Liputan6.com, Jakarta - Pakan fermentasi alami telah menjadi solusi inovatif bagi peternak yang ingin meningkatkan pertumbuhan kambing secara efisien dan berkelanjutan. Teknik ini menawarkan berbagai manfaat, mulai dari penghematan biaya pakan hingga perbaikan kesehatan ternak secara menyeluruh. Dengan metode ini, kambing dapat mencapai bobot ideal lebih cepat dan alami.
Proses fermentasi pakan tidak hanya meningkatkan nilai gizi, tetapi juga memperbaiki sistem pencernaan kambing, meningkatkan nafsu makan, dan membuat daging ternak lebih rendah kolesterol serta berisi. Selain itu, ternak menjadi lebih kebal terhadap berbagai penyakit, dan kotoran tidak berbau, menjaga lingkungan kandang tetap bersih.
Penelitian menunjukkan efektivitas pakan fermentasi; Universitas Gadjah Mada melaporkan peningkatan berat badan sapi hingga 15% dengan pakan fermentasi, sementara peternak Kunto Setyono mencatat peningkatan 2-4 kg/bulan pada domba. Berikut tujuh cara efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan kambing Anda dengan pakan fermentasi alami, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (22/1/2026).
1. Pilih Bahan Baku Berkualitas untuk Fermentasi
Pemilihan bahan baku merupakan langkah krusial dalam pembuatan pakan fermentasi yang berkualitas. Bahan-bahan yang umum digunakan meliputi jerami, gedebog pisang, dan limbah pertanian lainnya. Limbah pertanian seperti jerami, limbah jagung, dan kulit kacang tanah masih memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga sangat potensial sebagai pakan ternak kambing.
Untuk gedebog pisang, pilihlah pohon pisang yang sehat dan bebas dari hama untuk menunjang hasil fermentasi yang baik. Setelah itu, bersihkan batang pisang yang kotor dan rusak secara teliti. Jerami padi, rumput kering, atau tebon jagung juga merupakan bahan baku yang bagus, dan penggunaan bahan baku yang cukup banyak lebih baik dibandingkan bahan baku tunggal.
Bahan-bahan lain yang dapat ditambahkan untuk meningkatkan nutrisi termasuk dedak, ampas tahu, kulit kacang, dan jagung giling. Dedak padi atau dedak jagung merupakan sumber karbohidrat penting untuk proses fermentasi. Ampas tahu, di sisi lain, mengandung protein tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan hewan ternak.
2. Buat Starter Fermentasi Alami Sendiri
Starter fermentasi, yang mengandung mikroorganisme baik, sangat penting untuk memulai proses fermentasi pakan. Anda bisa membuat probiotik sendiri atau menggunakan produk komersial yang sudah tersedia di pasaran seperti EM4 Peternakan.
Salah satu probiotik alami yang terbukti mampu meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan ternak adalah PROBIOTIK RABAL, hasil fermentasi ragi dan bakteri asam laktat. Probiotik ini berisikan bakteri baik Lactobacillus dan Yeast yang sangat bermanfaat bagi pencernaan ternak. Alternatif starter alami lainnya adalah EM4 Peternakan (Effective Microorganisms) yang dapat digunakan sebagai dekomposer dalam pembuatan pakan fermentasi.
Berikut adalah bahan dan cara pembuatan PROBIOTIK RABAL:
- Bahan-bahan: Air Bersih (9 Liter), Susu Yakult (2 Botol), Ragi Tape (1 butir, sudah digiling halus), Air Kelapa Murni (dari satu buah kelapa tua), Molase / Tetes Tebu (3 tutup botol, ditambah 1/2 liter air bersih, atau 1 Kg gula merah/jawa yang diencerkan dengan 1/2 liter air).
- Alat yang Diperlukan: Ember Besar Hitam, Jerigen ukuran 10 Liter.
- Cara Pembuatan: Campurkan semua bahan secara berurutan dalam satu wadah ember besar, aduk 2-3 menit. Masukkan ke dalam jerigen 10 liter, tutup rapat, dan simpan di tempat sejuk minim cahaya selama 7-10 hari. Buka jerigen 1-2 hari sekali untuk mengeluarkan gas/uap. PROBIOTIK RABAL siap digunakan setelah 7-10 hari dengan indikasi warna kecoklatan.
3. Optimalkan Komposisi Nutrisi
Komposisi nutrisi yang seimbang dalam pakan fermentasi sangat penting untuk pertumbuhan kambing yang optimal. Pakan fermentasi yang baik harus mengandung serat, karbohidrat, dan protein yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak.
