7 Cara Membuat Kelengkeng Rajin Berbuah Menggunakan Pupuk Alami dari Bahan Dapur

16 hours ago 2
  • Mengapa pohon kelengkeng subur tetapi tidak berbuah?
  • Berapa lama pupuk alami mulai menunjukkan hasil pada kelengkeng?
  • Apakah kelengkeng wajib terkena matahari penuh agar berbuah?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelengkeng yang tumbuh subur dengan daun hijau lebat sering kali menimbulkan harapan besar akan panen melimpah, namun kenyataannya tidak sedikit tanaman yang justru enggan mengeluarkan bunga meski telah berumur cukup. Kondisi ini kerap membuat pemilik tanaman bertanya-tanya, apakah masalahnya terletak pada jenis bibit, cuaca, atau cara perawatan yang selama ini dilakukan.

Dalam praktiknya, kelengkeng termasuk tanaman yang sensitif terhadap keseimbangan nutrisi, terutama saat memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah. Ketika unsur hara tertentu tidak terpenuhi secara optimal, tanaman akan terus fokus pada pertumbuhan daun tanpa pernah beralih ke fase generatif yang diharapkan.

Menariknya, solusi untuk mengatasi kelengkeng yang sulit berbuah tidak selalu bergantung pada pupuk kimia, karena sejumlah bahan dapur yang sering dianggap limbah ternyata menyimpan nutrisi penting yang mampu merangsang pembungaan dan meningkatkan produktivitas buah jika digunakan dengan cara yang tepat.

Berikut selengkapnya:

1. Ampas Teh dan Kopi Menjadi Dasar Nutrisi untuk Pertumbuhan Seimbang

Ampas teh dan kopi mengandung nitrogen, fosfor, serta mineral mikro yang berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah di sekitar perakaran pohon kelengkeng. Unsur nitrogen membantu mempertahankan kesehatan daun dan batang, sehingga tanaman memiliki energi awal yang cukup sebelum memasuki fase pembungaan. Kondisi tanah yang subur dan stabil menjadi fondasi penting agar tanaman tidak mengalami stres nutrisi.

Penggunaan ampas teh dan kopi dapat dilakukan dengan menaburkannya secara merata di sekitar pangkal pohon, lalu menutupnya tipis dengan tanah agar proses penguraian berjalan alami. Cara ini membantu nutrisi dilepaskan secara perlahan sehingga tidak langsung mengubah struktur tanah secara drastis. Selain itu, bahan ini juga membantu mempertahankan kelembapan tanah di sekitar akar.

Jika diterapkan secara rutin dan terukur, ampas teh dan kopi berkontribusi menciptakan lingkungan tanah yang lebih hidup karena mendukung aktivitas mikroorganisme. Kondisi tersebut membantu akar menyerap nutrisi lain dengan lebih efisien, sehingga tanaman lebih siap memasuki fase pembentukan bunga.

2. Cangkang Telur Halus Membantu Memperkuat Struktur Tanaman

Cangkang telur merupakan sumber kalsium alami yang sangat dibutuhkan tanaman untuk memperkuat dinding sel dan jaringan bunga. Kekurangan kalsium sering menyebabkan bunga mudah rontok sebelum berkembang menjadi buah, sehingga produktivitas tanaman menurun. Dengan suplai kalsium yang cukup, struktur tanaman menjadi lebih kokoh dan stabil.

Untuk penggunaannya, cangkang telur perlu dibersihkan, dikeringkan, lalu digiling hingga menjadi serbuk halus. Serbuk ini kemudian ditaburkan di sekitar perakaran dan dicampur ringan dengan tanah agar mudah terurai. Proses ini memungkinkan kalsium dilepaskan secara bertahap ke dalam tanah.

Dalam jangka menengah, penggunaan cangkang telur membantu meningkatkan kualitas pembungaan dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap perubahan lingkungan. Tanaman yang memiliki struktur sel kuat cenderung lebih mampu mempertahankan bunga hingga berubah menjadi buah.

3. Kulit Pisang Dikubur untuk Merangsang Pembentukan Bunga

Kulit pisang dikenal sebagai sumber kalium alami yang berperan langsung dalam proses pembungaan dan pembentukan buah. Unsur kalium membantu mengatur distribusi energi dalam tanaman sehingga tidak hanya terfokus pada pertumbuhan daun. Hal ini menjadi faktor penting bagi kelengkeng agar mau beralih ke fase generatif.

Cara pemanfaatannya cukup sederhana, yakni dengan memotong kulit pisang menjadi bagian kecil lalu menguburnya di sekitar area perakaran. Penempatan dilakukan tidak terlalu dekat dengan batang agar proses penguraian tidak mengganggu kesehatan tanaman. Kalium dari kulit pisang akan dilepaskan secara perlahan ke dalam tanah.

Jika dilakukan secara konsisten, penggunaan kulit pisang membantu meningkatkan jumlah bunga yang muncul dan memperbesar peluang bunga tersebut berkembang menjadi buah. Dampaknya, produksi buah kelengkeng menjadi lebih stabil dan merata.

