19 Tanaman Pangan Wajib Ada di Rumah untuk Kondisi Darurat, Cadangan Alami Keluarga

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menyiapkan sumber makanan mandiri penting dilakukan untuk menghadapi situasi tak terduga. Salah satu langkah sederhana adalah menanam tanaman pangan yang wajib ada di rumah buat kondisi darurat agar kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan luar.

Lahan sempit bukan halangan untuk menjaga ketersediaan pangan. Dengan memilih tanaman pangan yang wajib ada di rumah buat kondisi darurat, rumah tangga dapat memiliki cadangan makanan praktis yang mudah dirawat dan cepat dipanen.

Kesadaran akan ketahanan pangan kini semakin meningkat. Menanam tanaman pangan yang wajib ada di rumah buat kondisi darurat tidak hanya bermanfaat saat krisis, tetapi juga mendukung pola hidup mandiri dan lebih sehat sehari-hari.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tanaman pangan yang wajib ada di rumah buat kondisi darurat, Rabu (21/1/2026).

Sumber Karbohidrat Utama untuk Energi

Untuk menjaga ketersediaan energi saat kondisi darurat, menanam tanaman sumber karbohidrat menjadi langkah awal yang sangat penting. Jenis tanaman ini umumnya mudah dibudidayakan, tahan disimpan, serta mampu mencukupi kebutuhan energi harian keluarga.

1. Singkong (Manihot esculenta)

Singkong merupakan tanaman pangan yang sangat mudah tumbuh dan cocok ditanam di sekitar rumah. Umbinya mengandung karbohidrat tinggi sebagai sumber energi utama, serta dilengkapi vitamin C, vitamin B, dan serat. Singkong juga fleksibel diolah menjadi berbagai menu, seperti rebus, goreng, atau tepung, sehingga ideal sebagai cadangan pangan jangka panjang.

2. Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

Ubi jalar dikenal sebagai tanaman yang cepat panen, yakni sekitar tiga bulan setelah tanam. Selain kaya karbohidrat, ubi jalar mengandung antioksidan dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Proses penanamannya relatif mudah, baik di lahan maupun pot, sehingga cocok untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

3. Kentang (Solanum tuberosum)

Kentang menjadi tanaman pangan wajib karena kandungan karbohidratnya yang tinggi dan daya simpannya yang cukup baik. Umbi ini dapat diolah menjadi beragam makanan dan bahkan bisa ditanam di pot dengan media tanam yang tidak terlalu dalam. Kepraktisan ini membuat kentang cocok sebagai sumber energi cadangan di rumah.

4. Jagung (Zea mays)

Jagung merupakan tanaman serbaguna yang mudah ditanam di berbagai kondisi tanah dan dapat dipanen dalam waktu 3–4 bulan. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan. Menanam jagung di pekarangan menjadi cara sederhana untuk menambah stok pangan keluarga saat diperlukan.

Sayuran Daun Cepat Panen dan Kaya Nutrisi

Sayuran daun berperan penting dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian, terutama saat kondisi darurat. Keunggulan utama kelompok tanaman ini adalah masa panennya yang singkat, sehingga dapat menyediakan asupan nutrisi segar secara berkelanjutan bagi keluarga.

1. Bayam (Amaranthus spp.)

Bayam termasuk sayuran daun yang sangat mudah ditanam dan tidak membutuhkan lahan luas. Tanaman ini kaya vitamin, mineral, dan zat besi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dengan siklus panen yang singkat dan kemampuan tumbuh kembali setelah dipetik, bayam menjadi pilihan efisien untuk ditanam di pekarangan maupun pot.

2. Kangkung (Ipomoea aquatica)

Kangkung dikenal sebagai sayuran favorit yang cepat tumbuh dan mudah dibudidayakan di berbagai jenis lahan. Tanaman ini bahkan sudah bisa dipanen sekitar tiga minggu setelah tanam. Kecepatan panen tersebut menjadikan kangkung sangat ideal sebagai sumber sayuran segar saat kebutuhan mendesak.

3. Sawi Hijau (Brassica rapa subsp. parachinensis)

Sawi hijau tidak memerlukan paparan sinar matahari penuh, cukup sekitar 3–4 jam per hari. Tanaman ini cocok ditanam di pot atau polybag dan perawatannya tergolong sederhana. Kandungan vitamin dan seratnya membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan cara yang praktis.

4. Selada (Lactuca sativa)

Selada memiliki masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar satu bulan setelah tanam. Sayuran ini mudah dirawat dan cocok ditanam di kebun rumah maupun wadah kecil. Kehadiran selada memungkinkan keluarga memperoleh pasokan sayuran segar dengan cepat dan berkelanjutan.

Buah dan Sayur Buah Sumber Vitamin Esensial

Buah dan sayur buah berperan penting dalam memenuhi kebutuhan vitamin serta antioksidan yang dibutuhkan tubuh, terutama saat kondisi darurat. Menanam jenis tanaman ini di rumah tidak hanya membantu menjaga kesehatan, tetapi juga memberikan variasi menu agar asupan gizi tetap seimbang.

1. Tomat (Solanum lycopersicum)

Tomat termasuk sayuran buah yang mudah dibudidayakan dengan perawatan sederhana. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup dan penyiraman teratur agar tumbuh optimal. Kandungan vitamin C dan antioksidannya menjadikan tomat sebagai sumber nutrisi penting yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai olahan makanan.

