakan ayam, Anda bisa menambahkan daun pepaya, daun singkong, atau kunyit. Bahan ini membantu memperbaiki sistem pencernaan. Selain itu, aromanya juga lebih alami.
Bahan alami tidak menimbulkan efek samping jika digunakan dengan tepat. Ayam tetap mendapatkan nutrisi tambahan. Kotoran menjadi lebih kering dan tidak menyengat. Cara ini juga mudah diterapkan di rumah.
7. Pastikan Air Minum Bersih
Air minum yang bersih sangat berpengaruh pada pencernaan ayam. Cara mengatur pakan ayam harus selalu dibarengi dengan penyediaan air yang higienis. Air kotor dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Akibatnya, bau kotoran menjadi lebih tajam.
Dengan air bersih, proses metabolisme berjalan lancar. Ayam lebih sehat dan aktif. Kotoran yang dihasilkan pun tidak terlalu bau. Kebersihan kandang juga lebih terjaga.
Pertanyaan seputar Cara Mengatur Pakan Ayam Rumahan
1. Mengapa kotoran ayam bisa sangat bau?
Karena pakan tidak seimbang dan pencernaan ayam tidak optimal.
2. Apakah pakan fermentasi aman untuk ayam?
Aman, asalkan dibuat dengan benar dan tidak berjamur.
3. Apakah bau kotoran ayam bisa hilang sepenuhnya?
Tidak sepenuhnya hilang, tetapi bisa sangat berkurang dengan pakan tepat.
4. Seberapa sering pakan ayam harus diganti?
Pakan sebaiknya diganti setiap hari agar tetap segar dan bersih.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)