Liputan6.com, Jakarta - Sebagai surganya kuliner, Indonesia memiliki banyak sekali makanan tradisional dengan cita rasa menggugah selera, termasuk kue. Bahkan, belakangan ini, makin banyak inovasi kue tradisional yang muncul dengan beragam bentuk dan rasa lebih variatif.
Modifikasi kue tradisional ini menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menyesuaikan selera pasar yang berkembang. Karena tak bisa dipungkiri, di era jajanan viral serba kekinian yang datang dan pergi secepat tren TikTok, eksistensi kue tradisional butuh sentuhan kebaruan untuk bisa tetap eksis dan mampu bersaing bahkan dengan jajanan-jajanan ‘pendatang baru’.
Perpaduan antara cita rasa lokal dan konsep kekinian menjadikan kue tradisional tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang bisnis menjanjikan di tengah tren kuliner yang terus berkembang. Berikut Liputan6.com paparkan beragam kreasi kue tradisional yang dimodifikasi modern sebagai inspirasi ide jualan kekinian.
1. Apem Varian Toping, dari Keju hingga Cokelat
Kue apem merupakan salah satu kue tradisional yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang kuat, terutama di wilayah Jawa. Dahulu, apem dikenal dengan rasa manis sederhana dan tampilan polos, sering disajikan dalam tradisi adat dan keagamaan.
Sebagai contoh, di sepanjang jalan raya Jatinom-Boyolali, saat ini dijumpai berjejer penjual kue apem dengan beragam varian rasa, dari keju, nangka, cokelat, hingga original. Awalnya kue apem Jatinom hadir dengan rasa manis sederhana, dan dibuat hanya saat tradisi Saparan. Namun seiring berkembangnya zaman, kue apem Jatinom hadir dengan rasa yang berinovasi bahkan bisa dinikmati kapan saja.
“Setahu saya, dulu itu ada satu dua orang yang berjualan di pinggir jalan pas sebaran apem. Ternyata setelah perayaan tradisi selesai, banyak warga yang mencari kue apem, dagangannya laku, terus yang lain pada ikut-ikutan jualan,” cerita Rukiyem (56), penjual kue apem di jalan Jatinom-Boyolali, saat ditemui tim redaksi Liputan6.com, Jumat, 16 Januari 2026.
“Kan sebenarnya kue apem Jatinom itu dulunya ya kayak yang versi original sekarang (rasa manis sederhana). Tapi kalau kue apem sekarang itu banyak varian rasanya seperti nangka, keju, meses, pandan, dan lainnya,” tambahnya.
Kue apem bisa dibeli dalam kondisi hangat dengan beberapa varian rasa mulai dari original, keju, meses, nangka, pandan, cokelat, dan lainnya. Untuk kue apem Jatinom dijual per biji Rp1.500, terhitung cukup terjangkau sebagai oleh-oleh atau sekadar camilan dinikmati sendiri.
2. Lupis Dessert Cup
Selain apem, lupis juga menjadi salah satu kue tradisional yang kerap kali dimodifikasi. Lupis merupakan kue tradisional berbahan ketan yang biasanya disajikan dengan kelapa parut dan gula merah cair. Kue ini identik dengan penyajian sederhana dan tradisional. Namun, generasi kekinian sedikit memodifikasi konsep lupis menjadi dessert modern.
Lupis kini disajikan dalam cup atau wadah transparan dengan lapisan kelapa dan saus gula merah yang tertata rapi. Penyajian ini memberikan kesan elegan dan cocok dengan tren dessert kekinian. Tanpa mengubah rasa dasar, lupis tampil lebih modern dan menarik.
Konsep dessert cup membuat lupis lebih praktis dan higienis. Inovasi ini juga memudahkan pemasaran secara online maupun offline. Lupis tidak lagi terbatas pada pasar tradisional, tetapi mampu masuk ke pasar yang lebih luas.
3. Kue Lumpur Varian Rasa Modern
Kue lumpur dikenal dengan teksturnya yang lembut dan rasa manis gurih dari santan dan kentang. Pada awalnya, kue ini hanya hadir dalam rasa original atau pandan. Kesederhanaan rasa tersebut menjadi ciri khas kue lumpur.
Generasi kekinian kemudian menghadirkan variasi rasa seperti red velvet, cokelat, hingga keju. Penambahan topping modern juga membuat kue lumpur tampil lebih menarik. Inovasi ini menjadikan kue lumpur lebih variatif dan sesuai dengan selera pasar saat ini.
Dengan tampilan baru dan rasa yang beragam, kue lumpur berhasil menarik perhatian generasi muda. Kue tradisional ini pun tetap eksis dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
4. Onde-Onde Aneka Ragam Ukuran dan Isian
Onde-onde dikenal sebagai kue tradisional berbentuk bulat dengan taburan wijen dan isian kacang hijau. Teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuatnya digemari berbagai kalangan. Namun, variasi rasa yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.
