Liputan6.com, Jakarta - Tikus adalah hama yang seringkali menjadi masalah serius di dapur, tidak hanya karena dapat merusak properti, tetapi juga menyebarkan berbagai penyakit. Kehadiran tikus di area dapur seringkali disebabkan oleh ketersediaan makanan yang mudah diakses dan menarik perhatian mereka. Meskipun tikus dikenal sebagai hewan omnivora yang bisa memakan hampir semua jenis makanan, mereka memiliki preferensi khusus terhadap bahan dapur tertentu yang menjadi daya tarik utama.
Memahami preferensi makanan tikus sangat penting untuk mencegah infestasi di rumah Anda. Untuk itu artikel ini akan membahas berbagai bahan dapur yang paling menarik perhatian tikus, mulai dari bahan pokok hingga makanan kering yang sering dianggap aman. Ini akan membantu menjaga stok bahan makanan tetap aman dan rumah bebas dari hama pengerat.
1. Beras
Beras adalah bahan pokok yang hampir selalu ada di setiap dapur. Tikus menyukai beras karena karbohidratnya yang tinggi dan aromanya yang kuat, terutama saat beras disimpan dalam karung yang belum rapat. Tikus memiliki indra penciuman yang tajam, sehingga mereka bisa menemukan beras meski disimpan di sudut dapur yang jauh dari jangkauan manusia. Mereka tidak hanya memakan beras, tetapi juga bisa menjadikan karung atau kemasan beras sebagai tempat bersarang sementara.
Kehadiran tikus di stok beras bisa sangat merugikan. Selain mengurangi jumlah beras, mereka juga bisa mencemari sisa beras dengan kotoran, urine, atau bulu. Hal ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan seperti bakteri dan penyakit zoonosis. Oleh karena itu, penyimpanan beras dalam wadah kedap udara atau lemari tertutup menjadi sangat penting.
2. Gula Pasir
Gula pasir memiliki daya tarik tersendiri bagi tikus karena rasa manis dan kandungan energinya yang tinggi. Tikus seringkali mampu merobek kemasan plastik atau kertas gula untuk mendapatkan sedikit saja isi di dalamnya. Aromanya yang manis juga menyebar ke sekitarnya, membuat tikus lain tertarik untuk mendekat dan ikut mengambil gula tersebut.
Selain menghabiskan stok, gula yang telah dijilat atau digerogoti tikus tidak aman untuk dikonsumsi. Kontaminasi mikroba dari bulu, air liur, atau urine tikus membuat gula tersebut berisiko membawa penyakit. Tikus yang menyukai gula juga sering kali meninggalkan remah-remah atau sisa gigitan di dapur, menandakan adanya aktivitas hama yang harus segera ditangani.
3. Tepung Terigu
Tepung terigu adalah makanan favorit tikus karena teksturnya yang lembut dan mudah dikunyah. Karbohidrat yang terkandung di dalam tepung membuat tikus menganggapnya sebagai sumber energi instan. Mereka cenderung menyelinap ke dapur di malam hari untuk menggerogoti tepung yang disimpan dalam karung atau kantong plastik tipis.
Lebih parahnya, tikus sering menggunakan tepung terigu sebagai bahan sarang, sehingga bukan hanya stok yang berkurang, tetapi juga kualitas tepung menjadi tercemar. Tepung yang terkontaminasi tikus bisa menjadi sumber penyakit seperti salmonella atau leptospirosis, sehingga tidak layak digunakan untuk memasak atau membuat kue.
4. Mie Instan
Mie instan sering dianggap aman karena dikemas rapat, tetapi tikus tertarik pada aroma bumbu dan minyak yang terkandung di dalamnya. Tikus mampu menggigit kemasan plastik dan mengambil mie sedikit demi sedikit tanpa terlihat dari luar. Oleh karena itu, stok mie instan yang terlihat utuh sering kali sebenarnya sudah banyak berkurang.
Selain menghabiskan persediaan, tikus yang menggerogoti mie instan bisa meninggalkan kotoran, bulu, dan bakteri di dalam kemasan, membuat makanan menjadi tidak higienis. Kebiasaan ini menjadikan mie instan salah satu bahan dapur yang paling rentan hilang secara diam-diam jika tidak disimpan dengan benar.
5. Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang hijau, hingga kacang kedelai adalah sumber protein dan lemak yang sangat disukai tikus. Tikus mampu memanjat rak atau karung penyimpanan untuk mengambil kacang, lalu membawanya ke sarang sebagai persediaan makanan. Kegiatan ini bisa berlangsung di malam hari tanpa disadari pemilik rumah.
