Liputan6.com, Jakarta - Merawat sepatu lari dengan benar sangat penting untuk menjaga performa dan memperpanjang usia pemakaian. Banyak pelari sering kali mengabaikan cara pencucian yang tepat, padahal kesalahan dalam proses ini dapat menyebabkan kerusakan pada material sepatu sehingga tidak bisa digunakan kembali.
Pencucian secara serampangan, seperti menggunakan mesin cuci atau deterjen yang keras, dapat merusak komponen yang sensitif. Material seperti mesh dan busa EVA pada sol tengah dapat mengalami kerusakan dan lepas jika tidak dicuci dengan benar. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam merawat dan membersihkannya agar tak cepat rusak.
Agar bisa bersih setelah dicuci dan tetap kuah, para pemilik perlu memperhatikan langkah-langkah pencuciannya berikut. Jangan sampai, alas kaki kesayangan menjadi tidak berfungsi lagi karena kesalahan pembersihan, dirangkum Liputan6, Senin (12/1).
1. Persiapan Awal Sebelum Mencuci
Sebelum mencuci sepatu lari, persiapan awal sangat penting untuk memastikan efektivitas pembersihan. Memahami material sepatu dan mengumpulkan alat yang diperlukan menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. Setiap material sepatu, seperti mesh, knit, atau kulit sintetis, membutuhkan perlakuan yang berbeda agar tidak rusak. Misalnya, bahan mesh yang ringan dapat rusak jika disikat terlalu keras.
Pengumpulan alat yang tepat juga mendukung proses pencucian yang aman. Alat yang umumnya dibutuhkan meliputi sikat berbulu lembut, spons, ember, air hangat, dan deterjen ringan. Deterjen ringan seperti sabun cuci piring cair disarankan karena deterjen keras dapat merusak warna dan bahan sepatu. Menghindari deterjen bubuk yang keras adalah tindakan pencegahan yang baik.
Selain itu, penting untuk membersihkan sepatu secara berkala agar noda tidak menempel terlalu erat. Setelah berolahraga, membersihkan sepatu dengan sikat gigi lama dapat membantu menghilangkan debu atau kotoran. Membersihkan lumpur atau pasir yang menempel segera setelah berlari juga merupakan praktik yang baik untuk menjaga sepatu tetap bersih.
2. Melepas Tali dan Insole
Langkah selanjutnya adalah melepaskan tali sepatu dan insole. Tindakan ini penting untuk memastikan setiap bagian sepatu dapat dibersihkan secara menyeluruh. Tali sepatu dan insole sering menjadi tempat menumpuknya kotoran dan keringat, sehingga pembersihan terpisah akan menghasilkan kebersihan yang lebih optimal.
Tali sepatu dapat dicuci dengan merendamnya dalam air sabun hangat selama 10 hingga 15 menit. Setelah direndam, tali sepatu dapat dikucek ringan dan dibilas hingga bersih. Beberapa sumber juga menyarankan untuk mencuci tali sepatu dalam kantong jaring di mesin cuci dengan siklus lembut jika bahannya memungkinkan.
Untuk insole, pembersihan dapat dilakukan dengan kain basah dan sabun lembut. Hindari perendaman insole secara berlebihan agar tidak menimbulkan bau. Setelah dibersihkan, insole harus dibilas dan diangin-anginkan hingga kering sepenuhnya. Pembersihan rutin insole sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau.
3. Membersihkan Kotoran Kasar
Setelah melepas tali dan insole, langkah berikutnya adalah membersihkan kotoran kasar yang menempel pada permukaan sepatu. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan debu, lumpur, atau kerikil sebelum pencucian basah dimulai. Membersihkan kotoran kasar secara efektif akan membuat proses pencucian selanjutnya menjadi lebih mudah.
Gunakan sikat berbulu lembut atau sikat gigi bekas untuk membersihkan kotoran yang menempel. Sikat bagian sepatu yang kotor untuk mengangkat kotoran dan noda. Untuk lumpur yang sudah mengering, tepuk-tepuk kedua sepatu secara bersamaan di luar ruangan untuk melepaskan kotoran yang longgar.
Penting untuk membersihkan setiap sudut sepatu menggunakan sikat tersebut hingga debu dan kotoran yang melekat hilang. Pastikan tidak ada pasir atau kerikil yang terselip di sol sepatu. Membersihkan kotoran kasar ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menjaga integritas material sepatu.
4. Proses Pencucian Bagian Atas Sepatu
Pencucian bagian atas sepatu memerlukan pendekatan yang lembut untuk menjaga material tetap utuh. Bagian upper, yang sering terbuat dari mesh atau knit, rentan terhadap kerusakan jika disikat terlalu keras. Tujuan dari langkah ini adalah membersihkan noda dan kotoran tanpa merusak serat kain atau warna sepatu.
Siapkan larutan pembersih dengan mencampurkan air hangat dengan deterjen ringan. Hindari penggunaan deterjen keras atau pemutih karena dapat merusak warna dan bahan sepatu. Untuk sepatu dengan membran tahan air, gunakan pembersih khusus sepatu agar tidak menyumbat pori-pori material.
Celupkan kain mikrofiber atau spons ke dalam larutan sabun. Gosok perlahan permukaan upper sepatu dengan gerakan memutar yang lembut. Untuk noda yang membandel, sikat gigi bekas dapat digunakan untuk menjangkau area sempit. Setelah membersihkan, bilas sepatu dengan air bersih menggunakan spons atau kain lembap untuk mengangkat sisa deterjen.
5. Pencucian Sol Luar dan Sol Tengah
Sol luar dan sol tengah sepatu lari adalah bagian yang paling sering bersentuhan langsung dengan permukaan tanah. Pembersihan bagian ini penting untuk menjaga daya cengkeram sepatu dan mencegah kotoran masuk ke bagian lain. Proses pencucian sol memerlukan perhatian khusus karena kotoran yang menumpuk dapat mengurangi fleksibilitas dan cengkeraman sepatu.
Setelah kotoran kasar dihilangkan, gunakan sikat berbulu kaku untuk membersihkan sol luar. Sikat bagian sol luar dengan larutan sabun ringan yang sama seperti yang digunakan untuk upper. Untuk kotoran yang sangat membandel, campuran soda kue dan air dapat dibuat menjadi pasta, lalu diaplikasikan ke sol luar dan digosok perlahan.
Sol tengah juga perlu dibersihkan dengan hati-hati. Gunakan sikat berbulu lembut atau spons yang dicelupkan ke dalam larutan sabun ringan untuk membersihkan permukaan sol tengah. Hindari menyikat terlalu keras pada bagian ini karena dapat merusak material bantalan. Setelah proses penyikatan, bilas sol luar dan sol tengah dengan air bersih untuk menghilangkan sisa sabun.
6. Proses Pembilasan yang Tepat
Pembilasan merupakan tahapan krusial dalam proses pencucian sepatu lari. Tujuan utama pembilasan adalah menghilangkan semua sisa deterjen tanpa merendam sepatu secara berlebihan. Residu sabun yang tidak terbilas dengan baik dapat menarik kotoran lebih cepat atau bahkan merusak material sepatu seiring waktu.
Setelah semua bagian sepatu selesai disikat dengan larutan sabun, gunakan kain bersih yang lembap untuk menyeka seluruh permukaan sepatu. Lakukan penyekaan berulang kali hingga tidak ada busa atau sisa sabun yang terlihat. Pastikan untuk menjangkau semua area, termasuk sela-sela dan lipatan, tempat sabun dapat terperangkap.
Hindari merendam sepatu lari sepenuhnya dalam air selama proses pembilasan. Perendaman yang terlalu lama dapat merusak lem perekat dan struktur sepatu. Jika perlu, gunakan air mengalir dari keran untuk membilas, sambil memastikan air tidak masuk terlalu banyak ke bagian dalam sepatu. Setelah pembilasan, sepatu harus terasa bersih dari sabun dan siap untuk proses pengeringan.
7. Pengeringan Sepatu yang Benar
Pengeringan sepatu lari yang benar adalah langkah terakhir yang sangat penting untuk mencegah kerusakan material. Metode pengeringan yang salah dapat menyebabkan material sepatu melengkung atau warna pudar. Setelah sepatu dibilas, tepuk-tepuk sepatu dengan handuk bersih untuk menyerap kelebihan air.
Kemudian, isi bagian dalam sepatu dengan gumpalan koran bekas. Kertas ini berfungsi untuk menyerap kelembapan dari dalam sepatu dan membantu menjaga bentuk sepatu. Ganti kertas jika sudah basah untuk mempercepat proses penyerapan.
Letakkan sepatu di tempat yang sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari sinar matahari langsung atau sumber panas. Pengeringan alami biasanya membutuhkan waktu 12 hingga 24 jam. Pastikan sepatu benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah bau apek.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Bisakah sepatu lari dicuci menggunakan mesin cuci?
A: Mencuci sepatu lari menggunakan mesin cuci umumnya tidak disarankan karena dapat merusak struktur sepatu.
Q: Deterjen jenis apa yang aman untuk mencuci sepatu lari?
A: Deterjen ringan, seperti sabun bayi atau sabun cuci piring cair, adalah pilihan yang aman untuk mencuci sepatu lari.
Q: Bagaimana cara menghilangkan bau tidak sedap pada sepatu lari?
A: Bersihkan insole dengan sabun lembut dan air, lalu biarkan mengering sepenuhnya untuk menghilangkan bau.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan sepatu lari setelah dicuci?
A: Pengeringan sepatu lari secara alami biasanya membutuhkan waktu 12 hingga 24 jam.
Q: Seberapa sering sepatu lari harus dibersihkan?
A: Membersihkan sepatu lari secara rutin sangat penting untuk menjaga kebersihan dan performanya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480637/original/016881000_1769062299-anak_ayam__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479176/original/096164400_1768970075-Gemini_Generated_Image_qksconqksconqksc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)