Proses fermentasi menggunakan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat atau ragi dapat mengubah komposisi kimia dan struktur fisik pakan. Hal ini secara signifikan meningkatkan nilai nutrisinya dan membuat pakan lebih mudah dicerna oleh kambing.
Untuk formula pakan fermentasi agar kambing cepat gemuk, Anda bisa menggunakan komposisi berikut: Jerami padi atau rumput gajah cincang (30 kg), Dedak halus (bekatul) (10 kg), Ampas tahu (5 kg), Molase (tetes tebu) (1 liter), Garam mineral (0,5 kg), EM4 peternakan atau ragi tape (100 ml), dan Air bersih secukupnya. Penambahan tetes tebu atau molase sangat penting karena berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme dalam proses fermentasi. Bekatul dan ampas tahu juga dapat ditambahkan untuk meningkatkan kandungan nutrisi.
4. Lakukan Proses Fermentasi dengan Tepat
Proses fermentasi yang benar akan memastikan pakan memiliki kualitas nutrisi yang optimal dan aman untuk dikonsumsi kambing. Durasi fermentasi bervariasi, minimal 4 hari, dan semakin lama hasilnya semakin baik. Untuk jerami, waktu fermentasi bisa 24 jam hingga 2 minggu.
Untuk fermentasi gedebog pisang, mulailah dengan memilih pohon pisang yang sehat, lalu bersihkan dan timbang gedebog pisang sesuai kapasitas wadah. Potong gedebog pisang, lalu buat larutan campuran gula, air, EM4, garam, dan tetes tebu. Campurkan larutan ini dengan pollard/dedak, bekatul, dan gedebog pisang yang sudah dicacah, lalu aduk merata. Masukkan campuran ke dalam drum, tutup rapat, dan biarkan selama 5 hari.
Sementara itu, untuk fermentasi jerami, siapkan area yang bersih. Potong bahan-bahan kering seperti jerami atau rumput kering menjadi ukuran sekitar 5 cm. Buat larutan starter dari tetesan tebu atau air gula dan probiotik seperti EM4 dengan air. Letakkan bahan baku yang sudah dipotong di atas terpal, taburkan bekatul, lalu siramkan larutan starter hingga merata. Masukkan campuran ke dalam wadah, padatkan, dan tutup serapat mungkin agar tidak ada udara yang masuk.
5. Terapkan Sistem Adaptasi Bertahap
Perubahan pakan secara mendadak dapat menyebabkan stres pada kambing dan bahkan kematian. Oleh karena itu, adaptasi bertahap sangat penting untuk memperkenalkan pakan fermentasi.
Peternak Irfan Zulkarnain menyarankan metode adaptasi bertahap. Pada minggu pertama, berikan 80% rumput dan 20% pakan fermentasi, lalu tutup pakan fermentasi dengan rumput. Tambahkan polar atau konsentrat dengan protein tinggi (PK 18). Amati respons kambing selama seminggu; jika pakan fermentasi habis, lanjutkan ke tahap berikutnya.
Pada minggu kedua, tingkatkan porsi pakan fermentasi menjadi 40-50% dan rumput 50-60%. Lapisi rumput dengan fermentasi, lalu taburi polar atau konsentrat. Minggu ketiga, kurangi rumput segar menjadi 20%. Jika kambing sudah terbiasa pada minggu keempat dan seterusnya, pakan fermentasi dapat diberikan tanpa rumput segar atau comboran. Tujuannya adalah agar kambing tidak stres dan terhindar dari penyakit akibat perubahan pakan yang mendadak.
6. Kombinasikan dengan Pakan Hijauan Segar
Meskipun pakan fermentasi sangat bermanfaat, kombinasi dengan hijauan segar tetap dianjurkan, terutama selama masa adaptasi dan untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Pakan fermentasi dapat menggantikan sebagian dari pakan hijauan segar, dimulai dengan 25% pakan fermentasi dan 75% hijauan, lalu secara bertahap ditingkatkan hingga 50%.
Pemberian pakan fermentasi sebaiknya dilakukan pada siang dan sore hari, setelah kambing memakan rumput hijau dan segar di pagi hari. Ini membantu kambing tidak kaget dengan pakan fermentasi. Jenis hijauan pendamping bisa berupa rumput, dedaunan, atau ampas tahu.
Penting untuk diingat bahwa pakan fermentasi sebaiknya digunakan sebagai suplemen pakan, bukan sebagai pakan utama secara terus-menerus. Hal ini untuk menghindari defisiensi nutrisi yang dapat terjadi jika hanya mengandalkan satu jenis pakan.
7. Monitor dan Evaluasi Hasil Secara Rutin
Pemantauan dan evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan pakan fermentasi memberikan hasil yang diinginkan dan untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan. Pakan fermentasi yang berhasil memiliki aroma asam segar seperti tape, warna sedikit lebih gelap, tekstur lembap tetapi tidak basah, tidak ada tanda-tanda pertumbuhan jamur, dan suhu pakan sekitar 25-30 derajat Celcius.
Parameter pertumbuhan yang harus dipantau meliputi pertambahan bobot badan, nafsu makan, kesehatan pencernaan, dan kualitas daging. Pakan fermentasi terbukti dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian yang lebih tinggi serta meningkatkan nafsu makan dan kekebalan tubuh ternak.
Jika kambing menunjukkan tanda-tanda pencernaan yang tidak normal, seperti diare atau kembung, kurangi porsi pakan fermentasi dan segera konsultasikan dengan dokter hewan. Evaluasi rutin akan membantu Anda mengidentifikasi masalah lebih awal dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.
Tips Tambahan dari Peternak Berpengalaman
Penerapan pakan fermentasi yang sukses tidak hanya bergantung pada proses pembuatan, tetapi juga pada manajemen peternakan secara keseluruhan. Pastikan air minum selalu tersedia dan bersih untuk kambing. Air yang tercampur probiotik dan gula pasir dapat membantu adaptasi kambing terhadap pakan fermentasi.
Jaga kebersihan kandang dan wadah pakan dengan menyemprotkan larutan EM4 seminggu sekali untuk mencegah bau tak sedap. Simpan pakan fermentasi dalam wadah kedap udara yang bersih, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Perubahan pakan yang mendadak dapat menyebabkan stres pada kambing, yang berakibat fatal. Oleh karena itu, adaptasi bertahap sangat penting untuk mencegah stres dan penyakit. Untuk kambing bunting, pakan fermentasi dapat membantu menguraikan zat gizi. Namun, domba bunting tidak disarankan diberi fermentasi lebih dari 20% dan tidak terlalu sering, karena dapat berdampak buruk pada anakan atau menyebabkan defisiensi kalsium.
Pakan fermentasi alami menawarkan solusi yang menjanjikan untuk cara mempercepat pertumbuhan kambing dengan pakan fermentasi alami secara efektif dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan nilai nutrisi, memperbaiki sistem pencernaan, dan mengurangi biaya pakan, teknik ini dapat membawa banyak manfaat bagi peternak. Kunci keberhasilan terletak pada pemilihan bahan baku berkualitas, pembuatan starter yang tepat, komposisi nutrisi yang seimbang, proses fermentasi yang benar, adaptasi bertahap, kombinasi dengan hijauan segar, serta monitoring rutin.
Memulai dengan langkah kecil dan konsisten dalam penerapan pakan fermentasi akan membantu Anda mencapai hasil yang optimal.
Coba Sekarang! Jangan ragu untuk mencoba salah satu cara di atas dan rasakan perbedaannya pada pertumbuhan kambing Anda. Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah, atau konsultasikan dengan peternak berpengalaman di komunitas Anda untuk tips lebih lanjut!
FAQ
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil pertumbuhan kambing dengan pakan fermentasi?
A: Anda dapat melihat peningkatan berat badan domba 2–4 kg/bulan dengan pakan fermentasi. Studi lain menunjukkan peningkatan berat badan sapi rata-rata 15% dengan pakan fermentasi.
Q: Apakah semua jenis kambing cocok dengan pakan fermentasi?
A: Ya, semua jenis kambing dapat cocok dengan pakan fermentasi, asalkan proses adaptasi dilakukan secara bertahap dan benar untuk menghindari stres.
Q: Bagaimana jika kambing menolak pakan fermentasi?
A: Jika kambing menolak pakan fermentasi, campurkan dengan pakan biasa atau hijauan segar yang biasa diberikan. Anda juga bisa mencoba teknik puasa makan sebelum memberikan pakan fermentasi.
Q: Apakah ada efek samping pakan fermentasi jika diberikan secara terus-menerus?
A: Pemberian pakan fermentasi yang terus-menerus sebagai pakan utama tanpa diimbangi hijauan dapat menyebabkan defisiensi nutrisi, kambing menjadi kurus, pertumbuhan terlambat, bahkan penyakit. Penting untuk menggunakannya sebagai suplemen dan memastikan keseimbangan nutrisi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)