Tikus juga sering meninggalkan remah-remah dan lubang kecil pada karung kacang sebagai bukti aktivitas mereka. Kehilangan kacang dalam jumlah besar tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menunjukkan adanya infestasi tikus yang perlu segera ditangani sebelum menyebar ke bahan makanan lain.
6. Roti dan Biskuit
Roti, biskuit, dan camilan kering menjadi incaran tikus karena teksturnya yang mudah digerogoti dan rasanya yang manis atau gurih. Tikus biasanya menyerang rak camilan atau laci dapur saat malam hari, sehingga makanan yang terlihat utuh pada pagi hari bisa saja sudah banyak yang hilang.
Selain mengurangi stok, roti dan biskuit yang sudah dijilat tikus cepat basi dan menjadi sarang kuman. Kehadiran tikus di rak camilan juga menimbulkan bau tidak sedap, yang bisa mengganggu kenyamanan dapur. Penyimpanan di toples kedap udara atau lemari tertutup menjadi solusi penting untuk mencegah hal ini.
7. Buah Kering dan Kurma
Buah kering seperti kurma, kismis, atau aprikot kering memiliki aroma manis yang sangat menarik tikus. Mereka tidak hanya memakan buah tersebut, tetapi juga sering meninggalkan sisa-sisa gigitan di kemasan. Buah kering yang terkontaminasi tikus tidak aman dikonsumsi karena bisa membawa bakteri atau virus dari saliva tikus.
Tikus sering memanfaatkan buah kering sebagai cadangan makanan di sarang, sehingga stok yang terlihat utuh bisa cepat berkurang tanpa jejak jelas. Buah kering menjadi salah satu bahan dapur yang paling rawan diserang tikus, sehingga penting untuk menyimpannya dalam wadah kedap udara, di tempat tinggi atau di lemari khusus.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Bahan dapur apa saja yang paling disukai tikus?
Beras, gula pasir, tepung terigu, mie instan, kacang-kacangan, roti/biskuit, dan buah kering merupakan bahan dapur yang paling sering diserang tikus.
2. Mengapa tikus tertarik pada bahan-bahan tersebut?
Tikus tertarik karena kandungan karbohidrat, gula, protein, dan lemak yang tinggi, serta aromanya yang mudah tercium.
3. Apakah penyimpanan dalam plastik cukup aman dari tikus?
Tidak selalu. Tikus mampu menggigit kemasan plastik tipis, sehingga bahan makanan tetap bisa dicapai.
4. Bagaimana cara mencegah tikus menggerogoti bahan dapur?
Gunakan wadah kedap udara, simpan di lemari tertutup atau rak tinggi, dan pastikan dapur selalu bersih.
5. Apakah makanan yang sudah digerogoti tikus aman dikonsumsi?
Tidak, makanan tersebut berisiko terkontaminasi bakteri, virus, atau urine tikus, sehingga tidak layak dikonsumsi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482507/original/002228500_1769225819-buah_tin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2262540/original/075447500_1530187074-Channa_stri_060627_7960_jtgno_ed_resize.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482461/original/083010000_1769221807-Kulit_Bawang_Merah_untuk_Tanaman_Cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482453/original/077032300_1769220507-Membersihkan_Kerak_di_Wastafel_Keramik_Pakai_Sitrun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482160/original/083681400_1769162884-ide_es_alpukat__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482316/original/099617900_1769173796-olahan_kantong_plastik_bekas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481819/original/016446700_1769147616-cuciwis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482229/original/074937800_1769166482-Model_Plafon_Teras_Rumah_Kecil_yang_Bikin_Area_Depan_Terasa_Lebih_Tinggi_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481684/original/062305500_1769142128-HGN_2026__2_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473461/original/080716200_1768445652-hgn_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481443/original/045890400_1769132822-noFilter.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479491/original/006875800_1768980077-pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3987911/original/095414600_1649311271-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482073/original/043743000_1769157829-botol_dengan_sedotan__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5396911/original/005107000_1761795438-halaman_belakang_rumah_kecil_dengan_kebun_hidroponik_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482215/original/002800200_1769166104-Budidaya_Ikan_Nila.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482021/original/076088800_1769155411-duku__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482049/original/048374800_1769157048-menanam_cabai_tanpa_tanah_6a.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)