2. Cabai (Capsicum annuum)

Cabai sangat direkomendasikan untuk ditanam karena sering digunakan dalam masakan sehari-hari. Selain menambah cita rasa, cabai juga memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan metabolisme tubuh. Tanaman ini dapat ditanam dari biji dalam pot berukuran sedang dengan pencahayaan yang cukup untuk menghasilkan panen yang baik.

3. Terong (Solanum melongena)

Terong kaya akan vitamin K, mineral, kalsium, dan bioflavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan otak, pencernaan, dan tulang. Tanaman ini dapat ditanam di tanah maupun pot, serta mulai menghasilkan buah sekitar 3–4 bulan setelah tanam, sehingga cocok sebagai sumber pangan rumah tangga.

4. Pepaya (Carica papaya)

Pepaya merupakan tanaman buah yang cepat berbuah dan tidak memerlukan perawatan rumit. Buah ini kaya serat dan vitamin yang baik untuk sistem pencernaan. Dengan menanam bijinya di tanah subur dan melakukan penyiraman rutin, pepaya dapat menjadi sumber buah segar dalam waktu relatif singkat.

5. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

Jeruk nipis termasuk tanaman buah yang tahan terhadap perubahan cuaca dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Selain digunakan sebagai pelengkap masakan, buah ini juga dikenal memiliki banyak manfaat sebagai bahan herbal. Perawatannya yang mudah menjadikan jeruk nipis pilihan tepat untuk ditanam di rumah.

Kacang-kacangan: Sumber Protein Nabati Penting

Kacang-kacangan berperan penting sebagai sumber protein nabati untuk melengkapi kebutuhan gizi keluarga, terutama saat kondisi darurat. Tanaman ini relatif mudah dibudidayakan di rumah dan dapat menjadi alternatif protein selain bahan pangan hewani.

1. Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

Kacang tanah cocok ditanam di pekarangan maupun polybag dengan media tanam yang gembur. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan rumit dan dapat dipanen setelah berumur sekitar 3–4 bulan, bahkan bisa dibiarkan hingga 5–6 bulan untuk hasil yang lebih maksimal. Kandungan protein dan lemak sehatnya membantu mencukupi kebutuhan energi dan gizi harian.

2. Kacang Hijau (Vigna radiata)

Kacang hijau dikenal kaya protein nabati dan mudah diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti bubur atau kecambah. Tanaman ini juga tergolong mudah ditanam dan cepat tumbuh. Keberadaan kacang hijau sebagai tanaman pangan rumahan sangat membantu menyediakan sumber protein yang praktis dan bergizi.

Rempah dan Bumbu Dapur Multifungsi

Rempah dan bumbu dapur tidak hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat berguna dalam kondisi darurat. Menanam jenis tanaman ini di rumah membantu memastikan ketersediaan bahan masak sekaligus alternatif pengobatan alami.

1. Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum)

Bawang merah berperan penting dalam berbagai masakan dan mengandung antioksidan alami yang membantu melawan radikal bebas serta meningkatkan daya tahan tubuh. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan, sehingga praktis sebagai stok dapur rumahan.

2. Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih dikenal sebagai bumbu dapur sekaligus tanaman obat. Kandungan vitamin C, vitamin B6, magnesium, dan antioksidannya bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penanaman dapat dilakukan dengan menanam siung bawang putih yang sudah bertunas di pot kecil dan melakukan penyiraman rutin hingga siap dipanen.

3. Jahe (Zingiber officinale)

Jahe merupakan tanaman rimpang yang mudah ditanam di pot atau wadah terbatas. Selain digunakan sebagai rempah, jahe juga berfungsi sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan mual, masuk angin, hingga nyeri ringan. Kepraktisan dan manfaatnya menjadikan jahe tanaman wajib di rumah.

4. Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit adalah tanaman rimpang populer yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan herbal. Kandungan kurkumin di dalamnya dikenal sebagai antioksidan kuat dengan efek anti-inflamasi. Kunyit mudah ditanam di halaman maupun pot, sehingga cocok sebagai tanaman multifungsi penunjang kesehatan keluarga.

Q & A Seputar Topik

Mengapa penting memiliki tanaman pangan di rumah untuk kondisi darurat?

Memiliki tanaman pangan di rumah sangat penting untuk memastikan ketersediaan nutrisi dan ketahanan pangan keluarga saat terjadi kondisi darurat seperti bencana alam, wabah, atau gangguan rantai pasok, yang dapat membatasi akses terhadap bahan pangan pokok.

Jenis tanaman karbohidrat apa saja yang mudah ditanam di rumah?

Beberapa jenis tanaman karbohidrat yang mudah ditanam di rumah dan cocok untuk kondisi darurat antara lain singkong, ubi jalar, kentang, dan jagung, yang menyediakan energi esensial.

Sayuran apa yang cepat panen dan cocok untuk ketahanan pangan keluarga?

Sayuran seperti bayam, kangkung, sawi hijau, dan selada merupakan pilihan yang baik karena memiliki siklus panen yang singkat, bahkan ada yang bisa dipanen dalam hitungan minggu, sehingga dapat menyediakan nutrisi berkelanjutan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |