Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan rumah ramah lingkungan semakin menjadi perhatian masyarakat di masa sekarang. Konsep ini menawarkan solusi untuk mengurangi dampak negatif terhadap alam dan membantu meningkatkan kualitas hidup. Dengan pendekatan yang tepat, kita sudah bisa memulai dalam menciptakan hunian yang nyaman dan berkelanjutan termasuk di Indonesia.
Merespons hal ini, Engineer Perumahan Usaha Bangun Abadi dari Solo, Jawa Tengah, Ramdhano Syah Qohar, menyebut jika masyarakat sebenarnya bisa sangat mungkin untuk membangun atau memiliki rumah dengan konsep keberlanjutan tersebut. Menurutnya, kunci penting ada di desain yang dapat menciptakan rumah dengan bahan material yang berorientasi alam.
"Jadi, rumah ramah lingkungan itu sebenarnya, kan, kuncinya ada di bagaimana meminimalisir energi material dan memanfaatkan sumber daya untuk mendukung keberlanjutkan konsep hijau," katanya kepada Liputan6, Minggu (18/1).
Menurutnya, penggunaan kayu atau bambu sebagai material alami sampai merencanakan desain ventilasi yang tak terhalang struktur bisa masuk rancang desain jika ingin membangun tempat tinggal yang sustainable.
Jika Anda sudah memiliki gambaran untuk membangun rumah berkonsep keberlanjutan, namun bingung harus memulai dari mana, Anda perlu mempertimbangkan 10 tips berdasarkan sudut pandang Engineer Perumahan berikut. Simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Selasa (20/1).
1. Maksimalkan Cahaya dari Matahari
Pemanfaatan cahaya matahari secara maksimal adalah langkah awal dalam membangun rumah ramah lingkungan. Desain rumah yang mengutamakan bukaan besar seperti jendela dan pintu kaca dapat mengurangi kebutuhan penggunaan lampu di siang hari. Hal ini tidak hanya menghemat energi listrik, tetapi juga menciptakan suasana ruangan yang lebih terang.
Menurut Engineer berusia 29 tahun itu, pencahayaan alami yang cukup akan memberikan dampak positif pada kesehatan penghuni. Sinar matahari membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan dan dapat meningkatkan suasana hati. Penempatan jendela yang strategis perlu diperhatikan agar cahaya masuk secara merata tanpa menyebabkan panas berlebih.
"Ini sangat berperan ketika siang hari, artinya meminimalisir pengguna untuk menyalakan lampu karena sinar alami sudah menerangi area rumah. Ini tentu mendukung konsep hemat energi," terangnya.
2. Pastikan Ventilasi Tidak Terhalang Struktur Bangunan
Ventilasi silang adalah metode penting untuk menjaga sirkulasi udara di dalam rumah. Desain ini melibatkan penempatan bukaan seperti jendela atau ventilasi pada sisi-sisi yang berlawanan. Tujuannya adalah agar udara dapat mengalir masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lain, menciptakan aliran udara yang terus-menerus.
Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk secara alami, mengurangi kebutuhan akan pendingin udara. Ini merupakan solusi yang efektif untuk iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap. Penggunaan ventilasi silang dapat menghemat energi dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Rumah tropis dirancang dengan banyak bukaan seperti jendela besar, kisi-kisi udara, dan pintu ganda yang memungkinkan udara bergerak bebas. Dengan sirkulasi silang, suhu dalam ruangan bisa turun secara alami tanpa bantuan AC, menghemat energi sekaligus menjaga kualitas udara di dalam rumah.
3. Penggunaan Material Kayu Hingga Bambu untuk Mendukung Keberlanjutan
Pemilihan material bangunan memiliki peran penting dalam konsep rumah ramah lingkungan. Material lokal dan berkelanjutan seperti bambu, kayu dan batu alam merupakan beberapa contoh material yang dapat digunakan.
Material ini memiliki jejak karbon yang lebih rendah karena proses produksinya tidak memerlukan energi besar dan jarak transportasinya lebih pendek. Bambu, misalnya, adalah material yang cepat tumbuh dan dapat diperbarui dengan mudah. Kayu juga, yang diperuntukkan sebagai bahan bangunan biasanya berasal dari hutan yang dikelola secara lestari.
"Bambu memang sangat disarankan, termasuk bata eskspos dan roster untuk sirkulasi udara, serta batu alam yang juga memiliki nilai estetika," katanya.
4. Gunakan Panel Surya
Pemanfaatan energi matahari melalui panel surya merupakan langkah signifikan menuju kemandirian energi. Panel surya mengubah sinar matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Indonesia memiliki potensi energi surya yang melimpah karena berada di garis khatulistiwa.
Pemasangan panel surya dapat mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional yang sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan penghematan biaya listrik dalam jangka panjang. Panel surya tidak menghasilkan polusi dan merupakan sumber energi yang dapat diperbarui.
Meskipun biaya awal pemasangan panel surya mungkin memerlukan investasi, penghematan biaya listrik bulanan dapat mengembalikan investasi tersebut dalam jangka menengah. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan pemanfaatan energi surya di Indonesia.
5. Sistem Penampung Air Hujan
Sistem pengumpul air hujan adalah solusi untuk menghemat penggunaan air bersih. Air hujan yang ditampung dapat digunakan untuk berbagai keperluan non-konsumsi, seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau mengisi toilet. Ini mengurangi ketergantungan pada pasokan air tanah atau PDAM.
Penerapan sistem ini membantu menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi biaya tagihan air. Air hujan yang dimanfaatkan oleh pemilik rumah, cocok untuk tanaman, sistem ini juga membantu mengurangi volume aliran permukaan, yang dapat mencegah banjir.
"Pengelolaan air hujan sangat penting dalam konsep rumah ramah lingkungan karena membantu menghemat penggunaan air bersih, mencegah banjir dan genangan, serta menjaga keseimbangan air tanah melalui sistem resapan seperti sumur resapan atau biopori," tambah Engineer yang karib disapa Dhano itu.
6. Pastikan Limbah Rumah Tangga Terkelola dengan Baik
Pengelolaan limbah rumah tangga yang efektif adalah bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Pemilahan sampah di rumah menjadi organik dan anorganik merupakan langkah awal yang penting. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang.
Pengomposan sampah organik menghasilkan pupuk yang bermanfaat untuk tanaman. Daur ulang sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Ini juga mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru.
Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi jumlah sampah secara signifikan. Mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang adalah praktik yang mendukung pelestarian lingkungan.
7. Manfaatkan Lahan untuk Dijadikan Taman Vertikal
Taman vertikal atau atap hijau merupakan inovasi dalam desain rumah ramah lingkungan. Konsep ini melibatkan penanaman vegetasi pada dinding atau atap bangunan. Hal ini tidak hanya menambah estetika, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan.
Atap hijau membantu mengurangi suhu di sekitar bangunan dan meningkatkan efisiensi energi. Vegetasi pada atap atau dinding berfungsi sebagai isolator alami, mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah. Ini dapat mengurangi kebutuhan akan pendingin udara.
Selain itu, taman vertikal dan atap hijau menciptakan ruang hidup bagi flora dan fauna lokal, berkontribusi pada keanekaragaman hayati. Mereka juga membantu menyerap air hujan, mengurangi aliran permukaan, dan meningkatkan kualitas udara.
8. Gunakan Peralatan Elektronik Hemat Energi
Penggunaan peralatan elektronik yang hemat energi adalah cara untuk mengurangi konsumsi listrik di rumah. Peralatan seperti AC, kulkas, lampu LED, dan televisi kini banyak tersedia dengan label hemat energi. Label ini menunjukkan tingkat efisiensi energi suatu produk.
Pemerintah Indonesia telah menerapkan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) untuk beberapa jenis peralatan elektronik. Hal ini bertujuan untuk membantu konsumen memilih produk yang lebih efisien dan mengurangi beban listrik nasional.
Memilih peralatan dengan rating bintang yang tinggi pada label energi berarti produk tersebut memiliki potensi penghematan energi yang lebih besar. Investasi pada peralatan hemat energi dapat mengurangi biaya listrik bulanan dan jejak karbon rumah tangga.
9. Orientasi Bangunan yang Menyesuaikan Arah Matahari
Orientasi bangunan memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan termal rumah. Penempatan bangunan yang tepat dapat meminimalkan paparan panas matahari berlebih, terutama dari arah barat yang intensitas panasnya tinggi di Indonesia.
Dengan mengarahkan ruang utama ke utara atau selatan, panas yang masuk ke dalam rumah dapat dikendalikan secara alami. Hal ini membantu mengurangi kebutuhan pendinginan buatan dan meningkatkan efisiensi energi bangunan.
Perencanaan orientasi bangunan juga berdampak pada pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Rumah yang dirancang dengan mempertimbangkan arah matahari cenderung lebih nyaman dan hemat energi sepanjang hari.
10. Penanaman Pohon dan Vegetasi Sekitar Rumah
Menanam pohon dan vegetasi di sekitar rumah memberikan banyak manfaat lingkungan. Pohon dapat menyerap polusi udara dan menghasilkan oksigen, meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Daun pohon juga memberikan keteduhan, menjaga suhu lingkungan rumah tetap nyaman.
Pohon berfungsi sebagai peredam suara alami, mengurangi kebisingan dari lalu lintas atau lingkungan sekitar. Selain itu, keberadaan pepohonan dapat meningkatkan estetika properti dan menjadi habitat bagi satwa kecil.
Penanaman pohon yang strategis dapat mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam rumah, sehingga mengurangi penggunaan pendingin udara. Ini merupakan cara sederhana namun efektif untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih sejuk dan ramah lingkungan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa itu rumah ramah lingkungan?
A: Rumah ramah lingkungan adalah hunian yang dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Q: Mengapa penting membangun rumah ramah lingkungan di Indonesia?
A: Membangun rumah ramah lingkungan dapat mengurangi jejak karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Q: Material apa saja yang termasuk ramah lingkungan untuk rumah?
A: Material ramah lingkungan meliputi bambu, kayu bersertifikat, dan bata daur ulang.
Q: Apakah membangun rumah ramah lingkungan lebih mahal?
A: Biaya awal mungkin lebih tinggi, tetapi dapat menghemat biaya operasional dalam jangka panjang.
Q: Bagaimana cara rumah ramah lingkungan menghemat energi?
A: Rumah ramah lingkungan menghemat energi melalui desain yang memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4563010/original/094395700_1693829851-pexels-nicole-michalou-6061574.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480564/original/090568200_1769059565-cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480889/original/045791200_1769070236-Gaya_Victorian_dengan_Pohon_Oak_atau_Cemara_Tua__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480820/original/051245600_1769067907-tenaman_adem.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480802/original/047290500_1769067672-Kebun_dan_Peternakan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480778/original/027354500_1769067234-Gemini_Generated_Image_oq3ie9oq3ie9oq3i_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480739/original/020056800_1769065979-kebun_cbai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480700/original/054460000_1769064824-Membersihkan_getah_pohon_di_teras_rumah_dengan_garam__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459391/original/068040300_1767160807-teras_kebun_pot_gantung_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480672/original/077257900_1769064000-Memberi_pupuk_organik_pada_pohon_rambutan_agar_berbuah_lebat__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)