Untuk menjawab tantangan tersebut, generasi kekinian menghadirkan onde-onde dengan isian modern seperti cokelat, keju, matcha, dan taro. Inovasi ini memberikan pilihan rasa yang lebih beragam dan sesuai dengan tren kuliner saat ini. Onde-onde pun tampil lebih segar dan inovatif.
Dengan kemasan modern dan ukuran yang lebih praktis, onde-onde isi kekinian memiliki daya tarik komersial yang tinggi. Kue tradisional ini mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitasnya.
Selain kue apem, serabi, lupis, getuk, kue lumpur, dan onde-onde seperti yang disebutkan, masih banyak kreasi kue tradisional lainnya yang menjanjikan untuk disulap kekinian jadi ide jualan kreatif. Anda yang tertarik untuk membuka bisnis makanan, tidak ada salah mencoba!
Tips Mengembangkan Inovasi Makanan Tradisional dan Hasilkan Cuan
Pertahankan Cita Rasa Asli, Tambahkan Sentuhan Modern
Kunci inovasi kue tradisional adalah tidak menghilangkan rasa khasnya. Gunakan resep dasar yang sudah dikenal, lalu tambahkan variasi modern seperti topping keju, cokelat, matcha, atau isian lumer agar lebih diminati generasi muda.
Ciptakan Varian Rasa dan Bentuk yang Unik
Inovasi bisa dilakukan dengan menghadirkan berbagai varian rasa dalam satu produk, misalnya apem pandan, apem red velvet, atau apem gula aren. Bentuk mini, karakter lucu, atau konsep dessert box juga dapat meningkatkan nilai jual.
Gunakan Kemasan Kekinian dan Ramah Lingkungan
Kemasan berperan penting dalam menarik perhatian konsumen. Pilih desain yang estetik, praktis, dan ramah lingkungan. Tambahkan logo, stiker brand, atau cerita singkat tentang asal-usul kue tradisional untuk memperkuat identitas produk.
Manfaatkan Media Sosial sebagai Sarana Promosi
Promosikan kue tradisional melalui Instagram, TikTok, atau WhatsApp dengan foto dan video yang menarik. Konten seperti proses pembuatan, behind the scene, atau testimoni pelanggan terbukti efektif meningkatkan minat beli.
Sesuaikan Harga dengan Target Pasar
Tentukan harga yang seimbang antara biaya produksi dan daya beli konsumen. Menyediakan beberapa pilihan ukuran dan paket hemat bisa membuat produk lebih terjangkau dan laris di pasaran.
Utamakan Kejujuran dan Pelayanan Maksimal, Tak Semata Mengejar Keuntungan
Hal ini sebagaimana diutarakan oleh Rukiyem, yang menjual kue apemnya mengutamakan asas kejujuran dan pelayanan maksimal untuk pelanggan.
“Biasanya nyetak kue (apem) sore, jadi pembeli selalu dapat fresh dan hangat. Karena kalau nyetaknya dari pagi dan gak terjual, (sudah gak fresh), saya gak jual lagi tapi disedekahkan ke pondok. Kalau saya prinsipnya jangan mencampukan sisa jualan kemarin ke pembeli," ujar Rukiyem.
Dengarkan Masukan Pelanggan
Umpan balik dari pelanggan sangat penting untuk pengembangan produk. Gunakan kritik dan saran sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas rasa, tampilan, maupun pelayanan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kreasi Kue Tradisional Kekinian
1. Mengapa kue tradisional kembali diminati oleh generasi kekinian?
Kue tradisional kembali diminati karena menawarkan cita rasa nostalgia yang dipadukan dengan tampilan modern. Generasi kekinian cenderung menyukai produk unik, autentik, dan memiliki nilai budaya, apalagi jika dikemas secara menarik dan ramah media sosial.
2. Bagaimana cara mengembangkan kue apem agar lebih menarik untuk dijual?
Kue apem dapat dikembangkan dengan inovasi rasa seperti apem pandan keju, apem cokelat, atau apem gula aren lava. Selain itu, penggunaan kemasan modern dan penyajian mini size atau box eksklusif membuat kue apem lebih menarik bagi pasar anak muda.
3. Apa saja kue tradisional yang berpotensi menjadi ide jualan menguntungkan?
Beberapa kue tradisional yang berpotensi menguntungkan antara lain kue apem, klepon, putu ayu, cenil, dan nagasari. Kue-kue ini mudah dimodifikasi dari segi rasa dan tampilan, serta memiliki bahan baku yang relatif terjangkau.
4. Apakah bisnis kue tradisional cocok untuk pemula?
Ya, bisnis kue tradisional sangat cocok untuk pemula karena proses pembuatannya relatif sederhana dan modal awalnya tidak terlalu besar. Selain itu, permintaan pasar cukup stabil, terutama jika pelaku usaha mampu berinovasi mengikuti tren.
5. Bagaimana strategi pemasaran kue tradisional agar laku di pasaran modern?
Strategi pemasaran yang efektif meliputi promosi melalui media sosial, kolaborasi dengan food influencer, penggunaan branding yang kekinian, serta penjualan melalui platform online. Menonjolkan cerita budaya di balik kue tradisional seperti kue apem juga dapat meningkatkan daya tarik produk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)