4. Air Cucian Beras dan Air Rebusan Nasi sebagai Nutrisi Cair Alami

Air cucian beras dan air rebusan nasi mengandung vitamin B serta mineral yang bermanfaat untuk mendukung metabolisme tanaman. Cairan ini membantu memperbaiki kondisi mikrobiologi tanah dan menyediakan nutrisi dasar yang dibutuhkan akar. Penggunaan pupuk cair alami ini juga relatif aman karena tidak bersifat keras.

Penerapannya dilakukan dengan menyiramkan air cucian beras atau air rebusan nasi langsung ke pangkal pohon pada pagi atau sore hari. Waktu penyiraman ini penting agar penguapan tidak terlalu cepat dan nutrisi dapat terserap maksimal. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara berkala, bukan berlebihan.

Dalam jangka waktu tertentu, nutrisi cair ini membantu menjaga keseimbangan unsur hara tanah sehingga tanaman tidak mengalami kekurangan nutrisi dasar. Kondisi tersebut mendukung kelengkeng untuk memasuki fase pembungaan dengan kondisi yang lebih prima.

5. Fermentasi Cuka Apel dan Molase Mengaktifkan Mikroorganisme Tanah

Larutan cuka apel dan molase berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme baik yang hidup di dalam tanah. Mikroorganisme ini berperan penting dalam menguraikan bahan organik sehingga nutrisi lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Aktivitas biologis tanah yang baik menjadi kunci kesuburan jangka panjang.

Pembuatan larutan dilakukan dengan mencampurkan cuka apel dan molase ke dalam air dalam jumlah kecil, lalu didiamkan sebentar agar proses fermentasi ringan terjadi. Larutan tersebut kemudian disiramkan di sekitar perakaran tanaman dengan takaran terbatas. Penggunaan berlebihan perlu dihindari agar tidak mengganggu keseimbangan tanah.

Jika diaplikasikan secara tepat, fermentasi ini membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi alami di dalam tanah. Tanaman yang memperoleh nutrisi secara efisien akan lebih mudah memproduksi bunga dan mempertahankan bakal buah.

6. Jerami dan Daun Kering Dijadikan Mulsa Penjaga Kelembapan

Jerami dan daun kering yang dimanfaatkan sebagai mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah serta menstabilkan suhu di sekitar perakaran. Kondisi tanah yang terlalu kering atau terlalu panas dapat menghambat proses pembungaan kelengkeng. Mulsa membantu menciptakan lingkungan tanah yang lebih stabil.

Bahan mulsa disusun mengelilingi pangkal pohon dengan jarak tertentu dari batang utama. Penataan ini bertujuan mencegah pembusukan batang dan mengurangi risiko serangan jamur. Selain itu, mulsa juga membantu menekan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman.

Seiring waktu, jerami dan daun kering akan terurai menjadi bahan organik yang memperkaya tanah. Kandungan organik ini mendukung perakaran sehat dan membantu tanaman mempertahankan kondisi optimal selama fase pembungaan hingga pembentukan buah.

7. Kompos Limbah Buah dan Sayur sebagai Pupuk Organik Lengkap

Limbah dapur berupa sisa sayuran dan kulit buah non-sitrus dapat diolah menjadi kompos yang kaya nitrogen, fosfor, dan kalium. Kompos ini menyediakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan kelengkeng sepanjang siklus pertumbuhannya. Penggunaan kompos juga membantu memperbaiki struktur tanah secara alami.

Proses pemberian kompos dilakukan setelah bahan benar-benar matang agar tidak menimbulkan panas berlebih di dalam tanah. Kompos ditaburkan di sekitar tajuk pohon karena area tersebut merupakan zona aktif perakaran. Penempatan yang tepat memastikan nutrisi terserap secara maksimal.

Dengan pemupukan kompos secara rutin, tanaman kelengkeng memperoleh suplai nutrisi yang seimbang dan berkelanjutan. Kondisi ini mendukung pembungaan yang lebih konsisten serta meningkatkan potensi hasil panen dari waktu ke waktu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kelengkeng Rajin Berbuah

1. Mengapa pohon kelengkeng subur tetapi tidak berbuah?

Karena kelebihan nitrogen, kurang kalium, minim cahaya matahari, atau pemangkasan yang tidak tepat.

2. Berapa lama pupuk alami mulai menunjukkan hasil pada kelengkeng?

Umumnya 1–3 bulan tergantung umur pohon, kondisi tanah, dan konsistensi perawatan.

3. Apakah kelengkeng wajib terkena matahari penuh agar berbuah?

Ya, paparan matahari penuh sangat penting untuk memicu pembungaan optimal.

4. Kapan waktu terbaik memberi pupuk alami pada kelengkeng?

Saat awal pertumbuhan dan menjelang fase pembungaan dengan interval teratur.

5. Apakah kelengkeng dari biji bisa berbuah dengan pupuk alami?

Bisa, tetapi membutuhkan waktu lebih lama dibanding bibit cangkok atau sambung.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |